Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Perasaan Reno


__ADS_3

Mereka pun keluar setelah mendengar teriakan dari bos mereka. Mereka sadar dengan kesalahan yang telah mereka lakukan, jadi wajar kalau bos mereka marah.


" Anggun, kamu sudah milik orang lain terus bangaimana dengan gue," Gumam Reno.


Ya pria itu adala Reno, cowok yang sangat mencintai Anggun tapi dia belum mengungkapkan perasaannya kepada Anggun, dan tiba-tiba saja dia mendengar Anggun akan menikah.


Reno mengambil kunci mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan perusahaannya untuk pergi menemui Anggun.


" Gue harus dengar dari Anggun langsung."


Reno memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan Dwipangga. Sepanjang jalan banyak supir kendaraan yang mengumpati Reno, tapi dia tidak mempedulikannya, yang ada dalam fikirannya sekarang cuma Anggun dan Anggun.


Akhirnya mobil Reno sampai diperusahaan Dwipangga Group. Reno memarkirkan mobilnya dan segera turun dari mobil. Reno pun berjalan menuju meja resepsionis.


" Permisi mbak saya mau tanya karyawan yang bernama Anggun kerja dibagian mana ya?," tanya Reno.


" Maaf Mas, bisa sebutkan nama lengkapnya."


Saat Reno mau menjawab, samar-samar dia mendengar suara Anggun dan menoleh arah sumber suara, dan benar saja Reno melihat Anggun dan kedua sahabatnya.


" Anggun." Panggil Reno.


Anggun yang merasa ada yang memanggil nama nya, menoleh kearah orang yang memanggilnya.


" Reno."


Reno setengah berlari kearah Anggun.


" Hai." Sapa Reno.


" Kok kamu bisa ada disini?."


" Iya, aku mau ketemu sama kamu."


" Sama aku?."


" Hu'um, ada yang mau aku bicarakan sama kamu."


Sinta dan Sisil pun mengerti.


" Kita duluan ya Nggun." Kata Sinta.


Anggun hanya menganggukkan kepala nya. Setelah kedua sahabatnya pergi, Anggun membawa Reno duduk di taman kantor.


" Kamu mau ngomong apa?, tanya Anggun to the point.


" Nggun apa benar kamu mau menikah."


Deg


Anggun dan Vandy tidak pernah mempublikasikan hubungan mereka, kecuali nanti pas waktu resepsi.

__ADS_1


" Kamu tau darimana aku mau menikah?, tanya balik Anggun.


" Kamu nggak perlu tau aku tau darimana, kamu tinggal jawab iya atau tidak."


Anggun merasa ada yang aneh dengan Reno, Anggun melihat ada kemarahan yang tertahan dalam nada bicara Reno tadi.


" Iya, aku akan menikah 1 minggu lagi."


Deg


Jantung Reno seperti berhenti berdetak setelah mendengar ucapan Anggun tadi.


" Terus bagaimana dengan aku Nggun."


" Maksud kamu."


" Aku cinta sama kamu Nggun, sejak pertama kali aku melihat kamu."


Dari kejauhan seorang cowok sedang mengepalkan tangannya karena menahan emosi mendengar ucapan Reno tadi. Dia ingin sekali memukul wajah Reno karena sudah berani menyatakan cinta pada wanitanya.


Ya cowok itu adalah Vandy.


Vandy ingin menghampiri Anggun, tapi dia urungkan karena dia ingin mendengar jawaban dari Anggun.


Anggun kaget mendengar ucapan Reno tadi.


"Sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu, tapi aku nggak pernah mencintai kamu Ren, dan aku hanya menganggap kamu teman aku, nggak lebih."


" Dihati aku cuma ada nama dia dan sudah dipenuhi sama nama dia, jadi maaf, nggak ada lagi tepat dihati aku buat orang lain, termaksud kamu."


Vandy yang mendengar ucapan Anggun pun tersenyum bahagia, dia pun pergi dari tempat persembunyiannya. Vandy mengurungkan niatnya untuk menghampiri Anggun, karena tidak ada lagi yang perlu dia cemaskan, karena dia yakin Anggun tidak akan mengecewakannya.


Reno merasa sakit hati dan kecewa mendengar ucapan Anggun tadi, tapi dia juga tidak mau egois, karena dia tulus mencintai Anggun. Jika bersama cowok itu Anggun merasa bahagia maka dia dengan ikhlas melepaskan Anggun.


