
Hari ini Sinta pulang dari rumah sakit. Aldi memasukan barang-barang milik istrinya kedalam tas. Mama mertua Aldi bertugas membawa baby Gian.
Selesai mengemas barang istrinya, Aldi membantu istrinya duduk diatas kursi roda, Aldi mendorong kursi roda menuju parkiran. Sampai diparkiran Aldi membantu istrinya naik keatas mobil. Aldi memasangkan seatbelt untuk istrinya.
Mobil melaju meninggalkan rumah sakit menuju kediaman nya. Selama diperjalan pulang baby Gian sangat anteng, tidak rewel sama sekali.
Mereka pun sampai dirumah. Aldi memarkir kan mobilnya. Mertua Aldi turun duluan bersama baby Gian. Aldi membantu istrinya masuk kedalam rumah.
Sampai dirumah Sinta langsung menuju kamarnya untuk beristirahat, begitu juga dengan baby Gian. Mama Sinta menidurkan baby Gian didalam box bayi yang ada dikamar itu.
" Tidurlah papa mau menyelesaikan kerjaan papa dulu" ucap Aldi
Sinta mengangguk kan kepala nya. Aldi mencium kening dan bibir istrinya sekilas. Setelah itu dia keluar dari kamarnya dan pergi keruang kerjanya untuk memulai pekerjaan nya.
Vandy sedang belajar memakaikan baju putranya.Vandy takut kulit yang lembut itu akan tergores.
" Daddy kok lama banget, ntar Kenzo nya masuk angin loh" kata Anggun
" Mommy sayang, daddy lagi berusaha ini"
" Udah 15 menit masa belum bisa-bisa juga"
" Masa sih Mom, perasaan baru 5 menit"
" Iya daddy sayang, sini mommy saja yang pakein"
" Nggak, daddy akan coba lagi"
Vandy mencoba lagi, tak berapa lama dia berhasil memakaikan baju putranya.
" Alhamdulillah akhirnya berhasil juga, mommy coba lihat hasil kerja daddy"
Anggun melihat hasil kerja suaminya itu. " Bagus bearti daddy lolos jadi, daddy sitter untuk Kenzo"
" Terimakasih nyonya mommy, mulai hari ini dan seterusnya daddy sitter akan bekerja dengan baik"
" Bagus, jangan hanya makan gaji buta aja ya"
Mereka pun tertawa bersama. Vandy memeluk istrinya itu, sesekali mencium pucuk kepala istrinya.
" Sayang"
" Hhhmm"
" Kalau seandainya Mas nggak sadar-sadar dari koma, apakah kamu akan mencari laki-laki lain?" tanya Vandy
Anggun melepaskan pelukan suami nya. Anggun menatap mata suami nya itu. " Nggak, aku lebih memilih membesarkan Kenzo sendiri" jawab Anggun
Vandy menatap kedua mata istrinya, Vandy mencari kebohongan disana, tapi Vandy tidak menemukan itu. Vandy malah melihat cinta yang besar disana. Vandy mendekatkan wajah nya ke wajah sang istri sehingga tidak ada jarak diantara mereka.
Vandy mengecup bibir istrinya, kecupan itu pun berganti dengan lum*tan. Anggun membalas ciuman suaminya itu. Cukup lama mereka berciuman menyalurkan perasaan satu sama lain. Setelah pasokan oksigen mereka berkurang Vandy pun melepaskan ciumannya.
Vandy menatap istrinya itu nya, " boleh kah Mas melakukan nya sayang"
Anggun mengangguk kan kepala nya, karena mereka juga sudah lama tidak pernah melakukannya, dan Anggun pun menginginkan nya.
Setelah mendapat persetujuan dari sang istri, Vandy mencium kembali istrinya. Tangan Vandy sudah mulai menjalar kemana-mana. Vandy merem*s salah satu gunung kembar milik istrinya. Desahan pun lolos dari mulut Anggun, dan itu membuat Vandy tambah bergairah.
Vandy membaringkan istrinya diatas ranjang, setelah itu Vandy membuka pakaian istrinya. Saat Vandy akan mencium istrinya kembali, tiba-tiba Kenzo menangis. Anggun mendorong tubuh suami nya dan memakai pakaian nya kembali.
Anggun bangun dari tidurnya dan mengambil Kenzo dari box bayi nya. Setelah berada dalam gendongan Anggun, Kenzo pun berhenti menangis.
" Sayang, Kenzo nya sudah nggak nangis lagi tu, boboin lagi di box nya"
__ADS_1
Anggun pun membobokan Kenzo kembali dibox nya. Anggun kembali menghampiri suaminya. Baru akan membaringkan istrinya Kenzo menangis lagi dan tangis yang lebih kencang.
