Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Konyol


__ADS_3

Sinta melihat Anggun yang digendong pun langsung menghampiri mereka.


" Nggun lo kenapa."


" Gue nggak apa-apa Sin, Mas Vandy cuma mau gendong gue aja."


Aldi dan yang lain pun datang menghampiri Vandy dan Anggun.


" Anggun kenapa Van" tanya Aldi.


" Nggak kenapa-kenapa, yuk kita masuk udah malam" jawab Vandy.


Mereka pun masuk kedalam rumah dan menuju kamar masing-masing karena hari ini mereka sangat lelah. Vandy membawa istrinya kekamarnya. Anggun memang baru pertama kali masuk kekamar suaminya itu.


Saat memasuki kamar suaminya itu, Anggun dibuat takjub dengan dekorasi kamar Vandy.Kamar yang begitu bersih dan rapi. Dinding kamar itu berwarna putih jauh dari perkiraan Anggun. Karena biasanya cowok yang dingin dan Arrogant akan suka warna hitam atau coklat.


" Sayang duduk disini biar Mas obatin luka kamu."


Anggun berjalan menghampiri suaminya dan duduk disofa yang ada disana. Vandy membersihkan luka istrinya dengan alkohol. Vandy sangat hati-hati membersihkan luka istrinya. Anggun melihat suaminya yang begitu telaten membesihkan lukanya tersenyum haru. Setelah itu Vandy memberikan obat luka dan yang terakhir memberikan plester.


" Selesai."


" Makasih Mas."


" Kamu tidak perlu meminta terimakasih sayang, itu emang seharusnya Mas lakukan. Lagian kamu terluka karena kesalahan Mas."


" Mas ngomong apa sih, ini bukan salah Mas."


" Sayang Mas mau ngomong sesuatu."


" Ngomong aja Mas, aku dengerin kok."


" Sayang Mas sudah membeli rumah 2 hari yang lalu. Mas minta Aldi yang cariin, besok kita lihat rumahnya apa kamu mau?."


" Mau Mas."


" Mas cuma pengen kita hidup mandiri sayang?."


" Iya Mas, aku ngikut aja. Dimana suami aku tinggal maka disana juga aku akan tinggal."


" Makasih sayang, sekarang kita tidur ya, Mas udah ngantuk."


Vandy membaringkan tubuh istrinya diatas kasur. Vandy mematikan lampu kamarnya dan ikut berbaring disamping istrinya. Vandy tidur sambil memeluk istrinya.


Pagi hari.


Pagi ini suasana dikediaman Dwipangga begitu berbeda. Biasanya dimeja makan akan ada 3 orang saja yang akan sarapan tapi sekarang ada 12 orang yang akan sarapan. Para pelayan pun menyiapkan berbagai macam masakan.


Anggun baru bangun dari tidurnya. Setelah bangun Anggun berjalan kekamar mandi dan membersihkan dirinya. Selesai mandi Anggun menyiapkan air buat mandi suaminya nanti.


Untuk pertama kali Anggun menyiapkan semua keperluan suaminya. Anggun sangat senang bisa melayani suaminya dengan baik.


" Mas bangun, ntar kesiangan pergi kekantornya."

__ADS_1


" Mmmm, 5 menit lagi sayang."


" Sekarang Mas, kalau nggak mau bangun aku tinggal ni?."


" Iya sayang, aku bangun."


Cup


" Morning kiss sayang."


Vandy pun berlalu kekamar mandi. Setelah suaminya pergi kekamar mandi, Anggun pun memakai pakaian kantornya, dan menyiapkan pakain kantor suaminya.


Vandy keluar dari kamar mandi. Vandy melihat istrinya sudah siap dengan pakaian kantornya. Vandy memakai pakaian yang sudah disiapkan istrinya.


" Sayang bantu Mas memakai dasi dong."


Anggun membantu suaminya memakaikan dasi. Anggun begitu telaten memasangkan dasi buat suaminya.


" Selesai, sekarang kita turun kebawa untuk sarapan karena yang lain sudah menunggu."


" Siap my Wife."


Anggun dan Vandy berjalan menuruni anak tangga. Sampai dimeja makan semua orang sudah berkumpul dan tinggal menunggu pasangan pasutri itu.


" Maaf ya semuanya membuat menunggu."


Anggun dan Vandy duduk dikursi yang kosong. Mereka mulai menikmati sarapan mereka dengan tenang tanpa ada yang bersuara.


" Sayang habis pulang dari kantor kalian akan langsung pindah?" tanya Kiara.


" Belum Ma, kita pindahnya besok" jawab Vandy.


" Bagus, jadi nanti malam kamu tidur dikediaman Wiguna."


