
" Mommy Anggun" panggil Daffin.
" Ya Affin"
" Princess ikut pulang sama Affin dan mama boleh ya"
" Boleh"
" Yeey, makasih mommy Anggun"
" Sama-sama sayang"
Anggun dan Sinta juga tersenyum melihat tingkah lucu Daffin. Sinta tau putranya itu sangat ingin selalu bersama Kiran. Di tempat mereka liburan kemarin, Daffin juga selalu memikirkan Kiran.
" Putra gue emang udah ngebet sama putri lo, Nggun"
" Sepertinya begitu Sin"
" Sepertinya perjodohan itu akan terjadi" kata Sinta.
" Kita liat nanti ya Sin, lagi pula mereka masih kecil. Mana tau udah besar nanti anak lo berubah pikiran"
" Berubah gimana? lo nggak liat putra gue nempel mulu ama putri lo" kata Sinta sambil melirik kedua anak kecil itu.
" Kita berdoa saja ya Sin, mudah-mudahan hati mereka tidak berubah kalau sudah besar nanti"
" Iya Nggun, gue selalu berdoa untuk itu"
Akhirnya mereka sampai di parkiran. Seperti yang di bilang Daffin tadi, kalau Kiran akan ikut dengan mobil mereka.
" Adek baik-baik di di rumahnya mama Sinta ya, jangan nakal" pesan sang mommy.
" Siap mommy"
Kiran masuk kedalam mobil Sinta, diikuti sama Daffin. Anggun dan Mamanya juga masuk ke dalam mobil. Kedua mobil mewah itu pun melaju meninggalkan mall terbesar di kota itu.
Kenzo baru sampai di rumahnya. Dia pulang diantarkan Gian. Setelah motor Gian sudah tidak terlihat lagi, barulah dia masuk kedalam rumah.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
" Tumben sepi Bik?"
" Iya Den, mommy sama non Kiran pergi ke mall"
" Mall?"
" Iya. Tadi Oma Aden datang kesini, terus ngajak mommy dan Adiknya Aden"
" Oh, kalau gitu Abang pamit ke kamar dulu ya Bik"
" Iya Den"
Kenzo menaiki tangga satu persatu menuju kamarnya. Sampai di kamarnya, dia langsung berbaring di atas kasur empuknya. Dia memandang langit-langit kamarnya. Pikirannya jauh menerawang.
Mudah-mudahan keputusan yang diambil dengan kekasihnya sudah bener, yaitu mereka akan bertunangan dahulu. Mungkin karena lelah akhirnya Kenzo pun terlelap dengan memakai seragam sekolahnya.
Tak berselang lama Kenzo tidur, Anggun dan Mamanya juga sampai di rumah. Setelah meminta kang Tito memasukkan mobilnya kedalam garasi barulah Anggun dan sang mama masuk kedalam rumah.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, lho non Kiran mana nyonya?"
" Ikut Sinta ke rumahnya Bik"
" Main sama Daffin ya Non?"
" Iya Bik, Daffin pengin Kiran ikut sama dia tadi. Abang udah pulang belum Bik?"
__ADS_1
" Sudah nona, sekarang lagi di kamarnya. Sepertinya Den Kenzo kecapean nona"
" Kecapean?"
" Iya, bibik liat tadi Aden lesu "
" Nanti Anggun liat deh Bik"
" Mungkin dia ada masalah?" kata Kiara mama Anggun.
" Nggak tau juga sih Mah. Kalau gitu Anggun ke atas dulu ya Mah, mau liat Abang"
" Iya sayang, mama juga mau istirahat sebentar"
Kedua wanita cantik itu pun menuju ketempat mereka masing-masing. Kiara ke kamarnya, sedangkan Anggun ke lantai atas. Tepatnya ke kamar sang putra.
Anggun sampai didepan kamar putra kesayangannya itu. Dia pun mengetuk pintu kamar putranya.
Tok.
Tok.
Tok.
" Abang"
Tidak ada sahutan dari sang empunya kamar.
" Mommy masuk ya"
Anggun memutar handle pintu kamar putranya itu.
Ceklek.
Anggun tersenyum melihat putranya sedang terlelap dengan seragam sekolah masih melekat di tubuhnya. Dia berjalan menghampiri tempat tidur sang putra.
" Abang lagi banyak pikiran ya" kata Anggun sambil membelai rambut putranya.
" Mommy" panggilnya dengan suara khas bangun tidur.
" Mommy ganggu tidurnya ya"
" Nggak" kata Kenzo sambil bangun dari tidurnya dan bersandar di kepala tempat tidur.
" Apa ada yang mau Abang ceritakan sama mommy?"
" Nggak" kata Kenzo sambil menggelengkan kepalanya.
