
Pagi ini kelas Kenzo belajar olahraga. Semua murid sudah berkumpul di lapangan sekolah. Kenzo cs terlihat tampan dengan memakai baju apa saja. Mungkin kalau dipakai kan sarung pun mereka akan terlihat tampan.
Melodi cs juga terlihat cantik dengan pakaian olahraga. Mata para siswa cowok pun tidak melepaskan pandangan mereka dari ketiga cewek cantik itu.
" Ingin rasanya gue congkel mata mereka itu" kata Kenzo.
" Iya, berani sekali mereka memandang wanita kita" kata Gian.
" Apa perlu kita beri pelajaran cowok-cowok genit itu" kata Tristan.
" Maunya sih gitu" kata Gian.
Kenzo cs berjalan menghampiri kekasih mereka. Melodi tersenyum melihat Kenzo datang menghampirinya.
" Kalian bertiga itu hobi banget ya tebar pesona" kata Gian.
" Tebar pesona gimana?" tanya Keyra.
" Noh, sama cowok-cowok yang ada di sana" kata Gian.
Ketiga cewek cantik itu melihat ke arah yang di tunjuk Gian. Benar saja para murid cowok itu sedang memandangi mereka.
" Jadi kalian cemburu sama cowok-cowok itu?" Dira.
" Bukan cemburu, kami cuma tidak ingin wanita kami di pandang makhluk astral" kata Tristan.
" Lagi pula mereka tidak ada apa-apanya" kata Kenzo.
" Ck.. padahal cemburu, tapi masih aja nggak mau ngaku" kata Melodi.
" Oh iya, Tian kami minta pajak jadiannya di Korea aja ya" kata Keyra.
" Kamu masih ingat aja Key" kata Tristan.
" Ingat dong" kata Keyra.
" Kita akan pilih restoran termahal juga nanti" kata Gian.
" What!" kaget Tristan.
" Nggak boleh protes, karena kemarin ATM gue juga terkuras habis karena kalian berdua" kata Gian.
" Lo pikir ATM gue kagak" kata Kenzo.
" Tapi lebih terkuras ATM gue " kata Gian.
" Ya salah elo, kenapa telat jadiannya" kata Kenzo.
" Asik makan makanan mahal lagi kita" kata Keyra.
" Iya, kamu benar honey. Jadi nggak sabar" kata Gian.
Dira menepuk pelan pundak kekasihnya. "Sabar ini ujian"
" Ck.. patungan yuk " ajak Tristan pada sang kekasih.
" No, karena Melodi sama Keyra juga nggak ada patungan sama kekasih mereka kemarin. Jadi kamu harus bayar sendiri ya " kata Dira.
" Kamu tega" kata Tristan.
__ADS_1
" Untuk hal kek gini aku tega, banget malah" kata Dira.
" Ck..dasar pacar durhaka" kata Tristan.
Guru olahraga pun datang, semua murid berkumpul di tengah-tengah lapangan, kemudian berbaris dengan rapi.
" Baiklah, sekarang bapak akan mengambil nilai lari " kata Pak Guru.
" Baik Pak"
" Kalian akan di bagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok itu beranggotakan 3 orang, jadi kalau salah satu dari teman kalian ada yang tidak menuntaskan larinya, maka nilai kalian bertiga akan di kurang" kata Pak guru.
" Maksud Bapak satu orang membuat kesalahan, maka yang lain juga akan kena" kata Kenzo.
" Betul, jadi kerja sama kalianlah yang akan di nilai di sini. Apa kalian semua mengerti" kata Pak guru.
" Mengerti Pak"
"Baiklah, sekarang kalian pilih kelompok kalian masing-masing"
Semua murid pun sibuk mencari teman mereka. Tapi tidak dengan Kenzo cs dan Melodi cs. Mereka tidak perlu mencari lagi, karena kelompok mereka sudah terbentuk.
Setelah semua murid mendapatkan kelompok mereka masing-masing. Pak guru pun mulai mengambil nilai lari muridnya. Kenzo cs dan kelompok cowok yang lain mendapatkan giliran pertama untuk lari.
" Kalian harus membawa kayu stik ini kepada teman-teman kalian"
" Maksud Bapak, kita lari membawa stik itu?" tanya Gian.
" Iya, kalian harus mengopernya sambil berlari. Bapak akan letakkan kalian di tempat berbeda" jelas Pak guru.
" Maksud Bapak, satu di tempat start dan satu lagi di tempatkan agak jauh dari start" kata Kenzo.
" Pintar, Bapak akan letakkan kalian di titik yang sudah bapak kasih tanda di sana" tunjuk Pak guru pada arena lari.
