
Kenzo cs sudah selesai mengganti pakaian dan sekarang mereka akan di make up. Selesai di make up mereka siap melakukan pemotretan.
Setelah satu jam melakukan pemotretan, Kenzo dan Tristan mencari Kimy. Beberapa menit mencari, mereka belum juga menemukan Kimy.
" Kemana sih lelaki gemulai itu" kesal Kenzo.
" Iya, di cari daritadi nggak ada" kata Gian.
" Kalian berdua kenapa?" tanya Gian.
" Kesal" kata Kenzo dan Tristan.
" Kok bisa kesal barengan " kata Gian.
" Diam!" hardik Kenzo dan Tristan.
Gian pun langsung mengunci rapat mulutnya. Karena kalau dia bersuara lagi, bisa-bisa dia di keroyok sama Kenzo dan Tristan.
" Awas aja kalau ketemu, gue bikin perkedel tu cowok gemulai" kata Kenzo.
" Sepertinya Kimy nggak datang" kata Tristan.
" Terus gimana dengan rambut kita" kata Kenzo.
" Kita kesalon aja" kata Gian.
" Baiklah" kata Kenzo dan Tristan.
Mereka bertiga pun mengganti pakaian dengan seragam sekolah. Setelah selesai mengganti pakaian mereka bertiga berpamitan sama crew.
Kenzo cs melajukan motor mereka menuju salah satu salon terbesar di kota itu. Jarak perusahaan lion entertainment dengan salon tidak terlalu jauh. Tak butuh waktu lama mereka bertiga pun sampai.
Kenzo cs memarkirkan motor mereka di tempat parkir yang sudah tersedia di sana. Mereka bertiga pun masuk kedalam salon. Ini pertama kali dalam hidup mereka menginjakkan kaki di salon.
Sampai di pintu masuk mereka sudah disambut sama karyawan salon. Sama di tempat-tempat yang lain mereka bertiga selalu menjadi pusat perhatian.
" Omo.. omo, itu kan ketiga model terkenal itu"
" Daebak.. ternyata lebih tampan dari yang di majalah"
" Aku mau minta tanda tangan dulu"
" Aku juga"
Beberapa orang itu langsung menghampiri Kenzo cs.
" Permisi "
Ketiga cowok tampan itu pun menghentikan langkah mereka.
" Boleh minta tanda tangannya?"
" Maaf mbak, kami bukan artis " kata Gian.
" Bukankah kalian bertiga model terkenal itu"
__ADS_1
" Bukan, mbak salah orang " kata Tristan.
" Tidak, kami tidak salah orang"
" Kami bertiga hanya pelajar mbak. Apa mbak nggak lihat, kami memakai seragam sekolah " kata Kenzo.
Mereka pun melirik Kenzo cs. Dan benar, mereka bertiga memakai seragam putih abu-abu.
" Tapi wajah kalian bertiga mirip sama model terkenal itu. Apa kalian bertiga kembaran mereka?"
Kenzo cs menahan tawa mereka. Mbak itu bilang apa tadi, kembaran?. Jelas-jelas mereka bertiga itu memang model terkenal yang ada di majalah itu.
" Kalau gitu kami permisi dulu mbak" pamit Kenzo.
" Eh!, i-iya "
Kenzo cs pun pergi meninggalkan sekumpulan mbak-mbak tadi. Mereka bertiga berjalan menuju meja resepsionis.
" Selamat sore, ada yang bisa saya bantu" kata karyawan resepsionis dengan nada manja.
" Kedua teman saya ini, mau mewarnai rambut" kata Gian.
Karyawan resepsionis itu pun memanggil salah satu temannya. Setelah itu Kenzo cs pun di bawa kesalah satu ruangan, Kenzo cs pun mengikuti karyawan salon itu.
" Silakan duduk Dek"
Kenzo dan Tristan duduk di kursi yang ada di sana. Sedangkan Gian menunggu di salah satu kursi yang ada di dekat pintu masuk. Karyawan salon itu pun mulai melakukan tugas mereka.
Setelah 1 jam lamanya, akhirnya selesai juga. Kini rambut Kenzo dan juga Tristan sudah seperti semula. Jadi mereka berdua aman dari amukan nyokapnya.
Setelah selesai Kenzo dan Tristan membayar tagihan mereka. Selesai membayar, mereka bertiga pun segera meninggalkan salon itu. Karena kalau lama-lama berada disana, bisa-bisa mereka jadi the next Kimy.
