
Anggun sudah di pindahkan keruang rawat VVIP. Vandy memang sengaja memilih ruangan itu untuk sang istri, karena ruangan itu fasilitasnya sangat lengkap.
Berhubung Anggun belum siuman, Aldi dan yang lain pamit ke hotel, nanti malam mereka akan kembali lagi ke rumah sakit. Vandy juga meminta kedua anaknya untuk kembali ke hotel.
Kenzo dan Kiran sebenarnya ingin menemani Daddy mereka, tapi karena Daddy mereka yang meminta, mau tak mau Kenzo dan Kiran ikut dengan Aldi dan yang lain.
Sekarang hanya tinggal Vandy dan Anggun yang berada di ruangan itu. Vandy menatap sang istri yang masih betah menutup matanya. Vandy menggenggam tangan istrinya itu, kemudian mengecup tangan sang istri.
Vandy membelai rambut istrinya. " Sayang kapan kamu akan membuka mata kamu"
Karena merasa lelah Vandy memutuskan untuk beristirahat. Vandy merebahkan kepalanya di dipinggir bed istrinya, tak berapa lama mata Vandy pun mulai terpejam. Dia tertidur dengan memegang tangan istrinya.
Kenzo cs dan yang lain sampai di hotel tempat mereka menginap. Karena mereka semua merasa lelah, jadi mereka semua memutuskan untuk beristirahat di kamar mereka masing-masing.
" Adek tidur di kamar Abang dulu ya" kata Kenzo.
" Hhhmm"
" Nanti princess tidur sama Abang Tian ya" kata Tristan.
" Princess akan tidur sendiri di bed gue, dan Lo tidur sama gue" kata Kenzo.
" Nggak mau!, Lo tidur sama Ani saja" kata Tristan.
" Kenapa harus gue yang tidur sama Roma" kata Tristan.
" Eh dimana-mana pasangan Roma itu Ani, bukan Maisaroh" kata Tristan.
" Tapi hari ini, Ani izinkan Roma selingkuh sama Maisaroh" kata Gian.
" Ogah, gue nggak mau jadi bibit pela--" belum selesai Tristan melanjutkan ucapannya, Kenzo sudah membungkam mulut Tristan dengan tangannya.
" Abang kenapa mulut Abang Tian di tutup?" tanya Kiran sama Kenzo.
" Mulut Abang Tian bau sayang, makanya Abang tutup"
" Sembarangan lo, mulut gue wangi bak parfum mahal gini lo bilang bau" kata Tristan setelah bisa melepaskan tangan Kenzo dari mulutnya.
" Ck bau parfum mahal, bau pengharum ruangan baru benar" kata Gian sambil menoyor kepala Tristan.
" Ani!"
" Ya Saroh"
" Kau sudah menabuh genderang perang denganku"
" Ah Saroh drama banget deh. Ani mau rehat dulu jangan berisik" kata Gian sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk itu.
" Enak aja lo Maia tidur, urusan kita belum kelar ya" kata Tristan sambil melempar bantal ke arah Gian.
" Apaan lagi sih Tian"
" Noh si Roma mau tidur dimana?" tanya Tristan.
" Di sofa " jawab Gian santai.
" Gue tidur bareng kalian berdua. Kita akan memecahkan rekor istri akrab dengan selingkuhan suaminya" kata Kenzo.
" Nggak bisa, Ani mau cerai aja sama Roma"
__ADS_1
" Sayang pengadilan tidak menerima gugatan yang di ajukan" kata Kenzo.
" Kenapa bisa begitu" kata Gian.
" Bisalah, karena disini gue rajanya"
" Ck..anak sultan kamvret"
" Berisik!. Sekarang lo berdua, satukan tempat tidurnya" titah Kenzo.
Meskipun malas, Gian dan Tristan tetap melakukan apa yang di perintahkan oleh Kenzo. Sedangkan Kenzo membantu menyelimuti adeknya.
" Sekarang adek tidur ya, ntar malam baru kita ke rumah sakit untuk melihat mommy"
" Hhhmm"
Kenzo mengecup kening sang adik. Setelah itu dia kembali ke tempat sahabatnya. Dia juga akan istirahat, karena dia juga lelah karena kejadian di Everland tadi.
Gian dan Tristan memberi jarak supaya Kenzo bisa tidur di tengah-tengah mereka berdua. Ya mereka akan menjadikan Kenzo sebagai guling mereka.
" Gue tidur sebalah dinding aja" kata Kenzo.
" Tidak bisa, Roma harus tidur di tengah" kata Gian.
" Kenapa harus ditengah?" tanya Kenzo.
" Karena Roma harus adil, seperti di film itu" kata Gian.
