Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Vandy dan Anggun sampai dikediaman utama. Mereka berdua masuk kedalam rumah. Saat melewati ruang keluarga, Vandy melihat mama sama papa mertuanya belum tidur.


" Mama sama papa belum tidur?"


" Belum. Putri kamu ngajak oma, Opanya begadang" jawab Wiguna.


" Kalau gitu kita ganti baju dulu ya Ma" pamit Anggun.


" Iya sayang" kata Kiara.


Anggun dan Vandy masuk kedalam kamar mereka. Sesampainya dikamar Anggun membantu suaminya membuka jas sama kemejanya.


Disaat Anggun membuka kancing kemeja suaminya, Vandy selalu mencuri-curi ciuman dari sang istri.


" Mas"


" Hhmm"


" Kalau kamu cium-cium terus, kapan selesainya membuka kancingnya" kata Anggun.


" Mas kangen sayang, lagian yang bisa cuma cium doang" rajuk Vandy.


" Sabar ya Mas, lagian nggak lama lagi kok"


" Nggak lama gimana?, 2 bulan itu rasa 2 tahun sayang"


" Lebay banget sih kamu Mas, masa 2 bulan bisa jadi 2 tahun"


" Kamu nggak ngerasain gimana tersiksanya Mas sayang"


" Tersiksa gimana?"


" Bermain solo, dan itu tidak asik sama sekali"


" Uluh..uluh kasihan baby besarnya aku. sekarang Mas ganti baju dulu"


" Hhmmm"


Vandy melangkahkan kakinya menuju walk in closet. Anggun menggelengkan kepalanya melihat suaminya itu merajuk.


Selesai menukar baju, mereka berdua keluar dari kamar untuk menemui mama dan papa. Sampai diruang keluarga Vandy langsung duduk disebelah papa mertuanya.


" Kenapa wajah kamu kusut kek gitu?" tanya Wiguna pada menantunya.


" Nggak apa-apa Pah" jawab Vandy.


Wiguna tau kenapa menantunya itu merajuk seperti itu. Sebagai lelaki normal pasti membutuhkan itu, termaksud menantunya.


" Sabar, kalau kamu mengalihkan pikiran kamu ke hal yang lain. Papa yakin waktu yang lama itu pasti akan terasa sebentar" nasihat Wiguna.


" Iya Pah, aku juga berusaha nggak memikirkan itu"


" Papa percaya kamu pasti bisa"


Vandy sangat beruntung memiliki mertua seperti Wiguna. Walaupun terkadang mereka berdebat, tapi itulah cara mereka berdua menunjukkan kasih sayang mereka satu sama lain.


" Tumben Kiran belum mau tidur jam segini?" tanya Kiara.


" Sering kok Ma, Kiran begadang. Malahan dia ngajak daddy nya" kata Anggun.


" O iya, Oma nggak nyangka cucu cantik Oma ini sering bikin daddy nya begadang untuk menjaganya" kata Kiara.


" Kapan kalian mulai merenovasi kamar untuk Kiran?" tanya Wiguna.

__ADS_1


" Besok orang tukang sama arsiteknya datang" jawab Vandy.


" Bagus itu"


" Adek tumben nggak ikut sama mama dan papa?" tanya Anggun.


" Dia belajar sama teman-temannya" jawab Kiara.


" Nggak terasa adek sudah mau lulus aja. Rasanya baru kemarin dia masuk sekolah" kata Anggun.


" Kenzo juga, nggak terasa udah sekolah dasar aja" kata Wiguna.


" Itu karena dia loncat kelas Pah" kata Vandy.


" Ya nggak apa-apa, bagus itu. Lagian kalian berdua juga pernah loncat kelaskan" kata Wiguna.


" Iya pah" kata Vandy.


" Mama sama papa sudah mau istirahat?" tanya Anggun.


" Ntar lagi sayang, lagian cucu mama juga belum tidur tu" kata Kiara.


Mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol, karena baby Kiran belum juga mau tidur. Jam 10 malam barulah Kiran mengantuk, mereka pun memutuskan untuk beristirahat kekamar masing-masing.


Pagi hari.


Kiara sudah sibuk didapur bersama para pelayan. Mereka akan memasak cukup banyak hari ini, karena tukang yang akan merenovasi kamar Kiran akan datang.


Wangi masakan sudah memenuhi dapur. Para pelayan sangat memuji kecekatan Kiara. Walaupun dia nyonya besar, tapi dia tetap mau turun tangan untuk memasak didapur.


" Bik coba cicipi ini" kata Kiara sambil menyerahkan sendok yang berisi kuah sup.


" Enak, rasanya pas Nyah" kata Mirna kepala pelayan.


" Siap Nyah"


Bik Mirna mengambil mangkok keramik yang berukuran besar. Kemudian dia mulai memindahkan sup yang ada diwajan kedalam mangkok.


Menu pertama mereka sudah selesai. Sekarang mereka akan membuat menu kedua dan yang terakhir nanti baru menu utamanya.


