
Melodi sudah rapi dengan memakai seragam sekolahnya. Melodi mengikat rambutnya, tak lupa dia memakai cream wajah bewarna coklat supaya wajahnya terlihat dekil.
" Perfect"
Melodi turun kebawah untuk sarapan bersama mami dan papinya. Sampai di ruang makan kedua orangtuanya sudah menunggu.
" Morning Mih, Pih"
" Morning sayang"
Seperti biasa mami Melodi melayani suami dan juga putrinya itu. Dengan telaten mami Melodi mengambilkan nasi dan juga lauk untuk suani dan putri kesayangannya itu.
Selesai sarapan Melodi berpamitan dengan kedua orangtuanya. Melodi mencium tangan kedua orangtuanya secara bergantian.
" Mih, Pih, Melodi jalan dulu. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Sopir pun membukakan pintu untuk nona mudanya. Melodi pun masuk kedalam mobil, tak lupa dia memasang sabuk pengamannya.
Mobil itu pun melaju meninggalkan kediaman Agatha.
Mereka pun sampai di halte. Melodi membuka sabuk pengamannya, setelah itu barulah dia turun dari mobilnya. " Makasih Pak"
" Sama-sama nona"
Sopir pun melajukan kembali mobilnya menuju kediaman Agatha. Melodi menggoyang-goyangkan kakinya, pagi ini suasana hatinya sangat baik.
Bus yang di tunggu pun datang. Melodi naik ke atas bus. Melodi mencari tempat duduk yang paling di belakang. Bus pun melaju meninggalkan halte.
Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit bus pun berhenti di sekolah Melodi. Melodi turun dari bus, kemudian berjalan menuju gerbang sekolah.
Melodi berjalan menyusuri koridor sekolah. Saat melewati perpustakaan Melodi menghentikan langkahnya. Seketika wajah Melodi menjadi merah karena emosi, melihat pemandangan di yang ada di depan matanya.
" Berhenti!" teriak Melodi.
Sontak ketiga siswi menoleh kearah Melodi. Mereka bertiga tersenyum ketika melihat siapa orang yang sudah berani mengganggu kesenangan mereka tadi.
" Oh ternyata si cewek dekil" kata salah satu siswi cewek itu.
" Lepaskan dia" titah Melodi.
" Emang lo siapa, berani memerintah kami"
" Iya, lo itu cuma cewek miskin dan dekil lagi"
" Ck.. sampah seperti kalian bertiga ini, tidak pantas sekolah disini" kata Melodi.
" Punya nyali juga lo cewek dekil "
__ADS_1
" Kalian pikir gue takut sama cewek lembek kayak kalian?!" kata Melodi.
Melodi membantu cewek tadi berdiri. Hati Melodi terasa tercabik melihat penampilan siswi cewek itu.
" Lo masih bisa jalankan?" tanya Melodi.
Siswi itu pun menganggukkan kepalanya.
" Tenang saja, gue akan balas mereka 2 kali lipat" kata Melodi.
" Ja-jangan, mereka sangat kuat" kata cewek itu.
" Oh ya, baguslah kalau begitu. Jadi gue bisa bersenang-senang sedikit" kata Melodi.
" Seret si dekil itu kebelakang sekolah "
Melodi tidak melawan, dia membiarkan kedua siswi cewek itu menarik tangannya. Cewek yang di siksa tadi juga mengikuti Melodi. Dia takut terjadi sesuatu pada Melodi.
Mereka pun sampai di belakang sekolah. Kedua cewek itu melepaskan Melodi dengan sedikit mendorong Melodi.
" Gue beri satu kesempatan lo, berlutut mohon ampun ke gue, maka gue akan melepaskan lo" kata cewek yang berbadan agak besar.
Melodi tersenyum licik. " Tidak akan"
" Jadi jangan salahkan gue kalau habis dari sini lo masuk rumah sakit" kata cewek itu dengan nada sombong.
Cewek itu pun mulai menyerang, Melodi dengan sigap menghidar, sehingga pukulan cewek itu meleset. Karena pukulan meleset cewek itu tambah kesal.
