Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Borong Pakaian Baby


__ADS_3

Pagi hari Anggun sudah bangun dan menyiapkan pakaian untuk sang suami. Ya hari ini Vandy akan pergi kekantor. Tak berselang lama Vandy pun keluar dari kamar mandi.


" Sayang, Mas kan sudah bilang kamu nggak perlu lagi menyiapkan pakaian untuk Mas"


" Nggak apa-apa Mas, kata mama aku harus banyak gerak"


" Iya sayang, tapi Mas nggak mau kamu kecapean"


" Sudah, cepat pake baju nya, habis itu kita sarapan"


" Siap ratu ku"


Vandy memakai baju yang sudah disiapkan sama istrinya tadi. Selesai berpakaian mereka pun menuju meja makan untuk sarapan. Sampai dimeja makan seperti biasa Anggun melayani suami nya.


Vandy memakan sarapannya dengan sangat lahap. Selesai makan Vandy berangkat kekantor. Anggun mengantarkan suaminya sampai didepan pintu.


" Sayang, Mas berangkat dulu ya"


" Iya Mas"


Anggun mencium punggung tangan sang suami. Vandy mengecup kening sang istri, setelah itu beralih keperut buncit sang istri.


" Anak Daddy baik-baik ya jangan bikin Mommy lelah"


" Nggak kok Daddy" ucap Anggun sambil menirukan suara anak kecil


" Mas berangkat ya, ingat jangan kerja ntar kelelahan"


" Iya Mas, cepat berangkat sana"


"Iya, tunggu Mas pulang ya. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, hati-hati dijalan Mas"


Vandy melajukan mobilnya menuju perusahaan. Saat mobil suami nya sudah tidak terlihat lagi, Anggun pun masuk kedalam rumah.


Anggun duduk disofa yang ada diruang tamu. Anggun bingung mau ngapain lagi, rasa nya bosan banget kalau nggak kerja. Anggun mengambil HP nya, kemudian Anggun melihat-melihat dekorasi kamar baby yang bagus.


" Wah bagus-bagus semua, jadi bigung mau pilih yang mana"


Anggun menghabiskan waktu nya untuk melihat kamar bayi dan baju-baju bayi. Anggun nggak sabar ingin melihat baby nya lahir kedunia.


***


Sampai dikantor Vandy langsung menuju ruang kerja nya. Vandy duduk dikursi kebesarannya, dia pun mulai mengerjakan pekerjaan nya. Vandy pengen kerjaannya cepat selesai, jadi dia bisa menemani sang istri dirumah.


Vandy tau istrinya pasti bosan dirumah, tanpa melakukan apa-apa. Vandy mengambil HP nya dan menghubungi sang adek.


" Hallo, Assalamualaikum Kak"


" Wa'alaikum salam Dek"


" Tumben telpon, pasti ada mau nya"


" Iya, kamu tau aja"


" Cepat bilang, aku kasih waktu 1 menit"


" Dasar adek durhaka. Kamu lagi dimana sekarang?"


" Lagi dirumah"


" Bagus, kakak pikir kamu lagi sama Marko"


" Dia lagi kerja. Dia kan nggak seperti kakak malas kerja"


" Enak aja kamu bilang kakak malas kerja"


" Buruan bilang, kenapa kakak telpon aku"

__ADS_1


" Sekarang kamu temanin kakak ipar kamu, kasian dia bosan dirumah sendirian"


" Wani piro"


" Ck.. dasar adek nggak ada akhlak kamu, masa kakak sendiri minta tolong kamu suruh bayar"


" Jadi nggak mau nih"


" Iya, ntar kakak transfer"


" Aku kan belum bilang berapa, ntar kakak kirim 50 ribu lagi"


" Mau berapa?"


" 5 juta"


" Apa! itu pemerasan nama nya"


" Eleh nggak usah lebay, pake bilang pemerasan segala. Itu kan nggak banyak untuk kakak"


" Banyak itu, kamu nggak tau kakak udah miskin sekarang"


" Nggak, ya udah kalau nggak mau aku tutup telpon nya ni"


" Ck.. anak ini, baiklah kakak akan transfer nanti"


" Nah gitu dong, selamat bekerja kakak ku, telpon nya Vanya tutup dulu. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


Panggilan telpon pun berakhir.


Setelah menelpon adek nya, Vandy melanjutkan pekerjaan nya kembali.


***


Vanya sudah bersiap mau kerumah kakak iparnya. Vanya juga sudah lama tak bertemu dengan kakak ipar nya itu. Vanya berjalan menuruni anak tangga.


