
Laura sedang istirahat diruangannya. Dia kepikiran sama Vandy. Kenapa tadi pagi Vandy cuek banget sama dia, padahal semalam Vandy udah manggil dia dengan sebutan sayang.
Apa dia takut ketahuan sama istrinya.
Laura mengambil HP nya didalam tasnya, kemudian dia mengirim pesan pada Vandy.
Isi pesan
Laura: " Sayang "
Vandy KW: " Iya sayang, ada apa?"
Laura: " Aku kangen sama kamu😌😌"
Vandy KW: " Aku juga kangen sama kamu"
Laura: " Tapi aku kesal sama kamu"
Vandy KW: " Kesal kenapa?"
Laura: " Tadi pagi kamu cuek banget sama aku"
Vandy KW: " Maaf sayang, tadi ada nona"
Laura: " Nona"
Vandy KW: " Maksudnya istri sayang"
Laura: " Kenapa kamu ngajak dia tadi 😒😒"
Vandy KW: " Itu permintaan Kenzo"
" Laura: " Kamu udah makan siang?"
Vandy KW: " Baru aja selesai, kamu sendiri gimana?"
Laura: " Belum, aku nggak selera makan"
Vandy KW: " Kamu sakit?"
Laura: " Iya, habis kamu cuekin aku tadi"
Vandy KW: " Kan kamu tau sendiri, tadi itu ada istri aku"
Laura: " Iya, besok jadi ketemuan kan?"
Vandy KW: " Jadi dong. Aku lanjut kerja dulu"
Laura: " Ok sayang, selamat bekerja.. 😘😘"
Pesan pun berakhir.
Laura sangat senang karena besok dia akan bertemu dengan Vandy.
Tinggal selangkah lagi, kamu akan berada dalam genggaman aku.
***
Vandy sedang mengecek berkas-berkas yang ada diatas mejanya. Sejak tadi tumpukan kertas itu tidak ada habis-habisnya. Bahkan tinggi tumpukan kertas itu, sudah mengalahkan tingginya menara eiffel.
__ADS_1
Anggun kasihan melihat suaminya. Kerjaannya dari kehari semakin banyak. Anggun bangkit dari duduknya. Anggun berjalan menuju pantry yang ada diruangan itu. Anggun akan membuatkan kopi untuk suaminya.
Sampai dipantry Anggun mengambil cangkir, kemudian Anggun memasukkan bubuk kopi dan gula kedalam cangkir, setelah itu Anggun menyeduhnya dengan air panas. Kopi buatan Anggun pun sudah jadi.
Anggun kembali dengan membawa secangkir kopi ditangannya. Anggun menghampiri meja kerja suaminya.
" Mas, ni kopi nya"
" Maksih sayang" ucap Vandy.
Vandy meminum kopi buatan istrinya, seperti biasa kopi buatan istrinya memang yang terbaik.
" Mau aku bantu" tawar Anggun
" Emang kamu bisa sayang"
" Mas lihat saja"
Jari jemari Anggun sangat cepat memainkan keyboard komputer. Tumpukan kertas yang tadinya setinggi menara eiffel itu, sedikit-demisekit sudah berkurang.
Vandy cukup kaget melihat kinerja sang istri, kerjanya begitu cepat. Vandy benar-benar mendapatkan paket komplit. Istrinya memang serba bisa.
" Selesai" kata Anggun sambil meregangkan otot-otot tangannya.
" Makasih sayang"
" Sama-sama Mas, tapi Mas periksa dulu mana tau ada yang salah"
" Nggak perlu sayang, Mas yakin dengan kemampuan kamu"
" Karena kerjaan Mas sudah selesai, kita jemput Kenzo yuk" ajak Anggun
Vandy memakai jasnya, kemudian dia mengambil kunci mobilnya. Vandy dan istrinya keluar dari ruangannya. Mereka berjalan menuju lift.
Sampai didepan pintu Lift Vandy dan Anggun bertemu dengan Aldi.
" Hallo bos" sapa Aldi
" Lo lagi. Kenapa setiap hari gue harus ketemu sama lo terus" kata Vandy
" Karena kita berjodoh Van" kata Aldi
" Jodoh pala lo"
" Suami lo habis makan apaan si Nggun?" tanya Aldi
" Habis makan cabe rawit Al" jawab Anggun
" Pantas pedas kek gitu" kata Aldi
" Sayang jangan lama-lama ngobrol sama dia" kata Vandy
" Kenapa emangnya Mas?" tanya Anggun
" Ntar kamu kerasukan" kata Vandy
" Lo pikir gue demit apa" kata Aldi
" Emang" kata Vandy dengan santai
__ADS_1
" Nggun seperti nya suami lo harus di ruqyah deh, supaya jin dalam tubuhnya keluar" usul Aldi
Pletak
Vandy menjitak kepala Aldi.
" Tukan Nggun, setelah gue bilang ruqyah jin dalam tubuh lo langsung bereaksi"
Pletak
Pletak
Vandy menjitak kepala Aldi dua kali. " Bicara sekali lagi, lo berakhir dirumah sakit" ancam Vandy
Aldi pun diam dengan membuat gerakan seperti mengunci bibir.
Ting
Pintu lift pun terbuka.
Mereka bertiga kelua dari lift. Mereka berjalan menuju parkiran. Sampai diparkiran, mereka masuk kedalam mobil masing-masing. Mobil pun melaju meninggalkan perusahaan Dwipangga.
Mobil Vandy dan Aldi melaju tampa hambatan, alias tidak kenak macet. Mereka pun sampai disekolah anak-anak mereka.
Vandy dan Aldi memarkirkan mobilnya. Saat mereka sampai disekolah, anak-anak mereka belum keluar dari kelasnya. Mereka bertiga duduk dikursi yang ada disana.
" Van, lo udah jadi bilang sama Gio"
" Belum Al, karena sibuk kerja dan dia juga lagi sibuk"
" Gimana ntar malam kita ngumpul dirumah gue" usul Aldi
" Boleh deh" kata Vandy
Tak berapa lama, anak-anak mereka pun kuar dari kelas mereka. Kenzo, Gian dan Tristan berlari menghampiri keluarga mereka.
" Mommy" panggil Kenzo
" Papa" panggil Gian
" Tristan pulang bareng om Aldi ya" kata Aldi
" Papi kemana Om?" tanya Tristan
" Papi lagi dikantor, belum bisa pulang" kata Aldi
" Van, Nggun, gue duluan ya"
" Ya Al, ini kita juga mau jalan"
Setelah berpamitan dengan sahabatnya, Aldi melajukan mobilnya. Sepeninggal Aldi, Vandy dan keluarga kecilnya masuk kedalam mobil. Vandy pun melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Kenzo.
Laura hanya melihat dari jauh kepergian Vandy. Laura tidak ingin rasa cemburunya membuat Vandy benci kepadanya. Laura akan menunggu sampai besok, karena besok dia akan berduan aja dengan Vandy.
To be continue..
Ngantuk Guys, lanjut besok lagi ya... 😴😴
Happy Reading Guys.. 😉😉😉
__ADS_1