Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Mobil Rangga berhenti tepat didepan kantornya. Rangga turun dari mobilnya, Rangga menyerahkan kunci pada Security.


" Tolong parkirkan mobil saya" kata Rangga.


Setelah memberikan kunci kepada Security, Rangga masuk kedalam kantornya. Sampai dipintu lobi sang asisten langsung menyambut kedatangannya.


" Selamat pagi Pak " sapa sang asisten.


" Pagi"


Para karyawan memberikan hormat kepada bos mereka. Rangga dan asistennya berjalan menuju lift. Asisten menekan tombol 20, lift pun naik keatas.


Ting


Pintu lift terbuka, mereka berdua keluar dari lift. Rangga berjalan beriringan dengan sang asisten menuju ruangannya. Saat mau masuk kedalam ruangan sekretaris Rangga menghampiri nya.


" Pagi Pak, maaf mengganggu" kata Riska


" Apa ada masalah Ris?" tanya Rangga.


" Tidak Pak, saya cuma mau melaporkan kalau majalah untuk edisi bulan ini sudah diterbitkan"


" Bagus, lanjutkan" kata Rangga.


" Satu lagi Pak, ada beberapa perusahaan ingin menawarkan kerjasama dan mereka ingin memakai Kenzo dan kedua sahabatnya jadi model produk mereka" kata Riska.


" Wah aku nggak nyangka mereka bertiga akan cepat dilirik oleh perusahaan" kata asisten Rangga.


" Bearti pilihan gue nggak salah. Tolong kamu siapkan dokumen untuk kerja samanya Ris, terus untuk kamu Nat, tolong siapkan berkas kontrak untuk ketiga anak kecil itu" kata Rangga.


" Siap Pak" jawab Riska dan Nathan.


Mereka bertiga pun membubarkan diri. Riska dan Nathan segera melakukan tugas mereka yang diberikan Rangga kepada mereka berdu. Rangga masuk kedalam ruangannya, karena tadi mereka ngobrol didepan pintu.


Rangga duduk dikursi kebanggaannya. Dia tidak sabar melihat ketiga anak kecil itu berada dipuncak popularitas. Rangga tersenyum-senyum sendiri membayangkannya.


Siang hari Kenzo dan kedua sahabatnya sampai diperusahaan Rangga. Kedatangan mereka disabut langsung oleh direktur perusahaan, yaitu oleh Rangga sendiri.


Sebelum melakukan pemotretan, Rangga membawa mereka bertiga keruangannya. Rangga akan membicarakan kontrak kerja. Mereka pun sampai diruangan Rangga.


Mereka masuk kedalam ruangan Rangga. Kenzo, Gian dan Tristan duduk disofa yang ada diruangan itu. Rangga mengambil berkas kontrak kerjasama.


" Kalian bertiga sudah bisa membaca?" tanya Rangga.

__ADS_1


" Tentu saja sudah" jawab Kenzo.


" Silakan kalian baca berkas yang ada didepan kalian" kata Rangga.


Mereka bertiga pun membaca tulisan yang ada disana. Tristan dan Gian tersenyum setelah selesai membaca isi yang ada dikertas itu. Tapi tidak dengan Kenzo, dia bereaksi biasa saja.


" Kalian sudah tau isi dari berkas itu?" tanya Rangga.


" Sudah Om" jawab Gian dan Tristan.


" Kalau kalian setuju, silakan kalian tanda tangan" kata Rangga.


Sebelum Gian dan Tristan menandatangani, Kenzo sudah lebih dulu menandatangani berkas yang ada didepannya itu.


" Ck.. kau itu selalu bertingkah seolah tidak mau, tapi coba lihat kau malah lebih dulu menandatangannya" kata Gian.


Kenzo hanya acuh, dia tidak terlalu mendengarkan ucapan Gian. Rangga tersenyum melihat interaksi antara Kenzo dan Gian.


" Sudah Om" kata Gian dan Tristan.


Rangga mengambil kembali berkasnya dan menyuruh asistennya menyimpan berkas kontrak itu kedalam brankasnya. Karena dia tidak ingin berkas itu sampai hilang.


