Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Gilang meninggalkan perusahaan itu dengan perasaan kesal. Sepanjang jalan menuju parkiran dia selalu mengerutu. Gilang melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan itu.


Rangga membubarkan para karyawannya tadi. Dia tidak menyangka kalau dia akan bertemu dengan seorang pemuda yang angkuh. Rangga kembali menuju ruangannya.


" Kamu tau siapa pemuda tadi?" tanya Rangga pada sang asisten.


" Dia anak pengusaha terkaya nomor 4 di asia tuan"


" Benarkah?"


" Iya tuan "


" Saya harap dia tidak pernah datang lagi kesini, bikin saya emosi saja"


Saat pintu lift terbuka Rangga langsung keluar menuju ruangannya. Dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya dan pulang kerumahnya.


Malam hari.


Selesai makan malam, Kenzo pamit kekamarnya. Sampai di dalam kamarnya Kenzo langsung menuju kamar mandi. Ya Kenzo akan melakukan tugas rutinnya menggosok gigi dan membersihkan wajahnya.


Setelah selesai Kenzo membaringkan tubuhnya di atas bednya. Kenzo mengambil ponsel dan mengirim pesan ke grupnya. Nama grup Kenzo cs, kumpulan pria kurang gairah di singkat kura-kura.


Chat grup kura-kura.


Kenzo: " Assalamualaikum"


Gian: " Wa'alaikum salam"


Tristan: " Nama grup nya gini amat ya.. 😩😩"


Kenzo: " Ni bocah kenapa lagi, datang-datang udah happy gitu"


Gian: " Dia bukan happy, tapi ngantuk😁😁"


Tristan: " Senang banget kalian bully gueπŸ˜’πŸ˜’"


Kenzo: " Kalian datang nggak ke acara besok malam?"


Gian: " Gue masih bingung πŸ˜‡"


Tristan: " Gimana kalau kita nongkrong di cafe "


Gian: " Eleh biasanya juga nongkrong di warteg, sok-sokan bilang cafe 😏😏"


Tristan: " Pengin ngerasain nongkrong di cafe kek gimana 😌😌"


Kenzo: " Nyokap gue malah suruh gue datang "


Gian: " Ya udah kita datang aja, sekalian silaturrahmi"


Tristan: " Apa kita perlu beli jas baru?"


Kenzo: " Nggak, jas gue masih banyak"


Gian: " Gue juga, masih banyak"


Tristan: " Kira-kira kita bakal satu kelas nggak ya πŸ˜”πŸ˜”"


Kenzo: " Gue berharap sih satu kelas "


Gian: " Kalau kita nggak satu kelas, kita demo aja tu kepala sekolah "


Kenzo: " Gue pengin satu kelas isinya cowok semua bisa nggak ya 😎😎"


Gian: " Ya kagak bisalah, walaupun gue nggak suka cewek-cewek manja itu, tapi gue juga butuh cuci mata Ken 😣😣"


Kenzo: " Cuci mata pake air dong Ian, masa pake cewek 😀😀"


Tristan: " Tau nih si Ian πŸ˜’πŸ˜’"


Gian: " Kalian berdua itu kolot banget sih, cewek itu bagaikan air untuk mata gue 😌😌"


Kenzo: " Sejak kapan lo suka cewek Ian?"


Gian: " Sejak lahir lah, walaupun gue cuma mainnya sama lo berdua, tapi jantung gue tetap berdetak untuk cewek 😎😎"


Tristan: " Keknya si Ian salah minum obat deh"

__ADS_1


Kenzo: " Gue rasa juga gitu"


Gian: " Dasar teman nggak ada akhlak lo bedua 😩😩"


Kenzo: " Senyumin aja ah.. 😊😊"


Gian: " Manisnya senyum anak sultan, ngalahin manisnya gula 😁😁"


Tristan: " Iya, bikin gue diabetes melihatnyaπŸ˜‚πŸ˜‚"


