Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Para pelayan dirumah Vandy sedang sibuk memasang tenda ditaman. Karena malam ini akan diadakan acara barbeque. Semua keluarga dan sahabat akan datang kesana.


Anggun sedang mengecek daging, sosis dan yang lainnya. Anggun tidak mau ada yang kurang ataupun tidak kebagian nanti nya. Setelah memastikan semua nya sudah cukup, Anggun pun pergi ketaman untuk melihat keadaan disana.


Saat mau ketaman Anggun melihat suaminya baru turun dari kamar atas. Anggun kasihan sama suaminya yang harus selalu memakai masker .


" Apa kamu nggak lelah sayang?" tanya Vandy


" Sedikit Mas" jawab Anggun


" Istirahat dulu, serahkan sisa nya pada yang lain. Mas nggak mau kamu sama calon baby sampai kenapa-napa" kata Vandy


Anggun pun menuruti titah sang suami. Anggun duduk disofa ruang tamu, ditemani sama suaminya.


" Mommy" panggil Kenzo


Anggun dan Vandy kaget melihat penampilan Kenzo. Seluruh tubuhnya sudah penuh dengan lumpur. Lantai pun juga ikutan kotor kenak lumpur yang menempel dikaki Kenzo.


" Ken habis dari mana?" tanya Vandy


" Dari kebun belakang daddy" jawab Kenzo


" Sekarang Ken mandi ya, atau mau mommy mandiin?" tanya Anggun


" Makasih mommy, tapi Ken bisa mandi sendiri. Ken kan udah jadi abang" jawab Kenzo


Anggun dan Vandy tersenyum mendengar ucapan putra nya itu. Ken emang selalu ingin dipanggil abang dan akhirnya keinginan nya itu bisa terwujud.


" Abang mandi nya yang bersih ya" kata Vandy


" Siap daddy" kata Kenzo


Kenzo bergegas nenuju kamarnya dilantai atas. Vandy dan Anggun hanya bisa menggelengkan kepala mereka.


" Bibik punya kerjaan tambahan lagi deh" kata Anggun


" Kerjaan anak mommy tu" kata Vandy


" Anak kamu juga kali Mas" ucap Anggun


" Anak kita berdua" kata Vandy


" Setuju" kata Anggun


Mereka berdua pun tertawa bersama.


" Sayang"


" Hmmm"


" Mas ketaman dulu ya, mau melihat apakah semua nya sudah selesai"


" Iya Mas"


Vandy mengecup kening istrinya, setelah itu dia pun pergi ketaman untuk melihat apakah persiapannya sudah selesai.


Sesampainya ditaman semua tenda sudah terpasang. Semua peralatan untuk kebutuhan acara nanti juga sudah ada disana. tinggal membawa daging dan teman-teman nya aja lagi kesana.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Orangtua, mertua, serta Marko dan Vanya sudah datang. Kenzo sangat senang, karena Aska juga ada disana.


" Paman kecil" sapa Kenzo


" Apa Ken tidak melihat kalau paman sudah besar?" tanya Aska


" Sedikit, walaupun tubuh mu sudah besar, tapi kau tetap paman kecil ku" jawab Kenzo


Mereka semua pun berkumpul diruang keluarga sambil menunggu acara dimulai. Kecuali Aska dan Kenzo, mereka berdua pergi keruang bermain.


" Gimana acara bulan madu kalian Vanya, dan Marko?" tanya Kiara


" Menyenangkan tante" jawab Marko


" Kamu nggak kasih kendorkan?" tanya Wiguna


" Nggak om, digempur terus malah" jawab Marko


Wajah Vanya seketika memerah karena malu mendengar kan ucapan suami nya itu. Semua orang pun tertawa karena bisa menjahili pengantin baru itu.

__ADS_1


" Pa, apa benar Aska sudah masuk dunia bisnis?" tanya Anggun


" Iya sayang. Adik kamu itu sangat pintar, Dia begitu cepat belajar, padahal papa baru sekali mengajarkan dia. Tapi papa tidak mau memaksa adik kamu untuk masuk kedunia bisnis, papa serahkan semua keputusan sama dia" jawab Wiguna


" Setuju Pa, biarkan adek memilih keinginan dia sendiri mau berbisnis atau nggak. Lagian umur Aska baru 11 tahun" kata Anggun


" Kalau Kenzo gimana?" tanya Dwipangga


" Gimana apanya Pa?" tanya balik Vandy


" Apa dia mau masuk dunia bisnis" kata Dwipangga


" Belum tau Pa, lagian anak aku masih kecil. Jadi biarkan mengalir begitu aja" kata Vandy


" O iya, papa baru ingat. Kamu kenapa pakai masker terus Van, kamu sakit?" tanya Wiguna


" Iya Pa" jawab Vandy


" Bisa sakit juga kamu" kata Wiguna


" Ya bisa lah Pa, emang papa pikir aku robot" kata Vandy


" Ya kurang lebih mirip lah" canda Wiguna


" Sayang, papa jahat" kata Vandy dengan nada Manja


" Nggak usah lebay gitu Mas, malu sama umur" kata Anggun


Semua orang pun tertawa melihat Vandy yang diabaikan sama istrinya. Tak berselang lama Aldi dan keluarga kecilnya datang, berbarengan dengan keluarga kecil Gio.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


Mereka pun masuk kedalam dan bergabung dengan kedua keluarga besar itu. sedangkan Tristan dan Gian pergi menemui Kenzo diruang bermain.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, acara barbeque pun segera dimulai. Para suami membawa daging dan teman-temannya ketaman.


