
Wulan yang begitu takut akan tingal didalam penjara yang begitu sempit dan pengap. Wulan pun mencari cara untuk kabur dari sana. Kiara yang melihat Wulan gelisah pun menghampiri Wulan.
" Kemana sifat sombong anda tunjukkan tadi nyonya" bisik Kiara ditelinga Wulan.
Wulan yang mendengar ucapan Kiara pun terdiam membisu.
" Robert cepat telpon polisi sebelum perempuan licik ini kabur" ucap Kiara.
Tanpa menunggu lama Robert pun menghubungi polisi.
Aska yang sudah mulai tenang pun duduk di atas pangkuan Anggun.
" Kak Aska nggak akan dibawa pergi sama orang jahat itu kan" tanya Aska pada Anggun.
" Nggak sayang selama masih ada Papa, Mama dan Kakak Aska akan tetap aman" jawab Anggun.
Vandy yang melihat interaksi Aska dan Anggun pun tersenyum walaupun Aska bukan adek kandungnya.
" Kamu udah cocok jadi seorang ibu sayang" ucap Vandy.
Seketika wajah Anggun pun merona mendengar ucapan Vandy.
Melihat wajah Anggun yang merona Vandy pun tersenyum.
" Apa besok aja kita menikah nya biar cepat memproses Vandy junior" goda Vandy.
Sontak Anggun mencubit perut Vandy.
" Aww sakit sayang."
" Makanya jangan mesum didepan" Aska ucap Anggun.
" Bearti kalau nggak didekat Aska boleh dong?."
Anggun pun memalingkan wajahnya dari Vandy. " Dasar pria Arrogan mesum" gumam Anggun.
Dikediaman Dwipangga.
Dwipangga sedang menikmati hari liburnya dengan bersantai di gazebo modern yang ada dikebun belakang rumah, bersama Istri serta putri tercintanya.
" Mah apa kakak bakal mau tinggal dirumah lagi" tanya Vanya.
" Mudah-mudahan mau ya sayang" jawab mama Vandy.
" Tentu saja dia harus mau karena dia harus memperkenalkan calon mantu kita pada keluarga besar" ucap Dwipangga.
" Yeeaayy.. benar ya Pah. Vanya senang banget karena yang bakal jadi kakak ipar Vanya itu adalah kak Anggun" ucap Vanya.
" Tentu kamu harus senang karena calon kakak ipar kamu itu sudah jelas bibit, bobot, dan bebet nya" ucap Dwipangga.
" Iya apalagi Papa mu berteman baik dengan Om Wiguna" ucap Diana.
" Waah benarkah mah. Tapi kenapa mama sama papa nggak menjodohkan kakak sama kak Anggun kemarin itu."
"Om Wiguna nggak mau karena dia ingin putri nya itu memilih jodoh nya sendiri dan Alhamdulillah dia berjodoh dengan kakak kamu tanpa dijodohkan" ucap Dwipangga panjang lebar.
Kembali kekediaman Wiguna.
Setelah menunggu selama 15 menit akhirnya polisi datang juga.
" Selamat siang pak Wiguna" ucap Dino komanda polisi.
" Selamat siang pak."
" Saya mendapatkan telpon dari Robert. Dia bilang anda ingin melaporkan seseorang?" tanya Dino.
" Iya benar sekali dan kebetulan tersangka nya ada disini" jawab Wiguna.
Saat semua orang masih fokus pada obrolan Dino dan Wiguna. Wulan yang melihat situasi yang sangat menguntungkan untuk dia kabur.
__ADS_1
Anggun yang melihat Wulan yang akan kaburpun berteriak.
" Pah...!! perempuan itu mau kabur" teriak Anggun.
Wiguna dan Doni pun kaget mendengar teriakan Anggun Sontak Wiguna melihat kearah Wulan.
" Don cepat tangkap wanita itu" ucap Wiguna.
