Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Siang hari.


Semua murid bersiap untuk pulang. Begitu juga dengan Kenzo cs, mereka sudah memasukkan semua buku dan alat tulis lainnya kedalam tas mereka masing-masing.


" Latihan memanah yuk guys" ajak Melodi.


" Boleh juga tu" kata Gian.


" Aku nggak ikut ya" kata Keyra.


" Kenapa?" tanya Melodi.


" Aku nggak bisa" jawab Keyra.


" Ntar aku ajarin" kata Melodi.


" Tenang aja Key, Gian juga bisa tu jadi pelatih kamu" kata Kenzo.


" Ng-nggak usah Ken, aku sama Melodi aja"


" Ntar aku aja yang ajarin" kata Gian.


" Tu Key, Gian aja mau kok ngajarin kamu" kata Melodi.


" Nanti kamu ajarin aku juga ya pacar" pinta Dira pada Tristan.


"Ogah!" kata Tristan.


Mereka semua pun sepakat untuk pergi latihan memanah. Kenzo cs dan yang lainnya pergi menuju parkiran. Sesampainya di parkiran, Dira dan Tristan masih berdebat.


" Ngapain lo naik motor gue, turun!"


" Nggak"


" Udalah Tian, lagi pula cuma motor Lo aja yang nggak ada penumpang" kata Gian.


Tristan pun melirik motor Kenzo dan juga Gian. Benar saja, motor mereka sudah ada penumpangnya.


Walaupun Tristan tidak suka dengan Dira, dia juga tidak tega. " Baiklah kali ini lo boleh naik motor gue"


" Makasih " ucap Dira.


Ketiga motor sport itu melaju menuju tempat pelatihan memanah. Karena sudah cukup lama Kenzo cs tidak latihan memanah. Kenzo, Gian dan Tristan juga bisa menggunakan pistol, karena mereka pernah latihan menembak juga.


Sepanjang jalan menuju tempat latihan, mereka selalu saja berantem. Seperti sekarang ini Dira sengaja memeluk pinggang Tristan.


" Lo jangan coba-coba mengambil kesempatan dalam kesempitan ya" kata Tristan.


" Nggak!, aku ngambil kesempatan dalam kepanasan kok" kata Dira.


" Ck.. takut hitam juga Lo"


" Bukan takut hitam, tapi takut sakit"


Kenapa laju motor ini terasa lambat sih, gumam Tristan dalam hati.


Gian dan Keyra hanya diam saja, tanpa ada yang mau memulai pembicaraan. Sedangkan pasangan Kenzo dan Melodi sangat adem di pandang mata. Melodi dan Kenzo asik bercanda gurau di atas motor.


Setelah mengendarai motor selama 20 menit, akhirnya mereka pun sampai di tempat pelatihan memanah. Kenzo cs pun memarkirkan motor mereka di tempat parkir yang ada di sana.


Mereka berenam pun masuk kedalam tempat pelatihan. Ternyata siang itu tempat pelatihan sangat rame. Kenzo cs mengganti pakaian mereka, begitu juga dengan Melodi, Keyra dan juga Dira.

__ADS_1


Selesai mengganti pakaian mereka langsung menuju ruang pelatihan. Di ruang pelatihan juga sudah banyak orang-orang yang akan latihan. Keyra sangat gugup, pasalnya dia baru pertama kali ketempat itu.


" Kita di sebelah mana ni?" tanya Melodi.


" Paling ujung" jawab Kenzo.


Mereka langsung menuju tempat paling ujung. Kenzo mendapatkan giliran pertama untuk memanah. Kenzo pun bersiap-siap untuk melesatkan anak panahnya.



Melodi terpesona melihat Kenzo yang berdiri dengan gagahnya. Tidak hanya Melodi beberapa cewek yang ada di sana juga terpesona dengan Kenzo.


Kenzo fokus pada targetnya yang ada di depan. Dengan hitungan mundur yang keluar dari mulut Gian, Kenzo langsung melesatkan anak panah pas di hitungan Gian berhenti di angka satu.


" Berhasil" ucap Kenzo, ketika anak panahnya tepat mengenai target.


" Woow, keren seperti biasa bro" puji Gian dan Tristan.


" Thank's bro"


Sekarang tibalah giliran Melodi. Melodi pun berdiri di tempat Kenzo berdiri tadi. Melodi mulai mengarahkan busurnya ke depan.



Kenzo terpesona melihat Melodi. Melodi terlihat sangat cantik dan juga seksi dengan memegang busur panah itu. Aneh emang, menurut cowok lain cewek akan terlihat cantik dan seksi ketika memakai dress atau gaun yang terbuka, tapi tidak dengan Kenzo.


