Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Kenzo cs turun dari atas panggung, begitu juga dengan Melodi dan Keyra. Mereka berlima kembali ke meja mereka tadi, untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan di sana.


Keyra melirik Melodi, sejak turun dari panggung tadi sahabatnya itu terlihat murung. " Mel, lo kenapa" bisik Keyra.


" Gue nggak apa-apa kok Key"


" Terus kenapa wajahnya di tekuk aja" kata Keyra.


Melodi mencoba tersenyum pada sahabatnya itu, walaupun senyuman yang dia berikan tidak seperti biasanya.


Selesai menyantap hidangannya, Melodi dan Keyra langsung pamit pulang sama yang punya acara. Melodi tidak pamit sama Kenzo cs, karena perasaan Melodi sekarang sedang kacau.


Kenzo melihat Melodi langsung pergi pun heran. Biasanya Melodi pamit dulu padanya, tapi sekarang Melodi langsung pergi gitu aja.


" Melodi sama Keyra kenapa ya?" tanya Gian.


" Gue juga nggak tau" jawab Kenzo.


Kenzo mengambil ponselnya, setelah itu dia mencari kontak Melodi. Setelah ketemu Kenzo langsung menghubungi Kenzo.


Tut..Tut..Tut..


Telepon Kenzo masuk, tapi tidak ada jawaban dari Melodi. Kenzo mencoba menghubungi beberapa kali, tapi hasilnya tetap nihil.


" Gimana?" tanya Gian.


" Nggak di angkat " jawab Kenzo.


Kenzo menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya. " Cabut yuk guys" ajak Kenzo.


" Makanan gue belum habis Ken" kata Gian.


" Nggak apa-apa, gue mau kejar Melodi nih" kata Kenzo sambil beranjak dari tempat duduknya.


" Ck.. begini ni kalau orang lagi kasmaran, makan pun tak tenang" kata Gian.


Walaupun kesal, Gian dan Tristan tetap mengikuti Kenzo. Kalau mereka berdua tidak ikut, bisa-bisa mereka pulang jalan kaki. Mereka bertiga tidak berpamitan sama yang punya acara.


Sampai di parkiran, Kenzo melihat mobil Melodi akan segera melaju meninggalkan parkiran. Kenzo pun bergegas menuju mobil Melodi, tapi langkah kakinya kalah cepat.


" Shiit " umpat Kenzo.


Kenzo segera masuk kedalam mobilnya, diikuti kedua sahabatnya. Setelah memasang sabuk pengaman, Kenzo langsung tancap gas. Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Kalau tau gini, mending gue naik taxi aja, gumam Tristan dalam hati.


Ya Allah, hamba belum mau dead, gumam Gian dalam hati.


Sampai di jalan raya Kenzo tidak melihat keberadaan mobil Melodi. Kenzo pun memperlambat laju kecepatan mobilnya, karena dia tidak mau nanti kena umpatan pengendara lain.


Gian dan Tristan akhirnya bisa bernafas lega, karena anak sultan sudah memperlambat laju mobilnya.


" Alhamdulillah selamat" ucap Gian dan Tristan.


Kenzo melirik kedua sahabatnya dari kaca spionnya. Setelah itu dia kembali fokus ke depan. Ada sedikit rasa bersalah pada kedua sahabatnya itu, karena sudah membawa mereka kebut-kebutan.

__ADS_1


" Sorry "


" Eh!" kaget Gian dan Tristan.


" Lo barusan bilang apa?" tanya Gian.


" Nggak ada siaran ulang" jawab Kenzo santai.


" Cih..dasar "


" Apa?" tanya Kenzo.


" Anak sholeh " jawab Gian asal.


" Lo tau aja kalau gue anak sholeh" kata Kenzo.


" Udah, fokus liat jalan" kesal Gian.


Mobil yang di kendarai Kenzo sampai di kompleks perumahan mereka. Kenzo menghentikan mobilnya di pertengahan jalan antara rumah Gian dan juga Tristan.


" Kok lo berhentinya nggak di depan rumah gue?" tanya Tristan.


" Biar adil " jawab Kenzo.


Gian dan Tristan turun dari mobil Kenzo. Mereka berdua langsung pergi tanpa mengucapkan terima kasih pada Kenzo.


Tin..


Gian dan Tristan menoleh kebelakang. Karena mendengar bunyi klakson mobil Kenzo. Mereka berdua pun kembali menuju mobil Kenzo.


