Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Malam hari.


Sinta, Gian, Sisil dan Tristan sedang membesuk Kenzo. Ya Anggun memberi tau kedua sahabatnya tadi sore. Mereka berempat pun sudah sampai dirumah Anggun.


Anggun menyambut kedatangan mereka berempat dengan senang hati. Anggun langsung membawa para sahabatnya kekamar Kenzo.


Sampai dikamar Kenzo, Mereka melihat Kenzo sedang duduk disofa, mereka semua pun ikut bergabung duduk disofa yang ada dikamar Kenzo.


" Kenapa bisa seperti ini Nggun?" tanya Sinta sedih melihat wajah putih Kenzo berubah membiru itu.


" Gue juga nggak tau Sin, makanya malam ini gue kumpulkan mereka bertiga disini. Gue mau tanya sama mereka bertiga" kata Anggun.


" Apa ada yang Ian sembunyikan dari mama?" tanya Sinta pada Gian putranya.


" Apa kalian berdua ngeroyok Abang?" tanya Sisil.


" Tidak!" jawab Gian dan Tristan barengan.


" Maukah kalian jujur sama kami" kata Sinta.


" Kami tidak pernah mengajarkan kalian berbohong. Kalian bertiga juga sudah tau konsekuensi kalau berbohong, kalian bertiga bisa masuk neraka. ' Apa kalian bertiga mau masuk neraka" kata Anggun.


" Nggak " jawab Kenzo, Gian dan Tristan.


" Kalau tidak mau, tolong jujur sama kami" kata Anggun.


" Iya mommy" kata Kenzo.


" Bagus, sekarang siapa yang mau cerita?" tanya Anggun kepada ketiga bocah itu.


" Kamu aja yang cerita Ken" kata Tristan.


" Iya, diatara kami berdua kan kamu yang paling gede" kata Gian.


" Ck.. kalau ada masalah kek gini baru kau mengaku kecil dari ku!" kesal Kenzo.


Ketiga ibu muda itu tersenyum melihat tingkah ketiga bocah itu.


" Sudah diputuskan siapa yang mau bercerita?" tanya Anggun lagi.


" Abang yang akan cerita mommy" kata Kenzo.


" Bagus, ayo ceritakan" kata Anggun.


Kenzo mulai menceritakan awal mulanya dia ketemu dengan Rangga dan mulai bekerja di perusahaan milik Rangga. Semuanya diceritakan dengan lancar tanpa ada yang ditutup-tutupi.


" Model!" kata ketiga ibu muda itu.


" Hhhhmm"


" Itu makanya Abang tanya tentang perusahaan lion entertainment kemarin sama mommy" kata Anggun pada Kenzo.


" Iya mommy" jawab Kenzo sambil menganggukkan kepalanya.


" Wah, mami sangat senang melihat kalian bertiga jadi model" kata Sisil.


Sontak Anggun dan Sinta menatap tajam Sisil.


" Maaf, aku terlalu senang" kata Sisil

__ADS_1


" Kenapa abang nggak jujur aja kemarin sama mommy" kata Anggun


" Abang takut mommy nggak akan izinin abang" kata Kenzo.


" Sayang dengarkan mommy. Apapun cita-cita dan keinginan abang, selagi itu hal yang baik, mommy dan daddy pasti akan dukung" tutur Anggun.


" Sorry mommy " ucap Kenzo sambil menundukkan kepalanya.


" Kali ini mommy maafkan. Mommy harap ini pertama dan terakhir kali nya abang berbohong sama mommy" kata Anggun.


" Iya abang janji nggak akan pernah bohong lagi" kata Kenzo.


" Kalian berdua juga" kata Sinta pada Gian dan Tristan.


" Iya Ma, Ian janji nggak akan pernah bohong lagi" kata Gian.


" Tian juga janji mami" kata Tristan.


" Janji apa?" tanya Sisil.


" Janji nggak akan pernah bohong lagi"


" Kalau kalian ketahuan berbohong lagi, kami akan kirim kalian bertiga kekutub utara" kata Sinta.


" Jauh amat Sin" kata Sisil.


" Loe diam aja. Kalau loe berisik lagi, loe duluan yang gue kirim kesana" kata Sinta.


" Abang belum cerita kenapa pipinya bisa lebam kek gitu?" tanya Anggun.


