
Keynan dan Tiara tidak percaya kalau putri kesayangannya pernah mengalami kejadian seperti itu. Dan yang parahnya, perbuatan itu di lakukan oleh anak wakil kepala sekolah.
Tiara dan Keynan menghampiri putri kesayangan mereka. Tiara memeluk putrinya itu. " Kenapa kamu nggak bilang sama mami dan papi?"
" Maaf Mih, lagi pula Melodi tidak apa-apa"
" Sekarang memang nggak apa-apa, tapi nanti-nantinya"
" Insya Allah itu tidak akan pernah terjadi mami, karena Melodi punya teman-teman yang hebat" kata Melodi sambil melirik kearah Kenzo.
Tiara pun tersenyum karena putrinya sudah memiliki banyak teman. Dia berharap kedepannya tidak ada lagi orang yang akan berbuat jahat padanya.
Merry berjalan menghampiri putrinya itu. Dia berjalan dengan menundukkan wajahnya. Dia tidak sanggup melihat tatapan orang-orang pada dirinya.
Pandangan mereka itu mengartikan kalau dia tidak bisa mendidik putrinya itu dengan baik. Tapi mereka ada benarnya juga, mungkin karena dia selalu memanjakan putrinya itu.
Plak..
Sebuah tamparan kuat dilayangkan Merry ke pipi putrinya. Sontak Keynan dan yang lain menoleh kearah Cantika dan mamanya.
Cantika memegang pipinya, dia merasakan perih di pipinya.
" M-mama" lirih Cantika.
" Kenapa kamu melakukan semua ini Cantika?"
" Karena dia selalu mencari perhatian orang yang aku suka Mah"
Plak...
Satu tamparan lagi mendarat di pipi Cantika. Tapi kali ini bukan Merry yang melakukan, melainkan mami Melodi.
Merry kaget melihat siapa yang sudah menampar putrinya. " N-nyonya"
" Berani sekali kau merencanakan hal sekeji itu pada putriku" kata Tiara.
" Karena putri anda telah merebut orang yang saya suka!" kata Cantika.
" Apa maksud ucapan mu itu?!"
" Putri anda sudah merebut Kenzo dari saya" kata Cantika.
Kenzo kaget mendengar ucapan Cantika. " Gue tidak pernah dekat sama Lo, jadi Melodi tidak merebut gue dari siapapun" jelas Kenzo.
" Gue suka sama lo Ken" kata Cantika.
" Tapi gue nggak suka sama Lo?!" kata Kenzo.
" Kenapa Lo lebih memilih dia?, apa karena dia lebih kaya dari gue"
" Karena dia perempuan baik, cantik dan yang terpenting dia tidak murahan" kata Kenzo.
" Maksud lo, gue murahan gitu?"
" Gue nggak bilang gitu, tapi menurut gue Lo lebih dari itu" kata Kenzo.
Keynan berjalan menghampiri Cantika. " Untung saja kau perempuan, kalau tidak aku sudah menghabisi mu!, walaupun saya tidak bisa membunuh mu, setidaknya menjadikan kau gelandangan itu sudah cukup"
" Ma-maksud tuan?" tanya Merry.
__ADS_1
" Saya akan menghancurkan perusahaan kecil keluarga kalian" jawab Keynan.
" Jangan tuan, saya mohon jangan hancurkan perusahaan suami saya" ucap Merry sambil memohon.
" Kau tau betul gimana sifat keluarga Agatha. Jadi saya tidak akan menarik kata-kata saya. Satu lagi, saya ingin putri mu merasakan nyaman tinggal di hotel prodeo" kata Keynan sambil berlalu pergi.
Cantika kaget mendengar ucapan Keynan Agatha. Dia tidak ingin masuk penjara, jangan kan masuk, membayangkannya saja Cantika tidak ingin.
" Nyonya, tolong bantu saya" pinta Merry sambil berlutut dihadapan Tiara.
" Maaf, saya tidak bisa membantu anda" kata Tiara sambil berlalu pergi.
Kenzo cs, Keyra dan Melodi pergi dari sana, mereka sudah malas melihat hal seperti itu. memang benar kata orang penyesalan itu datang di akhir.
" Guys gue ke toilet dulu ya" kata Tristan.
" Iya, Lo bisa pergi sendiri kan?, atau mau di temani?" goda Gian.
" Kagak usah, Lo pikir gue anak kecil" ujar Tristan.
" Ya sudah kalau nggak mau" kata Gian.
Tristan pun berlari menuju toilet, karena dia sudah tidak tahan menahan ingin pipis. Sampai di depan toilet Tristan menabrak seseorang.
