
Kenzo cs sudah berada di dalam kelas, mereka sedang menunggu Ketos dan sekretarisnya datang. Tak berapa lama Gilang dan Indira pun datang.
" Selamat pagi " sapa Indira.
" Pagi Kak" balas mereka semua.
" Apa kalian sudah menyelesaikan tugas yang saya berikan kemarin?" tanya Gilang.
" Sudah Kak"
" Bagus, sekarang pakai kalung itu di leher kalian masing-masing"
Mereka semua pun memakai kalung dari pete yang mereka buat kemarin. Betuk kalung dari pete itu pun bermacam-macam. Kalung milik Kenzo cs lah yang jadi pusat perhatian, bagaimana tidak, mereka cuma memakai 3 papan pete.
" Kalian bertiga maju kedapan!" titah Gilang.
Kenzo dan kedua sahabatnya pun maju kedepan kelas.
" Kenapa kalian hanya memakai 3 papan pete?. Apa kalian mau di hukum lagi?" tanya Gilang.
" Tentu saja tidak!" jawab Kenzo.
" Terus kenapa kalian hanya memakai sedikit pete"
" Karena kakak tidak memberi tau kami, berapa banyak pete yang harus kami gunakan, jadi kami berinisiatif memamakai 3 papan pete" kata Kenzo.
" Baiklah kali ini kalian saya maafkan" kata Gilang.
Kenapa bocah tengil ini selalu melawan ku.
Karena tidak ada masalah mereka bertiga pun diperbolehkan duduk kembali. Kenzo cs pun duduk di bangku mereka masing-masing.
" Baiklah, hari ini saya dan juga Indira akan mengajak kalian untuk berkeliling sekolah. Nanti kalian boleh bertanya apapun tentang bangunan apa yang kalian lihat nanti" kata Gilang.
" Siap Kak"
Gilang dan Indira berjalan lebih dahulu, diikuti sama Kenzo cs dan yang lainnya. Mereka siap untuk mengelilingi SMA Taruna Bangsa.
Kenzo cs asyik memandang bangunan yang ada di SMA Taruna Bangsa. Gilang dan Indira memberikan kebebasan pada junior mereka untuk melihat tempat yang mereka suka.
Karena mendapatkan kebebasan dari sang Ketos, Kenzo cs langsung memisahkan diri dengan yang lainnya. Karena mereka sudah gerah melihat cewek-cewek yang ingin selalu menempel dengan mereka.
Kenzo cs memilih pergi kelapangan basket. Mereka bertiga cukup takjub melihat lapangan basketnya. Lapangan basketnya bagus, luas dan nyaman juga.
" Kita coba main bentar yuk " Kat Tristan.
" Boleh, tapi kita cuma bertiga " kata Gian.
" Nggak apa-apa kita main 2 lawan 1" kata Kenzo.
" Gue berdua sama Gian" kata Tristan.
" Ogah gue satu tim sama lo. Gue sama Kenzo" kata Gian.
__ADS_1
" No, gue sendiri " kata Kenzo.
" Ok, kita mulai" kata Tristan.
Mereka pun memulai permainannya. Bola berada dalam genggaman Kenzo. Gian dan Tristan pun mencoba merebut bola dari tangan Kenzo.
Kenzo mulai melakukan teknik Dribble rendah. Ya teknik ini sangat bagus untuk di pakai, karena lawat akan sulit dalam merebut bola yang kamu pegang.
Gian geram sama Tristan yang dari tadi tidak berhasil merebut bola dari tangan Kenzo. Gian nggak sadar, padahal dia juga berhasil merebut bola dari tangan Kenzo.
" Heh!, dari tadi lo cuma nyalahin gue, emang lo pikir lo udah berhasil mencuri bola dari tangan Kenzo" kata Tristan.
" Hei.. hei, kalian itu satu tim harusnya kompak, bukan malah berantem" kata Kenzo.
" Gian tu Ken, masa dia nyalahin gue mulu" protes Tristan.
" Emang lo salah, dari tadi nggak bisa merebut bola" kata Gian.
" Sudah-sudah, kalian berdua sama-sama belum bisa merebut bola dari tangan gue. Jadi jangan berantem lagi" nasihat Kenzo sambil berlalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu.
