Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pagi hari suasana di rumah Anggun sudah sibuk. Para pelayan sibuk mengerjakan tugas masing-masing. Ada yang mencuci, menyetrika pakaian dan membersihkan halaman.


Anggun memasak di bantu sama Bik Mirna. Aroma wangi dari masakan Anggun juga sudah memenuhi indra penciuman. Sebentar lagi masakan Anggun sudah jadi.


" Bik, tolong tata semua makanannya di meja ya. Anggun mau bangunin anak-anak dulu"


" Baik nona"


Setelah memberikan titahnya, Anggun meninggalkan dapur. Dia akan membangunkan putri kesayangannya dulu. Sedangkan Kenzo tidak perlu di bangunkan, karena dia sudah bisa bangun sendiri.


Tok.


Tok


Tok.


Anggun mengetuk pintu kamar princess -nya itu. Anggun memutar handle pintu kamar putrinya itu. Saat pintu terbuka tampaklah sosok gadis kecil yang masih bergelung didalam selimut tebalnya.


" Adek, bangun sayang?"


" Hooaam, udah pagi ya mommy"


" Udah sayang, cepat mandi nanti telat ke sekolah"


" Hhmm"


Kiran bangun dari tidurnya, kemudian dia mengambil handuk dan berlalu ke kamar mandi. Setelah tubuh putrinya menghilang di dalam kamar mandi, barulah Anggun keluar dari kamar putrinya itu.


" Sekarang tinggal membangunkan bayi besar"


Anggun masuk kedalam kamarnya, benar saja bayi besarnya itu masih betah memejamkan matanya. Anggun berjalan menuju tempat tidurnya.


" Bangun big baby" kata Anggun sambil mengelus rambut suaminya.


" Mmm, bentar lagi sayang"


" Sekarang Daddy"


" Cium dulu, baru aku bangun"


" Ck..kamu ini"


Cup.


Satu kecupan di berikan Anggun di kening sang suami. Setelah itu di kedua mata, kemudian hidung. Pipi sang suami juga tidak ketinggalan, dan terakhir Anggun memberikan dibibir sang suami.


" Udah kan, sekarang cepat bangun"


" Makasih sayang"


Setelah mendapatkan energi dari sang istri, Vandy pun bangun dari tidurnya. Dia berjalan menuju kamar mandi. Setelah suaminya masuk kedalam kamar mandi, Anggun membereskan kasurnya.


Selesai membereskan tempat tidurnya, Anggun membuka jendela kamarnya supaya udara dan sinar matahari masuk kedalam kamarnya. Udara di kamar Anggun juga bisa bertukar.


Anggun mengambil baju ganti untuk suaminya. Setelah itu dia turun ke bawah untuk melihat masakan untuk sarapan mereka, apa sudah selesai ditata sama bibik.


Sampai di bawah Anggun berpapasan dengan calon menantunya yang kebetulan baru keluar dari kamarnya.


" Melodi udah bangun?"


" Udah Tante"


" Yuk ke meja makan"


Tak berselang lama Kenzo juga turun dari kamarnya. Dia sudah tampan dan rapi dengan pakaian sekolahnya.


" Morning Mommy dan calon istri" sapa Kenzo.


" Morning Abang" balas Anggun dan Melodi berbarengan.

__ADS_1


" Cie kompak bener mommy sama calon mantu" kata Kenzo.


" Harus dong" kata Anggun.


" Morning mommy, Abang dan kak Melodi" sapa Kiran yang baru turun dari kamarnya.


" Morning princess" jawab Anggun, Kenzo dan Melodi.


" Sekarang kita ke ruang makan yuk" ajak Anggun.


" Daddy mana Mom?" tanya Kenzo.


" Lagi mandi"


" Masa baru mandi" kata Kenzo.


" Biasalah, Daddy kamu kan sama kek Adek kamu. Di bangunkan dulu baru mau bangun" kata Anggun.


Akhirnya orang yang baru saja di bicarakan tadi sudah ikut bergabung di meja makan. Dia langsung duduk di kursi utama. Karena dia kepala keluarga jadi kursi kebesaran itu dialah yang menempati.


" Maaf ya udah membuat menunggu" ucap Vandy.


" Udah biasa" kata Kenzo.


" Biasa apa?" tanya Vandy.


" Biasa dibuat menunggu" jawab Kenzo.


" Ya elah, Daddy telatnya baru kali ini Bang"


" Mana ada, hampir tiap pagi Daddy telat"


" Nggak ya" protes Vandy.


Melodi menahan tawanya melihat perdebatan kedua cowok tampan beda usia itu. Sedangkan Anggun hanya menepuk jidatnya mendengar perdebatan ayah dan anak itu.


" Sudah-sudah, kita mau sarapan bukan mau mendengar perdebatan kalian berdua" kata Anggun.


" Berasa dilayani istri" kata Kenzo.