" Baiklah kalau emang Abang belum mau cerita sama mommy. Bukankah hari ini Abang terima lapor?"
" Hhmm"
" Bagaimana hasilnya?"
" Alhamdulillah Abang mendapatkan peringkat pertama di kelas dan mendapatkan juara umum di sekolah"
" Syukur Alhamdulillah, mommy bangga dengan pencapaian Abang"
" Terima kasih"
" Sama-sama"
Hening.
" Mommy"
" Hhmm"
" Abang sama Melodi udah mutusin untuk tunangan aja dulu"
__ADS_1
Anggun tersenyum mendengar ucapan putranya itu. " Mommy setuju, karena umur kalian masih kecil. Jadi lebih baik bertunangan dulu"
" Apa Abang salah karena ingin menikah muda?"
" Tentu saja tidak, tapi alangkah baiknya jika setelah lulus kuliah baru Abang memikirkan untuk menikah. Karena mommy dan daddy dulu juga begitu. Sekarang Abang dan juga Melodi fokus sama sekolah dulu"
" Hhmm"
" Abang tenang aja, kalau kalian berdua sudah resmi bertunangan? itu tandanya kalian sudah terikat satu sama lain, jadi tidak perlu khawatir lagi"
" Iya mommy, Abang bukan takut Melodi di ambil sama cowok lain. Karena Abang yakin, cinta kami berdua sangat kuat"
" Terus apa yang membuat Abang masih gelisah"
" Abang cuma takut nggak bisa bahagiain Melodi Mom"
" Mommy yakin Abang bisa, secara kalian berdua saling melengkapi satu sama lain"
" Semoga deh Mom"
" Nanti mommy akan ngomong sama Daddy, kalau kalian berdua udah sepakat untuk bertunangan dulu"
" Makasih mommy"
" Abang nggak perlu minta terima kasih, karena itu sudah menjadi tugas mommy sebagai ibu. Sekarang Abang mandi dulu gih"
" Ntar lagi deh Mom, Abang mau lanjut tidur dulu"
" Ya sudah, mommy mau ke bawah dulu. Karena bentar lagi Daddy kamu pulang. Ntar kalau nggak di sambut Daddy kamu ngambek lagi"
" Siap mommy"
Anggun bangkit dari duduknya, kemudian dia berjalan menuju pintu. Dia keluar dari kamar sang putra, kemudian turun ke bawah untuk bersiap menyambut kedatangan suaminya.
Di tempat lain.
Di sebuah mansion yang sangat mewah. Para maid sedang sibuk membersihkan satu kamar yang sangat besar. Karena kamar itu akan di gunakan oleh tuan muda mereka.
" Tumben tuan muda mau tidur di kamar sebesar ini?" kata salah satu maid.
" Iya, biasanya dia selalu tidur di kamar sebelah"
Kamar sebelah yang dimaksud maid itu, kamar kedua milik tuan muda mereka. Ya tuan muda mereka itu memang jarang tidur di kamar yang super duper besar itu. Karena kamar itu akan diperuntukkan untuk calon istrinya nanti.
" Lagian tuan muda masih umur 11 tahun, udah mikirin kamar untuk calon istrinya"
" Sudah-sudah, cepat selesaikan pekerjaan kalian, karena sebentar lagi tuan muda akan pulang"
Para maid bergegas membersihkan kamar itu. Di kamar yang super duper besar itu memang tidak banyak perabot. Hanya ada tempat tidur saja.
Setelah selesai membersihkan kamar itu, para maid itu keluar dari kamar itu. Mereka turun ke bawah dan bersiap menyambut tuan muda mereka.
Mobil box besar memasuki mansion mewah itu. Para bodyguard yang berjaga di sana kaget melihat kedatangan mobil box besar itu. Mereka bertanya-tanya, kira-kira tuan muda mereka membeli apalagi?.
" Buka boxnya" titah seorang anak kecil yang baru turun dari mobil mewah.
Dua orang bodyguard membuka box itu. Alangkah kagetnya para bodyguard dan juga maid yang ada di sana. Karena melihat isi dari box besar itu. Para maid dan bodyguard itu saling lirik satu sama lain.
" Untuk apa boneka sebanyak ini tuan muda?" tanya salah satu bodyguard itu.
" Untuk calon istri saya nanti. Oh iya, apa kalian sudah membersihkan kamar saya"
" Sudah tuan muda"
" Sekarang kalian bawa masuk ke dalam kamar. Bawanya harus hati-hati, kalau tidak? kalian akan tanggung akibatnya"
" B-baik tuan muda"
Para maid itu membawa masuk boneka berwarna kuning itu. Seperti titah tuan mudanya, mereka sangat hati-hati membawa boneka-boneka itu kedalam rumah.
__ADS_1
To be continue.
Happy Reading 😚😚