" Lo mau kemana?" tanya Gian yang melihat Kenzo pergi.
" Gimana dengan permainannya Ken?" tanya Tristan.
" Gue udah nggak mood main lagi" jawab Kenzo.
Gian dan Tristan pun pergi menyusul Kenzo yang sudah jauh pergi. Tak berapa lama mereka berdua pun bisa mengejar Kenzo.
" Ya elah, anak sultan ambekan banget sih" ledek Gian, setelah berhasil mengejar Kenzo.
" Wah..wah kek nya benaran marah ni anak sultannya" kata Tristan.
" Hei kalian bertiga!" panggil Gilang yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
Kenzo dan kedua sahabatnya sontak menghentikan langkah mereka, dan menoleh ke arah suara.
" Saya haus" kata Gilang.
" Minum" jawab mereka bertiga serentak.
" Kalian Belikan saya air minum " titah Gilang.
" Kenapa harus kami" kata Gilang.
" Karena kalian junior disini. Cepat belikan jangan banyak tanya" kata Gilang.
" Sorry Kak, kami sedang sibuk. Jadi kakak beli sendiri aja ya" kata Kenzo sambil berlalu pergi meninggalkan Gilang, diikuti sama kedua sahabatnya.
" Kurang ajar, berani sekali kamu sama senior sekaligus ketua OSIS di sekolah ini!" teriak Gilang.
Kenzo cs tidak menghiraukan teriakan Gilang. Mereka terus berjalan meninggalkan Ketos yang masih berteriak-teriak memanggil nama mereka bertiga.
" Brengsek!, berani sekali mereka mengacuhkan perintahku. Awas saja kalian nanti"
__ADS_1
Kenzo cs kini sudah berada di kantin sekolah. Mereka akan memberi makan cacing yang ada di dalam perut mereka. Seperti biasa Tristan bertugas memesankan makanan.
" Gue yakin Ketos itu marah banget sama kita" kata Gian.
" Biarkan saja "
" O iya, ntar siang kita jadi keperusahaan daddy lo?"
" Jadi, lagi pula ntar siang jadwal kita kosong"
Tak berapa lama Tristan datang dengan membawa nampan yang berisi pesanan mereka.
" Makasih adek Tristan " goda Gian.
" Apaan sih lo Ian" kata Tristan.
" Kan lo emang paling bontot diantara kita bertiga" kata Gian.
" Nggak ya, gue seumuran sama lo bedua" kata Tristan.
" Idih yang pengin di anggap gede" ledek Gian.
" Ken, bantu gue napa" rengek Tristan.
" Berisik!, kalau kalian berdua masih saja ribut gue potong uang saku kalian" ancam Kenzo.
" Heh Syahroni, sejak kapan lo kasih kita uang saku, hah?!" kata Gian.
" Emang nggak pernah ya" kata Kenzo pura-pura polos.
" Ya kagak lah" kata Gian.
" Kayaknya anak sultan lagi mabok Ian" kata Tristan.
" Sepertinya begitu" kata Gian.
" Makan..makan" kata Kenzo sambil memasukkan cabe rawit kedalam mulut Gian dan Tristan.
Cabe rawit itu pun mendarat dengan sempurna di dalam mulut Gian dan Tristan. Alhasil Gian dan Tristan pun kepedesan.
" Lo beneran anak sultan yang paling luknut" kata Gian sambil meneguk jus jeruk yang dia pesan tadi.
" Iya, tega banget lo sama sahabat sendiri" kata Tristan.
" Udah nggak usah lebay. Lagian gue ngasih cuma satu, bukan satu kilo" kata Kenzo.
" Ya tetap aja pedas, kecuali kita makannya sama tahu bulat baru nggak terasa pedas" kata Gian.
" Bukan cuma pedas, tapi sensasi panasnya itu yang bikin kita nggak kuat" kata Tristan.
" Cepat makan, ntar bel sekolah bunyi" kata Kenzo.
Mereka pun melanjutkan menyantap bakso yang mereka pesan tadi. Sekarang tidak ada terdengar suara lagi, mereka benar-benar menikmati bakso yang ada di hadapan mereka itu.
__ADS_1
To be continue..
Happy Reading..😚😚