Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Semua laki-laki berbadan kekar itu tumbang oleh Vandy, Gio dan Aldi langsung menghampiri sahabatnya itu.


" Wah, ternyata kekuatan singa jantan masih kuat seperti biasa" puji Aldi.


" Iya, tidak butuh waktu lama semua lawan langsung tumbang" kata Gio.


Anggun berjalan menghampiri suaminya. Diikuti sama kedua anaknya. Kiran berlari kearah Daddy-nya. Dengan senang hati Vandy memeluk putrinya itu.


" Apa Daddy baik-baik aja?" tanya Kiran dalam gendongan sang Daddy.


" Daddy baik-baik aja"


" Kamu memang yang terbaik suamiku" puji Anggun.


" Tentu saja"


Para pengunjung restoran itu takjub melihat aksi Vandy tadi. Mereka tidak menyangka Vandy bisa mengalahkan semua laki-laki berbadan kekar itu.


Wanita itu kaget melihat semua bodyguardnya sudah terkapar di lantai. Padahal mereka adalah bodyguard terbaik yang di bayar oleh keluarganya.


" Kalian tidak akan selamat, karena sudah berani melawan saya. Terutama kamu!" tunjuk wanita itu pada Anggun.


Anggun menoleh kearah wanita itu, kemudian dia berjalan menghampiri wanita itu. " Uh takut?. Kau pikir kau siapa nona, sehingga bisa mengancam ku dan juga keluargaku?!"


" Kau tidak tau siap aku?, kau bodoh atau apa?. Semua orang di sini tau siapa aku?" kata wanita itu dengan nada sombong.


" Benarkah?. Tapi sayangnya saya nggak tau siapa kamu. Dan lagi, siapa kamu itu tidaklah penting untukku"


Wanita itu geram mendengar jawaban Anggun. Dia mengepal tangannya menahan emosinya. Dia tidak menyangka Anggun mempunyai aura mengintimidasi yang sangat kuat.


Kedua sahabat wanita itu juga kaget mendengar ucapan Anggun. Bagaimana bisa Anggun tidak takut dengan orang yang paling kaya di kota X.


" Apa dia benar-benar mau mati?"


" Iya, sungguh disayangkan wanita itu akan mati karena kebodohannya"


" Tapi aura wanita itu sangat kuat. Aku yakin dia juga bukan orang sembarangan"


Banyak lagi ucapan para pengunjung itu. Ada yang memuji Anggun, tapi ada juga yang meremehkan Anggun. Karena mereka semua tidak tau siapa Anggun.


" Baiklah nona buktikan ucapan mu tadi, kalau kau tidak akan membiarkan kami pergi dengan selamat. Aku beri kau waktu 10 menit untuk mengumpulkan orang-orang mu, kapan perlu orang tua mu bawa kesini?!" kata Anggun.


" Baiklah kita lihat nanti apa kau bisa bicara sombong lagi setelah ini. Ingat, nyawamu untukku dan jangan harap kau bisa lari"


" Tenang saja nona, saya tidak akan lari"


Wanita itu mengambil ponselnya dan segera menghubungi nomor papanya. Wanita itu tidak sabar ingin menghabisi nyawa Anggun. Setelah beberapa menit, wanita itu menyimpan kembali ponselnya.


" Sebentar lagi papa saya akan datang. Jadi kau pilih cara mati yang seperti apa nona?" tanya wanita itu pada Anggun.


" Terserah kau saja nona, saya menerima cara apapun yang anda pilih. Karena orang yang sebentar lagi akan mati ini, tidak bisa memilih" kata Anggun.


" Kau benar sekali"


Kenzo cs dan para pasangannya duduk di kursi panjang yang kosong yang ada di sana. Sedangkan Kiran masih dalam gendongan sang daddy.


" Adek sama Abang dulu ya sayang, Daddy sama mommy mau melakukan pertunjukan yang menari nanti. Adek harus lihat ya"


" Pasti Daddy"


" Apa adek tidak takut?" tanya Vandy.


" Tentu saja tidak, adek kan akan jadi pengusaha seperti Daddy, jadi adek juga harus berani dan kuat seperti daddy"


" Princess daddy memang pintar. Sekarang duduk manis sama Abang ya"

__ADS_1


" Siap daddy"


Kiran berlari ke tempat abangnya. Tapi saat Kiran mau duduk di pangkuan abangnya, Tristan lebih dulu mengambil Kiran.


" Princess duduknya sama Abang Tian aja ya"


" Ok"


" Abang Tian, princess duduk sama Affin aja" kata Daffin.


" Apa kamu nggak liat princess lagi duduk manis di pangkuan Abang" kata Tristan.


