
Setelah mengumumkan hari pernikahan anak mereka. Sekarang kedua keluarga itu sedang membahas dimana acara resepsi akan diadakan.
" Gimana kalau akad nikahnya dihotel Dwipangga dan resepsinya di hotel Wiguna," kata Diana.
" Bagus juga, aku setuju," kata Kiara.
" Kalau istri kita udah membuat keputusan, jadi kami sebagai papa ngikut aja." ucap Dwipangga.
" Kalau untuk masalah gaun pengantin dan dekorasi kita serahin saja sama anak-anak," ucap Kiara.
Sedangkan Anggun, Vandy dan para sahabat mereka sedang asyik bercerita sambil menikmati hidangan yang tersedia disana.
" Nggak lama lagi status kalian akan berubah menjadi suami dan istri," kata Sinta.
" O iya, nanti kalau Anggun udah jadi istri kamu van, Anggun masih boleh kerja nggak?, tanya Sisil.
" Karena gue pengen Anggun bahagia, jadi kalau Anggun masih mau bekerja dan itu bisa buat dia bahagia why not," jawab Vandy.
" Makasih Bunny."
" Apapun buat kamu sayang," kata Vandy.
" Bearti lo harus cepat mengerjakan berkas-berkas yang gue kasihin ke lo kemarin," kata Aldi.
" Iya, kalau nggak selesai kan ada lo," kata Vandy.
" Ya ya itu kan kebiasan lo," ucap Aldi
Mereka pun melanjutkan obralan mereka, dan sesekali dengan candaan dan perdebatan.
Akhirnya acara gala dinnernya selesai juga. Para tamu pun sudah mulai pulang begitu juga orangtua Anggun dan Vandy.
" Sayang mau aku antarin kemana, rumah atau Apartemen?."
" Apartemen Bunny."
Vandy melajukan mobilnya menuju Apartemen sang pujaan hati. Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang.
" Bunny, mulai besok kita nggak boleh ketemu lagi?."
" Kenapa sayang."
" Kata mama gitu, nanti ketemunya mungkin pas mau fitting baju kita."
" Kok gitu, peraturan macam apa itu..!!?."
" Dulu mama sama papa kamu juga gitu."
" Tapikan aku bukan mereka sayang, mana bisa seperti itu."
" Ikutin aja jangan protes, ini demi kebaikan kita."
" Siapa yang bikin peraturan macam begitu, kalau gue tau akan gue matiin itu orang, satu hari nggak ketemu udah uring-uringan gue, apalagi ini seminggu, tega banget sih."
Suana didalam mobil kembali hening tanpa ada yang bersuara. Tanpa terasa mobil Vandy pun sudah sampai di apartemen Anggun.
Anggun pun membuka seatbelt nya, kemudian turun dari mobil tanpa menunggu Vandy membukakan pintunya. Anggun melihat mobil Vandy belum juga pergi, mencoba mengetuk kaca mobil.
Tok tok..
__ADS_1
Vandy tidak mendengar bunyi ketukan kaca mobilnya, Vandy masih larut dalam fikirannya. Anggun mencoba mengetuk lebih keras kaca mobilnya.
Tok
Tok
Tok
Vandy kaget karena mendengar bunyi ketukan kaca mobilnya. Vandy menurunkan kaca mobilnya.
" Bunny nggak mau pulang?."
" Iya, ini juga mau pulang."
Anggun yang melihat Vandy kesal, mencoba untuk membujuk kekasihnya itu. Anggun membuka pintu mobil kemudi. Sontak Vandy pun menoleh ke Anggun.
Cup
satu kecupan mendarat dikening Vandy, belum sempat Vandy tersadar dari keterkejutannya.
Cup.. Cup
Dua kecupan mendarat dipipi kanan dan kiri Vandy. Anggun yang melihat ekspresi Vandy tersenyum, terakhir Anggun memberikan ciuman sekilas dibibir Vandy, tapi saat Anggun mau melepaskan bibirnya. Vandy menahan tekuk leher Anggun.
Sekarang giliran Anggun yang kaget, niatnya cuma mau memberi ciuman sekilas tapi malah jadi lama begini. Setelah Vandy rasa cukup, Vandy pun melepaskan ciumannya.
" Gitu baru benar ciumannya," ucap Vandy sambil melap bibir Anggun yang basah karena ulahnya tadi.
Anggun yang mendengar ucapan Vandy pun mengerucutkan bibirnya.
" Bibirnya jangan digutuin ntar aku cium lagi."
