
Triiiinggg
Bunyi alarm membangunkan sang empunya kamar. Perlahan Melodi membuka matanya. Setelah nyawanya sudah terkumpul semua, barulah Melodi melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Selesai mandi, Melodi memakai seragam sekolahnya. Setelah itu dia menyisir rambut dan tidak lupa memakai cream untuk memberi kesan dekilnya.
Setelah semuanya selesai Melodi turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orangtuanya. Di meja makan kedua orangtuanya sudah menunggu.
" Pagi Mih, Pih"
" Pagi sayang"
Melodi mengambil roti, kemudian mengoleskan selai ke roti itu. Melodi mulai mengunyah rotinya, setelah itu dia meneguk susu coklat hangat yang di buatkan mamihnya.
" Melodi berangkat dulu ya Mih, Pih " pamit Melodi sambil mencium tangan kedua orangtuanya secara bergantian.
" Hati-hati di jalan sayang"
" Siap. Assalamualaikum "
" Wa'alaikum salam"
Di pintu utama sang sopir sudah menunggu dengan setia. Sang sopir segera membukakan pintu setelah melihat nona mudanya berjalan keluar.
" Makasih Pak"
" Sama-sama nona"
Mobil melaju meninggalkan kediaman Agatha, dan segera menuju halte bus. Mobil berjalan dengan mulus, karena pagi ini kendaraan tidak terlalu banyak yang berlalu lalang.
Mobil pun sampai di halte. Melodi segara turun tampa menunggu sang sopir membukakan pintu. Melodi duduk di kursi yang sudah di sediakan di sana.
Setelah memastikan nona mudanya aman, sopir pun melanjukan kembali mobilnya menuju kediaman Agatha.
Bus yang di tunggu akhirnya datang juga. Melodi pun segera naik keatas bus. Setelah Melodi naik keatas bus, barulah bus lah sopir melajukan kembali busnya.
Kenzo dan kedua sahabatnya juga sudah berada di jalan nenuju sekolah mereka. Mereka bertiga melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Karena mereka tidak mau di kejar-kejar polisi lagi.
Kenzo cs pun sampai di gerbang sekolah, mereka terus melajukan motornya menuju parkiran. Sampai di parkiran Gian melihat sepeda milik Keyra, tiba-tiba ide jahilnya datang.
Gian mengempiskan ban sepeda milik Keyra. Dia tidak hanya mengempiskan satu, tapi dua ban sekaligus.
" Lo ngapain kempisin ban sepeda Keyra?" tanya Tristan.
" Modus Tian, jadi nanti dia akan menjadi pahlawan untuk Keyra" kata Kenzo.
" Betul sekali, lo emang sahabat gue yang terbaik Ken"
Mereka bertiga pun pergi menuju kelas. Seperti hari-hari biasanya, semua murid cewek, akan menunggu kedatangan mereka bertiga.
Kenzo cs terus berjalan, tidak menghiraukan cewek-cewek itu. Kenzo cs menganggap mereka itu seperti manekin.
" Ken, ini untuk kamu" kata salah satu murid cewek sambil memberikan coklat pada Kenzo.
Kenzo tidak bicara, Kenzo tidak ingin membuat cewek itu tersinggung, dia pun menerima coklat yang di berikan cewek itu. Setelah itu Kenzo pergi kekelasnya.
Sampai di kelas, Kenzo cs langsung menuju tempat duduk mereka masing-masing. Kenzo mendudukkan bokongnya di kursi, begitu juga dengan Gian dan Tristan.
" Mau lo apakan tu coklat Ken?" tanya Tristan.
" Paling diberikan ke Melodi" jawab Gian.
__ADS_1
Pletak
" Gue nggak nanya sama lo " kata Tristan sambil memukul kepala Gian.
" Gue mewakilkan Kenzo menjawab pertanyaan lo itu Tian" kata Gian.
Kenzo menggelengkan kepalanya melihat perdebatan antara Gian dan Tristan. Kenzo mengambil ponselnya, dan memainkan game kesukaannya.
Melodi baru sampai di kelasnya. Melodi langsung menuju tempat duduknya. Sebelum duduk Melodi melirik Kenzo yang sedang asik bermain game.
" Lo udah datang"
" I-iya " kata Melodi sambil mendudukkan pantatnya di kursi.
" Nih buat lo" kata Kenzo sambil memberikan coklat pada Melodi.
" Apa nih?" tanya Melodi.
" Coklat " jawab Kenzo.
" Gue tau, tapi dalam rangka apa lo ngasih gue coklat"
" Nggak dalam rangka apa-apa"
" Makasih " ucap Melodi.
" Hhmm"
Melodi menyimpan coklat yang diberikan Kenzo tadi ke dalam tasnya. Melodi mengambil ponselnya, kemudian dia memakaikan game di ponselnya.