Pukulan demi pukulan di berikan cewek itu lagi pada Melodi, tapi Melodi lagi-lagi Melodi berhasil menghindarinya.
" Jadi cuma segitu kemampuan lo" kata Melodi dengan nada mengejek.
Cewek itu bertambah emosi, dia melirik salah satu temannya, teman yang dilirik itu seakan tau maksud dari ketuanya itu, segera menyerang Melodi.
Karena Melodi fokus pada cewek yang bertubuh besar itu, sehingga dia tidak melihat serangan tiba-tiba dari teman cewek itu. Sehingga temannya itu berhasil mengenai Melodi.
" Shiit" umpat Melodi.
Kedua cewek itu tersenyum karena melihat Melodi terkena pukulan temannya.
" Sudah cukup kita main-mainnya" kata Melodi sambil meregangkan otot-otot tangannya.
" Banyak bacot lo" kata kedua cewek itu langsung menyerang Melodi.
Melodi yang dari tadi menghindar, sekarang memberikan perlawanan. Kedua cewek itu tidak bisa melihat gerakan Melodi yang sangat cepat, sehingga dua pukulan tepat mengenai perut mereka.
Kedua cewek itu tersungkur. Teman kedua cewek itu kaget melihat kedua temannya itu kalah sama Melodi. Sedangkan cewek yang mereka siksa tadi tersenyum melihat Melodi berhasil.
" Ck.. ternyata cuma segitu kemampuan kalian" kata Melodi.
__ADS_1
Kedua cewek itu mencoba bangkit lagi, mereka tidak terima di kalahkan begitu saja. Apalagi sama cewek miskin seperti Melodi. Tapi sialnya nggak bisa, pukulan yang di berikan Melodi tadi terlalu kuat.
Melodi berjalan menghampiri kedua cewek itu, kemudian di berjongkok di hadapan kedua cewek itu. Kemudian Melodi mencekik cewek yang bertubuh agak besar itu.
" Gue benci melihat sampah seperti kalian, yang suka menindas orang yang lemah. Kalian tidak pantas ada di dunia ini" kata Melodi sambil memperkuat cekikannya pada leher cewek itu.
" Le-lepasin"
Kedua teman cewek itu membantu melepaskan tangan Melodi dari leher teman mereka. Tapi tidak bisa tangan Melodi sangat kuat mencengram leher cewek itu.
Cewek yang di siksa tadi kaget melihat Melodi mencekik cewek jahat tadi. Dia segera menghampiri Melodi, dia tidak ingin Melodi jadi pembunuh.
" Teman lepaskan dia, aku nggak ingin melihat kamu jadi seorang pembunuh" bisik cewek tadi di telinga Melodi.
Melodi yang mendengar kata teman pun seketika melonggarkan cengkramannya dari leher cewek itu. Kemudian dia melirik cewek yang ada di sampingnya.
Cewek itu tersenyum pada Melodi. Seketika Melodi pun tersadar. Kemudian dia melepaskan tangannya dari cewek itu.
" Uhuk.. uhuk"
" Cepat kalian pergi dari sini, atau gue akan benar-benar membunuh kalian" kata Melodi.
Ketiga cewek itu tidak menyangka cewek yang lemah seperti Melodi, bisa menjelma seperti devil. Ketiga cewek itu pun pergi dari tempat itu. Mereka tidak ingin mati disana.
" Lo nggak takut sama gue?" tanya Melodi
" Tidak, justru aku kagum melihat kamu"
Melodi kaget mendengar jawaban cewek itu. Dia tidak menyangka cewek itu akan bicara seperti itu setelah melihat kejadian tadi.
" Terima kasih sudah menolongku"
" Sama-sama "
" Apa kita bisa berteman" kata Cewek itu sambil mengulurkan tangannya pada Melodi.
Melodi tersenyum. " Tentu saja, teman" kata Melodi sambil membalas uluran tangan cewek itu.
" Keyra " kata cewek itu.
" Melodi"
" Sekarang kita resmi berteman" kata Keyra sambil memeluk Melodi.
Apa seperti ini rasanya punya teman.
To be continue
Happy Reading
__ADS_1