" Sorry gue buru-buru" ucap Tristan sambil berlalu pergi masuk kedalam toilet.
Orang yang di tabrak sama Tristan pun tersenyum melihat tingkah Tristan yang sangat lucu menurut dirinya.
Orang yang di tabrak Tristan tadi masih menunggu di depan toilet. Beberapa menit menunggu, akhirnya Tristan keluar dari dalam toilet.
" Leganya" ucap Tristan.
Tristan belum menyadari kehadiran orang yang dia tabrak tadi.
" Astagfirullah" kaget Tristan sambil memegang dadanya.
" Yaelah gitu aja kaget"
" Gimana nggak kaget Lo muncul tiba-tiba"
" Aku sudah berdiri sejak tadi di sini"
Tristan melirik lawan bicara nya itu. Alangkah kagetnya dia melihat siapa orang yang dari tadi berbicara dengan nya.
Oh God kenapa harus bertemu sama cewek ini lagi.
" Kau kenapa bisa ada di toilet cowok?, kau mau ngintip ya?" tanya Tristan.
" Sembarangan kalau ngomong, ini toilet cewek?!"
Tristan melirik tulisan yang ada di pintu toilet. Dan benar saja, disana tertulis toilet cewek.
" Bagaimana tampan, apa bacaan yang ada di pintu itu?" tanya cewek itu.
" S-sejak kapan ini berubah jadi toilet cewek" kata Tristan.
" Sejak kamu ganti jenis kelamin" kata cewek itu sambil tertawa.
" Enak aja, gue itu masih cowok tulen" protes Tristan.
__ADS_1
" Ya..ya, terserah kamu aja" kata cewek itu.
" Kenapa setiap gue ketemu Lo, gue selalu aja sial" kata Tristan.
" Itu tandanya kita jodoh" kata cewek itu sambil mengedipkan matanya sebelah.
" Ck..jodoh dari Hongkong"
" Bukan, itu mah kejauhan. Kita itu jodoh di depan toilet, tampan"
" Terserah Lo mau ngomong apa, tapi gue berharap kita tidak akan pernah bertemu lagi" kata Tristan sambil berlalu pergi.
" Kita akan selalu bertemu tampan, karena kita jodoh" teriak cewek itu.
" Ck..jodoh dia bilang, yang ada sial melulu gue kalau ketemu sama dia" gerutu Tristan.
Sampai di tempat teman-teman nya Tristan masih saja ngedumel. Gian yang melihat mulut Tristan komat-kamit pun tidak tahan untuk tertawa.
" Lo kenapa tertawa gitu?" tanya Kenzo.
" Noh liat si Tristan komat-kamit baca mantra" jawab Gian.
Kenzo pun melirik Tristan, dan benar apa yang di bilang sama Gian, mulut Tristan sedang asik komat-kamit.
" Tian, Lo lagi baca mantra untuk apa?" tanya Kenzo.
" Buat terhindar dari tolak bala" jawab Tristan asal.
" Gue pikir Lo mau mendaftar jadi dukun" kata Gian.
" Iya, ntar gue pelet lo" kata Tristan.
" Oh tidak bisa, gue masih normal" kata Gian.
" Gue bikin Lo membelok sebentar" kata Tristan.
Pletak..
" Lo kalau ngomong jangan asal" kata Gian sambil menjitak kepala Tristan.
" Abang Ken, Ian jahat" rengek Tristan.
" Berhenti merengek seperti itu Tian, Lo bukan Kiran" kata Kenzo.
" Emang enak di abaikan" ledek Gian.
" Lo juga berhenti mengganggu Tian, kalau tidak!, gue akan paketkan kalian berdua ke Afrika" kata Kenzo.
" Emang kita barang, pake di paketkan segala" gerutu Gian.
" Bicara lagi, gue akan paketkan kalian sekarang" ancam Kenzo.
" Ck..dasar beruang kutub, beraninya cuma ngancam aja" gumam Gian tapi masih bisa di dengar oleh Kenzo.
" Gian, Lo benar-benar menguji kesabaran gue ya" kata Kenzo.
Gian langsung mengambil langkah 1000, dia tidak ingin Kenzo memaketkan nya ke Afrika. Kenzo tidak tinggal diam, dia pun mengejar Gian ke lapangan.
Melodi dan Keyra tertawa melihat tingkah Kenzo dan Gian. Melodi tidak menyangka Kenzo juga punya sisi kanak-kanak nya.
__ADS_1
To be continue..
Happy Reading..😚😚