
Malam sudah mulai larut, kedua sahabat Anggun pun pamit pulang. Anggun dan kedua sahabatnya akan ikut dengan anak-anak mereka besok.
Sekalian Anggun akan memberi pelajaran kepada orang yang sudah berani mengangkat tangan pada putra kesayangannya itu. Anggun tidak tau apakah dia bisa memaafkan orang itu nantinya.
Anggun membelai rambut Kenzo yang sedang terlelap. Anggun tidak sabar ingin melihat langsung putranya berpose didepan kamera.
" Abang sudah mewujudkan impian abang" kata Anggun sambil mengecup kening putranya itu.
Anggun mengambil ponselnya di atas nakas. Anggun mencari kontak suaminya, kemudian dia langsung menghubungi suami itu.
" Hallo, Assalamualaikum sayang"
" Wa'alaikum salam. Mas lagi apa?, udah makan apa belum?"
Vandy tersenyum mendengar serentetan pertanyaan dari istrinya itu. " Sayang nanya nya satu-satu dong"
" Tinggal jawab aja, apa susuhnya sih Mas"
" Mas baru selesai makan sayang. Kamu kok belum tidur, ini sudah jam 00.00 loh sayang"
" Iya Mas ntar lagi aku tidur"
" Gimana kabar abang hari ini, apa dia masih mau loncat kelas?"
" Kabar abang kurang baik Mas"
Vandy mendengar suara sang istri agak bergetar, seperti sedang menangis.
" Kamu nangis sayang?, apa terjadi sesuatu sama anak kita sayang? "
" Mas abang sakit, pipinya lebam dan bibirnya juga robek"
" Apa!, kenapa bisa begitu?!"
" Abang ditampar sama orang Mas, dan dia nggak tau nama orang yang sudah menamparnya?"
" Emang kamu kemana saat kenzo kena tampar"
" Aku dirumah, sedangkan di-dia... "
" Dia apa sayang?"
" Dia diperusahaan lion entertainment Mas"
" Apa!, kenapa dia bisa berada disana?"
" Dia kerja Mas, jadi model"
" Model?"
" Iya model, tapi dia nggak sendiri Gian sama Tristan juga ikut"
" Wah bearti mereka sudah terkenal dong"
" Mas nggak marah kalau abang jadi model?"
" Tentu saja tidak, Mas akan dukung apapun keinginan dia selagi itu dalam hal positif. Apalagi ini juga salah satu cita-cita dan impian putra kita"
" Mas benar, tapi dia bohong sama kita soal ini"
__ADS_1
" Kita bisa nasehati abang, kalau dia tidak boleh berbohong lagi. Mungkin dia berbohong karena takut kita nggak ngizinin dia nanti jadi model"
" Iya Mas, tadi Kenzo udah ceritakan semuanya sama aku dan persis kek yang kamu bilang, dia takut kalau kita nggak ngizinin dia"
" Terus gimana dengan orang yang nampar abang?"
" Rencananya besok aku akan kasih dia pelajaran"
" Bagus, Mas ingin kejadian ini tidak terulang lagi nanti. Pasti orang itu menamparnya sangat kuat. Mas harap besok kamu kasih pelajaran 3 kali lipat ke orang itu"
" Mas tenang aja, aku akan membalas lebih dari yang dirasakan sama Kenzo"
" Bagus, Ini sudah kedua kalinya orang menyentuh putra kita. Mas harap ini yang terakhir kalinya dia mengalami kekerasan seperti itu"
" Iya Mas, aku nggak akan biarkan hal seperti ini terjadi lagi. Apa kita harus memasukkan Kenzo ke kelas beladiri?"
" Mas setuju, supaya dia bisa melindungi dirinya sendiri. Sekarang istri cantik Mas bobok ya"
" Aku masih kangen sama kamu Mas"
" Mas juga kangen sama kamu sayang, banget malah. Ingin rasanya sekarang Mas minjam pintu doraemon, supaya Mas bisa langsung ada didekat kamu"
Anggun tersenyum mendengar ucapan suaminya itu. " Sejak kapan Mas tau sama doraemon"
" Sejak ikut nonton sama Kenzo"
" Ya udah, aku mau tidur dulu ya Mas"
" Iya sayang, tunggu Mas pulang"
" Selalu Mas, aku dan Kenzo selalu menunggu kamu pulang, love you hubby"
" Love you more my wife "
Anggun meletakkan kembali ponselnya diatas nakas. Anggun menarik selimut hingga leher Kenzo, setelah itu Anggun mematikan lampu kamar Kenzo. Anggun pun mulai memejamkan matanya, tak berapa lama Anggun pun menyusul Kenzo kedunia mimpi.
