
Jam istirahat.
Semua murid yang ada di kelas Kenzo pergi menuju kantin sekolah. Tapi tidak dengan Kenzo cs, Melodi, dan Keyra. Mereka masih betah duduk di tempat duduk mereka.
" Mel, dia siapa?" tanya Tristan.
" Oh iya lupa. Kenalkan dia Keyra anak baru di kelas kita"
" Salam kenal semuanya" kata Keyra.
"Salam kenal, gue Gian"
"Gue Tristan"
Gian dan Tristan melirik Kenzo, yang hanya diam. Gian memukul tangan Kenzo, sontak membuat Kenzo menatap tajam ke arah Gian.
" Kenapa lo mukul gue?" tanya Kenzo.
" Kenalan sama anak baru" kata Gian
" Nggak minat gue" kata Kenzo.
" Dia Kenzo" kata Gian.
" Kita keruang seni yuk" ajak Tristan.
" Yuk, kita kan harus latihan" kata Melodi.
Mereka pun beranjak dari tempat duduk masing-masing. Gian, Tristan dan Kenzo berjalan di depan. Sedangkan Melodi dan Keyra berjalan di belakang ketiga cowok tampan itu.
Banyak siswi yang menatap tajam pada Melodi dan juga Keyra. Melodi dan Keyra tidak menghiraukan tatapan para siswi cewek itu. Mereka terus saja berjalan.
" Si dekil itu merusak pemandangan kita saja"
" Iya, membuat gue jijik aja"
" Entah sihir apa yang dia pakai. Sehingga membuat Kenzo cs mau dekat sama mereka"
Banyak lagi ucapan pedas yang mereka ucapkan untuk Melodi dan juga Keyra. Tapi mereka tidak mempedulikan semua itu.
Mereka semua pun sampai di ruang seni. Keyra takjub melihat ruang seni itu. Pasalnya di sekolah dia yang dulu, ruang seninya tidak sebagus dan seluas ini.
" Apa boleh Keyra masuk dalam kelompok kita?" tanya Melodi.
" Boleh " jawab Tristan.
" Lo bisa main musik nggak?" tanya Gian pada Keyra.
" Sedikit" jawab Keyra.
" Setidaknya bisa kan" kata Gian.
Mereka pun mengambil alat musik yang akan mereka mainkan. Sekarang anggota kelompok mereka bertambah satu. Setelah mereka mengambil posisi masing-masing, mereka pun mulai sesi latihannya.
Setelah 20 menit latihan. Kenzo cs, Melodi dan Keyra memutuskan untuk istirahat. Mereka duduk selesehan di lantai ruangan seni.
" Haus banget" kata Tristan.
" Iya, beli minum yuk" kata Melodi.
" Biar gue aja yang beli" kata Tristan.
" Oh Tian, lo baik banget" puji Gian.
__ADS_1
" Baru tau lo kalau gue baik dan tidak sombong" kata Tristan.
" Ck.. nyesel gue muji lo" kata Gian.
" Mana duit lo?" tanya Tristan pada Gian.
" Duit untuk apa?" tanya balik Gian.
" Beli minuman lah" kata Tristan.
" Minta sama Kenzo aja Tian" kata Gian.
" Kenapa minta sama gue?!, emang lo siapa gue coba?" kata Kenzo.
" Kita kan friend " kata Gian.
" Kalau masalah uang, gue nggak mau friend sama lo" kata Kenzo.
" Ya elah gitu banget lo, cuma 10 ribu doang Ken" kata Gian.
" Hari ini biar aku aja yang traktir kalian" kata Melodi.
" Nggak!" tolak Kenzo.
" Kenapa?" tanya Melodi.
" Karena gue cowok, jadi nggak pantas minta di bayarin sama cewek. Mau di tarok dimana harga diri gue nanti" kata Kenzo.
" Betul Mel, sebagai lelaki sejati biarkan Kenzo aja yang bayar. Benarkan Ken" kata Gian.
" Ck..pintar banget lo kalau ngomong"
Kenzo pun mengambil dompet yang ada di saku celananya. Kenzo mengambil uang 100 ribu dari dompetnya, kemudian memberikannya pada Gian.
Gian menyerahkan uang yang di berikan Kenzo tadi pada Tristan. Mereka pun menyebutkan minuman yang ingin mereka minum.
" Boleh. Yuk" ajak Tristan.