Dengan sigap Doni menangkap Wulan. Saat Doni mau mengambil borgol Wulan yang melihat senjata api milik Doni pun dengan cepat mengambil senjata api tersebut.
" Jangan ada yang berani maju" ucap Wulan sambil menodongkan senjata api kepada mereka yang berada disana.
Doni pun kaget karena Wulan berhasil mengambil senjata api miliknya.
" Turunkan senjata api itu nyonya" ucap Doni.
" Diam kau..!!, cepat bawa Aska kesini" teriak Wulan.
Aska yang melihat ibu kandungnya memegang senjata api pun tambah takut.
" Jangan Pah nanti dia bisa melukai Aska" ucap Kiara istri Wiguna.
Anggun pun membisikan sesuatu ketelinga Aska.
"Aska sayang liat dan dengarin kakak ya. Sekarang kita ikutin permainan orang jahat itu. Saat dia lengah kita akan tangkap dia yah. Aska percaya kan sama kakak" ucap Anggun.
Aska pun menganggukkan kepalanya tanda setuju. Anggun pun membawa Aska pada Wulan.
" Anggun apa yang kamu lakukan kenapa kamu membawa Aska kesana?!" teriak Kiara
Anggun yang mendengar teriakan mama nya pun merasa sakit karena baru kali ini mama nya berteriak kepada Anggun.
" Sayang itu bahaya" ucap Vandy.
Anggun pun menoleh kearah Vandy kemudian Anggun tersenyum menandakan semua akan baik-baik saja. Vandy yang mengerti akan arti senyuman kekasih nya pun menganggukkan kepalanya tanda dia percaya kepada Anggun.
Sampai didekat Wulan. Anggun pun memberikan Aska pada Wulan dan disaat Wulan akan meraih tangan Aska dengan cepat tangan Anggun memelintir tangan Wulan otomatis pistol yang berada ditangan Wulan pun terjatuh.
" Terimakasih nona" ucap Doni sambil tersenyum kepada Anggun.
" Sama-sama Pak" ucap Anggun.
" Saya permisi dulu tuan, nyonya" ucap Doni.
" Terimakasih ya Don atas bantuannya semua bukti kejahatan perempuan ini ada disini" ucap Wiguna sambil menyerahkan aplop bewarna biru kepada Doni.
Doni pun memasukan Wulan kedalam mobil. Setelah Wulan masuk mobil itu pun berlalu meninggalkan kediaman Wiguna.
Kiara pun menghampiri putri kesayangannya dan membawa Anggun kedalam pelukannya.
" Maafin mama ya sayang" ucap Kiara.
Anggun pun tersenyum mendengar ucapan maaf dari mama nya. " Mama nggak pernah salah kok kenapa harus minta maaf, Anggun tau mama sangat menyayangi kami" ucap Anggun.
Aska pun ikut memeluk Kiara. " Aska sayang mama dan kakak" ucap Aska.
Wiguna yang melihat interaksi antara anak dan istri nya pun tersenyum bahagia.Wiguna pun menghampiri istri dan anaknya." Jadi Aska cuma sayang sama kakak dan mama. Sedangkan sama papa nggak" ucap Wiguna dengan memasang wajah sedih.
"Aska juga sayang papa" ucap Aska sambil memeluk Wiguna.
Semua sahabat dan kekasih Anggun yang ada disana ikut merasakan kebahagiaan keluarga orang nomor satu di Asia.
" Eheem..!! Om meluk Anggun nya jangan lama-lama dong Vandy cemburu nih Om" canda Vandy.
Wiguna pun tersadar karena disana bukan cuma ada keluarga nya melainkan calon mantu dan para sahabat anaknya juga ada disana. " Oh maaf ya Om kira kamu udah pulang tadi" balas canda Wiguna.
" Ini yang terakhir kali nya Om boleh meluk calon istri aku" ucap Vandy.