" Roma nggak mau kan Ani sama Maisaroh main jambak-jambakan" kata Tristan.
" Nggak masalah, gue ikhlas kok kalian main jambak-jambakan" kata Kenzo.
" Tapi sayangnya kita berdua nggak mau, jadi Roma harus tidur ditengah-tengah" kata Gian.
" Harus" jawab Gian dan Tristan berbarengan.
" Cie..cie kompak ni ye" ledek Kenzo.
" Buruan ah" kata Gian sambil menarik tangan Kenzo, hingga Kenzo terjatuh di atas kasur empuk itu.
" Sekarang kita tidur" kata Tristan memeluk Kenzo.
" Tian!, lepasin tangan Lo dari tubuh gue" kata Kenzo.
" Berisik!, cepat tidur" kata Gian sambil memeluk tubuh Kenzo.
" Oh God, jangan biarkan kedua sahabat gue khilaf dan memperkosa gue" kata Kenzo.
" Najis!" kata Gian dan Tristan sambil melepaskan pelukan mereka dari tubuh Kenzo. Kemudian membelakangi Kenzo.
Alhamdulillah bebas.
Sekarang tidak ada lagi terdengar suara ketiga cowok tampan itu. Karena mereka sudah terlelap menuju alam mimpi. Dan berharap setelah bangun kebahagiaan akan menyambut mereka.
Kiran membuka matanya. Ya dari tadi Kiran hanya pura-pura tidur. Setelah memastikan ketiga cowok tampan itu terlelap, Kiran bangun dari tidurnya.
Kiran mengambil ponselnya, kemudian dia mencari kontak Om Aldi. Setelah ketemu, Dia langsung menghubungi nomor itu. Tak berselang lama telpon pun tersambung.
" Hallo, Assalamualaikum Om"
__ADS_1
" Wa'alaikum salam Kiran"
" Kita pergi sekarang aja Om, mumpung yang lain sedang istirahat"
" Kiran yakin mau menemui wanita itu?"
" Iya Om, Kiran akan mengembalikan rasa sakit yang dia berikan pada mommy"
" Baiklah, tunggu Om di depan pintu kamar kamu"
" Baik Om"
Panggilan pun berakhir.
Kiran meletakkan kembali ponselnya, kemudian dia pergi keluar kamar. Karena sebentar lagi Aldi akan menjemput dia. Kiran menutup pintu kamar itu dengan pelan-pelan.
Kenzo membuka matanya. Ya semenjak dari rumah sakit tadi, Kenzo memperhatikan gerak-gerik adik kecilnya itu. Karena Daddy-nya sempat bilang kalau ada yang aneh dengan sikap adik kecilnya itu.
" Ian, Tian bangun!"
Gian dan Tristan segera membuka matanya. Kenzo sudah menceritakan kepada kedua sahabatnya tentang kegelisahan yang dia rasakan dari tadi.
" Apa princess sudah keluar?" tanya Tristan sambil melihat sekeliling kamar itu.
" Hhmm, dia baru saja keluar" kata Kenzo.
" Tunggu apalagi, buruan laksanakan misi mata-matanya" kata Gian.
Ketiga cowok tampan itu mengambil ponsel, topi dan juga kaca mata hitam. Setelah itu mereka menunggu di balik pintu.
Tap..
Tap..
Tap..
Ketiga cowok tampan itu mendengar langkah kaki yang mendekati pintu kamar inap mereka.
" Kiran sudah siap?" tanya seseorang pada Kiran.
" Kok gue kek kenal sama tu suara" kata Gian.
" Tentu saja Lo kenal, itu kan suara papa lo" kata Kenzo.
" Berarti Princess pergi sama papa gue"
" Hhhmm"
Setelah terdengar langkah kaki menjauh dari pintu masuk, Ketiga cowok tampan itu keluar dari kamar. Mereka bertiga memulai misi detektif ala-ala Conan yang ada di salah satu film anime yang pernah mereka tonton.
Kiran dan Aldi sudah sampai di lobi hotel. Ketiga cowok tampan itu juga sampai dilobi hotel. Mereka memakai topi dan kacamata hitam, jadi tidak akan ada yang mengenali mereka bertiga.
" Kira-kira mereka mau kemana?" tanya Tristan.
" Mana gue tau Tian, kalau kita udah tau untuk apa kita mengikuti mereka sembunyi-sembunyi begini" kata Gian.
" Lo benar"
Aldi dan Kiran keluar dari lobi, dengan setia ketiga cowok tampan itu mengekor di belakang. Tapi dengan jarak agak jauh, setidaknya Kiran dan Aldi tidak bisa melihat mereka bertiga.
__ADS_1
To be continue..
Happy Reading 😚😚