Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Sepeninggal Kenzo dan kedua sahabatnya, Gilang mengamuk. Gilang membanting semua botol MIRAS kelantai, botol itu pun hancur berserakan di lantai.


" Dasar orang-orang tidak berguna!, mengalahkan 3 anak kecil saja kalian tidak bisa!" hardik Gilang.


Teman-teman Gilang tadi hanya diam, tubuh mereka seakan remuk karena Kenzo cs tadi. Tapi mereka bersyukur, karena Kenzo cs tidak membunuh mereka.


" Gue menyesal sudah membatu lo" kata teman yang Gilang yang tangannya di patahkan Kenzo cs tadi.


" Benar, kita mau saja di bodohi sama Gilang. Dia hanya menonton kita dan tidak mau membantu kita untuk menghadapi Kenzo cs"


" Kita sudah babak belur, sedangkan dia baik-baik saja. Mending kita pergi dari sini dan mengobati luka kita"


Teman-teman Gilang pun pergi meninggalkan Gilang. Mereka akan kerumah sakit untuk mengobati ketiga tangan temannya yang patah tadi.


" Pergi kalian semua!, gue nggak butuh orang-orang bod*h seperti kalian!" teriak Gilang.


" Kau beruntung karena keadaan kami seperti ini. Kalau tidak kami sudah membungkam mulutmu, sehingga kau tidak bisa bicara seumur hidupmu lagi" kata salah satu teman Gilang.


Setelah itu mereka benar-benar menghilang dari hadapan Gilang. Sekarang mereka semua benar-benar tau, kalau Gilang hanya memanfaatkan mereka saja.


Di kantin sekolah.


Kenzo cs sedang menyantap bakso pesanan mereka. Ya selesai menghajar 10 orang teman Gilang di gudang tadi, mereka merasa lapar. Jadi mereka langsung menuju kantin untuk mengisi tenaga mereka yang terkuras tadi.


" Ternyata cuma badan mereka aja yang gede, tapi tenaga mereka nol besar" kata Tristan sambil mengunyah bakso yang ada di dalam mulutnya.


" Habiskan dulu bakso ya ada di dalam mulut kamu. Setelah itu baru bicara" kata Kenzo.


" Tau tu si Tristan, bikin gue nggak nafsu makan aja" kata Gian sambil mengunyah baksoknya.


" Lo juga sama kek Tristan. Mulut ada isinya masih aja ngomong" kata Kenzo.


" Elah marah mulu lo ah" kata Gian.


" Kira-kira si Ketos itu masih berani ganggu kita nggak ya" kata Tristan.


" Gue sudah beri dia peringatan, kalau dia masih berulah, maka gue akan segan-segan untuk menghancurkan perusahaan papanya" kata Kenzo dengan sorot mata yang tajam.


" Wah.. wah, ternyata anak sultan horor juga" ledek Gian.


" Lo pikir gue demit" kata Kenzo.


" Habis ini kita mau kemana?" tanya Tristan.


" Rooftop " jawab Kenzo dan Gian.


" Cie.. cie jodoh ni ye" ledak Tristan.


" Berisik banget si lo Tian" kata Gian.

__ADS_1


" Cepat habiskan makanan kalian, kalau nggak mau gue tinggal " kata Kenzo.


Tristan dan Gian pun bergegas memakan bakso mereka. Tak berapa lama bakso itu pun sudah berpindah kedalam perut mereka.


" Alhamdulillah kenyang " ucap Tristan.


" Masih kuat jalan nggak lo" kata Gian.


" Kagak Ian, gendong?" kata Tristan dengan nada manja.


" Aiisss..geli gue mendengar lo bicara dengan manja gitu" kata Gian.


" Hari ini biar gue yang bayar " kata Kenzo.


" Sering-sering juga nggak masalah Ken" kata Gian.


" Itu maunya lo" kata Kenzo sambil pergi kekasir.


Selesai membayar pesanan mereka tadi, Kenzo cs pun pergi meninggalkan kantin sebelum para fans mereka datang kekantin. Mereka pergi ke rooftop.


Sampai di rooftop Kenzo melihat cewek dekil sedang menikmati bekalnya. Setelah itu mereka pergi ketempat favorit mereka.


" Lelah nya" kata Gian sambil membaringkan tubuhnya di lantai.


" Habis makan, kok gue ngantuk ya" kata Tristan.


" Tu ciri-ciri orang pemalas" kata Kenzo.


" Dikit" jawab Kenzo.


" Ciri-ciri orang malas" kata Tristan dan Gian.


Mereka bertiga pun tertawa bersama. Kenzo pun memutuskan untuk tidur, begitu juga dengan Gian dan Tristan. Tak berapa lama mereka bertiga pun terlelap.


Di tempat lain.


Gilang pergi menemui kekasihnya. Dia butuh Indira untuk menengkannya sekarang. Gilang melihat Indira sedang sendirian duduk di ruang OSIS.


" Sayang" panggil Gilang.


Indira mendongakkan kepalanya. Setelah itu dia kembali fokus pada ponselnya.


" Kamu kenapa sih sayang?" tanya Gilang setelah duduk di samping kekasihnya itu.


" Aku lagi bete sama kamu"


" Emang aku ngapain?"


" Kenapa nomor kamu nggak aktif "

__ADS_1


" Sorry sayang baterai ponsel aku habis" kata Gilang sambil mengoyangkan poselnya.


" Awas ya Gilang kalau kamu ketahuan punya pacar lain di belakang aku" ancam Indira.


" Kamu tenang aja, aku nggak akan pernah cari yang lain. Karena di sekolah Taruna ini kamu lah satu-satunya cewek yang paling cantik" gombal Gilang.


Seketika wajah Indira merona mendengar pujian dari Gilang. Ya Gilang memang cowok yang pintar merayu cewek.


" Aku kangen kamu sayang" bisik Gilang sambil menggigit lembut telinga Indira.


" Aku juga kangen sama kamu" kata Indira.


Tanpa menunggu lama, Gilang pun mencium bibir Indira. Ciuman itupun berganti menjadi ******n lembut. Indira membalas ciuman Gilang.


Setelah pasokan oksigen mereka berkurang, Gilang pun melepaskan ciumannya. Gilang mengusap bibir Indira dengan ibu jarinya.


" Kamu sudah pintar ya dalam hal ciuman. Siapa yang ngajarin sih?" tanya Gilang.


" Kamu" jawab Indira sambil mencubit hidung Gilang.


" Aww.. sakit sayang"


" O iya, kamu kasih hukuman apalagi Kenzo cs?" tanya Indira.


" A-aku suruh bersih toilet" jawab Gilang gugup.


" Kamu jangan sering-sering kasih hukuman mereka bertiga"


" Kenapa?"


" Emang kamu nggak tau siapa Kenzo cs? " tanya balik Indira.


" Nggak"


" Mereka bertiga itu model terkenal"


" Model?!"


" Hhhmm"


Gue akan menghancurkan karir kalian sebagai model.


" Aku lapar, kita kekantin yuk" ajak Indira.


" Yuk"


Gilang dan Indira pun keluar dari ruangan OSIS, kemudian mereka menuju kantin sekolah untuk makan siang.


To be continue..

__ADS_1


Happy Reading.. 😚😚


__ADS_2