" Apa kamu bahagia bersama dia?."


" Tentu aku bahagia, maka dari itu aku mau menikah dengannya."


Reno mencoba untuk tersenyum, walaupun didalam hatinya dia merasakan sakit. " Aku ikut bahagia mendengarnya."


" Ren sekali aku minta maaf, jujur aku juga bahagia punya teman seperti kamu, aku doain semoga kamu bisa menemukan orang yang lebih baik dari aku."


" Terimakasih nggun, aku berharap juga begitu, semoga acara pernikahan kalian lancar dan kamu selalu bahagia."


" Apa kamu nggak mau datang ke acara pernikahan aku?."


" Insya Allah aku akan datang, boleh aku memeluk kamu untuk yang terakhir kalinya."


Anggun tersenyum, kemudian dia menganggukkan kepalanya. Reno pun memeluk Anggun dan tanpa terasa air mata yang sudah ditahan dari tadi akhirnya jatuh juga. Setelah seperkian menit Reno pun melepaskan pelukannya.


" Ya udah sekarang kamu masuk, nanti kamu dimarahin sama Bos kamu karena lama berada diluar."

__ADS_1


" Sekali lagi maafin aku yah." Kata Anggun.


" Kamu nggak perlu merasa bersalah, itu semua karena aka, karena aku begitu pengecut buat nyatain perasaan aku kekamu. Cepat masuk sekarang, kalau kamu nggak masuk ntar aku nggak mau lepasin kamu loh. "


Anggun tersenyum kepada Reno dan berlalu pergi meninggalkan Reno sendirian ditaman.


Reno masih melihat Anggun sampai Anggun menghilang dan tidak bisa dia lihat lagi. Setelah itu Reno menangis mengeluarkan semua yang ada dihatinya. " Kenapa aku begitu pengecut, sekarang aku sudah tidak punya kesempatan lagi buat bersama dengannya," batin Reno.


Sudah puas menumpahkan semua yang dia rasakan. Reno pun meninggalkan gedung Dwipangga Group dan kembali kerumahnya.


Diruang desain.


Setelah dari taman tadi Anggun langsung masuk kedalam ruang kerja nya.


" Nggun kalian ngomongin apaan sih, kok lama banget?," tanya Sinta.


" Nggak ngomong apa-apa kok Sin," jawab Anggun.


" Ah nggak asyik lo, main rahasia-rahasian," kata Sinta.


"Huuuuh", Anggun menarik nafas kasar. Sebenarnya dia nggak mau menceritakan pada kedua sahabatnya, tapi kalau nggak diceritain Sinta pasti akan mendesak dia terus. " Reno ngungkapin perasaannya ke gue."


" Apa...!!!, teriak Sinta.


Sontak semua karyawan melihat kearah Sinta yang berteriak tadi.


" Maaf, kalian boleh lanjutin kerja kalian lagi. gimana ceritanya bisik Sinta."


Anggun pun menceritakan semua kejadian ditaman tadi kepada Sinta. Setelah Sinta mendengar ucapan Anggun dia pun salut sama Reno karena Reno tidak memaksakan cintanya.


" Susah ya nggun punya wajah cantik kayak lo, banyak ditaksir cowok-cowok keren."


" Gue sih nggak bangga atau senang sin disuka banyak cowok, karena takut mereka kecewa dan nanti malah bisa berbuat nekat sama gue."


" Benar juga lo, seperti Mbak parasit itu. Tapi ngomong-ngomong dia ngilang kemana ya?."


" Mana gue tau, emang gue Emak nya apa."


Anggun pun melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi dan tak menghiraukan pertanyaan Sinta lagi.


Diruang CEO.


Vandy yang sedang menikmati pemandangan kota dari atas gedung ruangannya. Senyum Vandy tidak bisa lepas dari bibirnya. Vandy masih teringat ucapan Anggun waktu ditaman tadi. " Terimakasih kasih karena sudah mau mencintai dan menerima orang seperti aku, aku berjaji akan selalu membahagiakan kamu, gumam Vandy."


Setelah puas melihat pemandangan kota Vandy pun melanjutkan pekerjaannya dengan semangat dan hati bahagia.


To be continue...


Jangan lupa Like, Komen dan Votenya ya Readers... 🙏🙏🙏


HAPPY READING GUYS... 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2