
Susah payah Vandy menjelaskan pada kekasihnya, sedangkan biang keroknya sudah kabur.
Kiara dan Wiguna masuk kedalam ruangan rawat Anggun, dan berpamitan kepada putri tercintanya itu.
" Sayang mama sama papa pamit dulu, besok pagi mama kesini lagi." ucap Kiara sambil memeluk putrinya.
" Jaga putri saya baik-baik, awas kalau kamu macam-macam," ancam Wiguna sambil melihatkan gaya menyayat leher.
Vandy yang melihat pun menahan saliva nya. " Tenang pah aku bakal jaga calon istri aku dengan baik."
" Kalau gitu mama sama papa pergi dulu ya sayang, adek juga udah ketiduran. Kamu harus banyak istirahat."
" Iya mah, hati-hati dijalan."
Vandy pun mengantarkan calon mertuanya kedepan pintu.
" Pah boleh bicara sebentar."
" Mama tunggu dimobil ya pah."
Kiara pun berlalu meninggalkan suami dan calon mantunya.
" Cepat katakan apa yang mau kamu bicarakan."
" Anggun sudah ceritain semuanya sama aku pah, dan aku mau nemuin orang itu besok."
" Untuk apa kamu ketemu sama dia?."
" Cuma mau kasih dia hadiah aja," jawab Vandy sambil tersenyum licik.
" Papa sudah kasih dia pelajaran dan hukuman."
" Tapi aku belum pah."
" Ya sudah terserah kamu saja, papa pergi dulu."
Setelah Wiguna pergi, Vandy pun kembali kedalam ruangan Anggun.
" Sayang, aku mau mandi dulu ya, soalnya udah gerah banget."
Anggun pun menganggukkan kepalanya.
Vandy membersihkan dirinya dikamar mandi rumah sakit yang ada didalam ruangan itu. Butuh waktu 10 menit untuk Vandy membersihkan dirinya.
Vandy keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang masih basah serta memamerkan bentuk roti sobeknya.
(Author: "Kalau liat orang cakep selesai mandi dengan rambut yang masih basah, terus dikasih gaya slowmo, kalian bayangin sediri aja ya Readers gimana maco nya si Vandyπππ).
Anggun yang mendengar pintu kamar mandi terbuka sontak menoleh. Anggun pun menahan salivanya melihat roti sobek milik kekasihnya itu. " Ya ampun Bunny keren banget sih, apalagi itu roti sobeknya, kalau dipegang empuk nggak ya?."
Vandy pun tersenyum melihat ekspresi Anggun. Vandy berjalan menghampiri Anggun. Anggun yang masih sibuk dengan fikirannya, sehingga tidak menyadari kalau Vandy sudah berada didepannya. Vandy seperti tau apa yang ada dalam fikiran Anggun pun berbisik.
" Nanti kalau sudah halal kamu boleh pegang semuanya kok," bisik Vandy ditelinga Anggun.
Anggun baru tersadar setelah mendengar Vandy berbisik ditelinga nya, sontak Anggun menyembunyikan wajah dibalik selimut. "Malu banget sih gue ketangkap basah mandangin indahnya ciptaan tuhan."
" Sayang kenapa wajahnya ditutupin gitu?."
" A.. aku ngantuk, mau tidur."
__ADS_1
" Jangan tidur seperti itu, nanti kamu bisa sesak nafas sayang."
Anggun pun membuka perlahan selimutnya.
Vandy mendekatkan tubuhnya ke Anggun, setelah dekat.
Cup
satu kecupan mendarat dikening Anggun. Kemudian Vandy membetulkan selimut Anggun.
" Sekarang tuan putri tidur ya, biar besok bisa pulang kerumah, Good night sayang."
" Good night Bunny."
Anggun pun mulai memejamkan matanya. Vandy masih setia duduk disamping tempat tidur Anggun. Tak butuh waktu lama Anggun pun sudah sampai kealam mimpi. Vandy bangun dari tempat duduknya, berjalan menuju sofa dan mulai membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya, mungkin karena kelelahan akhirnya Vandy menyusul Anggun kealam mimpi.
Pagi hari dikediaman Dwipangga.
Diana yang sedang sibuk didapur untuk memasak buat sarapan suami berserta anaknya. Diana memasak tidak sendiri dia dibantu sama dua orang pelayan.
" Bik tolong tata semua masakan ini diatas meja ya."
" Baik nyah."
