Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Kekesalan Sinta


__ADS_3

Keesokan harinya, Sinta dan Aldi kembali pulang, karena mereka akan mengadakan acara 7 bulanan, begitu juga dengan Sisil dan Gio.


" Nggun kami pamit dulu ya" ucap Sinta


" Iya, maaf gue nggak bisa datang diacara 7 bulanan lo" kata Anggun


" Nggak apa-apa, kita ngerti kok" ucap Sinta


" Lo jaga kesehatan, kami menunggu kalian pulang, dan kita bisa berkumpul lagi" kata Sisil


Mereka bertiga pun berpelukan. Mereka sama-sama berdoa semoga secepatnya mereka bisa berkumpul kembali.


" Kita berangkat dulu ya" ucap Sisil


" Hati-hati dijalan, sampaikan maaf gue sama om dan tante" ucap Anggun


" Iya ntar gue sampaikan" kata Sinta


Sinta berpamitan pada orangtua Anggun dan juga Vandy, diikuti sama Aldi, Gio, dan Sisil.


" Kita pamit dulu om, tante" ucap Sinta


" Hati-hati dijalan, dan sampaikan maaf tante dan keluarga kamu, karena kami nggak bisa datang keacara 7 bulanan kamu" kata Kiara


Kiara dan Diana mengantarkan mereka berempat kepakiran rumah sakit. Selepas mama dan mama mertua nya pergi, Anggun meminta papa nya untuk membawa dia keruangan suaminya.


" Pa"


Wiguna dan Dwipangga sedang membaca koran. Mereka berdua menoleh kearah Anggun.


" Apa ada yang kamu butuhkan sayang?" tanya Wiguna


" Anggun mau ketemu sama Mas Vandy, Pa" jawab Anggun


Dwipangga langsung bangun dari duduknya. Dwipangga mengambil kursi roda untuk menantunya itu. Wiguna menggendong tubuh putri nya, dan mendudukkan nya diatas kursi roda.


Wiguna mengambil cucunya didalam box bayi dan memberikan pada putrinya. Dwipangga mendorong kursi roda menuju ruangan Vandy.


Sampai diruangan Vandy, Wiguna dan Dwipangga menunggu Anggun diluar. Mereka memberikan waktu untuk Anggun berdua dengan sang suami.

__ADS_1


Anggun menghampiri bed suaminya. Anggun melihat suaminya masih terbaring diatas bed dengan alat medis yang masih menempel ditubuhnya.


" Pagi Daddy. Mommy datang sama Kenzo. Apa Daddy tidak ingin melihat baby Kenzo" ucap Anggun


Anggun terus berbicara sama suaminya, berharap suaminya itu bisa mendengar ucapan nya itu. Anggun ingin melihat suaminya merespon ucapan nya.


" Daddy cepat bangun ya, kami disini menunggu Daddy. Kami semua sayang dan juga cinta sama Daddy. Jadi Mommy berharap Daddy cepat bangun" ucap Anggun


Seperti biasa tidak respon dari Vandy. Anggun mencoba tersenyum melihat orang yang paling dia cintai itu. orang yang selalu memeluknya dengan sangat hangat dan nyaman, sekarang terbaring lemah.


Anggun mengecup kening suaminya. " Mas aku mohon bangunlah, aku merindukan mu. Aku rindu dipeluk kamu, aku rindu berdebat dengan kamu, aku rindu dimanja sama kamu Mas"


Anggun tidak bisa lagi menahan air matanya. Masa-masa indah saat bersama dengan suaminya kembali terbayang. " Apa kamu tidak kasihan sama aku dan Kenzo Mas"


Air mata Anggun jatuh kepipi baby nya, membuat baby itu terbangun dan menangis.


" Oek..oek"


" Mas aku pamit dulu, mau menidurkan Kenzo"


Anggun pergi dari ruangan suaminya, tapi sebelum itu, Anggun mengecup kening serta bibir suaminya sekilas. Setelah itu Anggun pun berlalu pergi meninggal kan suaminya.


" Habis darimana sayang?" tanya Kiara


" Keruangan Mas Vandy Ma" jawab Anggun


" Sayang, kamu harus banyak-banyak berdoa supaya suami kamu cepat bangun dari tidur panjang nya" kata Kiara


" Iya Ma"


Anggun kembali tidur diatas bednya. Anggun ingin segera kembali kejakarta. Anggun ingin merawat suaminya dirumah. Mungkin dengan dia yang merawat, suaminya itu akan segera bangun.


***


Keesokan hari nya dikediaman Sinta dan Aldi sedang berlangsung acara 7 bulanan Sinta. Acara itu berjalan dengan lancar. Walaupun masih ada yang kurang, yaitu kehadiran Anggun dan Vandy.


Mulai dari sungkeman, siraman, dan yang terakhir jual es dawet dan rujak sudah dilakukan oleh Sinta dan juga Aldi. Sinta merasa lelah, mungkin karena hamil Sinta memang sering kelelahan.


Selesai acara Aldi dan Sinta beristirahat dikamar mereka. Kedua orangtua Sinta memutuskan untuk menginap dirumah anaknya.

__ADS_1


Sekarang mereka sedang berkumpul diruang tamu. Kedua orangtua Sinta bersyukur karena Aldi bisa selamat dari kecelakaan yang menimpa nya beberapa hari yang lalu.


" Apa Vandy belum juga sadar?" tanya Rahman mertua Aldi


" Belum Pa" jawab Aldi


" Kasihan Anggun, pasti dia merasa sedih karena suami nya tidak mendampingi dia saat melahirkan" ucap mama Sinta


" Iya Ma, tapi Anggun tidak ingin membagi kesedihan nya dengan orang lain. Karena pas aku sudah nyampe disana, Anggun mencoba untuk selalu tersenyum" kata Sinta


" Ya, sifat Anggun mirip sama Kiara mama nya. Anggun mewarisi sifat mamanya yang baik dan juga kuat"


" Apa kalian sudah belanja keperluan untuk calon baby kalian?" tanya Rahman


" Belum Pa, belanja nya nanti aja, lagian suami aku belum pulih betul" jawab Sinta


" Nggak terasa sebentar lagi mama akan jadi seorang nenek" kata mama Sinta


" Iya Ma, aku juga nggak sabar pengen lihat bayi aku lahir. Kira-kira dia akan mirip sama siapa ya?" tanya Sinta


" Tentu saja mirip aku Honey" jawab Aldi


" Mana bisa begitu, yang mengandung kan aku, jadi dia pasti mirip sama mamanya" ucap Sinta ketus


" Emang kamu nggak lihat anak Vandy dan Anggun" kata Aldi


" Tentu saja lihat Bee"


" Menurut kamu dia mirip siapa? " tanya Aldi


" Mirip Vandy" jawab Sinta


" Iya, makanya kalau lahir nanti baby kita akan mirip sama aku" kata Aldi


" Nggak bisa, bayi kita tetap akan mirip sama aku, bukan sama kamu Bee"


Sinta berlalu pergi meninggal kan suaminya. " Enak saja bilang mirip sama dia, yang mengandung gue, yang sakit ngelahirin nanti juga gue. Dia malah seenak nya bilang begitu" gerutu Sinta


To be continue

__ADS_1


Happy Reading Guys..😉😉


__ADS_2