
Akhirnya pesanan yang di tunggu datang juga. Kenzo mengambil pesanan mereka tadi dari tangan sang kurir. Setelah itu sang kurir pun pamit undur diri.
Mereka mulai menyantap burger yang baru datang tadi. Mereka semua sangat menikmati bugernya. Kenzo cs memang jarang makan burger, karena menurut mereka makanan fast food itu tidak sehat.
Setelah beberapa menit burger tadi pun sudah pindah kedalam perut mereka. Melodi dan Keyra mengumpulkan sampah makanan dan minuman tadi, kemudian mereka membuangnya ke tong sampah.
Kenzo dan para sahabatnya memutuskan untuk latihan sebentar lagi, setelah itu barulah mereka pulang, karena hari juga sudah sore.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, mereka pun menyudahi sesi latihannya. Mereka. Besok mereka sudah siap untuk tampil di acara amal.
" Mel, kamu pulangnya sama aku aja " kata Kenzo.
" Terus Keyra gimana?" tanya Melodi.
" Keyra biar gue yang antar" kata Gian.
" Makasih Ian" ucap Melodi.
Mereka pun berjalan menuju parkiran. Sesampainya di parkiran, Kenzo memberikan helm pada Melodi, begitu juga dengan Gian. Hanya Tristan yang tidak mempunyai cewek untuk dia bonceng.
Ah!, beginilah nasib kalau tidak ada gandengan. batin Tristan.
Kenzo cs pun melajukan motor mereka meninggalkan sekolah. Sampai di gerbang sekolah, mereka pun berpisah. Mereka langsung menuju ketempat masing-masing.
Kenzo mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Sedang asik mengobrol, tiba-tiba Kenzo merem mendadak motornya. Sehingga tubuh Melodi terbentur ke punggung Kenzo.
" Shiiit" umpat Kenzo.
" Kenapa Ken? " tanya Melodi.
" Ada mobil yang berhenti mendadak" jawab Kenzo.
Tak berselang lama, keluarlah dari dalam mobil beberapa laki-laki berbadan besar dan bertato. Bagi orang lain mungkin penampilan para lelaki itu menakutkan, tapi tidak untuk Kenzo dan Melodi.
" Kenapa kalian berhenti mendadak di depan motor ku?!" tanya Kenzo pada laki-laki itu.
" Karena kami menginginkan gadis yang kau bawa itu?!"
Melodi turun dari motor, kemudian dia melepas helm yang ada di kepalanya. " Kalian menginginkan ku?" tanya Melodi.
" Ya, karena bos kami menginginkan nyawa kau gadis kecil"
" Wow takut" kata Melodi dengan nada mengejek.
Kenzo tersenyum mendengar ucapan Melodi.
" Baiklah, kalau itu maunya bos kalian" kata Melodi.
" Mel, kamu jangan bercanda" kata Kenzo.
Melodi tersenyum pada Kenzo. " Tenang, aku akan baik-baik saja" kata Melodi.
" Tapi kamu nggak bisa beladiri" kata Kenzo.
" Kamu lihat dan nikmati saja pertunjukannya" kata Melodi.
" Baiklah" kata Kenzo sambil me menganggukkan kepalanya.
" Gue kasih kalian semua waktu 5 menit untuk mengambil nyawa gue" kata Melodi.
" Tidak perlu menunggu sampai 5 menit, 1 menit saja kami sudah bisa membunuh mu" kata salah pria itu dengan nada sombong.
" Oh baiklah, silakan kalian coba" kata Melodi sambil meregangkan otot-otot tangannya.
Tiga orang pria bertubuh besar maju melawan Melodi. Ketiga pria itu mulai menyerang Melodi, dengan sigap Melodi menghindar setiap pukulan yang di berikan katiga pria itu.
__ADS_1
Kenzo harap-harap cemas melihat Melodi yang bertarung melawan ketiga pria itu. Ingin rasanya dia membantu, tapi Melodi tidak memberikan izin.
Ketiga pria itu tambah kesal karena Melodi selalu bisa menghindar dari serangan yang mereka berikan. Mereka tidak menyangka gadis yang ada di hadapan mereka sangat gesit.
Melodi melirik arloji yang melingkar cantik di tangannya. " Waktu kalian habis!"
Sekarang Melodi lah yang megang kendali. Melodi menyerang ketiga cowok di depannya itu. Karena gerakan Melodi sangat cepat, mereka tidak sempat menghindar, alhasil mereka pun langsung tersungkur.
Kenzo kaget melihat adegan barusan, dalam hitungan detik Melodi bisa menumbangkan tiga lawan sekaligus. Kenzo tersenyum, dia nggak menyangka Melodi bisa beladiri.
Semakin menarik, gumam Kenzo.
Ketujuh teman pria tadi tidak percaya melihat teman mereka tumbang, hanya dengan satu kali serangan.
" Bagaimana?" tanya Melodi.
