
Selesai makan mereka semua berkumpul diruang keluarga. Kenzo duduk dipangkuan Aska. Kedua sahabat Aska sangat senang melihat kehangatan keluarga kakak nya, walaupun ada perdebatan-perdebatan kecil.
" Gimana dengan sekolahnya Dek?" tanya Anggun pada Aska
" Alhamdulillah lancar Kak" jawab Aska
" Kak Anggun nggak usah khawatir, disekolah belum ada yang bisa ngalahin kecerdasan Aska" kata Dika
" Benar itu Kak, Aska masih diperingkat satu" kata Yogi
" O yah, terus gimana dengan kalian sendiri?" tanya Anggun ke Dika dan Yogi
" Kita masih diposisi dua dan tiga Kak" jawab Diki
" Nggak apa-apa yang penting masih peringkat kelas kan" kata Anggun
" Mommy, abang juga mau dapat peringkat satu" kata Kenzo
" Kalau mau, abang harus rajin belajar dan nggak boleh malas" nasihat Anggun
" Ya mommy" kata Kenzo
" Abang katanya juga udah sekolah ya?" tanya Aska pada Kenzo
" Iya, abang, Gian sama Tristan udah TK" jawab Kenzo
" Bukannya Paud ya" kata Aska
" Seharusnya sih iya Dek, tapi abang nya nggak mau. Dia pingin langsung TK" kata Anggun
" Kalau boleh tau umur Kenzo berapa Kak?" tanya Dika
" Tiga setengah tahun" jawab Anggun
" Pantas masih imut-imut" kata Yogi
" No, abang nggak imut-imut" kata Kenzo
" Terus apa? " tanya Yogi
" Tampan" jawab Kenzo
Semua orang disana tertawa melihat kenarsisan Kenzo. Ya sifat itu menular dari daddy nya. Karena hanya daddy nyalah yang selalu narsis.
Sore hari Aska dan kedua sahabat pamit pulang. Anggun dan Vandy susah payah membujuk Kenzo. Karena dia tidak mengizinkan Aska pulang.
" Sayang, uncle nya mau pulang dulu, kalau uncle sudah libur dia main kesini lagi" kata Anggun
" Nggak mau" kata Kenzo sambil memeluk Aska
" Mau jalan-jalan sama motor uncle bentar" tawar Aska
" Mau" kata Kenzo
" Habis uncle ajak jalan-jalan, abang harus bolihin uncle pulang ya" kata Anggun
Kenzo menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Aska membawa Kenzo jalan-jalan keliling kompleks dengan motornya. Aska sangat senang jalan-jalan pake motor. Aska pun ikut senang melihat Kenzo bahagia.
" Abang suka jalan-jalan pake motor?" tanya Aska
" Senang uncle "
" Besok minta sama daddy kesekolahnya pake motor aja, ya"
" Emang daddy punya motor?" tanya Kenzo
__ADS_1
" Punya, malahan motor daddy nya bagus-bagus" kata Aska
" Besok abang suruh daddy pake motor" kata Kenzo
" Itu baru keponakan uncle " kata Aska
Setelah dirasa cukup, Aska mengajak Kenzo pulang. Tak berapa lama, mereka pun sampai dirumah utama.
" Sekarang uncle sudah boleh pulang kan" kata Aska
" Boleh, uncle harus sering-sering main kesini ya" kata Kenzo
" Insya allah, kalau libur sekolah uncle kesini lagi" kata Aska
Aska dan kedua sahabatnya berpamitan sama Anggun dan Vandy. Selesai berpamitan mereka bertiga pun melajukan motor mereka meninggalkan kediaman Anggun.
Setelah Aska dan kedua sahabatnya sudah tak terlihat lagi, mereka pun masuk kedalam rumah.
Sekarang mereka bertiga berada diruang keluarga. Vandy membaringkan tubuhnya disofa yang ada disana.
" Daddy" panggil Kenzo
" Hhmmm"
" Besok abang kesekolahnya pake motor ya" kata Kenzo
" Maksudnya abang yang bawa motor?" tanya Vandy
" Bukan, yang bawa motornya daddy" kata Kenzo
" Kenapa nggak sama mobil aja sayang"
" Lebih seru pake motor daddy" kata Kenzo
" Ya udah besok kita berangkat kesekolahnya pake motor" kata Vandy
" Iya sayang"
" Sekarang abang mandi ya" kata Anggun
" Siap mommy "
Kenzo bergegas kekamarnya. Kenzo menaiki anak tangga menuju kamarnya. Sepeninggal Kenzo, Vandy tidur di dengan berbantal paha sang istri.
Vandy mengelus perut istrinya yang masih terlihat rata itu. Anggun merasa geli, karena perlakuan suaminya itu. Anggun merasa biasa aja dengan kehamilannya yang kedua ini. Dia tidak perlu merasakan ngidam, karena digantikan oleh suaminya.
" Dedek lagi apa didalam sini?" tanya Vandy pada calon baby nya.
" Dia belum bisa dengerin kita Mas, lagiankan masih baru" kata Anggun
" Nggak apa-apa sayang, mana tau kalau daddy nya yang ngajak ngomong dia dengar"
" Mana bisa kek gitu"
" Bisa. O iya sayang, bulan depan kita periksa kandungan kamu kan"
" Iya Mas"
" Nggak sabar rasanya menunggu dia lahir"
" Aku juga Mas "
Saat Anggun dan Vandy sedang menikmati waktu berdua mereka, tiba-tiba terganggu karena bunyi HP istrinya. Anggun mengambil HP nya di atas meja. Anggun melihat layar HP nya tertera disana nama Sinta, Anggun pun segera menggeser tombol hijaunya.
" Nggun gue hamil" teriak Sinta
Sontak Anggun menjauhkan HP dari telinganya.
__ADS_1
" Ya ampun Sin, kalau nelpon itu baca salam dulu, bukan teriak"
" Sorry Nggun lupa. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, nah gitu baru benar. Lo bilang apa tadi?"
" Gue hamil Nggun"
" Alhamdulillah, selamat ya Sin"
" Makasih Nggun"
" Berarti benar dong yang gue bilang kemarin"
" Iya, suami gue yang ngerasain ngidam nya"
" Sama dong kek suami gue"
" Iya, tapi untung nya suami gue nggak mual-mual Nggun"
" Bagus deh Sin, sekarang kita nunggu kabar baik dari Sisil aja nih"
" Kayak Sisil nggak akan nambah momongan deh"
" Kenapa?"
" Karena Gio nggak ingin sisil meresakan sakit saat melahirkan"
" Gue yakin nanti dia pengen nambah itu"
" Iya juga ya, pasti kebobolan juga nantinya"
" Benar, makanya kita tunggu aja kabar baik dari mereka"
" Pasti seru ya Nggun kalau kita sama-sama melahirkan"
" Iya Sin, pasti heboh"
" Ya udah Nggun, gue mau bikin nasi goreng dulu untuk bayi besar gue"
" Ok Sin"
" Assalamualaikum "
" Wa'alaikum salam"
Panggilan pun berakhir.
" Sinta bilang apa sayang?"
" Bilang Aldi lagi ngidam"
" Emangnya Sinta hamil, sayang"
" Iya Mas"
Wah topcer juga si Aldi, kecambah nya juga langsung jadi. Benar-benar bibit unggul.
To be continue..
Jangan lupa like, komen dan vote nya ya. Untuk kalian yang nggak tau cara memvote nya, Author kasih tau lagi.
Terima kasih sebelumnya.. 🙏🙏🙏
Happy Reading Guys... 😉😉
__ADS_1