
Sore hari pulang dari kantor Sinta mampir di apotek untuk membeli test pack. Selesai membeli test pack Sinta melajukan kembali mobilnya menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah Sinta langsung menuju kamarnya. Sinta masuk ke kamarnya dan mengambil handuk dan segera membersihkan diri. Sinta merendamkan tubuhnya kedalam bathtub.
" Aahhh nyaman banget."
Saat Sinta sedang mandi Aldi baru nyampe di rumah. Aldi berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Aldi membuka pintu kamarnya tapi dia tidak melihat istrinya. Aldi mendengar suara percikan air dari kamar mandi. Itu tandanya istrinya sedang berada dikamar mandi.
Sambil menunggu istrinya Aldi membaringkan tubuhnya di atas kasur. Karena capek akhirnya Aldi ketiduran. Sinta keluar dari kamar mandi. Sinta melihat suaminya tertidur dengan memakai pakaian kantornya.
Sinta mengambil baju gantinya didalam lemari. Setelah dapat baju yang dicari Sinta pun memakai bajunya. Sinta berjalan menghampiri tempat tidur dan membangunkan suaminya yang lagi tidur.
" Bee bangun."
Aldi membuka matanya dan tampaklah wajah cantik istrinya. Sinta ikut berbaring di samping suaminya. Sinta mencium aroma tubuh suaminya.
" Honey jangan cium-cium gitu aku belum mandi."
" Nggak apa-apa Bee aku suka aroma kamu yang asem-asem gini."
Aldi membiarkan istrinya itu mencium tubuhnya sampai istrinya merasa puas.
Aroma parfum tidak suka tapi aroma lagi berkeringat dia suka. Kamu kenapa sih Honey.
Setelah puas Sinta melepaskan pelukannya dari suaminya. Sinta tersenyum lembut kepada suaminya itu.
" Apa aku sudah boleh mandi Honey?."
Sinta menganggukkan kepalanya. Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya, Aldi langsung menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Sampai dikamar mandi Aldi mengguyur tubuhnya dengan air shower dan memulai ritual mandinya.
Aldi keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk. Aldi melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaiannya. Aldi memakai baju santai.
Aldi menghampiri istrinya yang sedang asik membaca buku novel. Sinta tidak menyadari kalau suaminya sudah ada didepannya.
" Lagi baca apa sih? asik banget kayaknya?."
" Ini Bee lagi baca novel."
" Besok aku berangkat keluar kotanya Pagi ya Honey."
" Hhmmm."
" O iya gimana hasil alat yang kamu beli tadi Honey?" tanya Aldi.
" Test pack maksud kamu Bee."
" Iya Honey. Gimana hasilnya."
" Waktu test yang bagus itu dipagi hari Bee."
" Bearti harus menunggu besok ya."
" Iya. Emang kamu ingin sekali ya cepat-cepat punya baby?."
" Iya Honey."
Sinta takut mengecewakan suaminya itu. kalau seandainya dia tidak hamil apa Aldi akan meninggalkannya.
Ditempat lain.
Anggun sedang menonton drakor kesukaannya. Kadang Anggun menangis kadang Anggun tertawa hanya karena film drakor yang dia tonton.Vandy hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu.
__ADS_1
" Sayang."
" Hhmmm."
" Minum susunya ntar lanjut lagi nontonnya."
" Iya Mas."
Anggun meminum susu yang dibuatkan suaminya tadi. Sekali teguk Susu itu pun sudah pindah kedalam perutnya.
" Makasih Mas" ucap Anggun sambil memberikan gelas tempat susu tadi.
Vandy menaruh gelasnya diatas meja. Vandy tidur dengan paha istrinya sebagai bantalnya. Vandy mengelus dan sesekali mencium perut istrinya itu. Vandy mengajak anaknya berbicara.
" Hai anak Daddy lagi apa?."
Tiba-tiba Vandy merasakan ada pergerakan diperut istrinya itu.
" Sayang perut kamu."
" Iya itu tandanya dia merespon Daddynya."
" Benarkah" sangat senang.
" Tentu."
" Sayang apa benar kamu mendengarkan Daddy?."
Bayi dalam kandungan Anggun pun kembali menendang.
" Sayang apa itu sakit? apa anak kita menendang terlalu kuat?."
Anggun tersenyum mendengar pertanyaan suaminya itu.
" Apa anak Daddy minta ditengok."
Bayi Anggun pun menendang kembali.
" Sayang Dedek minta ditengok Daddy nya. Boleh kah sayang?."