" Kelompok mana yang sampai duluan di garis depan atau garis finish, maka kelompok itulah yang akan mendapatkan nilai tertinggi. Apa kalian mengerti"
" Mengerti Pak"
" Silakan ambil posisi kalian masing-masing"
Kenzo memilih bendera akhir. Itu artinya dia yang akan berlari ke garis finish. Tristan memilih garis start, jadi Gian di garis tengah.
Setelah mereka mengambil posisi masing-masing, Pak guru pun membunyikan peluitnya. semua murid yang berada di garis start pun bersiap untuk lari.
Setelah hitungan ketiga semua murid yang berada di garis start langsung mulai berlari. Ya sekarang kelompok laki-laki dulu, setelah itu baru kelompok perempuan.
Tristan berada di posisi depan, sedangkan para kelompok cowok yang lain, jauh tertinggal dibelakang. Tristan pun sampai di tempat Gian berada.
Gian menyambut stik yang diberikan Tristan padanya, dengan kecepatan penuh Gian berlari menuju tempat Kenzo. Mereka harus cepat lari tiga putaran, jadi mereka tidak boleh membuang-buang waktu.
Kenzo mengambil stik yang di berikan Gian padanya. Kenzo pun mulai berlari ke garis finish. Setelah sampai di garis finish, Kenzo balik lagi ketempat Gian dan begitulah seterusnya.
Setelah tiga putaran, akhirnya kelompok Kenzo lah yang mendapatkan nilai tertinggi. Kenzo cs pun bersorak gembira. Karena mereka mendapatkan nilai tertinggi.
Sekarang giliran kelompok cewek. Kenzo cs pun memberikan semangat kepada kekasih mereka.
Melodi cs mengambil posisi mereka masing-masing. Melodi cs, mengikuti posisi kekasih mereka tadi. Mereka juga berharap bisa mendapatkan nilai tertinggi.
Setelah peluit milik pak guru berbunyi, kelompok cewek itu segera berlari. Putaran pertama kelompok Melodi cs lah berada di depan.
__ADS_1
" Ayo yank, kamu pasti bisa" teriak Kenzo.
" Ayo honey, kamu juga bisa" teriak Gian.
" Kamu juga bisa pacar" Teriak Tristan.
" Lo nggak ada panggilan romantis yang lain, selain pacar" kata Kenzo.
" Tau Lo, geli gue dengernya" kata Gian.
" Ntar gue pikirkan" kata Tristan.
Melodi cs seakan mendapatkan kekuatan berkali lipat, setelah mendengar ucapan para kekasih mereka. Tinggal satu putaran lagi, Melodi harus berhasil.
Kelompok Melodi pun berhasil, mereka berada di posisi pertama. Melodi cs pun melompat kegirangan. Akhirnya mereka mendapatkan nilai tertinggi.
Kenzo cs ikut senang, karena kekasih mereka juga mendapatkan nilai tertinggi. Nggak sia-sia mereka teriak-teriak macam Tarzan.
Kenzo cs membawa kekasih mereka istirahat di bawah pohon besar yang ada di dekat lapangan. Mereka berenam duduk di kursi panjang yang ada di sana.
" Haus ya?" tanya Kenzo pada sang kekasih.
" Iya, gerah juga" kata Melodi sambil mengipas wajahnya pake tangan.
Kenzo melap keringat yang ada di wajah sang kekasih, dengan saputangan miliknya.
" Makasih yank" ucap Melodi.
Gian melakukan hal yang sama pada kekasihnya. Gian tidak pakai sapu tangan, tapi pake tissue.
" Makasih honey" ucap Keyra.
Tristan tak tau harus memberikan apa. Soalnya dia tidak membawa saputangan maupun tissue. Gian mengambil daun yang sudah gugur ke tanah. Kemudian dia memberikan daun itu pada Dira.
" Ni untuk kamu" kata Tristan.
" Buat apa?" tanya Dira.
" Untuk melap keringat kamu" kata Tristan.
" Ck.. kamu itu nggak ada romantis-romantisnya ya" kata Dira sambil beranjak dari tempat duduknya.
" Mau kemana?" tanya Tristan sambil memegang tangan Dira.
" Jangan pegang-pegang, belum halal"
" Aku megangnya kan di balik baju, jadi nggak masalah" kata Tristan.
" Ck.. dasar modus"
Tristan membuka pakaiannya, kemudian melap keringat sang kekasih. " Maaf, aku nggak bawa saputangan sama tissue. Jadi aku lapnya pake baju aja"
" Oh so sweet banget, pacar aku" kata Dira sambil memeluk Tristan.
" Jangan peluk-peluk belum halal"
" Nggak apa-apa, khilaf sekali ini aja" kata Dira.
Mereka berdua pun tertawa bersama. Kenzo dan Gian hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah absurd Tristan dan Dira.
__ADS_1
To be continue..
Happy Reading 😚😚