Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Hari ini ulang tahun istri dan juga putra kesayangannya. Vandy sedang menyiapkan surprise untuk istri dan putranya nanti malam. Vandy sengaja tidak mengucapkan dan memberikan kue tepat pukul 00.00 tadi malam.


Demi memuluskan surprise untuk istri dan putranya, Vandy meminta bantuan para sahabatnya. Tentu saja mereka dengan senang hati mau membantu Vandy.


Ya mereka semua juga tidak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun pada Anggun. Karena Vandy yang meminta mereka untuk melakukan semua itu.


Anggun sangat sedih karena suami dan sahabatnya, tidak mengucapkan selamat ulang tahun untuknya tadi malam. Bahkan pagi ini suaminya tega mengacuhkan dirinya.


" Aku nggak ikut sarapan bareng kamu dan abang, karena pagi ini aku ada meeting " kata Vandy sambil berlalu pergi.


" Hhhmmm"


Vandy tau istrinya sedang bersedih, dan dia juga merasa sakit melihat istrinya bersedih, tapi mau gimana lagi, dia harus kuat demi surprise untuk sang istri.


Maafkan Mas sayang, ini demi kelancaran misi Mas, jadi dengan terpaksa Mas acuhkan kamu.


Vandy bergegas keluar dari kamarnya, karena kalau dia berlama-lama disana, bisa-bisa semua rencananya gagal.


Anggun terus memandangi tubuh sang suami yang perlahan menghilang dari pandangannya.


" Mungkin daddy lupa kali ya Dek sama ulang tahunnya mommy" kata Anggun sambil mengelus perutnya.


Anggun cepat menghapus air matanya, dan memakai sedikit pedak pada wajahnya, supaya Kenzo tidak tau kalau dirinya habis menangis.


Anggun turun kebawah untuk sarapan bersama Kenzo. Sampai dimeja makan Kenzo sudah menunggu disana.


" Mommy tadi daddy bilang dia nggak ikut sarapan bareng kita, karena daddy mau meeting "


" Iya, daddy juga sudah bilang sama mommy"


Anggun dan Kenzo pun memulai sarapannya. Kenzo sangat lahap memakan sarapannya, tapi tidak dengan Anggun.


Vandy sampai diperusahaannya. Vandy berjalan masuk kedalam kantornya. Sampai dilobi, Vandy sudah disabut sama kedua sahabatnya.


Seperti biasa mereka akan jadi pusat perhatian karyawan yang ada disana. Mereka bertiga berjalan menuju lift. Lift pun berjalan menuju lantai 30.


Ting


Pintu lift pun terbuka. Mereka bertiga keluar dari lift dan langsung berjalan menuju ruangan Vandy.


Vandy duduk dikursi kebesarannya, sedangkan Aldi dan Gio duduk disofa yang ada diruangan itu.


" Loe kenapa Van?" tanya Aldi.


" Iya kayak nggak ada semangat hidup gitu" kata Gio.


" Gue lagi mikirin Anggun, Al, Yo" kata Vandy.


" Kenapa dengan istri loe?" tanya Aldi lagi.


" Dia menangis tadi, karena gue mengacuhkannya. Sakit banget rasanya Al" kata Vandy.


" Sabar bro, lagian ini juga demi misi gil* loe itu" kata Aldi.


" Iya, loe harus kuat. Ini nggak lama lagi kok" kata Gio.


" Huufft, ingin rasanya gue meluk dia tadi. Tapi gue urungkan" kata Vandy.


" Gue ngerti perasaan loe, lagiankan ini juga ke inginan loe" kata Aldi.


" Gue tau. Gimana persiapannya?" tanya Vandy.

__ADS_1


" Beres, semuanya lancar" kata Aldi.


" Bagus, gue tidak mau ada kesalahan" kata Vandy.


" Siap bos, kalau gitu gue sama Gio kerja dulu" kata Aldi


" Ntar sore jangan lupa" kata Vandy.


" Iya, kita nggak bakal lupa" kata Gio dan Aldi.


Gio dan Aldi berlalu pergi keruangan mereka masing-masing untuk mengerjakan pekerjaan mereka. Selepas Aldi dan Gio pergi, Vandy juga mengerjakan kerjaannya.


Sore hari Ketiga pria tampan itu sudah sampai dihotel Dwipangga. Mereka bertiga melihat persiapan untuk surprise nanti malam.


Satu ruangan sudah didekorasi dengan sangat indah, sesuai keinginan Vandy. Aldi dan Gio mengecek podium yang sudah ditata dengan sebagus mungkin.


Ya ruangan khusus yang seperti bioskop mini itu sudah didekorasi dengan sangat cantik.


Vandy menghubungi butik langganan keluarganya untuk mengantarkan gaun yang dia pesan kemarin, tapi Vandy minta dikirim kerumah Sinta.