Setelah mendapatkan telepon dari sang istri, Vandy mengepak pakaiannya kedalam kopernya. Selesai mengepak pakaiannya, Vandy menghubungi Aldi, tak berapa lama telepon pun tersambung.
" Al cepat kemaskan barang-barang loe, malam ini kita berangkat pulang"
Tut.
Panggilan berakhir.
Aldi sangat kesal karena Vandy selalu memutuskan telepon seenak jidatnya. Walaupun kesal Aldi tetap mengepak pakaiannya.
Tugas Vandy memang sudah selesai lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Ya mereka menyelesaikannya dalam waktu 4 hari saja. Mereka berdua berniat pulang besok pagi.
Kenapa berangkatnya harus malam-malam sih.
Setelah selesai mengepak pakaiannya, Aldi melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Vandy sudah siap dengan pakaian casual nya. Vandy keluar dari kamarnya dengan membawa koper ditangannya. Saat membuka pintu, Aldi sudah berada didepan pintunya.
" Cepat juga loe berkemasnya?" tanya Vandy.
" Ya iyalah, ntar kalau telat gaji gue berkurang lagi persennya" jawab Aldi.
" Udah pinter loe ya" kata Vandy.
__ADS_1
"Gue udah pinter dari orok Van" kata Aldi.
" Tapi kok gue baru nyadarnya sekarang" kata Vandy.
" Benar-benar teman nggak ada akhlak loe"
" Yuk berangkat" ajak Vandy.
" Loe belum cerita sama gue kenapa kita berangkat malam-malam kek gini?" tanya Aldi.
" Ntar gue ceritain sama loe" jawab Vandy.
Mereka berdua pun berjalan menuju lobi. Sampai dilobi Vandy dan Aldi langsung menghampiri meja resepsionis untuk melakukan check out. Setelah semuanya selesai mereka pun berangkat menuju bandara.
Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit, mereka berdua sampai dibandara. Vandy dan Aldi keluar dari mobil, mereka berjalan masuk kebandara, dengan membawa koper.
Vandy dan Aldi duduk dikursi yang ada disana. Mereka berdua menunggu panggilan keberangkatan pesawat mereka.
Setelah menunggu selama 20 menit, akhirnya pesawat yang akan mereka tumpangi akan segera berangkat. Vandy dan Aldi langsung masuk kedalam pesawat dan duduk dikursi mereka masing-masing.
Pesawat pun lepas landas meninggalkan bandara internasional negara L. Karena perjalanan mereka lumayan lama Vandy dan Aldi memutuskan untuk istirahat. Karena mereka memang belum tidur dari tadi.
***
Pagi hari.
Sang matahari sudah menampakkan dirinya. Cahayanya masuk melalui cela-cela gorden. Cahaya itu memaksa sang empunya untuk bangun dari mimpinya.
Anggun membuka matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya. Anggun mengumpulkan nyawanya, setelah nyawanya terkumpul dan matanya juga sudah bisa menyesuaikan cahaya yang masuk.
Anggun melangkahkan kakinya keluar kamar putranya. Anggun masuk kekamarnya untuk membersihkan diri, karena Anggun tidak mungkin mandi dikamar mandi putranya.
Setelah mommy nya keluar, Kenzo pun membuka matanya. Ya Kenzo sudah bangun sebelum Anggun membuka matanya. Cuma dia berpura-pura tidur lagi ketika mommy nya membuka mata.
Kenzo mengambil ponsel yang ada didalam tasnya. Kenzo menghubungi nomor Rangga, tak berapa lama telepon pun tersambung.
" Hallo Ken" terdengar suara diseberang sana.
" Hallo Om, nanti aku datangnya sama mommy, jadi Om nggak usah jemput"
" Baiklah. Apa orangtua kalian sudah tau, kalau kalian bekerja jadi model"
" Hhhmm"
" Ok, Om tunggu kedatangan kalian dikantor"
Tut.
Telepon pun berakhir.
Selesai menelepon, Kenzo memasukkan kembali ponselnya kedalam tas. Setelah itu dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Anggun sudah siap dengan pakaian casual nya. Anggun memakai make up yang tipis saja, karena Anggun memang tidak terlalu suka memakai make up yang tebal.
Sekarang Anggun sudah terlihat cantik. Anggun keluar dari kamarnya, dia mau melihat Kenzo apa sudah bersiap. Anggun keluar dari kamarnya.
Kenzo dan Anggun sama-sama keluar dari kamar. Anggun tersenyum melihat putranya, begitu juga dengan Kenzo. Mereka berdua turun kebawah untuk sarapan bersama.
To be continue...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya ya...
Happy Reading Guys... 😉😉