
Keesokan harinya.
Dona dan Luna sudah bersiap-siap untuk pergi menemui orang suruhannya, dan dia akan memberi pelajaran kepada Anggun.
" Lo yakin mau menjual Anggun kerumah bordil Don?."
" Iya, karena itu pantas buat cewek penggoda seperti dia jawab Dona."
Mereka pun berangkat menuju gudang tua tempat Anggun disekap.
Dihotel Dwipangga.
Vandy yang sudah mendapatkan alamat dimana Anggun sekarang, bersiap-siap untuk berangkat dan tak lupa teman-temanya juga sudah bersiap.
Seperti yang dibilang Anggun kemarin, Vandy pun membawa 5 orang polisi dan kebetulan komanda polisi itu kenal dekat dengan papa Vandy.
Setelah semua persiapan siap mereka pun berangkat menuju lokasi, dan mereka harus cepat karena lokasi yang mereka tuju lumayan jauh dari hotel.
Digudang.
Anggun yang terlihat sangat bahagia, tidak seperti orang yang diculik pada umumnya, ya biasa nya orang yang diculik keadaannya sangat menyedihkan dan makanannya pun asal-asalan, malahan ada yang tidak dikasih makan.Tetapi tidak dengan Anggun, dia menyuruh para penculik itu untuk membelikan makanan dari restoran.Ya kapan lagi bisa ngerjain penculik begitu fikir Anggun.
" Kak Marko, kak Aryo belum datang juga, aku udah laper nih ucap Anggun."
" Bentar lagi dia datang, kamu duduk yang manis aja disana."
Tidak lama Aryo pun datang dan membawa kantong yang berisi makanan dari restoran yang sudah dipesan Anggun tadi.
" Makanannya datang ucap Aryo".
Anggun yang mendengar suara Aryo pun berlari dan membukakan pintu buat Aryo. Marko yang melihat tingkah Anggun yang seperti bocah berumur 5 tahun itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Nih makanan pesanan kamu" ucap Aryo sambil memberikan kantong berisi makanan kepada Anggun.
" Waaah makasih kak Aryo, yuk kita sarapan bareng ucap Anggun kepada ketiga penculik amatir itu."
Mereka pun menikmati sarapan mereka dengan lahapnya.
Ditempat lain.
Vandy dan rombongannya sudah dekat dengan lokasi yang dikirim Anggun kepadanya. Setelah mobil memasuki jalanan yang sepi Alangkah kaget nya mereka melihat tempat tersebut.
" Lo yakin ini tempatnya van tanya Aldi."
" Nggak tau juga sih, tapi ini lokasi yang Anggun send ke gue jawab Vandy."
Mobil pun berhenti didepan gudang tua, kalau dilihat dari luar tempat itu sangat menyeramkan, tapi kalau sudah didalam gudang tidak begitu menyeramkan.
Anggun yang mendengar suara mobil berhenti dan suara mobil itu sangat familiar ditelinganya, dengan cepat Anggun membuka pintu. Vandy yang melihat Anggun berdiri didepan pintu, dengan cepat membuka pintu mobil dan berlari cepat ketempat Anggun, Vandy pun memeluk Anggun dengan erat.
" Sayang kamu nggak apa-apa kan, kenapa kamu bisa tinggal ditempat seperti ini tanya Vandy beruntun."
Anggun pun tersenyum mendengar serentetan pertanyaan dari Vandy.
" Bunny nanya satu dong ucap Anggun sambil melepaskan pelukannya."
Sinta dan Sisil pun memeluk Anggun, dan terjadilah drama teletubies. Anggun pun menyuruh kekasih dan sahabatnya untuk masuk kedalam gudang.
Anggun pun mengenalkan kekasih dan sahabatnya kepada Marko, Aryo dan Adian. Merekapun saling berkenalan satu sama lain.
" Thank's ya kalian udah nolongin Anggun ucap Vandy."
Deg
Marko dan kedua sahabatnya kaget mendengar ucapan Vandy, gimana nggak kaget yang menculik Anggun kan mereka, tapi Vandy malah bilang mereka yang nolongin Anggun.
__ADS_1
Anggun yang melihat ekspresi Marko dan yang lainnya pun mencoba menceritakan semua kejadian yang sebenarnya pada Vandy dan sahabatnya.
Vandy pun menghampiri Marko dan menarik kerah baju milik Marko.
" Jadi elo yang menculik kekasih gue ucap Vandy emosi."
Marko pun pasrah, apapun yang akan dilakukan Vandy nanti padanya. Vandy yang Akan melayangkan tinjunya kepada Marko.
" Bunny, kalau kamu berani nonjok kak Marko aku akan membenci kamu..!?."
Mendengar ucapan Anggun tadi sontak membuat Vandy membatalkan niatnya.
Huuuhh Vandy membuang nafasnya dengan kasar untuk menstabilkan emosinya.
Anggun pun menghampiri Vandy, Anggun pun memeluk Vandy mencoba menstabilkan emosi kekasihnya yang sedang memuncak.
" Bunny, calon imam ku ucap Anggun sambil mengelus Vandy."
Vandy yang mendengar ucapan Anggun yang beda dari biasanya pun tersenyum, tetapi Anggun tidak bisa melihat senyumannya.
Anggun yang tak mendengar suara Vandy pun seketika melepaskan pelukannya.
" Kok dilepas sih pelukannya ucap Vandy pura-pura kesal."
" Eh..!!" kaget Anggun tapi dengan cepat Anggun memeluk Vandy kemvali supaya Singa jantannya nggak ngambek.