" Biar Affin aja yang memangku princess"


" Eh bocah, badan kamu kecil begitu mana kuat memangku princess"


" Affin kuat kok"


" Tidak bisa, princess sama Abang Tian. Sekarang kamu duduk yang manis dan makan roti ini biar badan kamu tambah gede" kata Tristan sambil menyerahkan roti yang dia dapat entah dari mana.


Dira hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Tristan yang tidak mau mengalah dengan anak kecil.


" Kayak aku ada saingan nih" kata Dira pada Tristan.


" Saingan apa?" tanya Tristan.


" Saingan dalam merebut perhatian kamu" kata Dira.


" Sepertinya begitu, jadi kamu harus berusaha dengan keras" kata Tristan.


" Pasti"


Mereka berdua pun tertawa bersama.


" Abang Tian"


" Kiran lapar"


" Astaga, princess belum makan dari tadi?"


" Belum, habis main tadi kan langsung kesini"


" Eh bocah, mana roti tadi?" tanya Tristan pada Daffin.


" Affin bukan bocah" jawab Daffin.


" Mana roti tadi?" tanya Tristan.


" Abang Tian harus minta baik-baik sama Affin, nanti baru Affin kasih"


Gian dan Kenzo tertawa mendengar ucapan Daffin tadi.


" Rasain Lo Maisaroh" kata Gian.


" Bocah, Abang minta roti tadi dong?" kata Tristan sambil menahan rasa kesalnya. Bagaimana tidak, anak kecil itu sudah menginjak harga dirinya.


" Nama aku itu Daffin, D.A.F.F.I.N, bukan bocah"


Kenzo dan Gian memegang perutnya karena ketawa melihat Tristan yang di kerjai Daffin habis-habisan.


" Daffin ganteng, minta Abang roti yang tadi dong?" kata Tristan dengan lemah lembut.


" Karena Affin baik, ni rotinya Affin kasih untuk Abang Tian" kata Daffin sambil memberikan roti tadi pada Tristan.


" Makasih" ucap Tristan sambil menoyor kepala Daffin.

__ADS_1


" Bang Tian!"


" Apa Lo?!"


" Kenapa, Abang mukul kepala Affin"


" Itu hukuman untuk kamu. Ini princess rotinya" kata Tristan sambil memberikan roti pada Kiran.


" Makasih Abang Tian" ucap Kiran.


" Sama-sama Inces"


Daffin sangat kesal karena Tristan selalu saja mengganggu dirinya dengan Kiran.


Awas kamu Bang Tian kalau aku udah gede nanti, akan aku balas dendam sama kamu. Gumam Daffin dalam hati.


" Yank" panggil Melodi pada Kenzo.


" Hhmm"


" Sepertinya Daffin kesal banget deh sama Tristan"


Kenzo melirik kearah Daffin, benar yang di bilang kekasihnya itu. Bibir Daffin komat-kamit seperti baca mantra.


" Ian, adek Lo lagi baca mantra noh" kata Kenzo.


" Iya, mungkin dia mau mengutuk si Maisaroh" kata Gian.


" Tristan nggak mau ngalah sama Daffin ya, honey" kata Keyra.


" Dia mana mau ngalah kalau yang berhubungan sama princess" kata Gian.


" Apa Dira nggak akan cemburu nanti tu?" tanya Keyra.


" Kayaknya nggak deh. Coba aja liat, mereka udah seperti keluarga kecil" kata Melodi.


" Kamu juga udah cocok berkeluarga, yank" kata Kenzo.


Blush.


Wajah Melodi memerah karena mendengar ucapan kekasihnya itu. Kenzo tersenyum melihat wajah Melodi yang memerah bak tomat rebus.


" Ya elah, sekolah aja belum tamat udah ngomong keluarga kecil aja" kata Gian.


" Suka-suka gue dong" kata Kenzo.


" Ini korban sinetron pernikahan Dono nih" kata Gian.


" Dini woy, bukan Dono" kata Kenzo.


" Ya itu maksud gue"


" Kalau macam Lo ini memang belum bisa membina keluarga kecil" kata Kenzo.


" Enak aja Lo, gue itu paling cocok punya keluarga kecil. Ia kan honey"


Keyra memalingkan wajahnya kearah lain. Dia tidak ingin kekasihnya melihat wajahnya memerah karena malu, mendengar ucapan kekasihnya itu.


To be continue..


Hy kezayangan, udah hari Senin lagi nih. Seperti biasa Author minta dukungan dari kalian semua.



Gomawo untuk kalian yang sudah kasih hadiah dan vote-nya untuk karya receh aku. Saranghaeee 😘😘😘

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2