
Semua orang menikmati steak yang di buat ketiga wanita cantik itu. Itulah yang di harapkan oleh Anggun dan kedua sahabatnya, semua orang makan dengan lahap.
" Steak buatan mommy sangat lezat" puji Kiran.
" Makasih sayang. Tapi yang bikinnya bukan cuma mommy, ada Tante Sinta dan juga Tante Sisil yang bantuin"
" Makasih Tante Sinta, Tante Sisil" ucap Kiran.
" Sama-sama princess sayang" balas Sinta dan Sisil.
Selesai makan para orang dewasa duduk di sofa yang sudah disediakan di taman itu. Sedangkan anak-anak memilih duduk di gazebo taman.
Para pelayan membawakan minuman dan juga camilan untuk para orang dewasa itu. Setelah meletakkan minuman dan camilan, para pelayan itu pamit undur diri.
Sidang untuk Aska dan Fira pun segera dimulai. Mereka menanyakan semua hal yang penting-penting pada Aska dan Fira. Sesekali bunyi tawa terdengar di sana.
" Mereka lagi ngomongin apa sih?" tanya Gian.
" Nggak usah kepo, itu urusan orang dewasa" kata Kenzo.
" Kalau ngomong orang dewasa, terus kenapa mereka bisa ketawa segede itu?" kata Gian lagi.
" Biasanya orang ketawa karena ada apa?" tanya Tristan.
" Ada yang lucu lha" jawab Gian.
" Nah karena itulah mereka tertawa" kata Tristan.
" Tapi calon Tante lo itu cantik juga ya Ken?" puji Gian.
" Ehem!" Keyra berdehem mendengar kekasihnya memuji cewek, selain dirinya.
Alamak mati gue! ternyata ada Buk satpam disini.
" Minum dulu honey" kata Gian sambil memberikan segelas air putih pada kekasihnya itu.
" Aku nggak haus" kata Keyra.
" Tadi aku dengar kamu batuk" kata Gian.
" Siapa yang batuk coba?"
" Kamu lha masa kucing"
" Kamu anggap aku kucing gitu?"
" Lha kok jadi sepaning gini sih honey"
" Kamu jahat!" kata Keyra sambil beranjak dari duduknya.
" Mau kemana?" tanya Gian sambil menahan tangan Keyra.
" Pulang!"
" Kok pulang sih"
" Habis kamu nya jahat"
" Iya maaf kalau tadi kata aku ada yang nyakitin kamu. Jangan pulang, ya?"
Keyra tersenyum pada kekasihnya itu, padahal dia tadi hanya pura-pura marah. Tapi kekasihnya itu malah menganggapnya serius.
" Jangan ngambek lagi?" kata Gian.
" Hhmm"
" Kok gue berasa kek obat nyamuk ya" kata Kenzo.
" Gue berasa kek ngontrak, Ken" kata Tristan.
" Sorry bro, pacar gue merajuk tadi" ucap Gian.
" Kalau gue jadi Keyra, udah gue tinggal tu si Gian" kata Kenzo.
__ADS_1
" Dan untungnya kekasih gue bukan elo" kata Gian.
" Ck" Kenzo berdecak kesal.
" Malam Minggu nonton yuk" ajak Dira.
" Boleh juga tuh" kata Melodi dan Keyra.
" Nggak!" kata ketiga cowok tampan itu.
" Kenapa?" tanya Melodi.
" Nanti kalian ngajak kita nonton film horor lagi" kata Kenzo.
Ketiga cewek cantik itu saling lirik, kemudian mereka tertawa. Melodi cs baru ingat kalau ketiga cowok tampan itu cuma cover diluar aja yang macho, tapi hati mereka hello Kitty banget.
" Ketawa aja terus yank" kata Kenzo.
" Habisnya kalian tu lucu tau nggak?!"
" Emang kita badut" kesal Kenzo.
" Tau ni, senang banget ledek pacar sendiri" kata Tristan.
" Bukan meledek, Ay" kata Dira.
" Terus apa namanya kalau bukan meledek" kesal Tristan.
" Eits nggak boleh kesal, ntar aku cium lho" kata Dira.
" Kalau cium aku mau " kata Tristan.
" Jangan coba-coba mesum di sini" kata Kenzo.
" Iya, kalian berdua nggak liat banyak anak di bawah umur di sini" kata Gian.
" Mana? Kiran, El dan Daffin jauh" kata Tristan.
" Kita berempatkan anak di bawah umur Saroh" kata Gian.
" Tua banget gue" protes Gian.
" Sudah-sudah, jadi kemana ni acara malam Minggu besok?" tanya Keyra.
" Kalau nonton, kita para cowok tampan yang tentuin filmnya" kata Gian.
" Paling kalian akan pilih film romantis" kata Melodi dan Keyra.
" Iya dong, biar kita bisa menikmati kencannya" kata Gian.
" Gimana kalau komedi atau action " usul Melodi.