" Kalau Bunny pukul kak Marko nanti rencana aku akan gagal ucap Anggun dengan posisi yang masih memeluk Vandy."
" Iya aku nggak bakal pukul dia ucap Vandy."
Setelah emosi Vandy mulai stabil Anggun pun melepaskan pelukannya.
Mereka pun mulai melakukan rencana yang sudah dibuat. Seperti rencana Anggun kembali diikat, walaupun ikatanya nggak kuat.
Tidak begitu lama terdengar suara mobil datang, Aryo pun melihat dari celah dinding yang bolong, setelah melihat siapa yang datang mereka pun kembali ke posisi masing-masing.
Setelah Dona dan Luna masuk, mereka pun tersenyum melihat keadaan Anggun yang sudah seperti orang gila.
" Buka penutup mulutny ucap Dona pada Marko."
Marko pun membuka dengan pelan penutup mulut Anggun. Dona pun berjalan menghampiri Anggun.
" Gimana kabar kamu cewek Jal*ng tanya Dona."
" Saya baik-baik saja, seperti yang anda lihat sekarang jawab Anggun santai."
Dona pun tertawa mendengar jawab Anggun. Dona pun mengeluarkan cermin kecil dari dalam tasnya.
" Coba kamu liat wajah kamu dicermin ini ucap Dona."
Anggun yang melihat wajahnya dicermin pun, pura-pura histeris.
Sinta dan Sisil yang melihat ekting Anggun pun tersenyum.
" Lo emang berbakat jadi artis nggun ucap Sinta dan Sisil pelan."
"Ini akibat lo berani melawan gue dan Luna,dan sekarang kalian lucuti pakaiannya ucap Dona."
Vandy yang mendengar ucapan Dona tadi pun mengepalkan tangannya menahan emosi.
Marko dan Aryo menghampiri Dona dan Luna kemudian mereka pun mengikat tangan mereka.
" Bodoh...!! kenapa tangan kami yang kalian ikat ucap Dona."
Anggun yang mendengar ucapan Dona pun sontak tertawa. Semua orang yang berada didalam gudang itu pun bergidik ngeri mendengar tawa Anggun, gimana nggak tawa Anggun terdengar seperti orang sikopat.
__ADS_1
" Let's start this game ucap Anggun."
" Seram amat ketawa kamu sayang gumam Vandy."
Anggun pun melepaskan tali yang mengikat tubuh nya, dan berlahan dia menghampiri Dona dan Luna.
" Ikat mereka disana ucap Anggun."
Marko dan Aryo pun mengikat Dona dan Luna di kursi yang sudah disediakan.
Anggun pun mengambil pisau dan memutar-mutar pisau tersebut. Dona dan Luna yang melihat Anggun pun takut.
Anggun pun menghampiri Dona dan Luna. Anggun pun mengelus pipi Dona dengan Pisau. Dona yang melihat pisau sudah berada dipipinya, sontak membuat wajahnya pucat pasih dan mengeluarkan keringat dingin.
" Kau bilang apa tadi, mau melucuti pakaian ku, ucap Anggun sambil memaikan pisau ditangannya."
Anggun pun mengarahkan pisau kearah rok yang dipakai Dona.
" Aa.. apa yang kamu lakukan ucap Dona gugup."
" Tentu saja menyobek rok ini."
" Jangan..!! gue mohon jangan lakukan itu ucap Dona."
Anggun tidak mendengarkan ucapan Dona, Anggun pun dengan perlahan mendekatkan pisau ditangannya kerok mini yang dipakai Dona.
" Gue mohon sama lo jangan lakuin itu ke gue ucap Dona sambil menangis."
Marko dan kedua sahabatnya yang melihat Anggun pun bergidik ngeri.
" Nggak nyangka gue, Anggun yang terlihat lemah lembut seketika bisa menjadi buas seperti singa gumam Marko dalam hati."
Saat pisau sudah berada diatas rok Dona, tiba-tiba Anggun mencium bau pesing, Anggun pun melihat rok Dona sudah basah Sontak menjauhkan pisau dari rok Dona.
Anggun berjalan dan mendekat kearah Dona dan berbisik.
" Makanya jangan pernah cari masalah sama gue, baru gue gertak gitu aja lo udah ngompol ucap Anggun."
(Ya saking takutnya Dona ngomong dicelana guys.. 😂😂).
Anggun pun bertepuk tangan, mendengar suara tepukan tangan Vandy dan yang lainnya keluar dari persembunyian mereka.
Dona dan Luna yang melihat bos mereka, ralat guys maksud Author mantan bos mereka ada disana pun kaget.
" Bau apa sih nih ucap Sinta sambil menutup hidungnya."
" Iya bau banget ucap Sisil yang menutup hidungnya juga."
Sontak mereka melihat kearah Dona, dan alangkah kagetnya mereka melihat keadaan Dona yang seperti anak kecil.
" Lo ngompol ucap Sinta."
Vandy dan yang lain mendengar ucapan Sinta pun tertawa..😂😂😂
" Waah parah lo, gaya sok sangar tapi ngompol dicelana ucap Sisil."
Polisi pun membawa Dona Dan Luna kekantor polisi.
" Lepasin saya pak, saya nggak bersalah ucap Luna."
Sedangkan Dona cuma pasrah dibawa polisi kedalam mobil.
To be continue...
Jangan lupa tinggalin jejak sayang kalian buat Author..
__ADS_1
Vote... Vote... Vote.... dan Vote....
HAPPY READING GUYS... 😉😉