
Jam istirahat.
Semua murid sedang mengisi cacing dalam perut mereka, tak terkecuali Kenzo dan kedua sahabatnya. Seperti biasa Kenzo cs mencari tempat duduk di pojokan. Bisa di bilang itu tempat duduk favorit mereka.
" Boleh duduk di sini nggak?" tanya Cantika pada Kenzo dan Gian.
Kenzo hanya diam, dia asik memainkan game di ponselnya, begitu juga dengan Gian. Cantika melirik Kenzo sekilas, dia sedih karena Kenzo selalu saja mengacuhkannya.
" Makanan datang " kata Tristan.
" Lama amat sih lo" kata Gian.
" Heh!, lo nggak lihat antreannya panjang kek gerbong kereta api" kata Tristan.
" Diam!, gue kesini mau makan. Bukan mau mendengarkan perdebatan kalian berdua" kata Kenzo.
Cantika merasa kehadirannya tidak di anggap pun memilih untuk pergi dari sana. Kenzo cs tidak mempedulikan Cantika, lagi pula mereka tidak mengundang Cantika.
Kenzo dan kedua sahabatnya mulai menyantap soto yang ada di hadapan mereka. Tapi baru mau masukkan suapan pertama, ponsel Kenzo berbunyi.
Kenzo menghentikan kegiatan makannya. Dia menatap layar ponselnya, di sana tertulis my princes is calling. Kenzo pun mengeser tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Tampaklah wajah cantik adeknya.
" Abang?!"
" Ucap salam dulu sayang"
" Hehe lupa. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
" Abang lagi apa?"
" Makan, princes sendiri?"
" Adek baru pulang sekolah"
" Tumben adek call abang "
" Adek mau liat Bang Tian"
Kenzo mengarahkan ponselnya pada Tristan.
" Abang Tian?!"
" Inces abang"
" Abang Ian mana?"
Tristan pun mengarahkan ponsel Kenzo ke Gian.
" Abang Ian!"
" Uhuk.. uhuk" Gian tersedak karena mendengar teriakan cempreng Kiran.
" Abang Ian nggak apa-apa"
" Nggak apa-apa inces sayang"
Kenzo mengambil ponselnya dari tangan Gian. Kalau tidak cepat di ambil bisa-bisa makannya nggak akan kelar.
" Adek istirahat ya, abang mau lanjutkan makan dulu"
" Iya, selamat makan abang"
" Makasih sayang "
Sambungan video pun terputus.
Kenzo menyimpan ponselnya kembali kedalam saku celananya, Kenzo dan kedua sahabatnya melanjutkan makannya kembali.
Cantika merasa panas mendengar Kenzo menyebut kata sayang. Ya Cantika memang hanya mendengar Kenzo bilang sayang sama lawan bicaranya di telepon. Dia tidak mendengarkan suara Kiran.
Apa Kenzo sudah punya kekasih?.
Kenzo cs membayar pesanan mereka tadi, Setelah itu mereka kembali kedalam kelas, karena jam istirahat akan segera habis.
" Weekend besok kita jalan-jalan yuk?" usul Tristan
" Boleh juga, tapi kemana?" tanya Kenzo.
" Puncak" jawab Gian dan Tristan.
__ADS_1
" Ok, setuju " kata Kenzo.
" Tapi rencana kita ini jangan sampai di ketahui sama nyokap dan bokap kita" kata Gian.
" Betul, ntar mereka bikin drama lagi" kata Tristan.
" Itu mami lo" kata Gian dan Kenzo.
" Iya, dan cara itu sangat ampuh menyiksa gue " kata Tristan.
Teeeett..
Bel pun berbunyi, semua murid sudah masuk kembali kedalam kelas dan menunggu guru mereka datang untuk melanjutkan pelajaran kembali.
Kediaman Dwipangga.
Vanya baru pulang menjemput El dari sekolahnya. Ya sekarang umur El sudah 6 tahun, dan sekarang duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar (SD).
" El ganti baju dulu ya sayang, mama mau siapkan makan dulu"
" Iya Ma"
El pun melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kekamarnya. Vanya pergi kedapur untuk menyiapkan makan siang untuk putranya itu.
Setelah 5 menit, El turun kebawah untuk makan siang bersama mamanya. Sampai di tangga terakhir El di kagetkan sama papanya.
" Papa!"
" Jagoan papa"
" Papa tumben sudah pulang?"
" Karena pekerjaan papa sudah selesai, jadi bisa makan siang sama jagoan papa. Mama mana?"
" Di dapur"
" El duluan keruang makan ya, papa mau ganti baju dulu"
" Siap papa"
El melangkahkan kakinya menuju ruang makan. Dia sangat senang karena bisa makan siang bersama denga papanya. Ya Marko hampir sama dengan Vandy, dia jarang ada waktu untuk makan siang bersama keluarga kecil mereka.