Teett...
Semua murid duduk dengan rapi, menunggu guru mereka datang. Tak berselang lama guru mereka pun datang.
" Selamat pagi anak-anak"
" Pagi Pak"
" Silakan ganti pakaian kalian, setelah itu langsung kelapangan"
" Baik Pak"
Semua murid pun pergi mengambil baju olahraga yang mereka di loker mereka masing-masing. Ya Pagi ini mata pelajaran Kenzo adalah olahraga.
Selesai mengganti pakaian, semua murid pun berkumpul di lapangan. Tapi Kenzo cs belum juga menampakkan diri mereka. Para siswi cewek tidak sabar ingin melihat penampilan mereka memakai baju olahraga.
Akhirnya yang di tunggu datang juga. Semua siswi cewek di buat terpana sama ketampanan ketiga cowok itu. Kenzo cs bagaikan permata yang berkilau saat ini.
Melodi dan Keyra juga terpana melihat ketiga cowok tampan itu. Tapi pandangan Melodi lebih terfokus ke Kenzo. Sedangkan Keyra memandang Gian tanpa berkedip.
Kenzo cs berjalan dengan gaya coolnya, menuju barisan. Mereka melewati siswi cewek yang sedang menatap mereka tanpa berkedip.
" Ck..mereka bertiga selalu mencuri perhatian siswi cewek" kata salah satu siswa cowok.
" Iya. Kalau mereka bertiga sudah datang, pesona kita kelindas "
" Kita akan selalu kalah jika bersaing dengan mereka. Di tambah lagi mereka juga seorang model"
" Benar, apes banget nasib kita yang punya wajah pas-pasan"
Banyak lagi ucapan para siswa cowok itu. Tapi setelah Kenzo cs sampai di barisan, semua siswa cowok pun berhenti mengibah tentag Kenzo cs.
__ADS_1
Pak guru pun mengambil absen. Setelah itu Pak guru meminta semua murid untuk lari 1 kali putaran, mengelilingi lapangan. Setelah itu mereka bebas mau main olahraga jenis apa.
Semua murid pun mulai berlari. Kenzo cs memimpin barisan. Teman-teman mereka yang lain jauh tertinggal di belakang.
Kenzo cs pun sampai di garis finish. Kenzo cs duduk di kursi yang ada di dekat lapangan. Mereka duduk dengan meluruskan kaki mereka.
Setelah itu di susul sama Melodi, Keyra dan yang lainnya. Melodi dan Keyra pun duduk bergabung bersama Kenzo cs.
Siswi cewek yang lain sangat iri sama Melodi dan Keyra. Karena mereka selalu bisa dekat dengan Kenzo cs. Mereka semua bertanya-tanya, apa kelebihan Melodi dan Keyra. Sehingga mereka bisa dekat dengan Kenzo cs.
Ketua kelas dan gengnya ingin menantang Kenzo cs bermain basket. Ketua kelas itu pun menghampiri Kenzo cs yang sedang bersantai.
" Ken" Panggil Panji sang ketua kelas.
" Hhmm"
" Tanding main basket yuk"
" Males"
" Bilang aja lo takut" kata ketua kelas.
" Gue bilang males, bukan takut" kata Kenzo.
" Bearti lo cuma modal tampang doang, skill lo nol besar" ejek Panji.
" Iya, dia kan cuma bisa berpose di depan kamera" kata kedua teman Panji.
Kenzo mengepalkan tangannya, menahan emosinya. " Gue terima tantangan lo"
" Ok, kalau lo yang kalah. Lo harus jadi budak gue" kata Panji.
" Kalau gue yang menang?" tanya Kenzo.
" Gue bersedia jadi budak lo" kata Panji.
" Tapi gue pengin kalian bertiga jadi budak gue" kata Kenzo.
" Ok, kami setuju" kata Panji.
Kenzo dan Panji pun segera menuju kelapangan basket, di ikuti sama yang lainnya.
Sampai di lapangan basket, mereka duduk di kursi penonton. Sedangkan Kenzo dan panji turun kelapangan.
" Gue yakin pasti Panji yang akan menang" kata teman Panji.
" Iya, karena Panji paling jago main basket"
Gian dan Tristan hanya tersenyum mendengarkan kedua teman Panji.
" Kalian akan melihat kemampuan seorang model seperti Kenzo" kata Gian pada kedua teman Panji.
" Persiaplah kalian akan jadi budak Kenzo" kata Tristan.
To be continue..
Author ucapan Gomawo untuk kalian yang selalu menunggu kelanjutan cerita Kenzo cs.
Saranghaeee.. 😘😘
Happy Reading.
__ADS_1