
Jam sudah menunjukan pukul 6 sore. Anggun berangkat lebih dulu kehotel Wiguna, sedangkan Vandy nyusul belakangan. Sesampainya dihotel Anggun disuguhkan dengan pemandangan Ballroom hotel yang sangat indah dan mewah.
Anggun langsung dibawa sama MUA untuk dirias. Tidak sulit bagi MUA untuk merias wajah Anggun, karena wajah Anggun sudah cantik alami walaupun tanpa make up sekalipun. Setelah 30 menit Anggun sudah selesai dirias.
Waktu masih tersisa 1 jam lagi sebelum acara dimulai. Para sahabat Anggun juga sudah siap dirias. Sekarang tinggal nunggu sang Pangeran datang.
Tidak berapa lama datanglah rombongan keluarga Dwipangga. Setelah mobil mewah itu berhenti didepan hotel. Dwipangga, istri dan anak perempuannya keluar dari mobil. Wiguna pun menyambut kedatangan besannya.
Mobil mewah yang kedua sudah datang dan berheti tepat didepan hotel. Saat sang empunya mobil keluar.
Aldi dan Gio pun menyambutnya sahabatnya itu. Vandy pun tersenyum pada kedua sahabatnya.
" Lo sangat tampan pakai toxedo itu," puji Aldi.
" Tentu dong, kalau gue nggak tampan mana mau Anggun sama gue," kata Vandy.
" Ck.. masih saja sombong," ucap Aldi.
" Yuk masuk bentar lagi para tamu bakal datang," ucap Gio.
Mereka pun masuk kedalam hotel, Vandy naik keatas pelaminan dan menunggu Anggun datang. Tak berselang lama Anggun datang dengan memakai gaun pengantin berwarna putih. Anggun berjalan dengan menampilkan senyumnya.
Vandy begitu terpesona melihat istrinya. Mata Vandy dibuat tak berkedip karena kecantikan sang Istri. Vandy menyabut kedatangan Istrinya.
" Kamu sangat cantik hari ini my Wife."
" My Hubby juga sangat tampan."
Para tamu sudah mulai berdatangan. Sepanjang jalan mata para tamu sudah dimanjakan dengan keindahan dekorasi pesta tersebut.
" Waah ini benar-benar megah banget" kata tamu A.
" Pengen juga deh dekorasi kayak gini" kata tamu B.
Saat mereka sampai diballroom hotel mereka dibuat takjub kembali sama dekorasi disana. Mereka sempat berfikir berapa dana yang dikeluarkan oleh Wiguna untuk mendekorasi semua ini.
Teman satu kantor dengan Anggun dan satu devisi juga pada datang saat mereka mau masuk mereka melihat foto Anggun dan Vandy terpampang jelas dan nyata. Semua teman satu devisi Anggun kaget serta tidak percaya. Anggun yang berpenampilan biasa ternyata anak orang kaya nomor satu diAsia.
Mereka melanjutkan langkah kaki mereka masuk kedalam hotel. Tamu sudah banyak yang datang dan sudah memenuhi ballroom hotel. Para kolega Wiguna dan Dwipangga juga sudah datang.
Vandy melihat kekiri dan kekanan seperti sedang mencari seseorang, tapi Anggun tidak tau siapa orang yang dicari Suaminya itu.
" Mas sedang mencari siapa?."
" Teman" jawab Vandy singkat.
" Iya, tapi siapa!?." mulai kesal.
" Mas sedang mencari Aldi, sayang."
" Aldi?."
" Hhhmm, Aldi nanti mau melamar Sinta."
__ADS_1
" Apa!!."
Sontak Wiguna dan Dwipangga melihat kearah pengantin itu.
" Pelankan suara kamu sayang."
Anggun melihat kalau Papa dan Papa mertuanya sedang melihat kearahnya, dengan sorotan mata yang minta penjelasan. Anggun hanya melihatkan senyumnya, menandakan bahwa tidak terjadi apa-apa.
" Mas tidak bohongkan?."
" Ya nggaklah, emang Mas pernah bohong selama ini sama kamu."
" Nggak."
" Kita liat nanti gimana romantisnya Aldi melamar Sinta."
Para tamu sudah mengantri untuk memberikan selamat kepada Anggun dan Vandy. Sudah banyak tamu yang hadir tapi Anggun belum melihat kehadiran Marko dan yang lainnya.
Dari kejauhan seorang Pria sedang mencoba meyakinkan hatinya untuk masuk kedalam memberikan selamat kepada orang yang sangat dia cintai, tapi sayangnya cintanya bertepuk sebelah tangan.
Setelah merasa yakin Reno pun mulai melangkahkan kakinya naik keatas pelaminan untuk memberikan selamat kepada Anggun dan Vandy.
" Selamat ya Bro atas pernikahannya, semoga langgeng dan cepat diberikan momongan." Reno.
" Terimakasih Bro, semoga lo juga cepat mendapatkan pasangan hidup lo." Vandy.
Reno hanya membalas dengan senyuman ucapan Vandy tadi. Kemudian Reno berpindah ke Anggun.
" Selamat ya, semoga kamu selalu bahagia. bolehkah aku memeluk kamu untuk yang terakhir kalinya?."
Anggun melihat kearah Vandy untuk meminta izin. Vandy yang mengerti akan maksud tatapan Istrinya itu menganggukan kepalanya tanda dia memberikan izin.