Setelah memastikan semuanya dengan baik, ketiga pria tampan itu pergi beristirahat. Karena acaranya nanti jam tujuh malam, jadi mereka masih punya waktu 2 jam lagi untuk beristirahat.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Sinta dan Sisil pergi kerumah Anggun. Mereka akan merias Anggun, tak lupa Sinta membawa paper bag yang dikirimkan butik tadi.


Sampai dirumah Anggun, Sinta dan Sisil langsung disambut sama bik Mirna.


" Untung non Sinta dan non Sisil datang" kata Mirna.


" Emang kenapa Bik?" tanya Sinta.


" Non Anggun dari tadi mengurung diri dikamar, bibik sama den Kenzo sangat khawatir" kata Mirna.


" Silakan nona"


Sinta dan Sisil pun bergegas kekamar Anggun. Sampai didepan kamar Anggun, Sinta melihat Kenzo sedang mengetuk pintu kamar Anggun.


" Abang" panggil Sinta.


" Tante, mommy"


" Tenang ya sayang, mommy pasti baik-baik aja ya" kata Sinta.


Tok


Tok


Tok


Anggun terbangun dari tidurnya, karena mendengar ketukan pintu yang tidak berhenti dari tadi. Anggun melangkahkan kakinya menuju pintu.


Ceklek..


" Mommy" kata Kenzo sambil memeluk Anggun.


" Eh!, abang kenapa nangis?" tanya Anggun.


" Dia khawatir sama loe, karena dari tadi loe nggak keluar kamar" kata Sinta.


" Sorry sayang, tadi mommy ketiduran, terus kalian berdua udah cantik begini mau kemana? " tanya Anggun.


" Nanti loe juga tau, buruan mandi" titah Sinta.

__ADS_1


" Kita mau kemana dulu?" tanya Anggun.


Sinta dan Sisil tidak menjawab, mereka mendorong Anggun dengan pelan menuju kamar mandi. Setelah Anggun masuk kekamar mandi, Sinta menyuruh Kenzo untuk bersiap.


Setelah 10 menit, Anggun keluar dari kamar mandi. Sinta mengeluarkan gaun dari paper bag yang dia bawa tadi, dan memberikannya pada Anggun.


" Ini gaun siapa?" tanya Anggun.


" Gaun loe, cepat pake" kata Sinta.


Walaupun masih bingung, Anggun tetap memakai gaun yang diberikan Sinta tadi. Anggun berjalan menuju walk in closet. Tak berapa lama Anggun keluar dengan memakai gaun yang diberikan Sinta tadi.


" Cantik sekali sayangnya aku" puji Sinta.


" Loe juga cantik Sin" puji balik Anggun.


" Sekarang loe duduk manis disini, kita berdua akan dandanin loe" kata Sinta.


Sinta dan Sisil pun mulai merias Anggun. Sisil bertugas merapikan rambut Anggun, sedangkan Sinta merias wajah Anggun.


Akhirnya pekerjaan Sinta dan Sisil pun selesai, untuk sentuhan akhir Sinta memakaikan kalung berlian pada Anggun.


" Selesai " kata Sinta.



Sinta dan Sisil benar-benar terpesona dengan kecantikan Anggun. Hanya memakai make up yang tipis, Kecantikan Anggun sudah terpancar.


" Loe cantik banget Nggun" puji Sisil.


" Makasih Sil, loe juga cantik" puji balik Anggun.


Tak berapa lama Kenzo pun datang. Dia juga terlihat tampan dengan memakai kemeja putih dan dipadukan dengan jas bewarna biru.


" Mommy cantik sekali " puji Kenzo.


" Makasih. Abang juga tampan banget" puji balik Anggun.


" Sekarang kita berangkat " ajak Sinta.


Mereka semua pun turun kebawah. Mereka berangkatnya diantarkan sama kang Tito. Setelah semua masuk, kang Tito pun melajukan mobilnya menuju hotel Dwipangga.


Dihotel Dwipangga.


Kedua orangtua tua dan mertua Vandy sudah datang. Begitu juga dengan Vanya dan suaminya. Gian dan Tristan juga sudah disana. Sekarang mereka semua sudah berkumpul diruangan tempat pesta akan dilaksanakan.


" Van, besok ulang tahun papa kamu buat seperti ini juga ya. Papa tidak akan menolaknya" kata Wiguna.


" Nggak, aku hanya mau membuatkan untuk istri dan anakku" kata Vandy.


" Ck... anak ini selalu saja begitu. Nanti papa bawa Anggun baru tau rasa kamu" kata Wiguna.


" Aku tidak akan membiarkan itu terjadi" kata Vandy.


Yang lain hanya menggelengkan kepala mereka mendengarkan perdebatan Vandy dan Wiguna. Tak berapa lama Sinta mengirim pesan ke Aldi, kalau sebentar lagi mereka akan sampai.


Aldi memberi tau Vandy kalau Anggun dan Kenzo akan segera sampai. Mereka semua bersembunyi dan lampu diruangan itu pun dimatikan.


To be continue...


Happy Reading Guys.. 😉😉

__ADS_1


__ADS_2