Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Keluarga besar Gio sudah bersiap mau ke rumah walikota. Hari acara lamaran Tristan dengan Dira. Ya, Tristan memang meminta melamar Dira setelah satu Minggu pertunangan Kenzo dan Melodi di gelar.


Semua seserahan untuk lamaran sudah di masukkan semuanya ke dalam mobil. Sekarang tinggal menunggu sang putra turun ke bawah.


" Ternyata lo kalah start sama si Maisaroh" kata Kenzo.


" Ia, gue juga nggak nyangka bakal kalah start dari dia" kata Gian.


" Makanya buruan gas keun atuh, Ian " kata Kenzo.


Tak berapa lama Tristan datang. Dia terlihat tampan dengan stelan jas berwarna hitam. Dia tersenyum pada kedua sahabatnya.


" Gimana penampilan gue?"


" Biasa aja" jawab Kenzo dan Gian berbarengan.


" Ck.. bener-bener sahabat nggak ada akhlak lo berdua"


" Udah, buruan masuk ke mobil" kata Kenzo.


" Ia, dandannya ngalahin cewek" kata Gian.


" Lo berdua tu, bawelnya ngalahin emak-emak kompleks" kata Tristan sambil masuk mobil.


Setelah semua masuk kedalam mobil masing-masing. Mobil pun melaju meninggalkan kediaman Gio. Iring-iringan mobil mewah itu mulai membela jalan raya.


" Kenapa setiap mengadakan acara lamaran selalu malam hari ya?" tanya Kenzo.


" Ia, jarang ada yang melakukannya siang atau sore hari" tambah Gian.


" Mungkin kalau siang sama sore, orang-orang sibuk bekerja" jawab Tristan.


" Hei, sampai kapan kalian berdiri di situ. Cepat masuk ke dalam mobil" titah Vandy.


" Siap Dad" kata Kenzo.


Ketiga cowok tampan itu langsung masuk ke dalam mobil, begitu juga dengan yang lainnya. Mobil-mobil mewah itu melaju meninggalkan kediaman Gio.


" Gue kok nervous banget ya" kata Tristan setelah mereka sampai di rumah Dira.


" Itu biasa, gue kemarin juga gitu" kata Kenzo.


" Kita yakin lo bisa Tian" kata Gian sambil menepuk pundak sahabatnya.


" Thank's ia bro "


Kedua orang tua Dira sudah menunggu kedatangan mereka di depan pintu masuk. Mereka menyambut kedatangan keluarga Gio dengan senyum yang terus terukir dibibir mereka.


" Selamat datang tuan" ucap Papa Dira.


" Terima kasih"


" Silakan duduk sebelah sini tuan"


Gio dan rombongannya mengikuti langkah kaki calon besannya. Para tamu mulai berbisik-bisik melihat kedatangan orang-orang yang berpengaruh di kota itu.


" Eh, bukankah itu model tampan yang ada di majalah-majalah fashion dan juga bisnis?"

__ADS_1


" Ia, kenapa mereka ada di sini ya?"


" Kalian tidak tau, salah satu dari mereka kan calon mantunya Pak walikota"


" Benarkah? yang mana?"


" Aku juga nggak tau yang mana anaknya, tapi yang jelas salah satu dari mereka"


" Coba liat nona Anggun terlihat semakin cantik, ya"


" Ia, pantas tuan Vandy tidak bisa berpaling dari nona Anggun"


" Putri mereka juga terlihat cantik"


" Tapi aku kok belum pernah melihat anak pertama mereka. Karena hanya putri mereka yang di ketahui publik"


" Anak pertama mereka bukannya laki-laki ya?"


" Ia, pasti tampan seperti Bapaknya"


" Aku benar-benar penasaran sama putra mereka"


" Sama, aku juga"


Banyak lagi omongan para tamu di sana. Vandy dan Anggun yang tak sengaja mendengar pembicaraan ibu-ibu itu hanya tersenyum. Mereka memang hebat menyembunyikan keberadaan sang putra.


Kenzo memang nyaman dengan kondisi yang seperti itu. Karena dia tidak akan berurusan dengan para penjilat. Dia juga tau mana yang ingin berteman dengannya, tanpa tau siapa dia sebenarnya.


Gio dan rombongannya duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh tuan rumah. Begitu juga dengan Kenzo cs. Mereka duduk selalu berdekatan, seperti perangko yang susah di pisahkan.