" Nggak, kita cuma mau nonton film romantis. kalau nggak, berarti nggak ada acara nonton. Ya nggak Ken"
" Betul sekali. Karena kami ini cowok yang romantis, jadi nontonnya harus film yang romantis" kata Kenzo.
" Daripada nonton film romantis, mending kita ke pasar malam" kata Keyra.
" Setuju " kata Melodi dan Dira.
" Kok kamu setuju si, Ay" protes Tristan.
" Seru Ay pasar malamnya"
" Iya, tapi kan nggak bisa khilaf di sana" kata Tristan.
" Wah.. Saroh kecanduan khilaf kayaknya ni, Ken" kata Gian.
" Nggak bisa di biarkan ni, harus di ruqyah ni bocah" kata Kenzo.
" Enak aja lo bilang gue bocah, noh yang bocah" kata Tristan sambil melirik Gian.
" Bukannya lo sendiri yang bilang tadi gue 21+?" kata Gian.
__ADS_1
Ketiga hanya bisa menghela nafas panjang, melihat tingkah absurd ketiga cowok tampan itu. Mereka berpikir kenapa bisa mereka bisa cinta sama cowok seperti mereka.
" Bang" panggil Kiran.
" Ya princess " jawab ketiga cowok tampan itu.
Kiran tersenyum melihat tingkah lucu ketiga cowok tampan itu.
" Kalian berdua kenapa ikut nyaut juga" kata Kenzo.
" Habis princess manggilnya Bang doang sih" kata Gian.
" Iya, makanya kita nyaut juga" kata Tristan.
Kenzo menepuk jidatnya. " Yang di panggil Kiran itu gue, bukan elo berdua"
" Kita nggak denger dia nyebut nama lo " kata Gian.
" Intinya dia manggil gue" kata Kenzo.
" Abang bertiga stop! "
Ketiga cowok itu langsung diam.
" Good boy, sekarang dengerkan Kiran ngomong" kata Kiran.
Ketiga cowok tampan itu menganggukkan kepala mereka.
" Kiran udah ngantuk, mau tidur dulu" kata Kiran.
" Abang panggilkan Mommy ya" kata Kenzo.
" Nggak usah, adek bisa sendiri" kata Kiran.
" Ya udah, selamat tidur kesayangan Abang" kata Kenzo mengecup kening adiknya. Diikuti sama Gian dan Tristan.
Setelah berpamitan sama Abangnya, Kiran pergi menemui mommy, Daddy dan yang lainnya untuk berpamitan tidur. Sepeninggal Kiran, mereka melanjutkan kembali ngobrol-ngobrol tak berfaedah nya.
Setelah jam 9 malam, Aska, Fira dan Rendy pamit pulang. Karena Aska sudah berjanji sama ayah Fira akan mengantarkan putrinya pulang sebelum jam 10 malam.
" Kenapa nggak nginap disini aja sih paman?" tanya Kenzo.
" Paman sih mau nginap di rumah Abang, tapi paman udah janji sama ayahnya Tante Fira, kalau paman akan mengantarkan dia pulang ke rumahnya sebelum jam 10 malam. Sebagai pria sejati paman tidak mau melanggar janji paman" kata Aska.
" Ya deh paman. Sebagai pria sejati, Abang izinkan paman dan Tante pulang" kata Kenzo.
" Ck..bocah ini. Ya udah paman pamit pulang dulu ya semuanya"
" Ok paman"
" Ingat pacarannya jangan macam-macam" pesan Aska pada keponakannya itu.
" Kita cuma satu macam kok paman" kata Gian.
" Seharusnya kita yang bilang gitu sama paman" kata Kenzo.
Aska melirik Fira, gimana mau macam-macam, diterima aja belum. Aska tersenyum getir, dalam hal percintaan dia memang kalah sama keponakannya itu. Bagaimana tidak keponakannya statusnya sudah jelas, sedangkan dirinya masih di gantung kek jemuran kain.
" Ya udah paman pulang dulu, assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
" Ingat Paman jangan keblablasan" teriak Kenzo.
Aska tidak menghiraukan teriakan keponakannya itu. Dia terus berjalan menuju dimana mobilnya terparkir, diikuti sama Fira dan Rendy di belakang. Tapi dalam hati Aska berdoa, supaya Fira secepatnya membuka hatinya.
Tidak berselang lama Aska, Fira dan Rendy pergi meninggalkan kediaman kakaknya. Para sahabat Kenzo juga pamit pulang. Karena waktu juga semakin malam dan mereka juga sudah mengantuk.
Sekarang hanya tinggal keluarga inti saja dan juga Melodi. Karena Vandy sudah meminta izin sama calon besannya kalau Melodi akan menginap di rumahnya.
Pas jam 10 malam mereka semua memutuskan untuk beristirahat. Karena mata mereka sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi. Mereka pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
To be continue..
__ADS_1
Happy Reading 😚😚