Bik Iyem pun menata masakan yang sudah dimasak tadi diatas meja. Setelah semua nya selesai bik Iyem kembali kedapur.
Diana, suami serta anaknya sudah duduk dimeja makan, mereka pun menikmati sarapan pagi mereka dengan lahap.
Dikediaman Wiguna.
Wiguna yang sudah berpakaian rapi dan siap mengantarkan istri serta putranya. Kiara sedang memasangkan baju buat putra bontot nya.
Aska menganggukkan kepalanya. Mereka pun berjalan menuruni anak tangga.
" Waah anak papa tampan sekali," puji Wiguna.
" Makasih pah, papa juga terlihat keren," puji balik Aska.
" Bik Ijah," panggil Kiara.
" Iya nyah."
" Makanan yang mau saya bawa kerumah sakit sudah siap."
" Sudah, bibik sudah masukin kedalam mobil nyah."
" Makasih ya bik, tolong jaga rumah kita mau pergi dulu."
" Baik nyah, hati-dijalan."
Mobil Wiguna pun melaju meninggalkan kediamannya, dan menuju rumah sakit. Sepanjang jalan kerumah sakit Aska bernyanyi dan itu merupakan hiburan yang sangat bagus buat Wiguna dan Kiara.
Akhirnya mobil Wiguna pun sampai dirumah sakit. Wiguna memakirkan mobilnya. Mereka pun berjalan memasuki rumah sakit.Sepanjang jalan dokter, suster dan pekerja lain membukukan badan tanda memberi hormat buat pemilik rumah sakit itu.
Saat akan masuk lift, Kiara melihat seseorang, " Bukankah itu perempuan yang mengacau waktu dipesta ulang tahun perusahaan Dwipangga, sedang apa dia disini?, dan itu cowok yang disampingnya bukankah cowok yang sama?."
Begitu banyak pertanyaan yang muncul difikiran Kiara.
Ting.
Pintu lift pun terbuka, Kiara, suami dan anaknya masuk kedalam lift. Wiguna melihat istrinya sedang memikirkan sesuatu mencoba untuk bertany.
__ADS_1
" Mama lagi mikiran apa?."
" Itu pah, mama melihat perempuan yang mengacau waktu diacara Dwipangga kemarin ."
" Terus."
" Ngapain dia disini bersama cowok yang waktu itu ."
" Mungkin mau besuk kerabatnya yang sakit juga, ya udah mama jangan mikirin itu lagi."
Ting
Pintu lift terbuka, mereka pun keluar dan berjalan menuju ruang rawat anaknya. Sesampai didepan pintu ruang rawat inap anak nya.
Kiara pun menarik handle pintu.
Ceklek.
Pintu terbuka, dan terlihat disana Anggun masih tertidur lelap. Mereka pun masuk kedalam. Wiguna melihat calon mantunya tidur diatas sofa, Wiguna pun tersenyum licik dan timbul lah ide jahilnya.
Wiguna mengambil air satu gelas, setelah itu dia menghampiri Vandy. Wiguna pun memercikan air itu kewajah Vandy.
" Al jangan ganggu gue, ntar gue potong gaji lo. "
" Bangun dasar pemalas," ucap Wiguna sambil menarik bantal dikepala Vandy.
Sontak Vandy pun terbangun, saat mau bicara Vandy kaget melihat seseorang yang ada didepannya.
" Papa..!!."
" Iya, emang kamu fikir siapa."
" Usil banget sih pa, udah berumur masih aja usil."
" Apa kamu bilang..!?."
" Aku cuma bilang, papa baik banget udah mau bangunin aku."
" Untung aja dia calon mertua gue, kalau nggak udah gue karungin dan gue buang kelaut."
" Kamu ngumpatin saya."
" Nggak pah, mana berani aku ngumpat papa."
Kiara menghampiri suaminya, karena postur tubuh suaminya lebih tinggi maka Kiara naik keatas sofa dan menjewer telinga suaminya.
" Awww sakit, kenapa mama jewer telinga papa."
" Karena papa selalu mengganggu calon mantu mama."
Vandy yang melihat Wiguna kesakitan tersenyum bahagia.
Wiguna yang melihat Vandy tersenyum bahagia menatap tajam kearah Vandy. Vandy yang mendapat tatapan tajam dari calon mertua nya hanya memasang wajah coolnya.
" Awas kamu bocah tengik tunggu pembalasan dariku."
To be continue..
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian buat Author dengan cara, Like, Komen dan Vote.. ππ
HAPPY READING GUYS... ππ
__ADS_1