El duduk di tempat biasa, Vanya mengambilkan nasi dan juga lauk untuk putranya itu. Setelah itu baru untuk dirinya.
" El nunggu papa "
" Papa?"
" Iya Ma, papa akan makan siang sama papa" kata El sambil tersenyum.
" Sayang, mama tau kamu pengin makan siang sama papa. Tapi papa nggak bisa makan siang bareng kita"
" Siapa bilang nggak bisa" kata Marko yang baru selesai ganti baju.
Vanya kaget melihat suaminya ada di hadapan, dengan memakai baju santai.
" Ka-kapan?" tanya Vanya.
" Kapan apa sayang, hhmm? " kata Marko sambil mengecup pipi istrinya.
" Kapan papa pulangnya?" tanya Vanya lagi.
" Baru aja"
" Tumben papa bisa pulang cepat"
" Karena kerjaan papa lagi nggak banyak, yuk makan"
Vanya pun mengambilkan nasi untuk suaminya itu. Setelah itu mereka pun makan bersama. Vanya senang hari ini suaminya bisa pulang cepat, jadi mereka bisa makan siang bersama.
Siang hari.
Kenzo cs bersiap untuk pergi ke tempat pemotretan. Ya begitulah kegiatan ketiga cowok tampan itu, pulang sekolah bukannya istirahat, mereka malah pergi kerja.
Ketiga motor itu melaju dengan kecepatan sedang. Tak butuh waktu lama mereka bertiga pun sampai di perusahaan lion entertainment. Tapi motor mereka berhenti di pintu gerbang.
" Kenapa mereka bisa di sini" kata Kenzo.
" Pihak keamanan juga nggak ada lagi" kata Gian.
" Kita putar balik aja" usul Tristan.
__ADS_1
" Ide bagus, gue nggak mau di keroyok sama cewek-cewek itu" kata Kenzo.
Saat mereka akan memutar balik motor mereka, tiba-tiba salah satu fans melihat.
" Itu mereka " kata salah satu fans Kenzo cs.
Sontak para fans yang lain menoleh kebelakang.
" Sial! " umpat Kenzo
Sebelum para fans mereka menggila, Kenzo cs bergegas memutar balik motor mereka. Mereka bertiga berhasil memutar balik motor mereka, kemudian Kenzo cs melajukan motor mereka dengan kecepatan tinggi.
" Ya mereka sudah kabur"
" Kamu sih pake teriak tadi"
" Terus gimana?, apa kita akan tetap di sini?"
" Kita pulang, besok siang kita datang lagi"
Para fans itu pun pergi meninggalkan kantor lion entertainment. Besok mereka akan kembali lagi. Mereka bertekad, kalau besok tidak akan gagal lagi.
Kenzo cs menghentikan motor mereka di sebuah taman. Mereka duduk di kursi taman yang ada di sana.
" Gil*!, tadi itu fans kita" kata Tristan setelah mendudukan pantanya di kursi yang ada di sana.
" Kagak, itu orang mau demo" kata Gian.
" Gue nggak bisa bayangin di keroyok sama mereka" kata Kenzo sambil begidik ngeri.
" Kita benjolnya bukan karena di tonjok, tapi karena di cium " kata Tristan.
" No!" teriak Gian.
" Astagfirullah, lo kesambet" kaget Kenzo.
" Tau lo, bikin kita jantungan aja" kata Tristan.
" Hehe, kagak. Gue bayangin di cium sejuta cewek " kata Gian.
" Ya elah, si Maimunah udah bayangin yang begituan aja" kata Tristan.
" Gian sudah mulai mesum ya Tian" kata Kenzo.
" Iya, udah bikin resah ya Ken" kata Tristan.
" Banget" kata Kenzo.
" Heh!, yang ngomong cium-cium duluan siapa?" tanya Gian.
" Lo" kata Kenzo dan Tristan.
" Sembarangan, yang ngomong duluan itu lo Maisaroh" kata Gian sambil memukul kepala Tristan.
" Kok gue " protes Tristan.
" Emang. Coba lo ingat-ingat lagi" kata Gian.
Tristan pun mencoba mengingatkan kembali. Beberapa menit barulah Tristan.
" Udah ingat?" tanya Gian.
" Gue kan cuma bilang, nah lo malah membayangkan" kata Tristan.
" Sudah-sudah, kalian berdua sama aja" kata Kenzo.
" Sama apa?" tanya Gian dan Tristan berbarengan.
" Mesum!" kata Kenzo
" Anak sulta kamvret" kata Gian dan Tristan berbarengan.
Kenzo pun tertawa lepas mendengar umpatan kedua sahabatnya itu.
To be continue..
Jangan lupa kasih suportnya untuk Author ya.
Gomawo.. 😉😉
__ADS_1
Happy Reading.