" Ck..kemarin aja nolak, sekarang udah ngomong istri" ledek Vandy.


" Itu kan salah Daddy, kenapa sok-sokan sembunyikan nama calon istrinya" kata Kenzo.


" Stop!, mommy mau sarapan. Kalau kalian masih berisik, mommy kurung di gudang belakang" kata Anggun.


Ayah dan anak itu langsung diam mendengar ancaman dari Anggun tadi. Setelah kedua cowok tampan beda usia itu diam, barulah mereka mulai menyantap sarapan mereka masing-masing.


Selesai sarapan Vandy dan kedua anaknya berpamitan dengan istrinya. Begitu juga dengan Melodi. Dia mencium tangan calon mertuanya itu.


" Melodi pamit pulang dulu ya Tante"


" Iya, titip salam Tante untuk kedua orang tua kamu ya"


Melodi menganggukkan kepalanya.


" Abang jalan dulu ya mommy"


" Hati-hati bawa motornya, jangan ngebut-ngebut bawa motornya" pesan sang mommy pada putranya itu.


" Ok Mommy, Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam "


Kenzo melajukan motornya meninggalkan kediaman orang tuanya. Begitu juga dengan Vandy, dia melajukan mobilnya menuju sekolah putrinya. Setelah suami dan anaknya tidak terlihat lagi barulah Anggun masuk ke dalam rumah.


Kediaman Sinta.


Aldi dan sang istri bersiap mengantarkan calon mantu mereka. Karena mereka tidak ingin kedua orang tua Keyra khawatir. Jadi Sinta meminta suaminya menemaninya ke rumah calon besan mereka.

__ADS_1


" Ian, kamu lama banget sih dandannya" kata Sinta.


" Enak aja, aku itu pake sepatu dulu Ma" kata Gian.


" Kenapa harus pake sepatu segala?" tanya Sinta.


" Kan mau sekolah, masa pake sendal jepit" kata Gian.


" Nggak apa-apa kalau kamu mau" kata Sinta.


" Sudah-sudah cepat masuk, ntar Keyra telat gara-gara kalian berdua" kata Aldi.


" Bukan mama, Gian tu Pa. karena nunggu dia dandan dulu"


" Aku itu cowok tulen Ma, jadi mana ada dandan" kata Gian.


" Cepat masuk! kalau nggak mama sama Gian, papa tinggal"


Ibu dan anak itu langsung masuk ke dalam mobil. Karena kalau tidak ancaman sang papa pasti akan berlaku. Setelah semuanya masuk, barulah Aldi melajukan mobilnya menuju kediaman Keyra.


Suasana jalan pagi itu tidak terlalu rame sama kendaraan yang berlalu lalang, jadi tidak butuh waktu lama mobil yang di kendarai Aldi sampai di depan rumah Keyra.


Mereka semua turun dari dalam mobil. Bunda Keyra yang sedang menjemur pakaian, melihat putrinya turun dari mobil mewah dengan seorang wanita cantik langsung menghentikan pekerjaannya. Dia segera menghampiri putrinya.


" Key" panggil sang Bunda.


" Bunda"


" Mereka siapa?" tanya sang Bunda.


" Kenalkan Bun ini mama Gian. Tante kenalkan ini Bunda Key"


Kedua wanita cantik itu pun berkenalan satu sama lain.


" Perkenalkan saya Sinta, ini suami saya Aldi. Dan kedua bocah laki-laki itu putra kami Gian dan Daffin"


" Saya Maya, Bundanya Keyla"


" Pantas saja Keyra cantik, ternyata Bundanya juga cantik" puji Sinta.


" Nyonya juga cantik" puji balik Maya.


" Panggil Sinta saja, jangan nyonya"


" Baiklah, mari masuk " ajak Maya.


Sinta masuk kedalam rumah Keyra, diikuti sama Aldi dan kedua putranya. Ini pertama kali Mereka masuk kedalam rumah Keyra. Gian sudah sering mengantar jemput Keyra, tapi dia belum pernah masuk kedalam rumah kekasihnya itu.


" Silakan duduk"


" Terima kasih"


" Maaf kursinya kurang membuat kalian nyaman"


" Tidak apa-apa, kami nyaman kok" kata Sinta.


" Eh ada tamu" kata Ayah Keyra.


Sinta dan keluarganya berkenalan dengan papanya Keyra. Maya pamit kedapur untuk membuatkan minuman, Sedangkan Keyra pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah.


" Apa nak Gian sudah lama kenal sama putri saya?" tanya ayah Keyra.


" Lu-lumayan lama Om" jawab Gian gugup.


" Jangan gugup gitu jawabnya" bisik Sinta.


Aldi susah payah menahan tawanya melihat ekspresi putra sulungnya itu. Dia tidak menyangka putranya yang pemberani dibuat takut sama ayah sang kekasih.


To be continue.

__ADS_1


Segitu dulu ya 😉😉


Happy Reading 😚😚


__ADS_2