Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Kebahagiaan


__ADS_3

" Sweety, bangun" ucap Gio sambil menepuk pelan pipi istrinya.


" Yo, bawa kerumah sakit aja" tutur Vandy


Tanpa pikir panjang lagi, Gio langsung menggendong tubuh istrinya. Karena parkiran masih jauh, akhirnya Gio memutuskan naik taxi. Setelah Gio naik taxi Vandy dan yang lain baru menyusul.


Sampai dirumah sakit terdekat Gio cepat-cepat menggendong tubuh istrinya. Karena yang ada dalam pikirannya hanya keselamatan sang istri, alhasil Gio lupa membayar ongkos taxi nya.


" Tuan ongkosnya" teriak supir taxi


Gio tidak menghiraukan teriakan sopir taxi itu, Gio bergegas membawa sang istri masuk kedalam rumah sakit.


" Dokter, suster, tolong istri saya?!"


" Baik tuan" ucap sang Dokter.


Sinta pun dibawa keruang IGD. Gio dengan setia menunggu sang istri didepan pintu ruangan IGD.


Vandy dan yang lain baru sampai dirumah sakit. Saat Aldi memakirkan mobil, dia melihat sopir taxi yang ditumpangi Gio tadi. Aldi menghampiri sang sopir taxi.


" Nunggu siapa Pak?" tanya Aldi


" Ini tuan, orang tadi belum bayar ongkos taxi nya" jawab sang sopir


Aldi mengambil uang 100 ribu dari dompetnya dan memberikannya pada sopir taxi tersebut.


" Kembalian nya tuan"


" Buat Bapak aja"


" Terimakasih tuan"


Sopir taxi itupun melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit itu. Setelah urusannya dengan sopir taxi selesai. Aldi dan yang lain pun masuk kedalam rumah sakit.


Mereka langsung menuju ruang IGD. Vandy melihat Gio yang mondar-mandir diruang IGD. Vandy menghampiri sahabat nya itu.


" Kita duduk yuk" ajak Vandy


Gio pun mengikuti Vandy untuk duduk dikursi yang disediakan disana. Tak berselang lama Dokter pun keluar dari ruang IGD. Gio pun menghampiri sang Dokter.


" Gimana keadaan istri saya Dok"


" Istri dan calon bayi nya baik-baik aja tuan"


" Bayi apa maksud Dokter"


" Jadi anda tidak tau kalau istri anda sedang hamil"


" Hamil? maksud Dokter istri saya sedang hamil"


" Ya, setelah ini silakan hubungi Dokter obgyn, supaya anda yakin"


" Terimakasih Dok, apa saya sudah boleh menemui istri saya?"


" Boleh, tapi setelah istri tuan dipindahkan ke ruang rawat. Kalau begitu saya permisi dulu"


" Sekali terimakasih Dok"


" Sama-sama tuan, itu sudah menjadi tugas saya"


Dokter itu pun berlalu pergi. Vandy menghampiri sahabatnya.


" Selamat ya bro, akhirnya kecambah lo jadi juga" ucap Vandy


" Selamat Bro, akhirnya pecah telor juga lo" kata Aldi


" Thank's bro"


Mereka bertiga pun berpelukan.


" Pelukannya lanjutkan nanti, sekarang kita lihat Sisil dulu" ucap Anggun


Anggun dan Sinta meninggalkan ketiga cowok tampan itu. Vandy melepaskan pelukannya dan menyusul istri nya masuk kedalam ruang rawat Sisil.


Gio duduk dikursi disebelah bed istri nya. Gio menggenggam jari jemari sang istri. Sesekali Gio mencium tangan sang istri. Gio sangat bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah pada nya.


Tak berapa lama Sisil pun siuman. Sisil mengedip-ngedipkan matanya. Sisil melihat langit-langit kamar yang berwarna putih, dan Sisil tau itu bukanlah kamarnya. Sisil ingat kejadian kenapa dia bisa ada diruangan itu.


" Kamu sudah siuman Sweety"


Gio mencium seluruh wajah istrinya.

__ADS_1


" Makasih Sweety"


" Untuk apa?" tanya Sisil


" Untuk semua nya, karena tidak lama lagi kita akan jadi Mami dan Papi"


" Maksudnya?"


" Ribet amat sih Yo, tinggal bilang aja kalau Sisil hamil, udah beres" ucap Vandy


Pletak


Anggun memukul lengan suami nya.


" Aww, sayang kok kamu mukul Mas sih"


" Kamu merusak suasana romantis mereka"


Aldi dan Sinta pun tertawa melihat Vandy yang damarahi singa betina nya. Vandy yang melihat Aldi tertawa langsung memberikan tatapan tajam pada Aldi. Aldi yang ditatap pun cuek aja.


" Benar Oppa apa yang dibilang Vandy tadi?" tanya Sisil


" Iya Sweety" jawab Gio sambil tersenyum.


Sisil pun menangis mendengar ucapan suaminya. akhirnya doa nya terkabul juga, sekarang dalam perutnya sudah ada buah cinta dia dan suaminya.


Gio memeluk sang istri, Sisil pun membalas pelukan sang suami.


" Ehem, kalau kalian masih mau peluk-pelukan kita pulang aja" ucap Vandy


Sontak Sisil melepaskan pelukannya. Wajah Sisil pun merah karena malu.


" Kamu itu ya Mas, merusak suasana aja" ucap Anggun.