Setelah daging dan teman-temannya telah sampai, mereka pun mulai memanggang daging, sosis dan jagung. Kenzo, Gian dan Tristan juga ikut memanggang.


" Gue bantu doa sama makan aja nanti Al" ucap Vandy


" Ck.. kalau makan nggak perlu lo bantu" kata Aldi


" Van, lo kenapa pakai masker gitu?" tanya Gio


" Emang Vandy pakai masker?" tanya Aldi


" Iya" jawab Gio


" O iya, baru tau gue. Kenapa Van?" tanya Aldi


" Lagi pengen aja" jawab Vandy


Aldi tau bukan itu alasan Vandy memakai masker. Aldi berjalan menghampiri Vandy yang lagi duduk dikursi. Aldi duduk disamping Vandy.


" Lo kok malah ikut duduk disini" tanya Vandy


" Capek gue Van" jawab Aldi


" Eleh alasan lo, bilang aja lo malas" kata Aldi


Ide jahil Aldi sudah sampai diubun-ubun, dia nggak sabar ingin melepaskan masker Vandy. Aldi menatap Vandy sambil tersenyum licik.


" Ngapain lo natap gue kek gitu" kata Vandy


Aldi mendekat wajahnya ke Vandy.


" Al, loe mau ngapain?" tanya Vandy


Aldi tidak menghiraukan ucapan Vandy. Aldi tambah mendekatkan wajahnya ke Vandy.


" Al! sadar Al gue bukan istri lo. Lagian gue masih normal Al" kata Vandy sambil mudur kebelakang.


Aldi menahan tawanya melihat wajah Vandy yang mulai pucat. Aldi mendekat kan lagi wajah nya ke Vandy. Saat wajah Aldi sudah begitu dekat Vandy refleks menutup mata nya.


" Hahahaha" Aldi nggak tahan lagi menahan tawa nya.

__ADS_1


Vandy membuka matanya karena mendengar tawa Aldi.


" Lo berharap gue cium Van? kata nya normal tapi berharap gue cium. Parah lo" kata Aldi


Sialan ni sih Aldi, ngerjain gue. Lagian nih mata kenapa kepejam pula. Hilang sudah harga diri gue dimata Kenzo.


Semua orang yang ada disana juga ikut tertawa melihat kejahilan Aldi.


" Wah nggak nyangka gue, ternyata lo udah nggak normal" kata Aldi


Vandy yang mulai kesal, melempar Aldi dengan centong yang ada disana. Dengan sigap Aldi menghindar, jadi centong itu hanya mengenai udara kosong.


" Aldi! awas lo ya"


Vandy pun mengejar Aldi. Terjadilah adegan kejar-kejaran antara Vandy dan Aldi.


" Kejar terus daddy" kata Kenzo memberikan semangat kepada daddy nya


" Makasih sayang" kata Vandy


Akhirnya Vandy pun bisa menangkap Aldi, tapi saat itu pula Aldi melepaskan masker yang dipakai Vandy. Hidung Vandy pun mulai mencium aroma parfum Aldi. Vandy berusaha menahan rasa mual nya.


Aldi yang melihat wajah Vandy yang pucat pun panik. " Van, lo kenapa?" tanya Aldi


Vandy sudah tidak bisa lagi menahan rasa mualnya. Vandy cepat menjauh dari Aldi, setelah jauh Vandy pun muntah-muntah.


Anggun yang mendengar suaminya muntah-muntah pun menghampiri sang suami. Yang lain pun ikut panik melihat Vandy yang muntah-muntah, terutama orangtua Vandy.


Anggun menepuk-nepuk pelan punggung suaminya. " Sin tolong ambilkan teh hangat dong" kata Anggun


Sinta pun bergegas mengambilkan teh hangat untuk Vandy. Tak berapa lama Sinta kembali dengan membawa segelas teh hangat.


" Ni Nggun"


" Makasih ya Sin"


Anggun memberikan teh hangat pada suaminya. Vandy pun meminum teh hangat itu. Setelah agak mendingan, Vandy memakai masker nya kembali.


" Van, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Diana khawatir


" Aku nggak apa-apa kok Ma. Mama nggak perlu khawatir" jawab Vandy


" Kamu yakin?"


Vandy menganggukkan kepalanya. " Yuk lanjutkan manggang nya lagi" kata Vandy


Mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda tadi. Vandy duduk ditempat dia tadi.


" Lo benaran nggak apa-apa Van?" tanya Aldi


" Iya Al, gue cuma masuk angin aja"


" Lo nggak bohong kan"


" Ya nggak lah. Lo tenang aja ya"


Semua daging pun sudah selesai dipanggang. Anggun dan kedua sahabatnya menaruh diatas piring. Setelah itu mereka menata nya diatas meja yang sudah disediakan disana.


Anggun memanggil orangtua dan mertua nya. Setelah itu Anggun memanggil suaminya. Sekarang mereka semua sudah berkumpul dan duduk dikursi yang sudah disediakan disana.


Mereka pun mulai menikmati hidangan yang ada disana, kecuali Vandy. Vandy nggak selera melihat hidangan yang ada disana.


" Mas, kamu nggak makan?" tanya Anggun


" Nggak sayang, Mas nggak selera" jawab Vandy


" Terus Mas mau apa?" tanya Anggun lagi


" Mas mau martabak telor sayang" jawab Vandy


" Aku minta tolong belikan sama kang Asep dulu ya. Mas tunggu disini" kata Anggun


Vandy menganggukkan kepalanya. Anggun tersenyum melihat bayi besarnya itu. Dia yang hamil, tapi suaminya yang menikmati masa ngidam.


To be continue...


Happy Reading Guys... 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2