Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Siang Hari.


Pulang sekolah Kenzo cs dan pasangannya pergi ke restoran yang sudah di pilih sama Kenzo. Ya Kenzo akan membuktikan ucapannya, dia akan menguras kantong Gian hari ini.


" Serius kita makan disini?" tanya Gian setelah memarkirkan motornya.


" Serius lah" kata Kenzo.


Kamvret ni Kenzo, dia benar-benar mau bikin kantong gue kering.


" Yuk masuk guys" ajak Melodi.


" Ck.. laki-bini sama aja, suka menindas rakyat jelata seperti gue" kata Gian sedih.


" Nggak usah lebay" kata Tristan.


" Gue pinjem duit Lo dulu ya" kata Gian pada Tristan.


" Maaf gue juga lagi bokek, maklum bulan tua" kata Tristan.


" Apes banget nasib gue" lirih Gian.


" Yang sabar Honey" kata Keyra sambil menepuk pelan pundak Gian.


Mereka semua duduk di kursi tengah dekat jendela. Banyak pasang mata menatap ketiga cowok tampan itu.


" OMG ganteng banget tu cowok"


" Iya pengen gue kurung di kamar"


" Culik boleh nggak sih?"


Kenzo cs tidak menghiraukan ucapan wanita-wanita itu. Kenzo cs baru akan senang jika kekasih mereka yang memuji ketampanan mereka.


Pelayan memberikan buku menu pada mereka semua. Mata Kenzo dengan cepat melihat menu yang paling mahal di restoran sana.


Salah sendiri, kenapa kemarin pilih cafe yang mahal. Sekarang giliran gue yang akan kuras isi dompet Lo.


Pelayan itu mencatat menu yang akan di pesan. Gian kaget mendengar nama masakan yang di pesan sama Kenzo. Itu makanan yang paling mahal di restoran itu.


" Lo yakin mau pesan itu?" tanya Gian pada Kenzo.


" Hhmm, 1000 persen yakin" kata Kenzo.


" Lo nggak mau ganti menu Tian?" tanya Gian.


" Nggak" jawab Tristan.


Pelayan itu pamit undur diri setelah mencatat semua pesanan mereka. Sambil menunggu pesanan mereka datang Kenzo cs dan pasangannya ngobrol santai.


" Dir" panggil Gian.


" Hhmm"


" Siapa cowok yang ngomong sama Lo di sekolah tadi?" tanya Gian.


" Iya, kek nya akrab banget?" kata Kenzo.


" Oh itu, anak pelayan di rumah gue. Tadi papa gue daftar in dia ke sekolah" jawab Dira.


" Tadi kamu bilang dia tunangan kamu?" tanya Tristan.


" Aku cuma bercanda. Ternyata pacar resmi aku cemburuan banget" kata Dira.


" Untung nggak bener tunangan lo Dir" kata Gian.


" Kalau beneran?" tanya Dira.


" Bisa gantung diri si Tian di pohon toge" jawab Melodi dan Keyra berbarengan.


Mereka semua pun tertawa melihat wajah Tristan yang memerah karena malu. Tapi benar apa yang di bilang sama sahabatnya, kalau itu beneran tunangan Dira, mungkin dia akan loncat ke sungai karena patah hati.

__ADS_1


Tak berselang lama pesanan mereka pun datang. Para pelayan menata makanannya di atas meja. Setelah itu para pelayan itu pamit undur diri.


Mereka berenam mulai menyantap hidangan yang sudah mereka pesan tadi. Kenzo sangat menikmati makanan yang dia pesan itu. Sedangkan Gian menikmati makanannya dengan sangat sedih. Dia sedih bukan karena makanannya tidak enak, tapi dia sedih karena pundi-pundi uangnya akan berkurang.


Selesai makan, mereka mengistirahatkan perut mereka dulu. Karena nggak baik bagi kesehatan kalau selesai makan di bawa berjalan.


" Makasih ya Ian traktiran mewahnya" ucap Kenzo.


" Hhhmm"


" Ian sepertinya bahagia banget udah traktir kita makanan mehong, Ken" kata Tristan.


" Iya, terlihat jelas dari wajahnya " kata Kenzo.


" Ck.. yang bahagia itu kalian berdua, bukan gue" kata Gian.


" Gian kalau udah ngegas gitu ngomongnya meresahkan ya, Ken" kata Tristan.


" Sudah-sudah, kalian berdua jangan ngebully kekasih aku terus" kata Keyra.


" Mereka selalu seperti itu sama aku Honey" kata Gian dengan nada manja.


" Hoek..mual gue mendengar lo sok manja kek gitu" kata Tristan.


" Tunggu giliran kau Ani" kata Gian pada Tristan.


" Giliran apa Roma"


" Bayar pajak, gue akan cari resto yang paliiiing mehong juga nanti" kata Gian.


Glug..


Tristan susah payah menelan ludahnya. Dia lupa kalau dia sudah resmi jadian sama Dira.


Kenapa ada mereka sih tadi saat gue nyatakan cinta sama Dira.