" Sayang gue mana ya" kata Kenzo sambil melihat sekeliling taman.


" Sok tau lo " kata Kenzo.


" Mereka kan juga sama kek kita, selalu bertiga" kata Gian.


" Ia juga ya"


" Ck.. tadi bilang sok tau, tapi pas dibilang si Ian baru bilang. ' Ia juga ya"


" Berisik!" kata Kenzo.


" Itu mereka " kata Gian sambil memberi isyarat dengan matanya.


Kenzo langsung menoleh kearah yang di maksud Gian. Benar saja, Melodi cs sedang berjalan memasuki taman yang sudah di sulap menjadi tempat acara pertunangan Tristan dan Dira nanti.


Kenapa dia selalu terlihat cantik. Bahkan sekarang terlihat lebih cantik. Gumam Kenzo dalam hati.


Melodi tersenyum kearah tunangannya yang kebetulan sedang menatap dirinya dengan penuh cinta.


" Mingkem Ken" ucap Gian sambil menyenggol lengan sahabatnya.


Kenzo menatap Gian dengan tajam. Sahabatnya yang satu itu emang biang rusuh.


" Pen gue congkel aja tu mata "kata Gian.


" Emang lo berani?" tantang Gian.


" Tentu saja berani"

__ADS_1


" Diam, acara mau di mulai tu" kata Tristan.


Sekarang giliran Tristan yang mendapatkan tatapan tajam dari kedua sahabatnya. Yang ditatap hanya nyengir kuda sambil melihatkan sederetan giginya yang putih.


Acara pertunangan Tristan dan Dira pun segera dimulai. Orang tua Tristan menyerahkan seserahan lamaran pada pihak perempuan. Kedua orang tua Dira menerima seserahan yang di berikan oleh pihak keluarga laki-laki.


Setelah acara serah terima seserahan, sekarang tibalah saatnya untuk bertukar cincin. Tristan mengambil satu cincin yang berukuran kecil. Kemudian dia memasangkan di jari manis Dira.


" Sekarang kamu udah aku ikat ya Ay. Jadi nggak boleh ganjen lagi" kata Tristan setelah memasangkan cincin di jari manis Dira.


Kenzo dan Gian melongo mendengar ucapan dari si bontot. Sedangkan para orang tua Tristan hanya tersenyum mendengar ucapan putranya.


" Udah mulai protektif si Saroh" kata Gian.


" Ia, bibit bucin dia" kata Kenzo.


Tristan menatap tajam ke dua sahabatnya yang daritadi mengganggu konsentrasinya. Sedangkan yang di tatap hanya cuek saja.


" Cepat ulurkan jari manis lo, supaya Dira bisa memasangkan cincinnya ke jari lo" kata Gian.


" Ia biar cepat kelar nih acara pasang memasang cincin" kata Kenzo.


" Idih, bilang aja kalian mau makan" kata Tristan.


" Itu salah satunya" kata Kenzo dan Gian.


" Dasar suka gratisan " kata Tristan.


Para tamu undangan tersenyum gemas melihat tingkah ketiga cowok tampan itu. Mereka baru pertama kali melihat ketiga model tampan itu berdebat.


" Maafkan kedua sahabat saya ya Bapak ibuk " kata Tristan.


" Udah buruan" kata Gian.


" Ia ah"


Tristan mengulurkan tangannya pada calon tunangannya. Dira mengambil cincin yang tinggal satu itu ke jari manis Tristan.


" Pelan-pelan aja yang masukin-nya " kata Tristan.


" Masukin apa?" tanya Kenzo.


" Cincin lha, emang apalagi?" kata Tristan.


" Ya mana tau masukin yang lain" kata Gian.


" Ck.. otak lo berdua mesum" kata Tristan.


Cincin pun berhasil di pasangkan ke jari manis Tristan. Dengan begitu mereka berdua resmi bertunangan.


Prok..prok..


Suara tepuk tangan terdengar di taman itu. Dengan begitu proses lamaran pun selesai. Dira dan Tristan sudah resmi bertunangan. Sekarang tinggal Gian dan Keyra yang belum bertunangan.


Para tamu di persilakan untuk mencicipi hidangan yang sudah di sediakan oleh tuan rumah. Kenzo dan Gian juga tidak mau ketinggalan, kedua cowok tampan itu segera meluncur ke tempat hidangan berada. Melodi dan Keyra hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah kedua cowok tampan itu.


To be continue..


Detik-detik menuju END 😉

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2