" Pulang aja, soalnya gue capek banget " kata Kenzo.
" Gue juga, mau cepat-cepat rebahan di atas kasur empuk gue" kata Tristan.
Mereka bertiga pun melajukan motor mereka menuju rumah masing-masing. Berhubung jalan masih sepi, Kenzo cs melajukan motor mereka dengan kecepatan tinggi.
Sampai di kompleks perumahan, karena dia tidak ingin membuat kegaduhan. Kenzo mengurangi kecepatan motornya. Kenzo pun sampai di pintu gerbang rumahnya.
Kenzo membunyikan klakson motornya. Satpam yang mendengar bunyi klakson motor tuan mudanya bergegas membukakan pintu gerbang.
" Makasih Pak"
" Sama-sama Den"
Kenzo melajukan motornya kembali menuju rumah utama. Kenzo memasukkan motornya ke garasi. Setelah itu dia berjalan menuju pintu utama.
" Assalamualaikum "
" Wa'alaikum salam" jawab Bik Mirna.
" Mommy sama adek mana Bik?" tanya Kenzo.
" Di kebun belakang Den"
__ADS_1
" Oh, Abang keatas dulu ya Bik"
" Iya Den"
Kenzo berjalan menaiki tangga menuju lantai atas, tepatnya menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Kenzo menggantungkan tasnya ditempat biasa. Setelah itu Kenzo merebahkan tubuhnya dia atas kasur king sizenya.
" Ah nyamannya"
Tak berselang lama Kenzo pun terlelap, dengan seragam sekolah yang masih menempel di tubuhnya.
Kediaman Agatha.
Melodi juga baru sampai di rumah. Ya tadi sepulang sekolah Melodi pergi ketoko buku dulu, jadi dia pulang sudah terlambat.Melodi melangkahkan kakinya menuju rumah utama.
" Assalamualaikum "
" Wa'alaikum salam. Anak Mami kok baru pulang?" tanya Mami Melodi.
" Melodi tadi pergi ke toko dulu Mih"
" Pasti beli novel lagi"
" Hehehe..Mami tau aja" kata Melodi cengengesan.
" Tau dong. Sekarang anak Mami ganti baju dulu"
" Siap Mami"
Melodi melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Sampai di kamarnya, Melodi tidak langsung mengganti pakaiannya. Dia mengambil novel yang dia beli tadi.
Melodi membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Melodi mulai membuka novel yang di beli tadi, matanya berbinar melihat novel itu. Bagaimana tidak Melodi susah payah mendapat novel itu. Novel yang di beli sekarang memang novel yang paling laris, dan banyak diminati.
Melodi mulai membaca novel itu. Dia siap untuk masuk kedalam dunia novel itu. Bab demi bab novel itu sudah di baca, kadang Melodi tertawa dan terkadang dia juga menangis.
Sore menjelang malam Melodi baru selesai membaca novelnya. Melodi menyimpan novel itu ketempat teman-temannya yang lain. Melodi menyimpannya di rak buku khusus untuk menyimpan koleksi novel dan komiknya.
Ya Melodi juga mempunyai berbagai macam komik. Melodi memang hobi membaca, karena hobinya itu Melodi mempunyai 2 rak buku. Satu untuk novel dan satu lagi untuk komik.
Karena keasikan membaca dia jadi lupa waktu.Melodi tersenyum sendiri, itulah kebiasaan Melodi kalau sudah membaca novel. Melodi bangkit dari tidurnya, Melodi mengambil handuk, kemudian pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah 10 menit Melodi keluar dari kamar mandi. Melodi berjalan menuju walk in closet untuk mengambil pakaiannya. Selesai memakai baju, Melodi turun kebawah untuk makan malam bersama kedua orangtua nya.
Sampai di meja makan, kedua orangtua Melodi sudah menunggu anak semata wayang mereka itu.
" Anak ini, selalu membuat kita menunggu " kata Mami Melodi.
" Maaf Mih "
Mamih Melodi pun mulai melayani suami dan putrinya itu. Setelah mengambilkan nasi dan lauk untuk suami dan putrinya, barulah dia mengambil untuk dirinya. Mereka pun mulai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka.
Suasana di meja makan sangat tenang. Tidak ada yang bersuara. Mereka menikmati makan malam dengan hikmat .
To be continue...
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian untuk Author ya.. ππ
__ADS_1
Gomawo untuk kalian yang sudah kasih like, vote dan hadiahnya.. Saranghaeee.. ππ
Happy Readingππ