" Ck.. bocah ini berani sekali kamu bicara seperti itu. Tidak saya kasih izin menikahi anak saya baru tau rasa kamu" ucap Wiguna dengan nada becanda.
" Waah ancaman Om boleh juga. Kalau Om nggak kasih izin aku bakal bawa Anggun kawin lari" balas canda Vandy.
__ADS_1
" Mana mau anak saya kamu bawa kawin lari emang kamu fikir kawin lari itu nggak capek" ucap Wiguna.
" Sudah-sudah sampai kapan papa akan berdebat sama calon mantu mama" ucap Kiara sambil menatap tanjam suami nya.
Wiguna yang melihat tatapan tajam istri nya pun terdiam. Karena kalau dia membantah ucapan sang Ratu singa akan berakibat sama pengurangan jatah makan malam nya dan akan disuruh tidur diluar. "Jadi daripada tidur diluar mending cari aman" gumam Wiguna.
Robert yang melihat tuannya yang tidak berdaya pun tersenyum. Bagaimana tidak Wiguna yang terkenal dengan ketegasan dan wibawanya saat perhadapan dengan istrinya ketegasan dan wibawanya hilang sudah.
" Maaf ya semuanya kalian jadi melihat kejadian yang seperti tadi" ucap Kiara.
" Nggak apa-apa kok tante" ucap Sinta dan yang lainnya.
" O iya papa baru ingat tadi kamu mau bilang apa sayang?" tanya Wiguna sama Anggun.
" Diperusahaan kita masih ada lowongan kerja yang kosong nggak Pah?."
" Masih sayang. Tapi dibagian mananya kamu tanya sama om Robert" ucap Wiguna.
" Om dibagian mana aja yang kosong?." tanya Anggun pada Robert.
" Emang nona muda mau nya dibagian mana?" tanya balik Robert."
" Sebenarnya bukan untuk Anggun om, tapi buat teman Anggun jawab Anggun.
" Gimana kalau nona bawa mereka keperusahaan besok" ucap Robert.
" Ngapain nunggu besok orang nya ada disini om."
" Kenapa nona nggak bilang dari tadi" ucap Robert.
" Hehehe maaf om."
Anggun pun memperkenalkan Robert kepada ketiga temannya. Mereka pun memperkenalkan diri mereka.
" Jadi Marko, Arya sama Ardian dulu kalian pernah kerja disebuah perusahaan dan bekerja dibagian marketing?" tanya Robert.
" Benar Om" jawab mereka bertiga serempak.
" Karena kalian pernah bekerja dibagian marketing saya akan kasih kalian kesempatan buat bekerja diperusahaan Wiguna" ucap Robert.
" Ya-yang benar om" ucap Marko gugup.
" Benar. Kalau kamu masih ragu kamu bisa tanya langsung pada pemilik perusahaan Wiguna" ucap Robert.
Wiguna pun tersenyum kepada Marko, Aryo dan Ardian. " Selamat bergabung diperusahaan saya, besok kalian sudah boleh datang untuk bekerja, tapi besok kalian nggak perlu pakai tato palsu itu lagi" ucap Wiguna.
Marko dan kedua sahabatnya pun tersenyum mendengar ucapan Wiguna. " Bagaimana om tau kalau ini tato palsu" tanya Marko.
" Hanya orang bodoh yang tidak bisa membedakan tato palsu dan tato asli, kamu mau liat tato yang asli?" tanya Wiguna.
To be continue....
Ini Visul Bambang Marko yah..
Ini Visual Bambang Aryo...
Ini Visual Bambang Ardian...
Semoga mata Readers dimanjakan yah.. 😁😁😁
Maaf ya Readers ku tersayang cuma bisa UP segini, soalnya Author lagi nggak fit, mudah-mudahan besok udah mulai fit kembali yah... 🙏🙏🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian buat Author.
Vote......Vote... dan Voteeee..
__ADS_1
HAPPY READING GUYS.. 😉😉😉