
Fulton sangat shock melihat kejadian yang ada di depan matanya. Dia tidak menyangka putri kecil Vandy mempunyai aura seperti iblis. Padahal dia terlihat seperti gadis yang polos dan lemah lembut.
" Saya akan membalas luka yang telah kalian berikan pada putri saya" kata Fulton.
Kenzo melepaskan pelukannya dari adiknya. Kemudian dia menatap tajam Fulton.
" Silakan saja, jika kau masih bisa melihat matahari terbit besok pagi" kata Kenzo.
" A-apa maksud mu?!"
" Kau pasti tau maksudku tuan. Kau juga pernah dengar bagaimana keluarga Wiguna dan Dwipangga memberi hukuman pada orang yang berani melukai keluarganya. Apalagi anakmu yang bodoh itu sudah melukai mommy ku. Putri kesayangan Arga Wiguna si macan Asia"
Gleg.
Fulton susah payah menelan ludahnya. Siapa yang tidak mengenal Arga Wiguna sang macan Asia yang terkenal. Bahkan daratan Asia ini ada dalam genggamannya.
" Tapi kau tenang saja, Opa ku tidak akan turun tangan langsung. Karena mommy ku lah yang akan turun tangan langsung untuk mencabut nyawa putri mu?!"
Fulton tertawa mendengar ucapan Kenzo. " Apa yang bisa dilakukan mommy mu yang lemah itu. Dia hanya bisa bersembunyi di balik nama orang tua dan suaminya"
Tak.
Pisau kecil Kiran melayang tepat di atas kepala Fulton. Tubuh Fulton langsung bergetar karena ketakutan. Pisau itu hampir saja menancap di kepalanya.
" Sekali lagi kau menghina mommy ku, maka aku pastikan pisau berikutnya melayang tepat berada di kening mu!" kata Kiran dengan aura yang lebih menyeramkan dari tadi.
Aldi benar-benar di buat takjub sama putri kecil sahabatnya itu. Aura gadis kecil itu memang mampu membuat bulu kuduk berdiri.
Kiran benar-benar mewarisi aura Daddy-nya. Dia akan menjadi wanita yang sangat menakutkan untuk lawannya suatu hari nanti. Batin Aldi.
Kiran berjalan menghampiri Fulton, kemudian dia mengambil pisau yang menancap di atas kepala Fulton tadi. Kiran mengarahkan pisau itu ke wajah Fulton.
" Jangan sampai kau kehilangan lidahmu tuan" kata Kiran.
Wajah Fulton berkeringat dingin, karena Kiran menaikkan pisau itu di depan wajahnya. Dia takut kalau Kiran benar-benar memotong lidahnya.
" Ck..aku baru memutar-mutar pisau ini, kau sudah berkeringat dingin. Apalagi kalau pisau ini benar-benar memotong lidah mu"
Kenzo cs dan Aldi menahan tawanya melihat ekspresi Fulton yang ketakutan karena seorang gadis kecil. Kenzo sangat salut dan bangga pada adiknya itu.
Kiran kembali ketempat Abangnya. Wajah dan auranya seketika berubah seperti gadis polos dan manis lagi.
" Om, Bang, kita pergi ke rumah sakit lagi yuk. Disini sudah tidak menyenangkan lagi" kata Kiran dengan nada manja.
Wah coba lihat putri Lo, Van. Baru saja dia seperti iblis, tapi sekarang dia sudah berubah seperti gadis kecil yang manis dan manja lagi.
Mereka semua pergi meninggalkan gudang tua itu. Sampai di depan pintu gudang, Kenzo menghentikan langkahnya.
__ADS_1
" Mungkin putrimu lebih dulu menemui malaikat mautnya, karena luka di tangannya sangat dalam dan masih mengeluarkan darah"
Setelah mengucapkan kata-kata itu, Kenzo melanjutkan langkahnya kembali menyusul yang lainnya menuju mobil.
" Om kirim dokter kesini, aku nggak mau wanita itu mati kehabisan darah. Karena aku tidak ingin dia mati sebelum mommy ku sadar" kata Kenzo.
" Kamu tenang saja, wanita itu tidak akan mati semudah itu. Jadi kita tidak perlu mendatangkan dokter" kata Aldi.
Mereka semua masuk kedalam mobil. Setelah semua masuk kedalam mobil. Mobil pun melaju meninggalkan gudang tua itu.