" Ck.. dasar tukang sosor."
" Bunny juga, hati-hati dijalan."
Vandy melajukan mobilnya menuju Apartemennya.
Keesokan harinya.
Pagi-pagi Dikediaman Dwipangga, Diana sudah disibukkan dengan kegiatan masak memasak, dibantu sama dua orang pelayannya.
" Akhirnya tuan muda menikah juga ya nyah."
" Iya bik, doain biar lancar sampai hari H ya bik."
" Pasti nyah, kami para pelayan disini selalu mendoakan yang terbaik buat keluarga nyonya."
" Makasih ya bik."
Diana pun melanjutkan acara memasaknya. Tidak butuh waktu lama akhirnya semua masakan sudah selesai dimasak. Semua pelayan disana tau kehebatan memasak Diana. Kalau Diana ingin membuka restoran pasti akan laku pesat begitu fikir mereka.
Dikediaman Wiguna.
Pagi-pagi dikediaman Wiguna, Kiara dibuat jengkel sama suaminya. Bagaimana tidak semalam suaminya itu tidak mengasih kesempatan buat dia beristirahat. Mebuat badan lemas tak bertenaga. Kiara heran dengan suaminya, umur yang sudah tidak lagi muda tapi tenaganya masih kayak anak muda.
" Mah udah dong marahnya, lagian semalam mama juga keenakkan, buktinya mama mengeluarkan suara merdu."
" Apaan sih pah," ucap Kiara sambil menutupi kepalanya dengan selimut.
__ADS_1
Wiguna yang melihat istrinya malu-malu begitu tambah gemes. Ingin rasanya dia memakan kembali istrinya itu, tapi ditahan mengingat singa betina nya masih dalam mode marah.
" Tidurlah nanti Aska biar papa yang urus."
Kiara hanya menganggukkan kepalanya, dan kembali melanjutkan tidurnya.
Wiguna bangun dan membersihkan diri kekamar mandi.
Di Apartemen Aldi.
Pagi-pagi Aldi sudah berpakaian rapi dan bersiap untuk memulai aktivitasnya. Aldi tidak sarapan di Apartemennya karena pagi ini dia mau sarapan diluar bersama Vandy. Aldi mengambil kunci mobilnya dan berlalu meninggalkan Apartemennya.
Aldi melajukan mobilnya menuju Apartemen Vandy. Beruntung pagi itu jalanan masih sepi, belum banyak kendaraan lalu lalang. Aldi pun sampai di Apartemen Vandy.
Vandy yang melihat mobil Aldi segera masuk, karena mereka mau sarapan diluar jadi tidak boleh membuang-buang waktu.
Akhirnya mereka sampai disebuah restoran. Aldi memakirkan mobilnya. Setelah terparkir dengan sempurna, Aldi dan Vandy turun dari mobil dan berjalan masuk restoran.
Vandy dan Aldi duduk dimeja paling pojok. Mereka pun memesan makanan yang akan mereka makan.
" Sepertinya pak Irawan tidak senang karena kita membatalkan kerjasama nya."
" Biarkan saja, nanti kalau dia berulah baru kita bermain-main sedikit dengan perusahaan dia."
" Ok, jari jemari gue juga udah gatel pengen menari-nari diatas keyboard ."
" Bukannya tiap hari tangan lo berada diatas keyboard."
" Iya tapi kan beda, gue paling suka membobol sistem data perusahaan lain."
" Lo emang hacker terhebat bro," puji Vandy.
" Tapi lo lebat dari gue bro, sehingga lo dapat julukan King hacker."
Pletak
Vandy menjitak kepala Aldi.
" Awww.. Kenapa lo jitak kepala gue."
" Untung lo nggak gue bunuh."
" Ck.. dasar teman laknat lo."
" Kalau ditempat umum kayak gini lo jangan sebut-sebut King hacker."
" Hehehe sorry bro gue terlalu bersemangat tadi."
"Ok, karena gue emang terkenal baik hati maka gue maafin lo."
" Ck.. baik hati apaan, Anggun aja bilang lo Arrogant."
" Ah iya, entah kenapa dia bisa berfikiran begitu."
" Karena tampang lo sangar."
" Enak aja lo, kalau Anggun tau siapa gue, dia bakal marah nggak ya Al."
To be continue...
__ADS_1
Jangan pelit-pelit ya kasih dukungannya buat Author. Nanti kalau pelit-pelit Author sedih loh Readers...😔😔😔
HAPPY READING GUYS.. 😉😉