
Melodi cs Sampai di depan kantor imigrasi. Setelah memarkirkan mobilnya, Melodi cs masuk kedalam kantor imigrasi. Ketiga cewek cantik itu berjalan dengan sangat elegan.
Semua mata karyawan tak berkedip memandang ketiga cewek cantik itu. Melodi dan kedua sahabatnya tidak menghiraukan tatapan para lelaki hidung belang itu. Mereka bertiga terus berjalan menuju loket.
Sesampainya di loket, mereka bertiga di sambut dengan ramah oleh karyawati yang bertugas di sana.
" Selamat siang Adek, ada yang bisa saya bantu"
" Teman saya mau membuat paspor Kak" kata Melodi.
" Boleh, sudah bawa dokumen yang di perlukan?"
" Sudah Kak, semua ada di sini" kata Keyra sambil memberikan dokumen yang dia bawa dari rumah tadi.
" Silakan isi formulirnya" kata karyawati itu, sambil memberikan kertas formulir pada Keyra.
Keyra mulai mengisi formulir yang di berikan karyawati tadi. Keyra sangat cepat mengisi data-data nya. Setelah selesai, Keyra memberikan kembali formulir yang sudah dia isi tadi.
Setelah itu Keyra melakukan sesi foto dan juga sidik jari. Tahap selanjutnya Keyra melakukan wawancara. Wawancara ini di lakukan untuk memverifikasi dokumen asli dengan keterangan yang tertulis di formulir pembuatan paspor. Keyra membayar biaya untuk membuat paspornya pada petugas di sana.
" Adek bisa menjemput paspornya hari Kamis, saat jam kerja ya"
" Siap Kak, Makasih" ucap Keyra.
" Sama-sama"
Ketiga cewek cantik itu pun keluar dari kantor imigrasi. Keyra dan Dira menunggu di depan kantor imigrasi, karena Melodi mau ke parkiran untuk mengambil mobilnya.
Tak berselang lama Melodi datang dengan mobilnya. Keyra dan Dira pun masuk kedalam mobil Melodi. Setelah kedua sahabatnya masuk, Melodi melajukan mobilnya meninggalkan kantor imigrasi.
" Akhirnya kita bisa ke bisa ketemu sama Lee Min-ho" kata Dira.
" Apa mungkin bisa" kata Keyra.
" Bisa, ingat kita punya pacar model" kata Dira.
" Tapi jalur mereka beda Dir" kata Melodi.
" Iya. Lagi pula mereka bertiga tidak akan mau membantu kita" kata Keyra.
" Benar juga" kata Dira.
Seketika ketiga cewek cantik itu menjadi murung. Rencana mereka mau bertemu sama Lee Min-ho akan terancam gagal.
...🍃🍃🍃...
Kenzo cs baru selesai pemotretan. Ketiga cowok tampan itu sedang mengganti pakaian mereka. Setelah selesai mengganti pakaian dan juga menghapus make up, mereka pamit pulang pada semua crew.
" Pulang dulu ya semuanya" pamit ketiga cowok tampan itu.
" Ya, hati-hati di jalan anak-anak" pesan sang fotografer.
" Siap Om"
Ketiga cowok tampan itu keluar dari studio. Mereka pergi ke parkiran untuk mengambil motor mereka. Sesampainya di parkiran, mereka langsung naik ke motor mereka masing-masing.
" Kita langsung pulang atau gimana ni?" tanya Tristan.
" Pulang. Gue mau mandi, soalnya udah gerah banget" kata Kenzo.
" Sama, gue juga" kata Gian.
Mereka bertiga langsung melajukan motor mereka meninggalkan perusahaan Lion entertainment.
Karena hari sudah mulai sore, suasana jalan sudah mulai rame sama kendaraan yang berlalu lalang. Tidak hanya kendaraan, pedagang gorengan dan pedagang warung tenda juga sudah memenuhi sisi jalan.
Kenzo melihat mobil yang sangat familiar berhenti di depan salah satu penjual gorengan. Yang membuat Kenzo tertarik untuk pergi ke sana bukan hanya mobil itu saja, tapi wanita dan anak kecil yang ada bersama pria itu.
Kenzo menepikan motornya ke pinggir jalan. Dia memarkirkan motornya tidak jauh dari mobil yang dia kenal itu. Setelah itu dia pergi menemui sang pemilik mobil.
__ADS_1
" Daddy" panggil Kenzo.
Vandy menoleh kearah suara yang sangat dia kenal itu. Vandy tersenyum pada putra tampannya. Tapi lain dengan putranya, sang putra malah terlihat seperti marah dan juga kecewa.
" Abang, ada di sini juga" kata Vandy sambil menghampiri sang putra.
" Abang kecewa sama daddy" kata Kenzo sambil melirik wanita yang sedang menyuapi anak kecil yang kira-kira berumur 4 tahun.
" Maksud Abang?" tanya Vandy.
" Pantas saja daddy sering pulang malam, karena daddy ingin menghabiskan waktu bersama keluarga daddy yang lain!" kata Kenzo sambil berlalu pergi meninggalkan sang daddy yang masih mematung.
Seperkian detik barulah Vandy mengerti ucapan putranya itu. Vandy langsung mengejar putranya itu, dia tidak ingin putranya salah paham padanya.
" Abang, tunggu!" teriak Vandy.
Kenzo tidak menghiraukan panggilan sang daddy. Kenzo melajukan motornya meninggalkan tempat itu.
" Sial" umpat Vandy.