Bik Mirna mulai mencuci, cumi, ikan dan ayamnya. Ya nanti mereka akan membuat rendang ayam, dan itu juga akan menjadi menu utama nanti.


Anggun bangun agak terlambat, jadi dia bergegas pergi kedapur. Sampai didapur Anggun melihat mama dan para pelayan sedang sibuk dengan kerjaan mereka masing-masing.


Anggun juga melihat beberapa menu juga sudah terhidang dimeja makan. Anggun berjalan menghampiri mamanya.


" Ma, Anggun bantu ya"


" Makasih sayang, tapi kamu duduk manis aja disana, atau bangunkan suami dan anak kamu aja. Lagian mama sudah dibantu sama Bibik"


" Benar nih Ma nggak mau Anggun bantuin"


" Iya sayang"


" Ya udah, Anggun bangunkan Mas Vandy sama Kenzo dulu ya Ma"


Kiara menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Anggun pergi kekamar atas untuk membangunkan Kenzo. Sampai di tangga paling atas, Anggun melihat putranya itu keluar dari kamarnya.


" Mommy baru mau bangunin abang, ternyata abang sudah bangun duluan"


" Abang kan sudah gede mommy, jadi harus bisa bangun sendiri"


" Pintar anak mommy. Yuk kebawah, kita sarapan sama-sama "

__ADS_1


Anggun dan Kenzo turun kebawah.


" Abang duluan keruang makan ya, mommy mau bangunkan daddy dulu"


Mereka pun berpisah, Kenzo pergi keruang makan. Sedangkan Anggun pergi kekamar untuk membangunkan suaminya. Anggun mumutar handel pintu kamarnya.


Anggun melihat suaminya sudah bangun dan sedang bermain dengan putri kecil mereka. Anggun menghampiri suaminya itu.


" Mas udah bangun?"


" Hhhmm"


" Kita sarapan dulu yuk" ajak Anggun.


" Kamu duluan aja sayang. Mas mau bawa Kiran berjemur dulu"


" Baiklah"


Vandy menggendong Kiran kehalaman rumahnya. Dulu waktu Kenzo lahir Vandy tidak bisa melakukan hal seperti itu, karena dia koma. Sekarang dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan lagi.


Setelah 10 menit berjemur, Vandy membawa baby Kiran kedalam. Karena Kiran sudah harus dimandikan.


" Dedek mandinya sama mommy ya. Daddy mau sarapan dulu" kata Anggun.


" Biar Mas aja deh sayang yang mandiin baby nya"


" Aku aja Mas, mending Mas sarapan dulu. Papa sama Kenzo udah nungguin tu"


" Baiklah" pasrah.


Anggun mengambil ahli baby Kiran dari daddy nya. Karena Vandy akan sarapan sama yang lainnya. Anggun membawa baby Kiran kedalam kamar dan segera mandi.


Hotel Dwipangga.


Mike sedang mengemas pakaiannya. Ya hari ini dia akan kembali ke negara L. Dia nggak mau lama-lama di indonesia. Mike tidak mau menjadi perusak hubungan orang, makanya dia memutuskan untuk segera pulang.


Mike juga yakin kalau Anggun tidak akan tergoda. Mike melihat cinta Anggun yang sangat besar untuk suaminya. Lagi pula Mike tidak yakin kalau perasaannya ke Anggun itu cinta.


Asisten Mike membawa koper tuannya keluar kamar hotel. Sampai dilobi, mereka menemui resepsionis untuk melakukan check out. Setelah selesai melakukan check out, mereka langsung menuju bandara.


Aldi sudah menunggu Mike dan asistennya didepan hotel. Ya Vandy memang sudah mengatakan kalau dia tidak bisa mengatarkan Mike kebandara. Tapi dia menyuruh Aldi untuk melepas kepergian Mike dibandara.


Mike dan asistennya masuk kedalam mobil. Mobil pun melaju meninggalkan hotel.


" Maaf sudah merepotkan anda tuan Aldi" kata Mike.


" Saya tidak merasa direpotkan tuan. Seharusnya kami yang meminta maaf, karena tidak jadi membawa anda melihat keindahan pulau indonesia " kata Aldi.


" Itu bukan salah kalian, ini karena saya yang mendadak harus kembali ke negara L" kata Mike.


Aldi tidak ingin bertanya kenapa Mike memutuskan untuk segera kembali ke negara L. Karena itu privasi Mike. Tak terasa mereka pun sampai dibandara.


" Sampaikan maaf saya kepada Vandy" pinta Mike.


" Nanti saya sampai kan tuan. Semoga anda selamat sampai di negara L"


" Terima kasih "


Mereka pun berpisah, karena suara panggilan keberangkatan Mike. Aldi memeluk Mike, begitu juga sebaliknya. Setelah Mike menghilang kedalam pintu masuk keberangkatan, barulah Aldi pergi.


To be continue..


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2