
Sebelum pulang kerumah Vandy dan istrinya mampir kesupermarket membeli susu khusus ibu hamil. Mobil Vandy sudah terparkir didepan Supermarket. Vandy dan istrinya masuk kedalam Supermarket.
Vandy memilih susu hamil buat istrinya. Vandy mengambil susu yang disuka sam istrinya.
" Sayang cuma tiga rasa aja nih yang mau dibeli?."
" Iya Mas. Aku pengennya cuma tiga rasa itu."
" Selain susu hamil apalagi yang mau dibeli."
Anggun memikirkan apa lagi yang mau dia beli.
" Mas aku mau coklat."
" Boleh tapi jangan banyak-banyak ya."
Anggun pun menganggukan kepalanya. Anggun mengambil 5 batang coklat. Vandy juga membeli beberapa buah untuk istrinya itu.
" Sayang mau buah melon nggak?" tanya Vandy.
" Mau, strawberry juga ya Mas."
Vandy mengambil buah melon dan juga strawberry. Setelah semua selesai Vandy dan istrinya pergi menuju kasir untuk membayar semua belanjaan mereka. Selesai membayar semua belanjaan mereka pun pulang.
Sampai dirumah Anggun langsung naik keatas menuju kamarnya. Sedangkan Vandy membereskan belanjaan yang dia beli tadi. Vandy memasukan buah kedalam kulkas. Setelah semuanya selesai Vandy menyusul istrinya kekamar.
Sesampainya dikamar Vandy mendapati istrinya itu sedang bermain dengan HPnya. Vandy berjalan menghampiri istrinya.
" Lagi apa sayang asik banget keliatannya."
" Ini Mas lagi liat-liat mainan buat Aska."
" Emang Aska suka main susun balok gitu ya."
" Iya kemarin aku liat dia asik banget mainin permainan ini di HPnya."
" Kenapa nggak coba beliin mainan rubik aja."
" Aku pesanin dulu deh."
" Sayang kapan kita kasih tau sama orang tua kita tentang kehamilan kamu."
__ADS_1
" O iya ya gimana kalau besok pas di acara pernikahan Sinta sama Sisil."
" Boleh. Mas boleh minta sesuatu nggak sama kamu."
" Apa?."
" Bisa nggak kamu berhenti kerja dulu menjelang mual-mualnya hilang?."
" Iya Mas tapi pas rasa mualnya sudah hilang boleh kerja lagi ya."
" Boleh tapi jadi sekretaris pribadi aku."
" Nggak mau masa aku jadi sekretaris Mas. Apa kata karyawan lain nanti."
" Kenapa kamu mesti takut sama mereka yang bosnya kan aku. Lagian semua karyawan kantor sudah tau kalau kamu istri aku."
" Iya tapi aku mau kerja sama Sinta dan Sisil."
" Ya udah kalau maunya kayak gitu. Padahal diluar sana banyak loh wanita sexy yang mau jadi sekretaris pribadi aku tapi kamu malah nggak mau."
" Jadi Mas mau cari sekretaris wanita yang sexy gitu. Apa aku nggak cantik lagi, aku nggak sexy lagi gitu" mulai nangis.
Vandy kaget mendengar ucapan istrinya tadi. Vandy baru ingat kalau mood orang hamil itu suka gonta-ganti.
" Bohong tadi kamu bilang gitu" sudah nggak manggil Mas lagi.
" Beneran sayang."
" Setelah aku hamil anak kamu baru kamu bilang aku nggak cantik dan sexy lagi. Aku benci sama kamu."
" Aduh kok malah jadi rumit kayak gini sih" gumam Vandy.
Anggun berjalan kearah walk in closet nya. Setelah itu mengambil koper. Vandy yang melihat istrinya mengambil koper pun langsung berlari menghampiri istrinya.
" Sayang kamu mau kemana?."
" Mau pergi. Kamu sudah nggak membutuhkan aku lagi."
" Sayang Mas nggak ada bilang gitu. Mas sayang membutuhkan kamu sama Dedek disini" membawa istrinya kedalam pelukannya.
" Lepasin aku benci sama kamu."
__ADS_1
" Sayang jangan bicara kayak gitu nanti Dedeknya juga benci sama Daddynya."
" Biarin salah sendiri kenapa kamu mau cari cewek sexy diluar sana."
" Sayang sumpah demi apapun Mas nggak ada niat buat cari cewek lain diluaran sana. Mas sangat mencintai kamu dan anak kita sayang."
" Kalau emang cinta kenapa kamu mau mencari cewek sexy lagi."
" Bukan gitu maksud Mas tadi kamu salah arti sayang."
" Oh jadi sekarang aku yang salah gitu? minggir aku mau pergi kerumah Mama aja."
" Ya Allah kenapa jadi ruwet kayak gini sih. Bantulah hamba mu ini ya Allah."
Anggun mulai memasukan pakaiannya kedalam koper. Vandy sedang memikirkan ide buat meredam amukan singa betinanya itu.
" Come on otak berfikirlah. Kenapa disaat genting kayak gini otak gue nggak jalan ya."
Anggun sudah memasukan sebagian pakaiannya kedalam koper. Anggun membawa koper itu keluar dari walk in closet.
" Sayang Mas mohon jangan tinggalin Mas sendiri disini sayang. Mas benar-benar mencintai kamu dan anak kita sumpah demi apapun sayang" memeluk istrinya kembali.
" Bohong."
" Beneran sayang Mas sangaaaat mencintai kamu dan anak kita melebihi diri Mas sendiri. Kalau Mas nggak cinta mana mungkin ada Dedek disini" mengelus perut istrinya.
Anggun mulai memikirkan ucapan suaminya itu. Vandy menyadari Singanya sudah mulai tenang.
" Mau makan ice cream sayang" bisik Vandy.
" Mau. Yuk kita makan ice cream."
Anggun berjalan duluan meninggalkan suaminya itu.
" Apa ini segampang itu moodnya berubah. Hanya mendengar kata ice cream. Bod*h kenapa nggak kepikiran dari tadi ide itu jadi nggak perlu drama kayak tadi. Mulai saat ini gue harus stok banyak-banyak kesabaran."
" Mas buruan!" teriak Anggun dari luar.
" Iya sayang."
Dengan segera Vandy menyusul istrinya. Kalau tidak singa betinanya pasti akan ngamuk lagi.
__ADS_1
To be continue..
Happy Reading Guys..😉😉