
Kenzo cs dan pasangannya sudah sampai di tempat pelatihan mereka dulu. Setelah memarkirkan motornya ketiga cowok tampan itu berjalan memasuki tempat latihan itu.
Sampai di dalam, ketiga cowok tampan itu di sambut oleh guru mereka saat latihan dulu. Kenzo mencium tangan guru mereka secara bergantian.
" Kalian bertiga sudah besar" kata sang guru.
" Guru masih terlihat muda" puji ketiga cowok tampan itu.
" Kalian berlebihan, guru udah tua gini masa di bilang muda. Oh iya, siapa ketiga gadis cantik ini?" tanya sang guru.
" Ini kekasih kita guru" kata Kenzo.
Melodi cs mencium tangan guru kekasih mereka secara bergantian.
" Apa guru tau siapa anak kecil yang memegang sabuk hitam itu?" tanya Kenzo.
" Nanti kalian juga akan tau siapa anak kecil itu" jawab sang guru.
" Guru nggak asik nih" kata Tristan.
" Iya, sama kita main rahasia-rahasian segala" kata Gian.
" Karena guru harus menjaga rahasia dengan baik. Silakan duduk di kursi yang sudah disediakan" kata sang guru.
" Terima kasih guru" ucap Kenzo cs.
Kenzo cs dan pasangannya duduk di kursi paling depan, karena mereka ingin melihat dengan jelas siapa tamu istimewa itu.
Para murid-murid yang pernah ikut beladiri di sana sudah pada datang. Beberapa kursi yang kosong sudah mulai di tempati oleh para tamu yang datang.
Kenzo melihat sekelilingnya, dia belum melihat keberadaan orang tua dan juga adik kesayangannya. Begitu juga dengan Gian dan Tristan, mereka juga tidak melihat keberadaan orang tua mereka.
Vandy dan rombongannya baru sampai di parkiran. Setelah memarkirkan mobilnya dengan baik, barulah mereka masuk kedalam tempat pelatihan taekwondo itu.
Kedatangan Vandy dan rombongannya menyita perhatian semua orang yang ada di sana. Bagaimana tidak, orang terkaya di Asia itu sangat jarang datang ke acara kecil seperti ini. Jadi ini momen yang sangat langka untuk mereka semua, karena bisa bertemu dengan orang-orang hebat itu.
Vandy dan rombongannya duduk di kursi yang sudah disediakan oleh panitia. Mereka duduk di barisan terdepan. Ya kursi itu memang diperuntukkan untuk orang-orang penting.
" Silakan duduk tuan dan nyonya"
" Terima kasih Pak" ucap Anggun.
Vandy dan rombongannya duduk bergabung dengan orang-orang penting lainnya. Dari kejauhan Kenzo melihat mommy dan daddy-nya sudah duduk, tapi dia tidak melihat sosok adiknya.
Apa Kiran nggak ikut sama mommy dan daddy.
Para tamu yang hadir sudah lebih dari separuh. Panitia memutuskan untuk memulai acara reuni sekaligus silaturahmi dengan anak-anak pendatang baru.
Pemilik tempat beladiri taekwondo naik ke atas podium untuk memberikan sepatah dua kata. Setelah itu dia menyebutkan acara-acara apa saja yang akan mereka lakukan nanti.
Kenzo cs ingin secepatnya acara yang tidak penting itu cepat berlalu. Mereka ingin tau siapa anak kecil yang mendapatkan sabuk hitam itu.
" Kenapa nggak langsung ke acara penyambutan tamu istimewa itu aja sih" kesal Kenzo.
" Tau tu, acara yang nggak penting malah di dahulukan" kata Gian.
" Ssstt.. berisik kalian berdua. Gue juga penasaran dengan anak kecil itu, ingin rasanya gue percepat kata-kata mukadimah Bapak itu pake remote" kata Tristan.
" Eh Munaroh, lo pikir kita lagi nonton pake DVD. Ini acara live, peak" kata Gian.
__ADS_1
" Ya mana tau ada tombol kek di DVD gitu" kata Tristan.
" Ngaco lo ah"
" Ingin rasanya gue suruh turun tu Bapak" kata Kenzo.
" Sabar, orang sabar cepat dipanggil Tuhan" kata Gian.
" Lo doain gue cepat mati?!"
" Kagak"
" Itu barusan "
" Gue cuma bilangnya orang sabar cepat dipanggil Tuhan"
" Ian, lo emang cari ribut sama gue ya" kata Kenzo.
" Salah gue dimana coba?"
" Lo nanya salah lo dimana?"
" Hhmm"
" Lo doain gue cepat mati, disitu salah lo"
" Emang gue ada bilang nama lo?" tanya Gian.
" Nggak sih" jawab Kenzo.