" Emang harus cerita juga ya mommy?" tanya Kenzo.


Kenzo pun menceritakan kembali kejadian kenapa pipinya bisa lebam seperti itu. Seketika wajah Anggun merah padam setelah mendengarkan cerita putranya itu.


" Berani sekali dia menampar pipi putraku!, apa dia belum tau berhadapan sama siapa!" kata Anggun penuh emosi.


" Tenang, besok kita buat perhitungan sama wanita itu" usul Sinta sambil menenangkan Anggun.


" Iya Nggun, gue juga sakit mendengarkan cerita Kenzo tadi " kata Sisil.


" Apa kalian tau siapa nama tante itu?" tanya Sisil.


" Tidak" jawab mereka bertiga.


" Mommy" panggil Kenzo sambil menangkup kedua pipi Anggun.


Seketika amarah Anggun meredah. Anggun tersenyum pada Kenzo.


" Abang tenang aja ya, mommy akan beri belajaran dua kali lipat kepada wanita itu" kata Anggun.


" Hhhmm" kata Kenzo sambil menganggukkan kepalanya.


" Sekarang udah tegang-tegang nya. Mari kita lihat foto anak kita" usul Sisil.


" Iya, gue juga penasaran melihat gaya mereka seperti apa. Apalagi wajah datarnya abang Ken" kata Sinta.


" Ok, untuk sementara kita singkirkan amarah dan besok baru kita lepaskan" kata Anggun sambil tersenyum.


Sinta dan Sisil begidik ngeri melihat senyum Anggun yang seperti itu.

__ADS_1


" Nggun, loe jangan senyum kek gitu dong" kata Sinta.


" Iya, serem tau" kata Sisil.


" Hehehe, Sorry guys " ucap Anggun.


Anggun mengambil beberapa majalah dibawah mejanya. Kemudian memberikan satu-satu untuk Sinta dan juga Sisil.


Ketiga ibu cantik itu fokus melihat majalah yang ada didepan mereka. Mereka membuka lembar demi lembar majalah itu dengan hati-hati, seperti majalah itu adalah barang yang sangat berharga bagi mereka.


" Ketemu" kata Sisil.


Sontak Anggun merebut majalah itu dari tangan Sisil.


" Anggun?!, loe nggak asik banget sih. Gue kan juga belum lihat" kata Sisil.


" Kita lihat sama-sama " usul Sinta.


" Mama disini juga ada" kata Gian sambil menyerahkan majalah kepada Sinta.


" Gue lihat yang ini saja" kata Sinta sambil mengambil majalah dari tangan putranya.


" Mommy, disini lebih banyak foto abang" kata Kenzo.


" Benarkah" kata Anggun sambil melempar majalah yang dia pegang tadi ke Sisil.


Ketiga wanita cantik itu fokus kemajalah masing-masing. Seketika senyum pun terukir dibibir ketiga wanita cantik itu.


" Anak gue tampan banget " puji Sisil pada anaknya.


" Anak gue juga tampan banget" kata Sinta.


" Wah anak loe tampan dan keren banget Nggun" puji Sinta.


" Anak loe juga tampan Sin" puji balik Anggun.


" Gue nggak nyangka kalau anak-anak kita berbakat jadi model" kata Sinta.


" Gue rasa mereka juga berbakat jadi artis, dan kita bisa jadi manager nya" kata Sisil.


" Benar banget, lagian kan kita pengangguran sekarang" kata Sinta.


" Kalau gue sih terserah Kenzo aja, karena dia masih terlalu kecil, jadi gue nggak mau dia kelelahan" kata Anggu.


" Benar juga sih, tapi nggak ada salahnya juga kita coba" kata Sinta.


" Iya Nggun, nanti kita kan ikutan tenar juga" kata Sisil.


" Ck.. narsis banget loe Sil" ledek Sinta.


" Biarin" kata Sisil manyun.


Ketiga bocah itu hanya diam dan mendengarkan pembicaraan orangtua mereka. Akhirnya mereka bertiga bisa tenang, karena orangtua mereka mendukung mereka untuk jadi model.


To be continue..


Jangan lupa, like, komen dan votenya ya..


Happy Reading Guys.. 😉😉

__ADS_1


__ADS_2