" Tunggu!" kata Gian.
" Apalagi sih Ian" kata Tristan.
" Biar gue aja yang beli sama Keyra" kata Gian.
" Beneran ni, lo mau pergi beli?" tanya Tristan.
" Iya Tian" kata Gian sambil merebut uang 100 ribu tadi dari tangan Tristan.
Gian menarik tangan Keyra keluar dari ruang seni. Keyra kaget karena Gian menarik tangannya. Kenzo, Melodi dan Tristan juga kaget melihat Gian menarik tangan Keyra.
" Yang tadi itu Gian bukan?" tanya Tristan.
Kenzo dan Melodi hanya menganggukkan kepala mereka. Kenzo masih kaget melihat apa yang terjadi barusan. Dia nggak menyangka Gian agresif juga.
Tidak hanya Kenzo, Melodi dan Tristan yang kaget. Para siswi cewek pun dibuat kaget dan juga shock melihat Gian menggandeng tangan Keyra.
Tatapan mereka seakan mau menguliti Keyra hidup-hidup. Keyra yang di tatap seperti itu pun bergidik ngeri.
Gian belum sadar dengan apa yang dia lakukan. Dia tidak tau tatapan para penggemarnya sudah seperti macan yang lapar.
" Gian"
" Hhhmm"
__ADS_1
" Bisa lepaskan tangan aku nggak?" kata Keyra.
Gian melirik tangannya. " Ah!, maaf" ucap Gian sambil melepaskan tangannya dari tangan Keyra.
Sial!, apa yang dilakukan tangan gue. Awas lo tangan, gue kasih hukuman lo. gerutu Gian dalam hati.
Tak terasa mereka pun sampai di kantin. Gian memesan minuman untuk para sahabatnya. Sedangkan Keyra mengambil beberapa snack yang akan mereka makan.
Setelah mengambil beberapa snack dan juga kue kering. Keyra membawanya ke kasir, begitu juga dengan Gian.
Setelah membayar belanjaan mereka, Gian dan Keyra kembali keruang seni. Gian dan Keyra membawa satu kantong kresek di tangan mereka masing-masing.
" Apa kita membelinya tidak terlalu banyak?" tanya Keyra pada Gian.
" Nggak kok "
Mereka berdua pun sampai di ruang seni. Gian dan Keyra meletakkan kantong kresek itu di tengah-tengah. Jadi yang lain tidak kesusahan mengambil minuman dan camilannya.
" Sampe mana kalian gandengan tadi?" bisik Kenzo di telinga Gian.
" Si-siapa yang bergandengan" kata Gian.
" Eh Mumun!, mata gue masih sehat. Jadi lo nggak usah ngeles" kata Kenzo.
" Pura-pura nggak liat aja napa si Ken" kata Gian.
" Lo suka sama tu cewek?"
" Kagak!, tadi itu gue refleks aja" kata Gian.
" Ck.. bohong hidung lo bisa panjang lo" goda Kenzo.
" Pinokio kali ah gue" kata Gian.
" Ya kurang lebih seperti itu. Jadi sampe mana lo gandengan tadi?"
" Kok di ulang lagi sih, Ken" kesal Gian.
" Makanya cepat jawab"
" Depan kantin" kata Gian.
" Gimana rasanya?" tanya Kenzo.
" Rasa apa?" tanya balik Gian.
" Gandeng tangan tu cewek" kata Kenzo.
" Biasa aja. Emang lo mau coba?" kata Gian.
" Nggak, tangan gue tidak boleh di pegang sembarangan orang" kata Kenzo.
" Kalau Melodi yang pegang dan gandeng lo mau nggak?"
Kenzo melirik kearah Melodi yang sedang asik mengunyah kue yang ada di dalam mulutnya. Sudut bibir Kenzo sedikit terangkat membentuk seulas senyuman.
Gian menepuk pelan bahu Kenzo.
" Mau!" kaget Kenzo.
Sontak Melodi dan yang lain menoleh kearah Kenzo. Gian tersenyum penuh kemenangan. Kenzo memalingkan wajahnya kearah lain. Malu itulah yang dia rasakan sekarang.
Gian kamvret!, berani sekali dia mengerjai gue. Mau di tarok dimana wajah gue. Mommy tolong abang?!"
__ADS_1
To be continue..
Happy Reading 😚😚