Anggun dan Sinta menghampiri bed Sisil. Gio pun memberikan ruang untuk ketiga wanita cantik itu. Gio bergabung dengan Vandy dan Aldi.


" Selamat ya Sil" kata Anggun dan Sinta


Mereka bertiga berpelukan. Seperkian menit mereka pun melepaskan pelukannya.


" Yo, cepat hubungi Dokter kandungan" titah Anggun


Gio pun bergegas menghubungi Dokter obgyn yang ada dirumah sakit itu. Tak berselang lama Dokter pun datang.


" Bagaima Dok, apa benar istri saya hamil" kata Gio


" Benar tuan, dan usia kandungan nona sudah jalan 10 minggu"


" 10 minggu?" tanya Sisil


" Iya nona" jawab Dokter


" Tapi kenapa saya tidak merasakan mual seperti kedua sahabat saya, Dok?"


" Setiap wanita itu berbeda-beda nona, dan hormonnya pun berbeda" tutur Dokter obgyn


" Tapi kandungan saya sehat kan Dok?"


" Kandungan anda sehat kok nona, nanti saya kasih vitamin buat nona dan minum secara teratur"


" Baik Dok"


" Kalau begitu saya permisi dulu"


" Sekali lagi terimakasih Dok"


" Sama-sama nona, jaga kandungannya semoga lancar sampai persalinan"


" Makasih Dok"


Dokter obgyn pun pamit pergi, Gio mengantarkan Dokter sampai kedepan pintu.


" Wah bearti jarak usia kandungan kita hanya beda beberapa bulan aja dong" kata Sinta


" Iya, gue jalan 7 bulan, Sinta jalan 4 bulan dan Sisil jalan 3 bulan"


" Nggak sabar nunggu mereka lahir" kata Sinta


" O iya Nggun jenis kelamin baby lo udah tau?" tanya Sisil


" Belum Sil, gue dan Mas Vandy pengen tau nya nanti aja pas lahiran, biar menjadi surprise. Tapi yang pasti apapun jenis kelaminnya kami akan tetap menyayangi dia" ucap Anggun

__ADS_1


" Waah bagus juga tu, gue juga pengen kayak gitu" kata Sinta


" Gue juga " kata Sisil


" Tukang nyontek" ejek Vandy


" Biarin!!" ucap Sinta dan Sisil barengan


Mereka semua pun tertawa. Mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol dan sesekali bercanda.


Malam hari.


Vandy sedang bersiap mau kerumah Mamanya. Karena kalau tidak datang bisa-bisa Mama nya itu nekat menculik istrinya.


" Sayang buruan, ntar kita kemalaman"


" Bentar Mas"


" Cewek kalau dandan pasti lama" gerutu Vandy


Anggun keluar dari kamarnya, Anggun tersenyum melihat suaminya yang kesal karena menunggu lama.


" Yuk Mas berangkat, ntar kita kamalaman"


Yang telat siapa coba


Vandy membukakan pintu untuk sang istri, setelah istrinya masuk, Vandy mengitari mobilnya dan langsung duduk dikursi kemudi. Mobil Vandy pun melaju meninggalkan kediamannya.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, akhirnya mereka pun sampai dikediaman Dwipangga. Vandy memakirkan mobilnya. Setelah itu dia membukakan pintu untuk sang istri.


" Silakan ratu singa ku"


" Makasih raja singa ku"


Mereka berjalan dengan bergandengan tangan.


Ting nong


Diana langsung membukakan pintu, karena dia tau anak dan menantu nya akan datang.


Ceklek


" Assalamualaikum Ma" ucap Anggun dan Vandy


" Wa'alaikum salam"


Anggun mencium punggung tangan diana dan diikuti oleh Vandy.


" Masuk sayang" ucap Diana sambil menggandeng tangan menantu nya.


" Kalau sudah sama menantu, anak sendiri dilupain" ucap Vandy ngambek.


" Kalau sama kamu kan Mama udah sering ketemu jadi udah agak bosan. Tapi kalau sama mantu Mama kan jarang ketemu"


" Mama?!" rengek Vandy


" Nggak usah lebay, udah mau jadi bapak-bapak"


" Bukan Bapak Ma, tapi Daddy"


" Iya, terserah kamu deh"


Sebenarnya gue anak Mama bukan sih, segitu banget sama anak sendiri.


" Eh menantu Papa udah datang" kata Dwipangga


Saat Dwipangga mau memeluk menantunya, seperti biasa Vandy selalu menggagalkan nya.


" Ingat Pa, Anggun itu istri aku, jadi nggak boleh peluk-peluk"


" Ck.. kau ini, selalu saja over protektif. Anggun itu kan menantu ku, jadi wajar kalau Papa peluk"


" Nggak boleh, aku suaminya, jadi aku yang lebih berhak"


" Sudah-sudah, menantu ku tidak boleh kalian peluk-peluk, termaksud kamu" tunjuk Diana ke Vandy


" Kok aku juga si Ma? Anggun itu kan istri aku masa aku juga nggak boleh peluk"


" Nggak usah protes, dirumah ini Mama yang berkuasa. Yuk sayang, kita tinggalkan aja dua lelaki narsis ini" ajak Diana.


Anggun pun mengikuti kemana langkah sang Mama mertua. Anggun merasa bahagia karena disayang sama mertua nya.

__ADS_1


To be continue..


Happy Reading Guys..😉😉😉


__ADS_2