Anggun pun menganggukkan kepalanya. Karena sudah mendapatkan persetujuan dari istrinya, Vandy pun memulai aksinya. Vandy mencium bibir istrinya dan melum*tnya.Vandy mulai membuka satu persatu pakaian yang dipakai istrinya. Hingga menyisakan pakaian dalam istrinya. Vandy memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada istrinya. Vandy pun memulai penyatuan mereka. Suara desahan pun keluar dari mulut Anggun dan itu menambah gairah Vandy.
Vandy melakukannya dengan sangat lembut. Dia tidak ingin menyakiti anak yang ada dalam kandungan istrinya. Setelah satu jam melakukan olahraga malamnya, akhirnya Vandy tumbang disamping istrinya.
" Terimakasih sayang."
" Hhhmmm."
Anggun yang sudah kelelahan pun tertidur. Vandy pun ikut tidur dengan posisi memeluk istrinya.
Pagi hari.
Jam 6 pagi Anggun sudah bangun dari tidurnya. Anggun berjalan kekamar mandi dan membersihkan dirinya. Selesai membersihkan dirinya Anggun mengemas pakain suaminya kedalam koper. Karena pagi ini Vandy akan pergi keluar kota.
" Mas bangun nanti kamu telat."
" Mmmm bentar lagi sayang."
" Sekarang Mas."
" Baiklah Ratu."
Vandy berjalan kekamar mandi tapi sebelum sampai dipintu kamar mandi Vandy balik dan mencium bibir istrinya sekilas.
__ADS_1
" Morning kiss Sayang."
Vandy langsung berjalan menuju kamar mandi. Sampai dikamar mandi Vandy menguyur tubuhnya dibawah shower. Selesai mandi Vandy berjalan menuju walk in closet dan memakai pakaiannya.
Vandy turun kebawah untuk sarapan bareng bersama istrinya. Sampai dimeja makan Anggun melayani suaminya dengan telaten. Vandy menikmati sarapan yang disiapkan istrinya. Selesai sarapan Vandy menunggu Aldi diruang tamu.
" Sayang kok perasaan Mas nggak enak. Mas takut ninggalin kamu sendiri."
" Insya Allah semuanya baik-baik aja ya Mas."
" Nanti Sinta sama Sisil akan nemanin kamu dirumah."
" Iya Mas."
Tidak berapa lama Aldi datang dengan istrinya. Mereka pun masuk kedalam rumah Vandy.
" Assalamualaikum" ucap Aldi dan Sinta.
" Wa'alaikum salam" balas Anggun dan Vandy.
Aldi dan Sinta duduk disofa ruang tamu.
" Kalian sudah sarapan?" tanya Anggun.
" Sudah Nggun. Tapi kalau ada buah aku mau" kata Sinta.
" Bentar ya gue ambilin dulu."
Anggun pergi kedapur membuatkan kopi buat Aldi dan suaminya. Anggun pun kembali dengan dua cangkir kopi dan Bik Mirna membawakan buah untuk Sinta.
" Silakan diminum Al kopi nya" tawar Anggun.
" Makasih Nggun" kata Aldi.
" O iya Sin apa lo udah jadi pakai test pack nya?" tanya Anggun.
" Ya ampun gue lupa Nggun" jawab Sinta.
" Nggak apa-apa Sin, ntar lo coba" kata Anggun.
" Yuk Van kita berangkat" kata Aldi.
Mereka pun berjalan menuju mobil Aldi. Sampai dimobil Vandy tidak langsung masuk kedalam Vandy.
" Kenapa Mas?" tanya Anggun.
Vandy memeluk istrinya itu. Vandy begitu gelisah. Dia tidak ingin meninggalkan istrinya saat ini.Tapi mau gimana lagi ada pekerjaan yang harus dia kerjakan.
" Mas berangkat dulu ya sayang."
" Iya Mas hati-hati dijalan ya. Kalau udah sampai kasih kabar."
" Iya sayang"
Anggun mencium punggung tangan suaminya dan Vandy mencium kening istrinya itu. Vandy memeluk kembali istrinya.
" Assalamualaikum" ucap Vandy dan Aldi.
" Wa'alaikum salam" balas Anggun dan Sinta.
Mobil Aldi pun melaju meninggalkan rumah Vandy. Anggun dan Sinta masih melihat mobil suami mereka. Setelah mobil itu tidak nampak lagi Anggun dan Sinta masuk kedalam rumah.
To be continue...
__ADS_1
Happy Reading Guys.. 😉😉