" Baiklah karena kalian sudah menandatangani kontrak kerja nya, sekarang kalian bisa kembali pemotretan" kata Rangga.


" Terima kasih Om" ucap mereka bertiga.


Saat Kenzo melewati Alex dan mamanya, Alex menatap tajam Kenzo. Kenzo yang ditatap tajam sama Alex


" Jangan harap kau bisa jadi model " kata Alex dengan nada mengancam.


Kenzo tidak menghiraukan ucapan Alex, dia terus berjalan melewati Alex dan mamanya. Diikuti Gian dan Tristan. Mereka bertiga keluar dari ruangan Rangga, sampai diluar.


" Kenapa kamu cuma diam aja ketika dia mengancam kamu tadi" kata Gian.


" Hanya orang bod*h yang akan terpancing sama omongan dia. Untuk sekarang kita cukup membalas dengan prestasi kita" kata Kenzo.


" Betul itu, emang dia pikir dia hebat dari kita" kata Tristan.


" Selagi dia belum menyentuh kita, maka kita tidak diperbolehkan menyentuh dia duluan" kata Kenzo.


" Wah abang Ken, kau sungguh manis ketika bicara panjang lebar begitu" kata Gian.


" Kalian masih disini, yuk cepat. Kita akan pergi pemotretan diluar" kata karyawan itu.

__ADS_1


Kenzo, Gian dan Tristan mengikuti karyawan itu. Sampai dilobi para crew sudah menunggu mereka. Kenzo dan kedua sahabatnya mempercepat langkah mereka.


Kenzo dan kedua sahabatnya masuk kedalam mobil yang sudah disediakan perusahaan itu.Didalam mobil itu sudah ada asisten Rangga yang akan menemani mereka bertiga.


Mobil pun melaju meninggalkan perusahaan, menuju kelokasi pemotretan. Untuk menghilangkan rasa jenuhnya saat diperjalan, Kenzo memainkan game yang ada di HP nya.


Kalau sudah bermain game, Kenzo tidak menghiraukan orang disekitarnya. Kenzo asik dengan gamenya. Walaupun begitu, kalau sahabatnya bertanya Kenzo masih bisa menjawab setiap pertanyaan yang diberikan sahabatnya.


Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit, mereka pun sampai dilokasi. Asisten Rangga membukakan pintu untuk ketiga anak kecil itu.


Kenzo, Gian dan Tristan turun dari mobil secara bergantian. Mereka bertiga langsung menganti pakaian, karena pemotretan akan segera dimulai.


Para crew sudah bersiap ditempat mereka masing-masing. Semua peralatan yang diperlukan sudah siap, begitu juga dengan fotografernya. Mereka sudah siap dengan kameranya.


Kenzo, Gian dan Tristan sudah selesai mengganti pakaian mereka. Sesi pemotretan pun segera dimulai. Sang fotografer mengambil beberapa jepretan foto.


Mereka mengambil foto ditiga tempat. Sang fotografer sangat senang dengan ketiga anak kecil itu. Kenzo, Gian dan Tristan benar-benar memiliki aura bintang.


" Gue nggak nyangka hasilnya akan sebagus ini. Mereka bertiga benar-benar luar biasa" kata sang fotografer.


" Benar sekali, padahal mereka masih kecil. Tapi aura bintang mereka sangat kuat" kata teman fotografer.


" Aku suka Kenzo, gaya nya yang cool dan cuek, menambah nilai tersendiri untuk dia" kata fotografer.


" Iya, mereka bertiga memang cocok jadi bintang. O iya bagaimana dengan anak yang satu lagi?" tanya teman sang fotografer.


" Dia lumayan bagus, tapi dia harus banyak latihan lagi. Anaknya juga angkuh" kata sang fotografer.


Setelah mengambil foto ditiga tempat, akhirnya sesi pemotretan pun selesai. Kenzo, Gian dan Tristan menganti pakaian mereka kembali dengan seragam sekolah.


Asisten Rangga pun mengantarkan mereka bertiga kesekolah. Karena sebentar lagi jam pelajaran sekolah sudah selesai. Jadi mereka bertiga harus segera sampai disekolah.


To be continue..


Kenzo



Gian



Tristan

__ADS_1



Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2