" Ck.. anak ini mengganggu kesenangan daddy nya saja" gerutu Vandy
Anggun kembali menggendong Kenzo dan bayi itu kembali diam dan tertidur lagi. " Sayang lanjutin lagi ya" bujuk Vandy
" Ntar Kenzo nangis lagi Mas"
" Terus gimana dengan Mas sayang? udah tegang nih" kesal Vandy
" Ntar Malam aja ya Mas dilanjutkan, soal nya Kenzo nggak mau bobok di box nya"
" Ya udah deh"
Vandy berjalan kearah kamar mandi dengan jengkel nya. " Kenzo nggak pengertian banget sih, nggak tau apa kalau daddy nya udah pengen, terpaksa main sendiri deh"
Anggun tersenyum melihat wajah kesal suaminya. Anggun tau suami nya itu sudah nggak tahan, tapi mau gimana lagi, kalau Kenzo tidak mengizinkan.
Cukup lama Vandy dikamar mandi, setelah selesai Vandy keluar dengan wajah masih kesal. Vandy melihat istrinya masih menggendong Kenzo.
Dia akan menjadi saingan terberat gue nanti
Vandy sudah memakai pakaian santainya. " Sayang ntar sore kerumah Aldi yuk, Mas mau nengok baby nya"
" Iya Mas, Gian sangat tampan mirip dengan Aldi"
" Gian itu siapa sayang?" tanya Vandy
" Nama baby Aldi dan Sinta Mas. O iya, Mas harus ngasih bonus sama Aldi dan Gio" ucap Anggun
" Iya, Mas bersyukur banget punya sahabat seperti mereka"
Anggun mencoba kembali membaringkan Kenzo di box nya. Karena tangannya sudah mulai kesemutan, pelan-pelan Anggun membaringkan Kenzo. Akhirnya baby itu terlelap dengan pulas nya.
" Bik, kita pergi kerumah Sinta dulu" ucap Anggun
" Ya non"
Mereka bertiga pun berjalan kerumah Sinta. Walaupun rumah Sinta diseberang rumah Anggun, tapi tetap aja terasa jauh, karena jarak pintu gerbang dengan rumah utama lumayan jauh.
" Sayang sini Mas aja yang gendong Kenzo"
Anggun memberikan Kenzo pada suaminya. Kenzo sangat anteng bersama daddy nya. Vandy bahagia bisa berkumpul lagi dengan keluarga kecil mereka.
Akhirnya mereka sampai digerbang rumah Aldi. Satpam yang sudah mengenal Vandy dan juga Anggun bergegas membukakan pintu gerbang nya.
" Makasih Pak" ucap Anggun
" Sama-sama nona"
Anggun dan Vandy masuk kedalam rumah Sinta. Sampai dipintu utama, Anggun memencet bel.
Ting nong
Bik Yum sedang masak didapur menghentikan acara masak nya, karena mendengar bunyi bel. Bik Yum bergegas membukakan pintu.
Ceklek
" Assalamualaikum Bik" ucap Anggun
" Wa'alaikum salam, Den Vandy"
" Iya Bik" balas Vandy sambil tersenyum
__ADS_1
" Syukur alhamdulillah Aden sudah sehat, mari masuk"
Anggun dan Vandy masuk kedalam. " Sinta udah pulang kan Bik?" tanya Anggun
" Sudah nona, Bibik panggilin dulu"
Mereka pun duduk disofa sambil menunggu Sinta dan Aldi. Bik Yum menaiki tangga menuju kamar Sinta.
Tok
Tok
Tok
" Siapa?" tanya Sinta
" Bibik non"
Ceklek
" Iya Bik"
" Non Anggun nunggu nona dibawah"
" Bilang sama Anggun bentar lagi kami turun ya Bik"
" Baik non"
Bik Yum turun kebawah untuk menyampaikan pesan Sinta. " Non bentar lagi nona Sinta akan turun, non sama Aden mau minum apa?"
" Makasih Bik, tapi nanti aja kalau haus Anggun ambil sendiri"
" Bibik pamit kedapur dulu ya non"
" Iya Bik, silakan"
Bik Yum pun pamit pergi kedapur untuk melanjutkan memasak kembali. Tak berselang lama Sinta dan Aldi pun turun. Saat tiba diruang tamu, tiba-tiba Aldi menghentikan langkah nya.
Aldi kaget sekaligus bahagia melihat orang yang berada didepannya. Sahabat yang sudah lama tertidur akhirnya tersadar.
" Van"
Sontak Vandy menoleh kearah suara. Vandy tersenyum kearah sahabat nya itu. Aldi bergegas menghampiri sahabatnya itu.
" I-ini beneran lo?"
" Hhhhmmm"
Aldi memeluk sahabatnya itu, Vandy membalas pelukan sahabatnya itu.
" Terimakasih ya Allah, makasih lo udah mau kembali, lo nggak tau gimana sedih nya kami, apalagi istri lo" ucap Aldi sambil nangis
" Lo kok cengeng kek gini sih, sejak kapan lo jadi cengeng kek gini, huh?!"
Aldi tidak menghiraukan omongan Vandy, dia tetap memeluk sahabat nya itu, dia sangat bersyukur sahabat nya sudah terbangun dari tidur panjang nya. Anggun dan Sinta pun terharu melihat eratnya persahabatan suami mereka.
To be continue
Hot Daddy
Happy Reading Guys.. 😉😉
__ADS_1