Vandy menghampiri wanita dan anak kecil tadi. Dia tidak bisa mengantarkan mereka pulang, karena putranya sudah salah paham padanya.
" Rin, maaf, saya tidak bisa mengantarkan kamu pulang. Putra saya sudah salah paham sama saya"
" Maaf Pak, gara-gara saya bapak jadi dapat masalah"
" Nggak apa-apa, saya pamit dulu"
Vandy masuk kedalam mobilnya. Vandy melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Vandy tidak henti-hentinya mengumpat, karena dia tidak bisa mengejar sang putra.
Kenzo masuk kedalam rumah dengan wajah yang sangat kesal dan juga marah. Kenzo bahkan tidak melihat sang mommy dan adiknya yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
" Abang" panggil sang mommy.
Kenzo menghentikan langkahnya, karena mendengar suara mommy-nya. Anggun menghampiri putranya itu.
" Mommy" kata Kenzo sambil memeluk tubuh sang mommy.
Anggun membalas pelukan putra kesayangannya itu. Anggun menenangkan sang putra dengan menepuk-nepuk pelan punggung Kenzo.
Setelah Kenzo sudah mulai tenang, Anggun membawa putra duduk di sofa ruang tamu. Kiran mengerti Abang nya sedang tidak baik, dia hanya diam dan tidak bertanya.
" Abang kenapa?, cerita sama mommy"
" Abang tadi liat daddy jalan sama keluarga kecilnya" kata Kenzo.
Anggun tidak bereaksi apapun, dia hanya diam. Kenzo melirik sang mommy yang hanya diam dan juga terlihat tenang.
" Abang tau mommy pasti kecewa sama daddy. Tapi mommy tenang aja, Abang tidak akan membiarkan daddy dan keluarga kecilnya itu bahagia"
Anggun tersenyum mendengarkan ucapan putranya. " Abang, dengarkan mommy. Daddy itu tidak akan pernah mengkhianati mommy, apalagi sampai mempunyai keluarga kecil"
" Buktinya tadi abang liat daddy sama keluarga kecilnya itu"
" Apa Abang melihat Daddy jalan bergandengan dengan wanita itu?" tanya Anggun.
Kenzo mengingat kembali. " Tidak Mom"
" Apa Abang ada bertanya sama Daddy siapa wanita itu?" tanya Anggun lagi.
" Nggak" kata Kenzo sambil menggelengkan kepalanya.
" Kenapa Abang nggak bertanya sama daddy"
" Kok kesannya jadi Abang yang salah Mom"
" Emang kamu yang salah" kata Vandy yang tiba-tiba nongol di depan pintu.
Vandy berjalan menghampiri istri dan putranya.
__ADS_1
" Siapa yang kasih izin Daddy masuk ke sini!" kata Kenzo sinis.
" Ini rumah Daddy, jadi daddy nggak perlu minta izin untuk masuk kesini" kata Vandy.
" Daddy pergi aja ke rumah istri barunya Daddy"
Pletak.
" Kalau ngomong itu yang bener" kata Vandy sambil memukul kepala putranya dengan bantal sofa.
" Itu udah benar kali ngomongnya" kata Kenzo.
" Abang dengar ya, daddy tidak akan pernah mencari istri baru. Orang mommy kamu aja udah paket komplit gini kok"
" Terus siapa wanita yang sama daddy tadi?" tanya Kenzo.
" Makanya dengerin dulu penjelasan Daddy, ini nggak main pergi aja"
" Habis tadi udah emosi duluan liat Daddy jalan sama cewek itu"
" Wanita tadi itu namanya Riri, dia sekretaris Daddy di kantor. Sepulang dari kantor daddy melihat putrinya di serempet sama motor saat mau nyebrang"
" Astagfirullah, terus putrinya baik-baik aja kan Mas?" tanya Anggun.
" Alhamdulillah putrinya baik-baik aja sayang. Cuma luka lecet aja" kata Vandy.
" Syukurlah kalau dia baik-baik aja"
" Jadi daddy bukan ayah dari putrinya itu"
" Tentu saja bukan. Itu anak suaminya, dan perlu kamu tau, Daddy cuma mau punya anak dari rahim mommy kamu"
" Berarti Daddy bukan pebinor dong" kata Kenzo.
Pletak.
" Daddy tidak berminat jadi bibit pebinor"
" Sekarang Abang udah tau kan, jadi Abang harus minta maaf sama daddy" kata Anggun.
" Benar itu" kata Vandy.
" Maaf daddy, karena Abang sudah salah sangka dan juga sudah menuduh Daddy jadi pebinor" ucap Kenzo tulus.
" Daddy maafkan, tapi Abang harus tau satu hal, Daddy tidak akan pernah bisa berpaling dari mommy kamu"
" Iya Daddy, Abang tau"
" Mommy pebinor itu apa?" tanya Kiran.
" I-itu apa namanya, kamu tanya sama daddy aja ya" kata Anggun sambil bergegas pergi dari sana.
" Daddy pebinor itu apa?" tanya Kiran.
" Aduh sayang, tiba-tiba perut daddy sakit. Daddy ke toilet dulu ya" kata Vandy bergegas pergi.
Gue juga harus kabur nih,
" Abang" panggil Kiran, karena melihat Abangnya akan pergi juga.
" Abang mau mandi dulu ya princess"
Kenzo berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Kiran hanya bengong melihat orang tua dan abangnya pergi.
Apa pebinor itu berbahaya?.
To be continue..
Happy Reading 😚😚
__ADS_1