Kenzo mulai menghitung mundur, pas di hitungan satu. Melodi langsung melesatkan anak panahnya.


Prok..prok..prok..


" Keren" puji Kenzo.


" Thank's pujiannya"


" Kamu sudah siap?" tanya Gian.


" Hhmm" jawab Keyra sambil menganggukkan kepalanya.


Walaupun beberapa kali anak panahnya meleset, tapi Keyra tidak menyerah. Gian juga sabar dan telaten mengajarkan Keyra. Anak panah tinggal satu di tangan Keyra.


Kali ini harus bisa, aku nggak boleh mengecewakan Gian.


Keyra memejamkan matanya, tempat di hitungan satu. Anak panah Keyra melesat dengan cepat.


Hening.


Keyra belum berani membuka matanya, karena dia takut hasilnya tidak sesuai dengan perkiraannya.


" Hei!, buka mata kamu dan lihat ke depan" kata Gian.


Keyra membuka matanya dengan perlahan. Keyra kaget sambil menutup mulutnya dengan tangannya.


" Kamu berhasil " kata Gian.


" Yee" sorak Keyra sambil memeluk Gian.


Sekarang gantian, Gian yang kaget karena Keyra tiba-tiba memeluk dirinya. Gian hanya diam membisu. Dia tidak tau harus bagaimana, kalau dia membalas pelukan Keyra, dia takut di bilang lancang.


Gian membiarkan Keyra memeluknya. Seperkian menit barulah Keyra melepaskan pelukannya.


" Maaf " ucap Keyra.

__ADS_1


" Nggak apa-apa, santai aja " kata Gian sambil tersenyum pada Keyra.


Keyra yang melihat Gian tersenyum padanya pun, membalas senyuman Gian.


" Mau lanjut lagi, atau mau istirahat dulu" tawar Gian.


" Istirahat dulu deh" kata Keyra.


Gian dan Keyra pun ikut bergabung dengan Melodi dan Kenzo yang sudah lebih dulu istirahat dari pada mereka.


" Udah selesai?" tanya Melodi pada Keyra setelah sahabatnya itu duduk.


" Hhhmm"


Melodi memberikan minuman pada Keyra dan juga Gian.


" Makasih Mel " ucap Gian dan Keyra.


Pandangan mereka tertuju pada Tristan dan Dira yang dari tadi berdebat. Ya Dira dari tadi Tristan tidak pernah benar mengajarkan Dira.


" Kamu tu ikhlas nggak sih ngajarin aku" kesal Dira.


" Ikhlas"


" Terus kenapa anak panah aku selalu meleset"


" Itu karena kamu terlalu bodoh"


" Bukan aku yang bodoh, tapi karena kamu yang nggak bisa ngajarin aku" kata Dira mulai sedih. " Kalau kamu emang nggak mau ngajarin aku bilang" kata Dira yang mulai menangis dan pergi meninggalkan Tristan.


Tristan kaget melihat Dira menangis. Tristan pun mengejar Dira. Walaupun dia tidak suka sama Dira, tapi dia tidak bisa melihat cewek nangis.


"Dira" panggil Tristan.


Dira tidak menghiraukan panggilan Tristan, dia terus saja berlari. Tristan tidak menyerah, dia mempercepat larinya. Tristan pun berhasil mengejar Dira.


" Lepasin" kata Dira.


" Nggak "


Dira terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Tristan. Sekuat apapun Dira mencoba melepaskan tangan Tristan tetap nggak bisa " Mau kamu apa sih Tristan?!"


" Mau gue, lo Ikut gue kedalam"


" Nggak mau"


" Ayolah Dira, jangan seperti anak kecil gitu"


" Aku memang anak kecil, terus kamu mau apa"


" Ya udah terserah lo" kata Tristan sambil melepaskan tangannya dari Dira.


" Kamu jahat!" kata Dira mulai menangis kembali.


Tristan nggak sanggup melihat air mata Dira, Dia pun membawa Dira dalam pelukannya. Ya itulah salah satu kelemahan Tristan, dia tidak bisa melihat perempuan menangis.


Kena kamu Tian, nggak rugi air mata gue keluar hari ini, gumam Dira dalam hati.


Dira tidak menyia-nyiakan kesempatan langka itu. Dira membalas pelukan Tristan, walaupun Tristan memeluknya karena tidak tega melihatnya bersedih, itu tidak masalah. Kapan lagi bisa memeluk si galak.


To be continue..

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2