" Wah pagi-pagi gini udah cantik, mau kemana?" tanya Diana


" Mau kerumah kakak ipar Ma" jawab Vanya


" Emang menantu mama kenapa?" cemas Diana


" Kakak ipar nggak kenapa-kenapa Ma, dia lagi bosan sendirian dirumah"


" Kamu tunggu apalagi buruan kesana" usir Diana


" Iya, aku berangkat dulu Ma. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


Vanya melajukan mobilnya menuju rumah kakak ipar nya. Saat diperjalanan Vanya mampir disebuah toko kue, dan membeli cake kesukaan kakak iparnya.


Selesai membeli cake, Vanya melanjutkan perjalanan nya kembali. Tak berapa lama mobil Vanya pun sampai dipintu gerbang rumah kakak nya.


Vanya membunyikan klakson mobilnya. Satpam yang mendengar bunyi klakson mobil pun, segera membukakan pintu gerbang nya.


" Makasih Pak" ucap Vanya


Vanya melajukan mobilnya menuju rumah utama. Vanya memakirkan mobilnya, setelah itu dia masuk kedalam rumah.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, Kamu kesini Dek"


" Iya, karena aku tau kakak ipar ku yang cantik ini pasti lagi bosan"


" Benar banget, malahan sangat bosan"

__ADS_1


" Nih aku bawain cake kesukaan kakak" kata Vanya sambil menyerahkan paper bag yang ada ditangan nya.


" Makasih Dek"


Anggun minta tolong sama Bibik untuk menaruh cake nya kepiring, dan dipotong-potong.


" Gimana kabar kakak dan calon ponaan aku"


" Alhamdulillah baik, dan calon ponaan kamu juga begitu"


" Kakak udah belanja perlengkapan bayi?"


" Belum Dek, rencana ntar Sore kakak mau belanja"


" Kenapa nggak sekarang aja"


" Mas kamu mau nya ntar Sore Dek"


" Udah kita belanja sekarang aja, ngapain nunggu ntar Sore"


" Kakak telpon Mas Vandy dulu ya"


Anggun segera menghubungi HP suami nya. Telpon nya tersambung, tapi tidak diangkat. Anggun mencoba lagi dan hasil nya tetap sama.


" Nggak diangkat Dek, mungkin dia lagi sibuk" ucap Anggun


" Kita berangkat sekarang aja kak"


" Ya udah, kakak ganti baju dulu, tunggu ya"


Vanya menunggu kakak ipar nya sambil memainkan game yang ada diHP nya. Setelah 5 menit Anggun pun sudah kembali dengan memakai baju casual.


" Yuk Dek berangkat" ajak Anggun


" Waah kakak ipar ku ini memang sangat cantik, walaupun cuma memakai make up yang tipis" puji Vanya


" Kamu juga cantik Dek dengan make up natural kek gitu"


Anggun dan Vanya pun masuk kedalam mobil. Vanya melajukan mobilnya menuju toko perlengkapan baby terbesar dikota itu.


Vanya melajukan mobilnya dengan lambat, karena dia nggak ingin baby yang ada dalam kandungan kakak ipar nya kenapa-kenapa.


Setelah menempuh waktu selama 25 menit akhirnya mereka pun sampai ditoko perlengkapan baby terbesar dikota itu. Vanya memakirkan mobilnya. Setelah mobil terparkir mereka pun langsung masuk kedalam toko.


" Selamat datang nona ditoko kami" ucap pramuniaga


Saat masuk mata Anggun sudah dimanjakan dengan berbagai macam perlengkapan baby lainnya. Mulai dari popok, baju, bedak, sabun, box baby dan banyak lagi.


Anggun hanya membeli baju untuk calon baby nya. Box baby dan yang lain nya nanti dia dan suaminya yang akan membelinya.


Anggun dan Vanya mulai memilih baju untuk baby. Karena jenis kelamin sang baby masih belum diketahui, jadi Anggun dan Vanya memilih baju dengan warna yang natural.


" Wah ini imut banget, pasti lucu kalau dipakai ponaan aku nanti" ucap Vanya


Anggun pun sama dengan Vanya, mana yang menurut dia lucu dan imut, tanpa pikir panjang Anggun langsung mengambilnya.


" Nggak sabar melihat kamu lahir dan memakai baju-baju yang lucu ini" gumam Anggun sambil mengelus perut nya.


Karena saking asik nya milih baju yang imut-imut dan lucu-lucu, Anggun dan Vanya tidak sadar sudah mengambil baju begitu banyak.


" Ya ampun Kak, beli nya banyak banget, mau buka toko" kata Vanya


" Kamu juga Dek" ucap Anggun


Anggun dan Vanya pun tertawa bersama melihat banyak baju yang mereka beli sangat banyak. Vanya dan Anggun pergi kekasir untuk membayar belanjaan mereka.


Selesai membayar belanjaan nya, mereka langsung pulang, karena Vanya tau kakak ipar nya mudah kelalahan sekarang, karena usia kandungan nya sudah 8 bulan.


To be continue

__ADS_1


Happy Reading Guys.... 😉😉😉


__ADS_2