
Setelah puas mengumpulkan kerang, Kenzo, Gian dan Tristan pun melihat kan kepada orangtua mereka. Mereka ingin tau kerang siapa yang paling banyak.
" Pasti punya ku yang paling banyak" ucap Kenzo
" Nggak mungkin, pasti punya ku yang paling banyak" kata Gian
" Salah, diantara kita bertiga punya ku yang paling banyak" kata Tristan
Mereka bertiga pun menuju tempat orangtua mereka. Kenzo sangat antusias melihatkan embernya, karena dia yakin punyanya lah yang paling banya.
" Mommy, coba lihat ini" ucap Ken sambil melihat kan ember kecil milik nya
" Waaaw anak mommy pintar sekali mencari kerang nya"
" Tentu, Diantara kami bertiga punya siapa yang paling banyak mommy?" tanya Kenzo
Anggun melihat ember milik Kenzo, kemudian beralih ke ember Gian dan Tristan. Kenzo, Gian dan Tristan tidak sabar mendengar ucapan Anggun.
" Punya kalian sama banyak" ucap Anggun
" Coba mommy lihat betul-betul" kata Kenzo
" Ini sudah betul-betul sayang" kata Anggun
" Ya, masa nggak ada yang menang sih" ucap Gian kecewa
" Kalian bertiga sudah jadi pemenangnya, mengerti" ucap Anggun
" Mengerti" kata mereka bertiga
Karena hari sudah sore, cuaca juga tidak panas lagi, mereka semua bermain lagi dipantai sambil menunggu sunset.
Anak-anak sibuk main kejar-kejaran, sedangkan para orangtua berjalan-jalan menyusuri pantai Anggun dan kedua sahabatnya meminta tolong untuk mengambilkan foto mereka.
Vandy, Aldi dan Gio mengambil beberapa foto istri mereka, dengan gaya yang istri mereka minta. Para istri pun puas dengan hasil jepretan suami mereka.
Hari sudah semakin sore mereka semua duduk dipinggir pantai untuk melihat keindahan sunset. Kenzo dan kedua sahabatnya sangat antusias.
" Wooww keren" kata Kenzo
" Ken suka?" tanya Anggun
" Suka mommy, sangat indah" jawab Ken
Setelah melihat sunset, mereka memutuskan untuk pulang. Karena hari sudah mau malam, dan besok para suami sudah harus kembali bekerja.
Mobil Vandy melaju meninggalkan pantai. Saat menuju jalan pulang, anak-anak mereka sudah tertidur pulas. Mungkin karena lelah bermain dipantai.
Vandy mengantarkan Gio dan keluarga kecilnya, setelah itu keluarga kecil Aldi. Setelah mengantarkan para sahabatnya, Vandy melajukan mobil menuju kediaman nya.
Sampai dirumah, Anggun meminta tolong kang Asep untuk membawa masuk semua barang-barang mereka yang ada dimobil. Vandy menggendong Kenzo kekamar nya.
Vandy membaringkan tubuh Kenzo diatas tempat tidur. Sebelum keluar dari kamar Kenzo, Vandy mematikan lampu kamar anak nya.
Setelah dari kamar anaknya, Vandy langsung menuju kamar nya untuk segera membersihkan diri. Sampai dikamar Vandy tidak melihat istriny, namun samar Vandy mendengar suara gemericik air dikamar mandi. Itu menandakan sang istri berada dikamar mandi.
Vandy berbaring diatas kasur sambil menunggu istrinya sambil mandi. Tak berselang lama pintu kamar mandi pun terbuka.
Anggun keluar dari kamar mandi. Vandy pun mengambil handuk dan segera masuk kedalam kamar mandi. Karena kalau berlama-lama menatap istrinya itu, bisa-bisa nanti dia nggak bisa mengontrol dirinya.
Anggun memakai pakaian nya, setelah itu dia menyiapkan pakaian untuk sang suami. Selesai menyiapkan pakaian suaminya, Anggun membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.
Vandy keluar dari kamar mandi, kemudian Vandy memakai pakaiannya. Setelah itu Vandy ikut berbaring disamping istrinya.
" Sayang"
"Hhmm"
__ADS_1
" Mas senang deh hari ini karena bisa melihat senyum dan tawa Kenzo"
" Aku juga Mas"
" Ternyata harta tidak bisa menjamin semua nya. Mas pikir dengan kita memberikan banyak mainan pada Ken dia tidak akan merasa kesepian, tapi dugaan Mas salah"
" Iya Mas. kebahagiaan itu bisa tidak hanya dari materi semata"
" Benar sayang. Terus kapan adik Kenzo ada disini?" tanya Vandy sambil mengelus perut sang istri.
