Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pagi hari


Vandy sedang menemani putri kecilnya membuka kado yang dia dapatkan kemarin malam. Kiran sangat antusias membuka kado-kado yang ada didepannya.


Kiran sangat senang mendapatkan banyak boneka. Kiran menyusun boneka itu, mulai dari yang kecil sampai dengan yang besar. Kiran juga dapat hadiah mobil-mobilan yang bisa dia kendarai sendiri.


" Banyak ya boneka adek" kata Vandy


" Hu'um"


" Adek paling suka hadiah yang mana?"


" Cuka cemua na daddy" jawab Kiran dengan gaya ngomong cadel nya.


" Sekarang kita sarapan dulu ya, nanti kita lanjutkan lagi buka kado nya"


" Tiap daddy " kata Kiran.


Vandy menggendong putri kecilnya, mereka pergi keruang makan untuk sarapan bersama yang lainnya. Di ruang makan semuanya sudah berkumpul.


" Ponaan cantik aunty sudah datang. Sini duduk dekat aunty" kata Vanya.


" Kilan mau na cama daddy" kata Kiran.


" Sama aunty aja ya" bujuk Vanya


" Aunty cama abang Ken aja. Abang kan cama tampan na kek daddy" kata Kiran.


Semua orang gemas mendengar Kiran berbicara dengan gaya cadelnya itu. Apalagi Marko, dia nggak bisa bayangin kalau anaknya sudah lahir dan sebesar Kiran nanti.


" Uncle Malko cini duduk dekat adek" pinta Kiran.


" Ck.. masih kecil, tapi sudah tau mana yang tampan" kata Vanya.


" Sekarang kita sarapan. Adek duduk yang manis, kalau sedang makan nggak boleh apa..? Tanya Vandy.


" Bicala" jawab Kiran


" Bicara sayang, bukan bicala" kata Vandy.


Kiran hanya tersenyum pada daddy nya itu. Memamerkan sederetan giginya yang putih.


Mereka pun sarapan dengan hikmat, tanpa ada yang bicara. Kiran juga lahap memakan nasi sama ayam kecapnya.


Selesai makan mereka semua berkumpul diruang keluarga. Kecuali Aska, Kenzo dan Kiran. Ya Aska dan Kenzo sedang menemani Kiran naik mobil-mobilannya di halaman depan rumah utama.


" Kenapa kalian nggak bikin taman bermain aja" usul Wiguna.


" Rencananya sih emang gitu Pah" kata Vandy.

__ADS_1


" Permainannya yang aman-aman aja " kata Kiara.


" Itu sudah pasti Ma"


" Nggak lama lagi Vanya juga mau melahirkan" kata Diana.


" Tinggal 1 bulan lagi ya Dek?" tanya Anggun


" Iya Kak"


" Kamu harus selalu menjadi suami yang siaga Marko, jangan sampai terjadi sesuatu hal yang buruk sama adik saya" kata Vandy.


" Tenang saja, saya tidak akan membiarkan hal buruk terjadi sama istri dan calon anak saya" kata Marko.


" Suami aku memang yang terbaik" puji Vanya.


" Bagus kalau begitu, karena kalau sampai terjadi hal buruk pada adik saya. Habis kamu?!" ancam Vandy.


Sontak Anggun mencubit suaminya.


" Aww, sakit sayang" rintih Vandy.


" Itu hukuman untuk kamu, karena sudah ngomong sembarang" kata Anggun.


" Mas kan cuma mengingatkan dia" kata Vandy.


Kalau singa betina sudah menunjukkan taringnya Vandy tidak bisa lagi berkata-kata. Daripada nanti dapat hukuman, maka diam adalah pilihan yang terbaik.


Mereka pun menghabiskan waktu dengan bercengkerama, dan sesekali juga diselingi perdebatan dan juga candaan.


Siang hari orangtua tua dan mertua Vandy pun pamit pulang, begitu juga dengan Vanya. Mereka pulang kerumah masing-masing. Sekarang yang tinggal hanya Vandy dan keluarga kecilnya.


Tak berapa lama Vandy pergi mengantarkan Kenzo ketempat latihan taekwondo. Sekarang yang tinggal hanya Anggun dan putri kecilnya itu.


Kiran masih asik bermain susun balok. Kiran sudah bisa memasukkan benda menurut jenis dan ukurannya. Anggun memang memberikan mainan yang bisa membantu tumbuh kembang anaknya.


Kiran sudah mulai mengantuk, Anggun pun membuatkan susu untuk putri kecilnya itu. Anggun memberikan botol yang sudah diisi sama susu formula.


Kiran tidur sambil mengedot botol susu yang diberikan mommy nya tadi. Anggun membelai rambut Kiran sambil menyanyikan lagu nina bobo untuk Kiran.


Entah karena rasa kantuk, entah karena lagu nina bobo yang dinyanyikan sama mommy nya, akhirnya Kiran tertidur dengan lelapnya.


Anggun menyimpan botol susu milik Kiran.


Anggun mengecup kening putrinya, Anggun meletakkan guling disisi kanan dan juga di sisi kiri Kiran, setelah itu dia keluar dari kamar Kiran.


" Kiran sudah tidur?" tanya Vandy yang datang entah dari mana.


" Astagfirullah, kamu ngagetin aja sih Mas" kata Anggun sambil memegang dadanya.

__ADS_1


" Senam jantung sayang"


" Itu bukan senam, tapi membunuh"


" Mana mungkin aku mau membunuh kamu sayang"


" Siapa tau, karena mau menikah lagi. Jadi istri pertama disingkirkan" kata Anggun.


" Mas nggak akan pernah lakukan itu sayang. Untuk apa Mas cari yang lain kalau Mas sudah punya istri yang cantik dan juga baik hati kek kamu"


" Ck.. lebay banget "


" Kamu belum jawab pertanyaan Mas"


" Pertanyaan apa?" tanya balik Anggun.


" Kiran sudah tidur atau belum?"


" Sudah, baru aja dia tidur"


" Kalau begitu sekarang giliran kita yang tidur" ajak Vandy.


Perasaan aku kok jadi nggak enak ya.


" Benaran ya cuma tidur?" tanya Anggun


" Benar sayang" jawab Vandy


" Promise"


" Promise istriku"


" Awas kalau Mas bohong. Nggak aku kasih jatah selama 1 tahun"


Gleg


Susah payah Vandy menelan salivanya, mendengar hukuman yang akan diberikan istrinya itu. Sampai dikamar Vandy membuktikan janjinya. Mereka hanya tidur, tidak melakukan olahraga.


Anggun senang karena suaminya itu membuktikan kata-katanya. Tak berapa lama Anggun mendengar bunyi dengkuran halus yang keluar dari mulut suaminya.


" Kamu pasti capek banget ya Mas, sampai tidur mendengkur kek gitu"


Anggun pun membetulkan tidur suaminya, suara dengkuran itupun hilang. Sekarang yang terdengar hanya bunyi napas yang teratur.


Selamat tidur bayi besar aku.


To be continue..


Happy Reading.. 😚😚

__ADS_1


__ADS_2