Kenzo: " Gue mau tidur aja ah, daripada liat kalian ileran karena pengin cicipin gue "


Gian: " Idih pede banget lo. Daripada cicipin lo, mending gue cicipin Kiran"


Tristan: " Sembarangan lo mo cicipin princes gue 😑😑"


Gian: " Serem amat lo Tian, Ken tolongin gue"


Tristan: " Kenzo udah nyampe di dunia mimpi dia"


Kenzo tidak membalas chat dari para sahabatnya itu, dia memilih untuk tidur. Kenzo mematikan lampu kamarnya dan menggantikan dengan lampu tidur. Kenzo memejamkan matanya, tak berapa lama Kenzo pun terlelap.


Pagi hari.


Mendung menyapa di pagi hari, membuat sang empunya kamar enggan untuk bangun. Kenzo tambah menarik selimutnya ke atas, hingga menutupi kepalanya.


Tok


Tok


Tok


" Abang bangun!" teriak Kiran sambil menggedor-gedor pintu kamar Kenzo.


Karena tidak ada jawaban dari sang abang, Kiran menggedor pintu kamar Kenzo lebih kencang lagi. Di tambah dengan teriakannya yang tambah kencang dan nyaring.


Akhirnya Kenzo pun terbangun karena mendengar suara cempreng sang adik. Kenzo pun berjalan menuju pintu kamarnya.


Ceklek.


Saat pintu terbuka, tampaklah sang adik tersenyum tanpa dosa dengan memamerkan sederetan giginya yang putih.


" Cepat mandi, kalau tidak mau terlambat kesekolah" kata Kiran sambil berlalu pergi meninggalkan abangnya yang masih mematung di depan pintu.


Seperkian menit barulah Kenzo tersadar, dia pun bergegas kekamar mandi. Kalau tidak dia bisa telat pergi kesekolah.


Setelah 5 menit Kenzo pun keluar dari kamar mandi. Kenzo berjalan menuju walk in closet nya untuk mengambil dan memakai seragam sekolahnya.


Selesai memakai seragam sekolah, tak lupa Kenzo menyisir rambutnya. Setelah semuanya selesai, penampilannya juga sudah rapi. Kenzo pun turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orangtua dan adik kecilnya.


" Morning Mom, Dad, dan adek" sapa Kenzo.


" Morning " balas Anggun dan Kiran.


Vandy cuma menganggukkan kepalanya. Anggun pun melakukan tugasnya sebagai istri dan juga ibu untuk kedua anaknya. Anggun melayani suami dan anak-anaknya.


Mereka pun muncul menyantap sarapan yang ada di hadapan mereka. Mereka semua menikmati sarapan dengan hikmat, tanpa ada yang bersuara.


Selesai makan seperti pagi-pagi sebelumnya, Anggun mengantarkan suami dan kedua anaknya kedepan rumah.


Karena hujan sudah mulai turun Kenzo terpaksa tidak membawa motor. Dia akan diantar sama daddy nya kesekolah.


" Dad pake mobil yang lain dong" kata Kenzo.


" Kenapa emangnya dengan mobil ini?" tanya Vandy.


" Ini terlalu mencolok Dad " kata Kenzo.


" Mencolok gimana?, daddy ngantarin adek kamu juga pake mobil ini terus kok"


" Tapi abang nggak mau di antarnya pake mobil itu, nanti abang jadi pusat perhatian teman-teman di sekolah dan abang nggak suka itu" cicit Kenzo.


" Gimana dong, padahal ini udah mobil daddy yang paling jelek loh Bang"


" Daddy pinjam mobil om Tito aja" kata Kenzo.


" Baiklah daddy pinjam dulu mobil kang Tito nya"

__ADS_1


Vandy pun mencari kang Tito ke belakang, tapi yang di cari tidak ada di manapun. Vandy pun berpapasan dengan pelayannya yang lain.