" Kalian berdua itu nggak sopan banget ya, udah kasih tumpangan, tapi kalian berdua malah main pergi aja" kata Kenzo.


" Maksud lo, kita berdua harus bayar gitu?" tanya Gian.


" Gue nggak kekurangan duit" jawab Kenzo.


" Terus"


" Coba kalian ingat-ingat, harus ngapain" kata Kenzo.


Gian dan Tristan pun mencoba mengingat harus ngapain. Seperki an menit barulah mereka tau harus ngapain.


" Makasih Ken" ucap Gian dan Tristan berbarengan.


" Salim dulu" kata Kenzo sambil mengulurkan tangannya dari kaca mobil.


Dengan patuhnya Gian dan Tristan mencium punggung tangan Kenzo secara bergantian. Kenzo tersenyum penuh kemenangan, karena bisa mengerjai kedua sahabatnya.


" Baik-baik pulangnya, ya" kata Kenzo sambil melajukan mobilnya.


Setelah mobil Kenzo udah jauh, barulah Gian dan Tristan menyadari kebodohan mereka.


" Kenzo!" teriak mereka berdua. Tapi usaha mereka berdua sia-sia, karena sang empunya nama tidak akan mendengar teriakkan mereka.


Sampai di rumah memasukkan mobilnya kedalam garasi. Setelah itu Kenzo masuk kedalam rumah.

__ADS_1


" Assalamualaikum "


" Wa'alaikum salam"


" Mommy belum tidur?"


" Gimana mommy mau tidur, sedangkan putra mommy belum pulang"


" Sekarang Abang sudah pulang, mommy istirahat, ya?, Abang juga mau istirahat" kata Kenzo.


Kenzo berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, begitu juga dengan Anggun. Sampai di kamarnya Kenzo langsung menuju kamar mandi, untuk menggosok gigi dan membersihkan wajahnya.


Setelah selesai, Kenzo mengganti pakaian yang dia pakai tadi dengan baju tidur. Karena nggak mungkin juga dia tidur pakai baju kemeja. Sedangkan jas Kenzo di bawa sama Melodi.


Kenzo membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Kenzo menatap langit-langit kamarnya, Kenzo kepikiran sama Melodi.


Apa gue ada berbuat salah sama dia.


Kenzo memejamkan matanya, karena rasa kantuk sudah mendera, akhirnya Kenzo pun sudah sampai ke dunia mimpinya.


Kediaman Agatha.


Melodi membaringkan tubuhnya di atas kasur empuknya. Melodi masih memakai dress dan juga jas milik Kenzo. Melodi memandang langit-langit kamarnya.


Pepet terus Melodi, sebelum janur kuning melengkung, ucap pikiran jahat Melodi.


Jangan!, kamu cewek baik. Jadi kamu tidak boleh menyakiti cewek lain, ucap pikiran baik Melodi.


Tidak usah pikirkan perasaan orang lain. Mereka saja tidak memikirkan perasaan kamu. Jadi cepat rebut Kenzo dari cewek itu, kata pikiran jahat.


Kamu harus dengerin kata hati nurani kamu. Jangan jadi serakah hanya karena seorang cowok, kata pikiran baik.


Jangan jadi cewek yang lemah, cepat rebut Kenzo lagi, rebut dia?!.


" Diam!" teriak Melodi.


Semua bisikan itu pun hilang. Melodi bangkit dari tidurnya, kemudian dia pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi.


Sampai di kamar mandi, Melodi melihat pantulan dirinya di cermin. Dia juga melihat jas Kenzo masih menempel di tubuhnya. Melodi Melepaskan jas itu, dan mencium wangi Kenzo yang ada di jas itu.


" Ah sepertinya aku sudah mulai gila" kata Melodi sambil tersenyum.


Setelah puas mencium aroma tubuh Kenzo yang ada di jas itu, Melodi masukkan jas Kenzo kedalam ember yang berisi pakaian kotorannya.


Melodi mulai menggosok giginya, setelah itu dia mencuci wajahnya, tak lupa Melodi memakai pembersih untuk wajahnya. Setelah selesai, Melodi kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


Melodi memejamkan matanya, berharap semua kejadian hari ini hilang bersama datangnya pagi. Tak berselang lama Melodi pun sudah sampai ke dunia mimpinya.


To be continue..


Hai readers tersayang, udah hari Senin nih. Author minta dukungan dari kalian lagi nih.



Gomawo untuk yang selalu kasih like, hadiah, dan juga vote untuk karya receh Author.. Saranghaeeeee..😘😘😘

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2