" Gue bilang siapa tadi?" tanya Gian lagi.
" Bener, gue bilang orang sabar bukan Kenzo"
" Iya juga ya. Gue kan bukan orang yang sabar, tapi emosian malah"
" Bener, emosian banget malah" kata Gian.
Pletak.
" Jangan coba-coba bodoh in gue" kata Kenzo setelah memukul kepala Gian.
" Honey, Kenzo mukul kepala aku" adu Gian pada sang kekasih.
" Kalian berdua itu berisik banget sih" kata Keyra.
" Kenzo noh yang mulai duluan" protes Gian.
" Udah diam, aku mau dengerin bapak itu ngomong" kata Keyra.
" Betapa malang nasibku, semenjak di--"
" Diam!" ucap ketiga cewek cantik itu.
Gian terpaksa diam dan tak melanjutkan nyanyian. Karena kalau dia lanjutkan bisa-bisa ketiga cewek itu ngamuk.
" Di tempat pelatihan ini begitu banyak anak-anak yang berbakat, selain ketiga pemuda tampan yang ada di sana" kata Bapak pemilik tempat itu.
Semua orang yang ada di sana melihat kearah Kenzo cs. Termasuk para orang tua mereka. Vandy dan istrinya tersenyum pada putranya itu, begitu juga dengan orang tua Gian dan Tristan.
__ADS_1
"Baiklah semuanya, sebelum acara lomba kita mulai, hari ini kita kedatangan tamu yang sangat spesial. Dia masih kecil, tapi bakat dan kemampuannya sungguh luar biasa. Dia kebanggaan kami dan tentunya juga kebanggaan kita semua"
Kenzo cs fokus menatap ke depan. Inilah saat-saat yang paling mereka tunggu, jadi mereka tidak ingin melewatkan sedikitpun tentang anak kecil yang di bilang berbakat itu.
" Silakan sayang naik ke atas podium"
Tap.
Tap.
Tap.
Langkah kaki sudah mulai terdengar, semua orang fokus melihat ke depan, mereka semua ingin tau siapa si kecil yang berbakat itu. Ketiga cowok tampan itu memasang mata mereka dengan baik-baik.
Dari jauh Kenzo seperti mengenal postur tubuh yang kecil itu. Begitu juga dengan kedua sahabatnya. Mata Ketiga cowok tampan itu membulat dan mulut mereka juga terbuka melihat sosok yang baru naik ke atas podium.
" Princess!" teriak ketiga cowok tampan itu sambil berdiri.
Kiran hanya tersenyum melihat ekspresi ketiga cowok tampan itu. Begitu juga dengan Vandy dan yang lainnya.
" I-itu beneran princess kan?" tanya Kenzo.
Gian dan Tristan menganggukkan kepalanya mereka.
" Pemegang sabuk hitam?" tanya Kenzo.
Gian dan Tristan menganggukkan kepala mereka kembali.
" Adek gue pemegang sabuk hitam, kalian berdua liat kan " kata Kenzo bahagia sambil mengguncang tubuh Gian.
" Ken, kepala gue pusing karena lo goncang-goncang kek gitu" kata Gian.
" Sorry Ani, itu efek bahagia gue"
" Bahagia boleh saja, tapi jangan sampai membunuh gue juga dong?!"
Murid-murid yang lain tidak percaya kalau Kiran pemegang sabuk hitam. Terutama anak-anak yang seumuran dengan Kenzo cs. Mereka yang sudah berlatih dengan giat saja baru bisa memegang sabuk biru dan juga kuning. Jadi bagaimana mungkin anak kecil itu bisa memegang sabuk hitam.
" Kami tidak percaya dengan kemampuan anak kecil itu" kata salah satu murid yang seumuran dengan Kenzo.
" Benar, kami meragukan kemampuan anak kecil itu"
Kenzo cs mengepal tangan mereka menahan emosi. Bagaimana bisa mereka itu menghina princess kesayangan mereka.
" Kalau kalian tidak percaya dengan kemampuan saya. Kalian bisa mencobanya" kata Kiran.
" Dengan senang hati kami akan mencobanya"
" Baiklah, jika masih ada diantara kalian yang tidak percaya dan meragukan kemampuan saya. Kalian bisa maju dan bertanding dengan saya"
Para murid yang tidak percaya dengan kemampuan Kiran berdiri. Cukup banyak yang meragukan kemampuan putri Vandy dan Anggun itu.
Kenzo cs tersenyum melihat murid-murid yang meragukan kemampuan adik kesayangannya itu. Begitu juga dengan Vandy, dia tidak sabar ingin melihat pertunjukan yang menyenangkan.
To be continue..
Segini dulu ya 😉😉
Happy Reading 😚😚
__ADS_1