" Kau jangan sombong dulu gadis kecil"
Ketujuh pria itu maju secara bersamaan. Tentu saja Melodi sangat senang, karena itu bisa mempersingkat waktu.
Para pria bertubuh besar itu tidak bisa melihat gerakan Melodi, gerakan Melodi sangat cepat. Dua pria tumbang lagi karena mendapatkan pukulan di dada mereka.
" Kalian benar-benar payah!" kata Melodi sambil menendang aset salah satu pria bertubuh besar itu.
" Aaaakkkggg" pria itu menjerit karena aset berharganya menjadi korban.
Kenzo tidak dapat menahan tawanya, melihat salah satu pria itu menjerit kesakitan. Bunyi jeritan kesakitan itu sangat merdu terdengar bagi Kenzo, apalagi bagi Melodi.
" Hei, kau lucu sekali" teriak Kenzo.
" Diam kau bocah!" teriak lelaki itu sambil memegang asetnya.
" Mel, Apa kamu sudah kehabisan tenaga?, apa kamu butuh bantuan?" tanya Kenzo pada Melodi.
" Tentu saja tidak" kata Melodi.
Melodi pun menganggukkan kepalanya. Seketika aura di sana berubah menjadi menyeramkan. Ketujuh pria itu bergidik ngeri, melihat aura membunuh dari mata Melodi.
Kenzo suka aura yang Melodi keluarkan. " ini baru menarik Mel"
Melodi tidak ingin membuang waktu lagi, dia mulai menyerang ketujuh pria itu. Melodi tidak memberi cela untuk mereka membalas serangan yang Melodi berikan.
Saat serangan terakhir ketujuh pria itu mengeluarkan darah segar dari mulut mereka. Karena Melodi menendang perut mereka dengan sangat kuat.
" Wooww kereeen!" teriak Kenzo.
Melodi berjongkok di depan salah satu pria itu. " Cepat kasih tau gue, siapa bos kalian?!" kata Melodi.
" Ka-kami tidak akan memberi tau" kata pria itu.
" Oh benarkah" kata Melodi sambil menginjak tangan pria itu.
" Ba-baiklah kami akan memberi tau kamu gadis kecil" kata pria itu sambil menahan sakit di seluruh tubuhnya.
" Bagus, cepat katakan!"
" Di-dia preman terkuat di kota ini"
" Sekarang bawa kami menemui bos mu?" kata Melodi.
" Bagaiman mereka mau membawa kita kesana?, kamu tidak melihat kondisi mereka, jangankan untuk berjalan, untuk berdiri saja mereka tidak kuat" kata Kenzo.
" Ah benar juga"
" Kamu ambil saja ponsel mereka, terus hubungi bos mereka"
__ADS_1
Melodi pun mencari ponsel pria itu. Setelah menemukannya, Melodi langsung saja mencari nomor kontak bos mereka. Tidak sulit untuk Melodi mencarinya, karena disana hanya ada satu kontak, dan tertulis nama bos disana.
Melodi langsung menghubungi nomor itu. Tak butuh waktu lama telepon pun tersambung ke bos mereka.
" Hallo" terdengar suara di seberang sana.
" Hallo"
" Siapa kau?!, kenapa ponsel anak buahku ada bersama mu"
" Kenapa kau tidak mengenalku, bukan kah kau menginginkan nyawaku"
Deg.
" Dimana anak buahku!"
" Kau tenang saja, mereka semua belum mati. Sekarang kasih tau dimana posisi mu, biar aku sendiri yang akan mengantarkan nyawaku"
" Bagus, kau datanglah ke gedung tua yang ada di belakang pabrik yy"
" Baiklah, kau tunggu kedatanganku"
Tut
Panggilan pun terputus.
" Apa kamu akan pergi kesana?" tanya Kenzo.
" Tentu saja, apa kamu takut" kata Melodi.
" Tentu saja tidak?!"
" Aku pikir kamu takut" kata Melodi.
" Kau meremehkanku nona"
" Ck..baiklah tuan muda, bisakah kita berangkat sekarang" kata Melodi.
" Tunggu, aku hubungi Gian dan Tristan dulu"
" Untuk apa?" tanya Melodi.
" Kita nggak tau berapa jumlah musuh kita disana. Walaupun kita bisa beladiri, tapi nggak ada salahnya kita mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi nanti"
Melodi pun menganggukkan kepalanya, tanda setuju. Kenzo mengambil ponselnya, dan menghubungi sahabatnya itu.
" Hallo bro"
" Lo udah sampai di rumah?"
" Belum, gue di jalan xx"
" Bagus, tunggu gue disana. kita akan pesta besar"
" Ok, gue tunggu "
" Siap ini, lo tolong hubungi Tristan"
" Siap bos"
Tut..
Kenzo menyimpan kembali ponselnya di saku celananya. Kenzo melajukan motornya menuju tempat Gian. Mereka akan pesta besar hari ini.
To be continue.
__ADS_1
Happy Reading.. 😚😚