Di rumah sakit.
Vandy terbangun dari tidurnya karena mendengar bunyi ponselnya. Vandy mengambil ponselnya, ada nama Aldi tertera di layar ponselnya.
" Video apa yang di kirim Aldi ke gue, mana panjang begini lagi durasinya. Mudah-mudahan bukan video enak-enak"
Sebelum memutar Videonya, Vandy mengambil headset -nya. Dia takut pas video di putar keluar suara yang menyesakkan. Setelah headset terpasang dengan sempurna, barulah Vandy menekan tombol play di layar ponselnya.
Vandy menutup matanya, saat Video itu sedang berjalan. Tapi karena dia tidak mendengar suara aneh, melainkan mendengarkan suara yang sangat dia kenal.
Vandy membuka matanya, alangkah kagetnya dia melihat video yang dikirim sahabatnya itu. Disana terlihat jelas putrinya begitu lincah memainkan pisau di tangannya.
Seulas senyum terukir jelas di bibir Vandy. Karena putrinya begitu pintar memancing emosi wanita itu. Sorot mata putrinya sangat tajam.
Begitu banyak pertanyaan muncul di kepala Vandy. Sejak kapan gadis kecilnya itu bisa beladiri?, Dari mana dia belajar semua itu?.
" Sayang, coba lihat putri kecil kita. Dia melemparkan pisau tepat mengenai nenek sihir itu"
Vandy mengulang-ngulang adegan dimana Kiran melempar pisau kecil itu. Tidak ada rasa takut, bahkan sorot matanya sangat menakutkan.
Vandy akan minta penjelasan Aldi nanti. Bagaimana bisa Aldi menuruti keinginan putri kesayangannya itu. Dia juga ingin tau darimana putrinya belajar beladiri. Karena dia tidak pernah memasukkan putri kecilnya itu ke kelas beladiri.
Anggun menggerakkan tangannya, kemudian dengan perlahan dia membuka matanya. Anggun melihat suaminya sedang memainkan ponselnya.
" M-mas"
Vandy langsung menoleh kearah suara yang dia rindukan dari beberapa jam kebelakang.
" Sayang, kamu sudah sadar"
Vandy mengecup seluruh wajah istrinya. Dia benar-benar takut kalau istrinya itu meninggalnya. Air mata Vandy pun keluar tanpa izin.
" Terima kasih karena sudah mau kembali" ucap Vandy.
Anggun tersenyum mendengar ucapan suaminya. " Maaf sudah membuat kamu dan anak-anak khawatir"
" Seharusnya Mas yang minta maaf sama kamu. Karena Mas lah kamu berakhir di rumah sakit"
__ADS_1
" Aku sudah memaafkan Mas, karena aku tau Mas tidak pernah menggoda wanita itu"
" Terima kasih sayang"
" Mas"
" Hhmm"
" Aku haus"
" Sebentar"
Vandy mengambilkan air putih untuk istrinya. Setelah itu Vandy membantu istrinya untuk minum.
" Terima kasih" ucap Anggun setelah selesai meneguk air putih itu.
" Sama-sama sayang"
" Anak-anak dimana Mas?"
" Di hotel sayang, mungkin sebentar lagi mereka kesini"
" Apa Mas sudah memberi tau Mama sama papa, kalau aku dirawat di rumah sakit?" tanya Anggun.
" Belum sayang, karena panik dan khawatir Mas lupa ngabarin mereka. Mas hubungi sekarang ya"
" Jangan"
" Kenapa?"
" Aku nggak mau mereka khawatir, lagi pula aku baik-baik saja"
" Tapi mereka berhak tau sayang"
" Nanti setelah kita kembali ke Indonesia baru kasih tau mereka. Oh iya, gimana dengan wanita itu?"
" Kamu tenang saja sayang, Mas sudah mengamankan dia dan ayahnya. Apa kamu mau bertemu dengan wanita itu?"
" Tentu saja"
" Mas juga punya kejutan untuk kamu, tapi kita tunggu anak-anak dulu"
Vandy tidak tau bagaimana reaksi istrinya setelah melihat video yang dikirim sama Aldi tadi. Dia berharap istrinya tidak akan kecewa atau pun marah pada putri kecilnya itu.
To be continue..
Happy Reading 😚😚
__ADS_1