
Mereka pun menikmati makan malam dengan lahap tanpa ada yang bersuara. Setelah acara makan malam mereka selesai, Anggun dan kedua sahabatnya membawa piring kotor kedapur dan mencuci nya.
Sedangkan mama Anggun membawa Aska kekamarnya.
Wiguna dan ketiga cowok tampan itu sedang mengobrol diruang tamu.
" Gimana pembangunan hotel nya, apa udah rampung tanya Wiguna".
" Belum Om, baru 90 persen mungkin bulan depan baru bisa rampung ucap Vandy".
" O iya apa Om bisa datang ke acara ulang tahun perusahaan Dwipangga tanya Gio".
" Insya allah Om akan datang, bukan kah acara sabtu besok?".
" Iya Om jawab Vandy".
Mereka pun asyik mengobrol, dan tiba-tiba Anggun dan kedua sahabatnya datang.
" Asyik banget, emang lagi pada ngomongin apa sih pah tanya Anggun".
" Nggak ada kok sayang, papa cuma lagi bahas kerjaan sama Vandy dan kedua temannya jawab papa Anggun".
" Ya udah papa lanjut aja lagi kita mau nonton dulu ucap Anggun".
" Papa udah selesai kok sayang lagian papa mau istirahat ucap papa Anggun".
" Iya pah, Anggun lupa kalau papa baru pulang dari luar kota, selamat beristirahat pah ucap Anggun".
Papa Anggun pun berlalu meninggalkan pasangan muda-mudi itu.
Setelah papa Anggun pergi mereka pun mengobrol.
" Gimana persiapan untuk acara sabtu besok tanya Sisil".
" Udah hampir beres sih, soal nya yang ngurus acara ini Papa gue jawab Vandy".
" Emang orang kantor nggak ada kebagian buat mendekorasi tanya Sinta".
" Ada honey, semua nya sudah diurus sama bos besar jawab Aldi".
" Sayang besok kamu datang bareng aku ya ucap Vandy".
" Aku nggak mau jadi bahan gosip anak kantor, aku berangkat nya sama Sisil dan Sinta aja yah".
Huuhh Vandy menghembuskan nafas nya dengan kasar.
" Aku pengen seluruh dunia tau kalau kamu milik ku sayang dan aku akan membuktikan nya gumam Vandy dalam hati".
" Udah malam nih kita balik yuk ucap Gio".
Mereka pun pamit pada kekasih mereka, tapi tidak dengan Vandy, dia berlalu lebih dulu masuk kedalam, melihat Vandy seperti itu Anggun pun menyusul Vandy. Anggun tau kalau kekasihnya itu kecewa.
Aldi dan yang lainnya mengerti, mereka pun pergi kearah taman memberi ruang buat Anggun dan Vandy untuk menyelesaikan masalah mereka.
Anggun pun masuk kedalam mobil, Vandy yang melihat Anggun masuk kedalam mobil pun memalingkan wajahnya kearah lain.
" Bunny"
Vandy yang mendengar suara kekasihnya hanya diam, ingin sekali dia menjawab tapi dia pengen Anggun ngerti akan keinginannya.
Anggun yang melihat Vandy tak bersuara pun, memangil Vandy kembali.
__ADS_1
" Bunny coba liat kesini ucap Anggun".
Vandy masih dalam mode yang sama, yaitu mode diam.
Anggun yang melihat Vandy nggak mau menoleh padanya pun sedih, baru kali ini dia melihat Vandy marah kepadanya.
"Bunny maafkan aku, bukan maksud aku buat Bunny kecewa ucap Anggun yang udah mulai menangis".
Vandy yang mendengar suara tangis Anggun pun merasa sakit baru tadi dia berjanji kepada papa Anggun tidak akan membuat Anggun sedih, tapi sekarang dia sudah melanggar janji itu.
Dengan cepat Vandy membawa Anggun kedalam pelukannya.
" Maafkan aku Bunny ucap Anggun masih dalam tangisnya".
" Sayang kamu jangan menangis lagi, aku sakit melihat kamu nangis kek gini".
Anggun yang mendengar ucapan Vandy pun menghentikan tangisnya.
" Apa Bunny udah maafin aku tanya Anggun".
Vandy tidak menjawab pertanyaan Anggun perasaan kecewa masih meliputi hatinya.
" Ya udah malam udah larut aku harus pulang, kamu juga harus istirahat ucap Vandy".
Anggun yang merasa sifat Vandy berubah dingin pun tambah sedih, Anggun pun keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah.
" Aaaaaaarrrrrggggg" Vandy pun menarik rambut nya kasar.
Sinta yang melihat Anggun berlari kedalam rumah pun merasa khawatir.
" Ya uda kalian pulang dulu gih, kita mau melihat Anggun dulu ucap Sinta".
Aldi dan Gio pun mengerti.
Setelah mobil Vandy berlalu meninggalkan rumah Anggun. Sinta dan Sisil pun menyusul Anggun kekamarnya.
Sesampai nya didepan pintu kamar Anggun, Sinta dan Sisil mengetuk pintu kamar Anggun.