" Makan enak lagi kita yank" kata Kenzo pada Melodi.


" Kalian berdua bisa tiap hari kesini, tanpa nguras dompet gue" kata Gian.


" Kita nggak bisa Ian, ni aja lo yang traktir. Kalau nggak kita nggak akan pernah mencicipi makanan mahal yang ada di resto ini" kata Kenzo.


" Ck.. sejak kapan anak sultan sudah tidak mampu makan makanan mahal lagi?" tanya Gian.


" Yang sultan itu mommy sama daddy gue. Kalau gue apalah, hanya remahan rengginang" kata Kenzo.


" Nggak usah drama" kata Gian.


" Iya nggak bakal di ajak syuting film juga" kata Tristan.


" Cie.. Ani sama Munaroh akur nih ceritanya" kata Kenzo.


" Roma, kau sungguh terlalu" kata Gian.


Ketiga wanita cantik itu hanya mampu menggelengkan kepala mereka melihat tingkah absurd kekasih mereka.


" Coba kalau fans kalian tau sifat asli idolanya. Apa mereka masih ngefans sama kalian bertiga" kata Melodi.


" Emang kita kenapa yank?" tanya Kenzo.


" Kalian bertiga itu seperti anak kecil yang sedang berebut permen" kata Melodi.


" Wah.. kekasih lo udah mulai meresahkan Ken" kata Gian dan Tristan.


" Iya, ntar gue kasih hukuman " kata Kenzo.


" Hukuman?" tanya Melodi.


" Iya sayang, karena kamu sudah berani mengejek calon imam kamu" kata Kenzo.


Seketika wajah Melodi bersemu merah mendengar ucapan Kenzo.

__ADS_1


" Kamu lagi sakit sayang?" tanya Kenzo.


" Nggak, aku baik-baik aja"


" Terus kenapa wajah kamu merah kek gitu?"


" I-itu karena aku kepedesan tadi" jawab Melodi asal.


" Lain kali jangan makan makanan yang pedas lagi" kata Kenzo.


" Iya sayang"


" Berasa kek baygon gue disini" kata Gian sambil beranjak dari kursinya.


" Iya, berasa kek hit elektrik gue" lanjut Tristan.


" Kalian berdua mau jualan obat nyamuk" kata Kenzo.


" Bodoh ah, Roma selingkuh dari kita berdua" kata Gian.


" Jadi Ani sama Munaroh ngambek ni ceritanya?"


" Iya, bujuk napa?" kata Tristan.


" Ogah, mending gue pulang dari pada bujuk Lo berdua. Yuk yank, kita pulang" ajak Kenzo pada sang kekasih.


" Yuk" kata Melodi.


Setelah drama Ani dan Munaroh selesai. Mereka semua memutuskan untuk pulang, tapi sebelum itu Gian membayar makanan yang sudah mereka santap tadi.


Mama bangkrut sudah anak mu, gara-gara anak sultan yang mulai aktif.


Ketiga cowok tampan itu berpisah di parkiran restoran. Karena mereka akan mengantarkan kekasih mereka ke rumah masing-masing.


Saat mereka pulang, sinar matahari sangat terik. Kenzo tidak ingin kekasihnya sakit, karena kepanasan. Kenzo pun melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


" Yank, pelan-pelan aja!" teriak Melodi. Karena kalau nggak teriak Kenzo tidak akan mendengar suaranya.


" Panas yank, nanti kamu sakit" kata Kenzo.


" Daripada aku mati muda, karena kamu" kata Melodi.


Kenzo pun mengurangi laju kecepatan motornya. " Kamu takut ya yank?"


" Iya. Kalau kamu mau kebut-kebutan, noh di sirkuit" kata Melodi.


" Hehe, maaf yank"


Tak terasa mereka sudah sampai di depan pintu gerbang rumah Melodi. Satpam membukakan pintu gerbang untuk nona mudanya.


Setelah pintu gerbang terbuka, Kenzo melajukan kembali motornya, menuju rumah utama.


Melodi turun dari motor kekasihnya. Kemudian memberikan helm pada Kenzo.


" Nggak mampir dulu" tawar Melodi.


" Lain waktu deh, aku mau cepat-cepat mandi. Udah gerah banget soalnya"


" Ya udah hati-hati, jangan ngebut bawa motornya" pesan Melodi.


" Iya sayang, aku jalan dulu. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


Kenzo melajukan motornya meninggalkan kediaman Agatha. Setelah sang kekasih sudah tak terlihat lagi, barulah Melodi masuk kedalam rumahnya.


To be continue..


Hai Readers tersayang. Maaf kemarin UP nya cuma satu, karena Author lagi nggak fit. Ini aja masih tepar, tapi demi kalian semua Author usahakan juga UP nya. Mudah-mudahan hari ini Author bisa UP 2 ya..


Author mengucapkan Gomawo karena kalian masih mau menunggu kelanjutan kisah Kenzo cs... Saranghaeee 😘😘😘

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2