Reno pun memeluk Anggun. Seperkian menit Reno belum juga melepaskan pelukannya.
Reno tersadar mendengar suara dan ucapan Vandy.
" Maaf, semoga bahagia ya Nggun, aku pamit dulu."
" Makasih ya Ren, semoga kamu juga cepat mendapatkan pedamping hidup."
Reno tersenyum, kemudian menganggukan kepalanya. Reno pun turun dari atas pelaminan dan berbaur dengan Sinta dan tamu yang lainnya.
" Siapa cowok yang tadi? apa dia mantan kamu?" tanya Vandy.
" Bukan Mas, dia teman aku, lagian aku cuma punya pacar satu, dan sekarang sudah menjadi suami aku, emangnya kamu yang banyak punya mantan." kesal Anggun.
" Mantan aku cuma satu sayang."
" Bohong."
" Sumpah demi apapun sayang" ucap Vandy meyakinkan Anggun.
Marko dan kedua sahabatnya sudah sampai dihotel Wiguna. Mereka pun dibuat takjub dengan dekorasi pesta pernikahan Anggun.
" Dekorasi anak sultan sangat mewah ya" ucap Aryo.
" Iya, beda dari yang lain" kata Ardian.
Marko melihat kearah pelaminan disana terlihat jelas senyum bahagia Anggun saat menyalami para tamu yang memberikan selamat untuknya. Marko melihat seorang cewek yang berdiri diatas pelaminan bersama keluarga Vandy.
" Yuk kita ucapkan selamat kepada Princes" kata Ardian.
Mereka bertiga berjalan kearah pelaminan. Marko menyalami orang tua Vandy diikuti sama kedua sahabatnya. Vanya begitu terpesona melihat ketiga Pria tampan yang berdiri didepannya. terutama sama ketampanan Marko. Vanya dan Marko pun saling berjabat tangan. " Tampan banget ni cowok pengen gue karungin deh."
__ADS_1
Marko heran karena Vanya belum juga melepaskan tangannya.
" Eheem, maaf nona bisa tolong lepasin tangan saya." Marko.
" Eh, maaf" kaget Vanya, kemudian melepaskan tangan Marko.
Marko berjalan kearah Vandy dan Anggun.
" Selamat ya Bro, semoga pernikahannya langgeng sampai maut yang memisahkan" ucap Marko.
" Makasih Bro ucapan dan doanya."
Kemudian diikuti para sahabatnya, sekarang Marko sudah berada tepat didepan Anggun. Marko benar-benar terpesona sama kecantikan Anggun sekarang.
" Selamat ya Nggun, semoga Anggun selalu bahagia dan cepat diberikan momongan" Marko.
" Makasih untuk ucapan dan doanya Kak Marko, dan doa yang sama buat Kakak."
Vandy yang melihat ada raut kesedihan dari mata Marko. " Apa Marko mencintai Anggun."
" Selamat ya Nggun, semoga cepat kasih Kakak keponakan yang lucu" ucap Aryo dan Ardian.
" Makasih Kak Aryo, Kak Ardian kalau masalah memberi Keponakan kita liat nanti aja ya, jangan lupa cicipi hidangan yang sudah disediakan ya."
" Siap, kapan perlu kita akan menghabiskan semua makanan yang ada disini" ucap Ardian.
" Emang lo kuat ngabisin makanan sebanyak itu" kata Aryo.
" Kuat, kan kita berdua ngabisinnya."
" Ogah gue, lo aja yang habisin nggak usah ngajak-ngajak gue."
Anggun dan yang lain hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka melihat tingkah konyol Aryo dan Ardian.
Ditempat lain.
Kia sudah siap memakai gaunnya, begitu pun dengan Bryan. Mereka terlihat sangat serasi dengan Kia yang memakai gaun bewarna navy dan Bryan memakai tuxedo dengan warna yang sama dengan gaun Kia. Ya mereka akan menghadiri pesta pernikahan Anggun dan Vandy.
Walaupun kemarin Kia pernah memberikan kesan yang tidak baik untuk pesta mantan tunangannya itu, tapi kali ini dia tidak akan mengulang kesalahan yang sama.
" Kamu sudah siap sayang?" tanya Bryan.
" Siap" jawab Kia sambil tersenyum.
Mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Bryan membukakan pintu untuk Kia. Kemudian mobil itu melaju meninggalkan kediaman Bryan.
Selama diperjalanan hanya ada keheningan. Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit akhirnya mereka sampai dihotel Wiguna. Kia turun dari mobil setelah Bryan membukakannya pintu. Kia masih ragu untuk melangkahkan kakinya tapi Bryan mencoba meyakinkannya.
" Tidak apa-apa, ada aku disini?."
Kia tersenyum mendengar ucapan Bryan, dan mereka pun berjalan kedalam hotel. Sesampainya diballroom hotel Kia sangat takjub melihat dekorasi pesta pernikahan Anggun.
" Aku juga bisa membuat dekorasi pesta kayak gini" bisik Bryan.
" Ya aku percaya tuan yang kaya."
Dikejauhan ada seorang Pria melihat Kia. " Ternyata benar wanita itu, aku sudah mencari dia kemana-mana, akhirnya dia muncul sendiri."
To be continue..
Jangan lupa Like, Komen dan Vote nya...
HAPPY READING GUYS.. 😉😉😉
__ADS_1