Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Vanya dan suaminya baru sampai di rumah kakak tersayangnya itu. Marko memarkirkan mobilnya, setelah itu mereka memasuki rumah utama.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam mama, papa" kata El.


" Berasa kek di rumah sendiri jadinya" kata Vanya.


" Kalian sudah datang?" tanya Vandy.


" Ya seperti yang kakak liat" jawab Vanya.


Mereka duduk di sofa yang ada diruang tamu.


" Kakak ipar dan keponakan aku kemana kak?" tanya Vanya.


" Mandi"


" Kakak sudah mandi?"


" Emang kamu nggak liat kakak udah tampan kek gini"


" Ck..narsisnya tak pernah hilang" kata Marko.


" Kamu kapan ganti suami sih Dek?" tanya Vandy pada Vanya.


" Nggak akan ya, lagipula nggak akan ada lelaki yang tampan dan baik seperti suami aku ini" puji Vanya sambil tersenyum pada suaminya.


" Ck.. bisa besar kepala dia kamu puji terus" kata Vandy.


" Papa" panggil El.


" Hhmm"


" Tadi Daddy Vandy bilang, dia mau ikut kita liburan?"


" Terus El bilang apa?"


" El bilang Daddy mau numpang jajan"


Marko dan Vanya tertawa mendengar ucapan putranya. Ya sifat El emang seperti mamanya, suka berdebat dengan Vandy.


" Kenapa El bilang begitu?" tanya Vanya.


" Karena tadi daddy Vandy bilang, El ngungsi di sini"


" Akhirnya kamu ketemu lawan yang sepadan Van" ledek Marko.


" Iya, dia emang seperti mamanya. Menyebalkan"


Tak berselang lama Kiran datang.


" Aunty, uncle " panggil Kiran.


" Princess-nya Aunty"


Kiran mencium punggung tangan Vanya dan Marko secara bergantian.


" Adek wangi sekali?" puji Marko sambil mencium pipi Kiran.


" Tentu dong, kan habis mandi"


" Kalau belum mandi, bau asem ya" kata Marko.


" Iya" jawab Kiran.


" Abang mana?" tanya Marko pada Kiran.


" Abang lagi nunggu kak Melodi"


" Siapa itu Kak Melodi?" tanya Vandy dan Marko berbarengan.


" Adek sama El main di ruang keluarga dulu ya" kata Vandy.


" Baik daddy. Yuk baby El" ajak Kiran pada El.


" Kakak!, El sudah besar"


" Tidak kamu masih bayi" kata Kiran.


Setelah Kiran dan El pergi keruang tamu barulah Vandy bicara pada adeknya itu. Ya Vandy tidak mau putri dan keponakan yang masih kecil itu mendengarkan pembicaraan tentang orang dewasa.


" Melodi kekasih Kenzo" kata Vandy.


" Apa!, jadi ponakan tampanku sudah punya kekasih"

__ADS_1


" Hhmm"


" Kapan mereka jadiannya?"


" Beberapa bulan yang lalu" jawab Vandy.


" Wah.. benar-benar keponakanku yang satu itu"


Tak berselang lama, Anggun turun datang diikuti sama Kenzo dan Melodi.


" Kalian udah datang?"


" Udah dua 1 jam yang aku datangnya kakak Ipar" kata Vanya sambil cipika cipiki dengan kakak iparnya.


" Aunty, uncle " panggil Kenzo sambil mencium punggung tangan Vanya dan Marko secara bergantian.


" Si cantik ini siapa?" tanya Vanya.


" Melodi, Aunty" jawab Melodi sambil mencium punggung tangan Vanya dan Marko secara bergantian.


" Nama yang cantik seperti orangnya" puji Vandy.


" Terima kasih, Tante juga cantik" puji balik Melodi.


" Aunty itu bukan cantik Mel, tapi jelek" kata Vandy.


" Kakak!" rengek Vanya.


" Jangan merengek, ingat umur" kata Vandy.


" Jangan dengerin kakak kamu. Melodi benar, kamu itu memang cantik sayang" puji Marko.


" Tu dengerin apa yang suami aku bilang, aku itu cantik" kata Vanya.


" Iya cantik kalau di lihat dari sedotan" kata Vandy.


" Kakak Ipar, coba liat suami kakak yang nggak ada akhlak itu" adu Vanya.


" Sudah Mas, kamu itu selalu berdebat dengan Vanya" kata Anggun pada suaminya.


" Habis dia duluan sayang yang mulai"


" Sudah! seharusnya kamu ngalah sama adik kamu"


Marko dan yang lain tersenyum melihat Vandy yang tak bisa berkutik di hadapan istrinya. Ya singa betina itu memang mampu meluluhkan singa jantan itu.


Diana dan suaminya baru sampai di rumah utama anaknya. Setelah memarkirkan mobil, Diana dan suaminya masuk ke dalam rumah utama.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


" Mama sama papa datang" kata Anggun sambil mencium tangan mertuanya secara bergantian. Diikuti sama suami dan putranya.