" Siti kamu liat kang Tito nggak?"


" Pergi sama Mbak Mirna kepasar Tuan" kata Siti.


" Ya sudah, kamu lanjutkan lagi kerjaan kamu"


Vandy pun kembali ketempat anak dan istrinya.


" Kang Tito nya kepasar Bang, jadi kita pake mobil ini aja, daripada nanti abang telat" kata Vandy.


"Ya udah"


Kenzo berpamitan sama mommy nya, begitu juga dengan Kiran. Anggun tersenyum melihat putranya yang bete karena di antar pake mobil daddy nya.


Vandy pun melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya. Vandy akan mengantarkan Kiran terlebih dahulu, setelah itu barulah dia akan mengantarkan Kenzo.


Mereka pun sampai di gerbang sekolah Kiran. Kiran berpamitan sama daddy dan juga abangnya. Setelah itu Kiran pun turun dari mobil.


Setelah Kiran masuk kedalam gerbang sekolahnya, barulah Vandy menjalankan mobilnya kembal. Sekarang mereka menuju sekolah Kenzo.


Saat akan melewati halte, Kenzo melihat cewek dekil itu lagi.


Identitas ku belum boleh terbongkar sekarang.


" Dad stop"


Sontak Vandy merem mendadak mobilnya.


" Kamu ini apa-apaan si Bang"


" Hehe sorry dad. Abang turun disini saja"


" Kenapa di sini?, sekolah kamu kan masih jauh"


" Abang mau naik bus saja"


" Jangan becanda kamu"


" Abang nggak becanda daddy"


Kenzo membuka pintu mobil, sebelum turun dia melihat kekiri dan kekanan. Setelah situasi aman, barulah Kenzo turun dari mobil daddy nya. Supaya tidak kena hujan, Kenzo menutup kepalanya dengan tasnya.


Vandy hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putranya itu. Vandy melajukan mobilnya kembali menuju perusahaannya.


Kenzo duduk di samping cewek dekil itu. Cewek dekil itu tidak menyadari kalau Kenzo duduk di sampingnya, karena dia lagi asik membaca novelnya.


Tak berapa lama bus pun datang, mereka berdua pun naik kedalam bus. Sampai di dalam bus Kenzo menjadi pusat perhatian para penumpang. Bagaimana tidak mereka baru pertama kali melihat cowok setampan Kenzo naik bus.


" Omo.. omo.. bukankah dia model yang terkenal itu"


" Benar. Ternyata dia lebih tampan daripada di foto"


" Tapi kenapa dia naik bus ya"


" Bagus dong, sekalian kita bisa cuci mata. Kapan lagi coba bisa bertemu model terkenal "


Kenzo tidak menghiraukan para cewek-cewek itu. Kenzo duduk di sebelah cewek dekil itu lagi, bus pun melaju meninggalkan halte.


Kenzo sampai di dekat gerbang sekolahnya. Saat Kenzo mau membayar ongkosnya, dia tidak menemukan dompetnya. Kenzo melihat dalam tasnya, dompetnya juga tidak ada disana.


Jangan-jangan tertinggal di kamar lagi. Terus gimana dong.


" Nak ongkosnya tanya Pak sopir"


" Maaf Pak, dompet saya tertinggal di rumah"


" Terus gimana dong"


" Biar saya aja Pak yang bayar" kata si cewek dekil sambil memberikan uang kertas dua puluh ribu.


Pak sopir pun mengambil uang cewek dekil itu, dan memberikan kembaliannya. Kenzo dan cewek dekil itu pun turun dari bus. Belum sempat Kenzo meminta terima kasih, cewek itu sudah pergi meninggalkan Kenzo.


To be continue..


Maaf ya Readers kemarin cuma bisa up satu. doakan semoga hari ini Author bisa up 2, Saranghaeeeeeee😘😘

__ADS_1


Happy Reading..


__ADS_2