
Melodi sampai di sekolah, Melodi memarkirkan mobilnya di tempat khusus roda empat. Melodi turun dari mobilnya, dia tersenyum melihat sahabatnya sudah menunggu kedatangannya.
" Udah lama nyampe nya?" tanya Melodi.
" Baru " jawab Keyra.
" Yuk ke kelas" ajak Anggun.
"Yuk"
Mereka berdua pun berjalan menuju kelas mereka. Seperti hari-hari biasa, semua murid akan menyapa Melodi ketika mereka berpapasan dengan Melodi.
Melodi hanya menjawab dengan senyum setiap sapaan mereka. Bukan apa-apa, Melodi tau mereka baik karena sudah tau siapa dirinya. Kalau tidak, bisa di pastikan mereka masih memandang jijik pada dirinya.
Keyra da Melodi pun sampai di kelas mereka. Saat berjalan ke mejanya, Keyra dan Melodi tidak sengaja mendengar teman-teman mereka membicarakan murid baru.
" Lo tau siapa murid baru itu?" tanya Melodi setelah duduk di kursi.
" Nggak" jawab Keyra.
Kenzo cs baru tiba di kelasnya, Kenzo berjalan menuju bangkunya. Kenzo melirik Melodi dan Melodi pun melirik Kenzo, mata mereka pun bertemu.
Deg.
Jantung kedua nya berdetak lebih cepat dari biasanya. Mereka masih menatap satu sama lain. Seperkian detik barulah mereka melepaskan kontak mata itu sama lain.
Apa dia mendengar detak jantung gue, gumam Kenzo dalam hati.
" Ken" panggil Melodi.
" Eh, ya" kaget Kenzo.
" Aku mau ngomong sesuatu sama kamu" kata Melodi.
" Ngomong aja, aku dengar kok"
" Aku.."
Teet..
Bel sekolah pun berbunyi. Semua murid pun masuk ke dalam kelas, mereka semua duduk dengan rapi menunggu guru mereka datang.
" Kamu mau ngomong apa?" tanya Kenzo.
" Ntar aja pas jam istirahat" kata Melodi.
" Ok "
Guru pun masuk kedalam kelas. " Selamat pagi anak-anak"
" Pagi Buk"
" Sebelum kita mulai belajar, kalian mendapatkan teman baru"
Semua murid yang ada di kelas itu pun bertanya-tanya siapa murid baru itu. Guru itu pun mempersilakan murid baru itu masuk. Seorang cewek cantik pun masuk kedalam kelas itu.
Semua murid yang ada di kelas itu kaget melihat siapa murid baru itu, tak terkecuali Tristan, dia tidak menyangka kalau murid baru itu dia.
Melodi dan Keyra senang melihat cewek yang berdiri di depan kelas. Melodi melirik Tristan, Melodi tersenyum melihat ekspresi Tristan.
" Kamu kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Kenzo.
" Tu liat" kata Melodi sambil melirik Tristan.
Kenzo pun mengarahkan pandangannya pada Tristan. Kenzo menahan tawanya melihat Tristan yang shock.
" Perkenalkan diri kamu" kata buk guru.
" Hai teman-teman, perkenalkan aku Anindira Maheswari. Teman-teman bisa memanggil saya Dira"
" Sekarang Dira duduk di sebelah Keyra ya" titah sang guru.
" Maaf Buk, bisa nggak aku duduk di sebelah Tristan" pinta Dira.
" Gian apa kamu bersedia memberikan bangku kamu untuk Diri?" tanya buk guru.
__ADS_1
" Sangat bersedia Buk" jawab Gian.
" Silakan duduk Dira"
" Terima kasih Buk"
Dira pun berjalan menuju mejanya. Gian dengan senang hati pindah ke sebelah Keyra.
" Akur-akur ya manten baru" kata Gian.
Dira tersenyum mendengar ucapan Gian. Dira mendudukkan pantatnya di kursi sebelah Tristan.
" Hai pacar" sapa Dira.
" Nggak usah sok akrab" kata Tristan ketus.
" Ya elah galak bener"
" Biarin"
Proses belajar mengajar akan segera dimulai. Semua murid menghentikan semua kegiatan mereka. Para murid pun fokus ke depan, mendengar penjelasan sang guru.
Sepanjang jam pelajaran Tristan tidak bisa konsen. Karena Dira selalu saja mengganggu dirinya. Seperti saat ini, Dira meletakkan kepalanya di atas meja Tristan.
" Lo kalau mau tidur di rumah" kesal Gian.
Dira tersenyum melihat Tristan kesal, entah mengapa melihat Tristan kesal membuat Dira senang.
Tak jauh beda dengan Tristan, Kenzo juga tidak bisa konsen belajar. Bukan karena ada yang menjahili nya, melainkan dia kepikiran ucapan Daddy nya kemarin. Apa dia harus melakukan saran yang diberikan Daddy nya.
Kenzo sudah memantapkan hatinya untuk mengikuti saran sang daddy. Seperti yang di bilang Daddy nya, yang penting berusaha dulu. Soal diterima atau tidak itu urusan belakangan.
Waktu terasa cepat berlalu, jam istirahat pun tiba. Semua murid pun menyambut dengan suka cita, karena perut mereka sudah bernyanyi dari tadi.
Begitu juga dengan Melodi, Keyra dan Dira. mereka bertiga langsung pergi menuju kantin. Melodi lupa kalau dia akan bicara pada Kenzo.