Tok tok
" Nggun buka pintu nya dong ucap Sinta dan Sisil".
Sinta yang menyadari pintu kamar Anggun nggak terkunci langsung aja membuka pintu kamar Anggun.
Ceklek
Pintu terbuka, dan nampak lah Anggun yang sedang menangis sambil memeluk Boneka kesayangannya.
Sinta dan Sisil menghampiri Anggun di tempat tidurnya.
" Nggun lo kenapa, cerita sama kita dong ucap Sinta".
" Vandy marah dan kecewa sama aku sin, sifat nya dingin banget tadi sama gue ucap Anggun dalam isak tangisnya".
" Besok lo coba ngomong lagi sama Vandy yah, dan minta maaf sama dia, sekarang lo istirahat ucap Sisil".
Anggun yang mendengar ucapan sahabatnya pun berhenti menangis dan mulai memejamkan matanya.
Mungkin karena terlalu lama menangis Anggun pun mulai terlelap, Sinta yang melihat Anggun sudah tertidur pun, berlalu meninggalkan kamar Anggun, dan kembali ke kamar tamu untuk mengistirahatkan tubuh mereka.
Didalam mobil.
__ADS_1
Suasana didalam mobil terasa dingin dan menyeramkan. Aldi yang melihat tampilan Vandy seperti habis di rampok pun memilih untuk diam, karena dia takut kalau sempat dia bersuara pasti Vandy akan ngamuk seperti singa jantan.
Akhirnya mereka pun sampai di Apartemen Vandy, setelah Aldi memarkirkan mobilnya, Vandy pun langsung keluar dan berlalu meninggalkan kedua sahabatnya.
Aldi dan Gio pun mengikuti Vandy dari belakang. Sesampai di dalam Apartemen nya Vandy langsung masuk kedalam kamar nya, dan tak lupa Vandy mengunci nya.
Vandy yang begitu lelah fikiran nya, malas untuk membersihkan tubuhnya, dia lebih memilih merebahkan tubuhnya diatas kasur king size nya.
" Aku cuma ingin menunjukkan kesemua orang bahkan dunia ini, kalau kamu itu milik ku sayang, tapi kenapa kamu menolak untuk ikut dengan ku. Apa aku nggak pantas untuk kamu gumam Vandy".
Begitu banyak pertanyaan yang muncul dikepala Vandy, saking lelah nya berfikir Vandy pun ketiduran dengan jas yang masih menempel ditubuhnya.
Pagi hari.
Aldi dan Gio yang sudah bangun dan bersiap-siap untuk pergi kekantor. Tapi tidak dengan Vandy, dia masih enggan untuk bangun dari tempat tidurnya.
Aldi dan Gio sedang menunggu Vandy untuk berangkat kekantor. Setelah menunggu selama 10 menit Vandy belum juga nampak batang hidungnya.
" Al, Vandy mana sih udah jamuran nih kita nunggu dia dari tadi kesal Gio".
" Kita, lo aja kali yang jamuran jangan ngajak-ngajak gue ucap Aldi".
" Terserah lo deh, cepatan lo liat Vandy dia mau berangkat kekantor atau nggak ucap Gio".
Aldi pun pergi kekamar Vandy untuk melihat keadaan Vandy.
Tok tok
" Van... lo mau ikut kita pergi kekantor nggak tanya Aldi dari luar".
Vandy yang masih tertidur tentu saja tidak mendengar ucapan Vandy.
Aldi yang tak mendengar suara Vandy pun merasa cemas, karena nggak biasa nya Vandy seperti itu.
" Van lo nggak ngelakuin hal bod*h kan, lo nggak mencoba bunuh diri kan. Vandy...!! teriak Aldi".
Gio yang mendengar teriakan Aldi pun berlari mendekati Aldi.
" Lo kenapa sih Al teriak-triak begitu tanya Gio".
" Lo cepat cari kunci cadangan dilaci meja itu ucap Aldi menunjukkan meja yang ada dikekat sana".
Dengan langkah cepat Gio mencari kunci cadangan kamar Vandy. Setelah ketemu Gio pun menyerahkan kuncinya ke Aldi.
Dengan gerakan cepat Aldi membuka pintu kamar Vandy. Setelah pintu terbuka nampak lah Vandy yang lagi tidur memakai jas dan sepatu yang masih menempel dikaki nya.
Aldi dan Gio pun menghampiri Vandy ketempat tidurnya.
" Van bangun lo nggak pergi kekantor ucap Aldi sambil mengoyang-goyangkan badan Vandy".
Tapi tidak ada pergerakan dari Vandy, Aldi pun tambah panik.
" Van lo jangan becanda dong ini nggak lucu tau nggak ucap Aldi".
Namun Vandy masih setia dengan diam nya.
" Kita harus bawa Vandy kerumah sakit ucap Gio panik".
To be continue.
Author udah UP 2 bab ya, jadi Author minta dukungannya dari Readers tersayang dengan cara Like, Komen dan Vote nya... 🙏🙏🙏
__ADS_1
HAPPY READING... 😉😉