" Iya Ma, kita berangkat dulu ya Ma. Assalamualaikum" ucap Vandy dan diikuti yang lainnya.


" Wa'alaikum salam."


Mobil Vandy berlalu pergi meninggalkan kediamannya, dan melaju menuju perusahaan Dwipangga Group.


Sepanjang jalan mereka hanya diam tanpa ada yang buka percakapan. Anggun yang merasa heningpun mulai membuka percakapan.


" Al kapan kamu melamar Sinta secara resmi."


" Rencananya 1 minggu lagi Nggun."


" Lebih cepat lebih bagus Al, biar nanti waktu kalian nggak mepet."


" Iya Nggun, gue usahain secepatnya."


" Kalau lo Yo."


" Mungkin 2 hari setelah Aldi melakukan lamaran."

__ADS_1


" Kalian mau minta kado apa dari gue."


" Kita sih terserah lo aja Van, lagian dengan lo datang kepernikahan kita aja gue juga udah senang" kata Aldi.


" Ntar gue fikirin hadiah yang bagus buat kalian."


Mobil pun akhirnya sampai diperusahaan Dwipangga Group. Aldi memakirkan mobilnya diparkiran khusus CEO. Mereka keluar dari dalam mobil dan berjalan berbarengan. Mereka berjalan melewati lobi hotel.


Semua karyawan sudah tau pernikahan Anggun dan Vandy. Saat Vandy dan Anggun lewat, para karyawan itu pun membungkukan badan mereka memberi hormat buat pasangan pasutri itu.


Vandy mengantarkan istrinya keruang kerjanya.


" Sayang nanti kerjanya jangan terlalu dipaksa ya" kata Vandy.


" Iya Mas."


" Nanti Mas nggak bisa makan siang bareng soalnya nanti Siang Mas mau ketemu sama klien. Masuklah."


" Selamat bekerja suamiku."


" Istriku juga" mencium bibir istrinya sekilas.


Para karyawan yang melihat Vandy mencium Anggun pun merasa cemburu dan ada juga yang memuji keromantisan CEO mereka.


Vandy berlalu meninggalkan ruangan kerja istrinya dan pergi keruangannya. Sesampainya diruang kerjanya Vandy langsung melihat tumpukan dokumen dan berkas-berkas kerja lainnya. Tanpa membuang waktu Vandy langsung memulai kerjaannya.


Tempat lain.


Vanya sedang berada diperpustakaan kampusnya. Vanya sibuk mencari buku untuk tugas yang diberikan dosennya.


" Beginilah nasib jadi seorang mahasiswa yang tak lepas dari tugas-tugas, jadi dosen enak banget ya, tinggal main suruh aja, malah kasih tugasnya banyak banget lagi. Sampai-sampai gue nggak bisa bertemu Marko." gerutu Vanya.


Setelah buku yang cari didapatkannya Vanya langsung mencari tempat duduk dan mulai mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sama dosennya.


" Kapan gue bisa membuat Kak Marko jadi bucin sama gue kalau tugas-tugas ini masih memasung aku. Gue harus cepat-cepat menyelesaikan tugas-tugas laknat ini supaya bisa bertemu sama Kak Marko. Semangat Vanya."


Tidak jauh bedanya dengan Vanya, Marko juga tidak bisa konsentrasi mengerjakan pekerjaannya.Padahal pekerjaan itu sangat penting dan harus segera diberikan nanti sebelum makan siang. Marko yang selalu melihat kearah HPnya berharap Vanya menghubunginya. Sudah 5 menit Marko melihat layar HPnya tapi tidak ada satupun pesan yang masuk keHP nya.


" Kemana sih anak kecil itu, kenapa dia nggak pernah datang ataupun menghubungi gue lagi?, apa gue hubungi dia aja atau gue datang kekampusnya aja. Nggak-nggak nanti dia kegeeran lagi. Apa gue pura-pura sakit aja kali ya biar dia datang ketempat gue?."


Aryo yang melihat tingkah aneh sahabatnya pun bertanya kepada Marko.


" Lo kenapa?, dari tadi gue perhatiin lo selalu melihat kearah HP, apa lo nunggu telpon dari seseorang, atau lo nunggu telpon dari Vanya? " tanya Aryo.


" Ng-nggak, gue cuma melihat jam, kira-kira tinggal berapa jam lagi waktu untuk mengerjakan perkerjaan ini" jawab Marko.


" Kalau masalah mau melihat jam, kenapa lo susah-susah melihat HP, lo kan punya jam tangan. Aneh banget lo."


" Ah sial, kenapa gue seperti orang **** begini sih didepan si Aryo."


To be continue...


Happy Reading Guys... 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2