" Masya Allah cucu nenek tambah tampan dan juga tinggi lagi" puji Diana pada Kenzo.


" Nenek juga terlihat masih muda" puji Kenzo.


" Manis sekali mulut cucu nenek ini. Eh, gadis cantik ini siapa?" tanya Diana.


" Melodi, Nek" jawab Melodi sambil mencium tangan Diana.


" Nama yang cantik seperti orangnya"


" Terima kasih, nenek juga cantik" puji Melodi.


" Nenek udah tua, jadi cantiknya sudah hilang. Apa Melodi kekasihnya Kenzo?" tanya Diana.


" Iya Nek" jawab Kenzo.


" Nenek nggak tanya Abang"


" Ya sama aja jawabannya Nek"


" Kamu itu memang mirip dengan Daddy mu" kata Diana.


" Karena Abang putranya daddy, Nek"


" Iya kamu menang"


Dwipangga tersenyum melihat cucu laki-lakinya itu. Dia memang foto kopinya Vandy, bahkan sifatnya pun sama.


" Apa Melodi diancam sama Kenzo?" tanya Dwipangga.


" Maksud kakek apa?" tanya Kenzo.

__ADS_1


" Ya kakek heran aja kenapa Melodi yang cantik dan baik mau sama cucu kakek yang nakal ini"


" Abang nggak ngancam dia, tapi dia yang nggak bisa nolak pesona Abang" kata Kenzo.


" Sorak in Abang sama-sama yuk" kata Vanya.


" Jangan ada yang berani sorak in putra tampan ku" kata Vandy.


" Pawang Abang masih ada ternyata" kata Vanya.


Diana dan suaminya sangat bahagia. Seperti inilah selalu kalau semuanya sudah ngumpul. Mereka menikmati masa tua mereka dengan bahagia.


Kiara dan Wiguna baru nyampe di rumah anak dan mantunya. Setelah memarkirkan mobilnya. Kiara dan suaminya masuk kedalam rumah utama.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


" Mama, papa udah datang?" kata Anggun sambil mencium tangan kedua orang tuanya secara bergantian. Kemudian diikuti sama suami dan putranya.


Diana dan Dwipangga juga bersalaman dengan besannya itu. Diana mencium pipi kiri dan juga pipi kanan Kiara begitu juga sebaliknya.


" Adek nggak bareng sama mama papa, ya?" tanya Anggun.


" Nggak sayang, tadi pas Mama telpon dia udah di jalan"


" Sekarang kita ke taman, jadi kita nunggu yang lain di sana aja" kata Anggun.


Keluarga besar itu pergi ke taman, karena acara barbeque-nya akan di mulai. Sesampainya di taman, mereka duduk di kursi yang sudah ada di sana.


Para sahabat Anggun sudah datang, bersama keluarga kecil mereka masing-masing. Suasana di sana menjadi semakin rame.


Sinta dan suaminya duduk bergabung bersama Anggun dan Vandy. Begitu juga dengan Sisil dan suaminya.


" Kalian sudah datang?" kata Melodi sambil menghampiri kedua sahabatnya.


" Gila! rumah kekasih lo, gedong banget" puji Dira.


" Iya, halamannya aja bisa untuk landasan pesawat" kata Keyra.


" Aku pas pertama kesini juga sama kek kalian berdua, kaget sekaligus takjub" kata Melodi.


" Habis berapa duit bikin rumah kek begini?" tanya Dira.


" Yang pasti banyak banget. Berasa kecil banget gue kalau di sini " kata Keyra.


" Iya, rumahnya benar-benar wow banget" kata Dira.


" Kita duduk di sana yuk" ajak Melodi.


Mereka duduk di kursi yang agak berjauhan dari para orang dewasa itu. Mereka membuat kelompok sendiri.


" Princess" panggil Daffin.


" Affin"


" El ada disini juga?" tanya Daffin.


" Iya, Daffin sini duduk di samping El" tawar El.


" Nggak! Affin mau duduk di sebelah princess" kata Daffin.


Kiran duduk di tengah-tengah antara Daffin dan El.


" Senang ya jadi Kiran" kata Dira.


" Kenapa?" tanya Tristan.


" Jadi rebutan cowok-cowok tampan" kata Dira.


" Ya seperti itulah princess, dia seperti punya magnet yang dapat menarik semua orang untuk dekat dengannya " kata Tristan.


" Benar banget. Kenzo sungguh beruntung mempunyai adik secantik dan sebaik Kiran " kata Keyra.


" Kalian tidak tau saja kalau dia lagi marah" kata Gian.


" Emang gimana kalau Kiran lagi marah?" tanya Melodi.


" Bumi bisa gonjang-ganjing" kata ketiga cowok tampan itu.


Ketiga cewek cantik itu tidak mengerti apa maksud ucapan kekasih mereka. Apa ada sesuatu yang di sembunyikan dari mereka oleh ketiga cowok tampan itu.


To be continue..


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2