Kenzo menghampiri kedua sahabatnya. " Lo berdua bisa bantuin gue nggak?" tanya Kenzo.
" Bisa, bantuan apa yang anak sultan inginkan?" tanya Gian.
" Ntar sebelum masuk, kumpulkan semua siswa" kata Kenzo.
" Kagak!, gue mau nembak Melodi"
" Apa!" kaget Gian dan Tristan.
" Kenapa lo berdua kaget gitu?" tanya Kenzo.
" Lo nggak salah minum obat kan?" tanya Gian.
" Emang lo pikir gue sakit" kata Kenzo.
" Lo yakin dengan rencana Lo ini?" tanya Tristan.
" Yakin Ian"
" Kalau di tolak gimana?" tanya Tristan lagi.
" Otomatis gantung diri di pohon toge" jawab Gian.
Gian dan Tristan pun tertawa.
Pletak.. pletak
Sebuah pukulan mendarat di kepala Gian dan Tristan.
" Awww" ringis Gian dan Tristan.
" Berani ketawa lagi, gue pastikan kursi ini yang akan nyampe di kepala kalian berdua" kata Kenzo.
" Sadis amat " kata Gian.
" Cepat laksanakan tugas kalian berdua" kata Kenzo.
" Sekarang?" tanya Tristan.
__ADS_1
" Tahun depan!" jawab Kenzo.
" Masih lama dong" kata Gian"
" Sekarang Tian!" hardik Kenzo.
" Siap anak singa" kata Tristan.
Gian dan Tristan pun bergegas pergi, karena kalau tidak Kenzo akan membanting kursi ke wajah mereka.
Gian dan Tristan pergi menemui Rizky wakil Ketos. Ya mereka akan meminta bantuan sang wakil Ketos itu, jadi mereka akan cepat mengerjakan tugas yang di berikan anak sultan itu.
Rizky pun mau membantu Gian dan Tristan untuk mengumpulkan semua siswa SMA Taruna. Rizky pergi ke ruang informasi, kemudian meminta semua murid berkumpul di lapangan.
" Makasih Kak atas bantuannya" ucap Gian.
" Sama-sama"
Gian dan Tristan pun kembali ke kelas. Mereka akan memberi tau Kenzo, kalau tugas mereka sudah selesai di kerjakan.
Semua murid yang ada di kantin, perpustakaan, taman dan bahkan di toilet. Mereka semua yang mendengar pengumuman tadi pun langsung pergi menuju lapangan.
Melodi, Keyra dan juga Dira segera menyelesaikan acara makan mereka. Setelah selesai makan dan membayar, mereka segera pergi ke lapangan sekolah.
Semua murid sudah berkumpul di lapangan, termasuk Melodi. Semua yang ada di sana bertanya-tanya kenapa mereka di suruh berkumpul di sana.
" Mel, sebenarnya ada apa?" tanya Dira.
" Aku juga nggak tau" jawab Melodi.
Semua murid sudah heboh, sedangkan yang punya ulah belum menampakkan batang hidungnya di sana.
Kenzo berjalan dengan santai, kedua sahabatnya dengan setia mengekor di belakang. Mereka bertiga pergi menuju lapangan.
Di perjalanan menuju lapangan Kenzo melihat bunga mawar, tanpa menunggu lama Kenzo langsung memetik bunga mawar itu. Entah karena senang Kenzo tidak merasakan sakit karena tertusuk duri mawar itu.
" Tangan lo berdarah Ken" kata Gian.
" Nggak apa-apa, yuk jalan"
Mereka pun sampai di lapangan. Kenzo mengambil nafas, kemudian membuangnya. Cara itu ampuh untuk mengurangi rasa gugupnya.
Kenzo maju ke depan, dan berdiri tepat di tengah-tengah. " Siang semuanya, maaf karena sudah mengganggu waktu istirahat kalian"
" Jadi lo yang minta kita semua ngumpul disini?" tanya salah satu siswa cowok.
" Benar" jawab Kenzo.
" Buang-buang waktu gue aja" kata cowok itu sambil pergi meninggalkan lapangan.
Kenzo tidak marah atau pun kesal. " Minta waktu kalian sebentar. Hari ini, di lapangan sekolah ini, aku mau mengungkapkan perasaan aku pada seseorang"
Semua siswi cewek saling lirik, mereka penasaran siapa cewek yang berhasil menaklukkan hati cowok tertampan di SMA itu, termasuk Melodi.
Kenzo berjalan menghampiri Melodi, kemudian dia berlutut di hadapan Melodi. " Mel di depan semua orang yang ada disini, aku mau bilang, kalau aku suka sama kamu. Maukah kamu jadi kekasih ku?" tanya Kenzo sambil memberikan bunga mawar yang dia petik tadi.
Semua siswi kaget dan juga shock melihat dan mendengar ucapan Kenzo. Begitu juga dengan Melodi. Dia tidak menyangka kalau Kenzo juga mencintainya.
" Mel, jawab" kata Keyra dan Dira.
" Ya, aku mau" kata Melodi sambil menerima bunga mawar yang di berikan Kenzo.
" Terima kasih" ucap Kenzo.
(Cie..cie jadian ðŸ¤ðŸ¤)
Gian dan Tristan bertepuk tangan, begitu juga dengan Keyra dan Dira. Mereka ikut bahagia, Karena Kenzo dan Melodi jadian. Tapi tidak dengan siswi cewek yang lain. Mereka patah hati berjamaah.
To be continue..
Kenzo.
Melodi.
__ADS_1
Happy Reading 😚😚