" Nggak tau juga si Mas, kita berdoa aja ya semoga cepat dikasih" jawab Anggun
" Iya sayang, atau kita kurang bekerja keras sayang"
" Mungkin Mas"
" Ya udah sekarang kita ngadon lagi ya" ajak Vandy
" Aku ngantuk banget Mas, tidur dulu ya"
" Sayang, ayolah"
Anggun tidak menghiraukan ucapan suaminya itu. Anggun memejamkan matanya, tapi Vandy tidak berhenti sampai disana. Vandy tidak akan menyerah sebelum istrinya itu mengabulkan permintaan nya.
" Jangan pura-pura tidur sayang"
Tangan Vandy sudah menyelusup masuk kedalam baju sang istri. Anggun susah payah menahan hasratnya supaya nggak terpancing oleh suami mesum nya itu.
Vandy mulai bermain-main ditempat favorit nya. Vandy tau istrinya itu pura-pura tidur. Vandy mulai mencium leher sang istri dan meninggalkan jejak kepemilikan disana.
Suara desahan pun lolos dari mulut Anggun. Vandy semakin semangat untuk mengerjai istrinya itu, sampai nanti istrinya sendiri yang akan meminta lanjutkan.
Saat Anggun sudah benar-benar terbuai, Vandy menghentikan aksinya. Vandy ingin tau apakah istrinya itu akan meminta lanjutkan atau akan menahan saja.
" Mas"
" Hhhmm"
" Mas ngantuk, mau tidur sayang"
" Kok tidur si"
" Kalau ngantuk ya harus tidur sayang masa makan. Yuk kita tidur" ajak Vandy
" Mas"
Vandy susah payah menahan tawanya, mendengar suara sang istri sudah mulai berat.
" Mas"
" Iya sayang"
" Aku mau"
" Mau apa?"
" Ngadon"
" Boleh, tapi.." kata Vandy tersenyum licik
" Tapi apa?"
" Kamu yang mimpin ya"
" Kok aku"
" Iya kamu, kan yang pengen kamu"
__ADS_1
" Iya deh"
Walaupun kesal, tapi Anggun tetap melakukan apa yang dikatakan suaminya itu. Acara ngadon pun dimulai dipimpin oleh Anggun.
Vandy tidak membiarkan Anggun memimpin sepenuhnya. Karena Vandy tidak ingin istrinya berpikir kalau hanya dia saja yang menginginkan itu.
Cukup lama mereka melakukan olahraga malam nya, hingga akhirnya Vandy tumbang disamping istrinya. Vandy mencium kening istrinya.
" Makasih sayang"
" Sama-sama Mas"
Anggun menyembunyikan wajahnya didada sang suami. Anggun malu mengingat kelakuannya. Anggun berasa jadi istri penggoda suami.
" Kenapa?" tanya Vandy
Anggun menggelengkan kepalanya. Vandy memeluk tubuh istrinya, dia tau istrinya itu malu. Anggun mencium aroma tubuh suaminya.
Vandy berharap secepatnya nya calon adik Kenzo hadir diperut sang istri. Mereka pun mulai memejamkan mata, tak berselang lama mereka pun sampai kealam mimpi.
Pagi hari Vandy sudah rapi dengan memakai pakaian kantornya. Vandy melihat istrinya masih tertidur pulas. Vandy mengecup kening dan bibir istrinya sekilas.
Vandy pergi kekamar putra nya. Vandy membuka pintu kamar Kenzo. Saat pintu terbuka Vandy tidak melihat putra nya itu. Vandy masuk kedalam kamar Kenzo.
Tak berselang lama Kenzo keluar dari kamar mandi.
" Daddy"
" Anak daddy baru selesai mandi ternyata"
" Hhhmm"
" Daddy mau berangkat kekantor dulu"
" Mommy kemana?" tanya Kenzo
" Mommy masih tidur" jawab Vandy
" Apa mommy sakit?" tanya Kenzo cemas
" Nggak sayang, mommy kelelahan. Ken jangan ganggu mommy ya, biarkan aja mommy tidur"
" Iya daddy"
Kenzo mengantarkan daddy nya sampai kemobil seperti yang dilakukan nya tiap hari bersama mommy nya.
" Ya udah, daddy mau berangkat kerja dulu"
Kenzo bersalaman dan mencium punggung tangan daddy nya.
" Kalau mommy tanya, bilang daddy sudah berangkat kekantor. Assalamualaikum
" Siap daddy. Wa'alaikum salam, hati-hati dijalan"
Vandy melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya.
To be continue..
Hasil jepretan Vandy
Hasil jepretan Aldi
Hasil jepretan Gio
__ADS_1
Happy Reading Guys... 😉😉