
Malam hari.
Vandy dan sang istri sudah bersiap untuk pergi kekediaman Agatha. Vandy menatap kagum sang istri. Walaupun sudah melahirkan anak bentuk tubuhnya juga masih saja bagus. Entah kenapa hanya dengan melihat tubuh sang istri, nafsunya selalu naik.
Sial! kenapa kamu begitu menggoda, sayang.
Anggun merasakan firasat yang buruk saat suaminya berjalan menghampirinya. Benar saja sampai di dekat sang istri, Vandy langsung mencium pundak istrinya itu.
" Mas"
" Hhmm"
" Jangan macem-macem"
" Nggak kok"
" Aku sudah selesai dandan"
" Terus?"
" Kalau kamu cium-cium aku terus, bisa-bisa dandanan aku rusak?!"
" Nggak akan, lagi pula Mas cuma cium pundak kamu doang kok"
" Hentikan! anak-anak pasti sudah menunggu kita di bawah"
" Baiklah"
Pasutri itu keluar dari kamarnya. Vandy merangkul pinggang sang istri, kemudian mereka berjalan menuruni anak tangga.
" Lama banget sih Dad?" kata Kenzo.
" Kan nungguin mommy dandan dulu Bang"
Ck.. bisa-bisanya dia menyalakan aku. Nggak ku kasih jatah baru tau rasa kamu, Mas.
" Mommy sangat cantik" puji Kiran.
" Princess mommy juga sangat cantik" puji balik Anggun.
" Yuk kita jalan, ntar kemalaman" ajak Vandy.
Keluarga kecil itu berjalan menuju mobil. Mereka semua masuk kedalam mobil.
" Jangan lupa pake seatbelt-nya" pesan sang Daddy.
" Ok daddy"
" Ready " kata sang Daddy.
" Ready!"
Vandy menghidupkan mesin mobilnya, setelah itu dia mulai melajukan mobilnya menuju rumah calon besannya. Perlahan mobil Vandy sudah meninggalkan rumah utama.
Perjalanan menuju kediaman Agatha jadi menyenangkan karena adanya Kiran. Sepanjang jalan ada aja celotehan gadis kecil itu.
Tanpa terasa mobil mewah itu sampai di depan pintu gerbang rumah keluarga Agatha. Satpam yang melihat mobil mewah berhenti di depan pintu gerbang rumah majikannya langsung menghampiri mobil itu.
" Selamat malam tuan, ada yang bisa saya bantu?" sang satpam ramah.
Kenzo membuka kaca mobilnya. " Pak tolong bukakan pintu gerbangnya dong" pinta Kenzo.
" Eh, Aden ternyata"
Setelah mengetahui siapa yang ada di dalam mobil itu. Pak satpam langsung membukakan pintu gerbangnya.
" Makasih Pak"
" Sama-sama Aden"
Vandy dan Anggun tidak kaget kalau satpam itu bisa mengenali putra mereka, karena Kenzo memang sering mengantar jemput Melodi.
Mobil mewah limited edition itu sampai di rumah utama milik keluarga Agatha. Vandy memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang tersedia di sana.
Di depan pintu utama calon besannya sudah menunggu kedatangan Vandy dan keluarga kecilnya.
" Selamat datang di kediaman Agatha calon besan" kata Tiara sambil cipika cipiki.
" Terima kasih" kata Anggun.
" Selamat datang bro" kata Keynan sambil memeluk tubuh Vandy.
" Thank's bro" ucap Vandy sambil membalas pelukan Keynan.
" Wah.. Kiran cantik sekali" puji Tiara dan Melodi.
" Terima kasih, Tante dan Kak Melodi juga cantik" puji balik Kiran.
" Manis sekali sih kamu" kata Melodi sambil mencubit pipi calon adik iparnya itu.
__ADS_1
Mata Kenzo tak lepas dari sang kekasih. Melodi tersenyum pada kekasihnya itu.
" Kamu cantik malam ini" puji Kenzo.
" Oh, jadi cuma malam ini nih aku cantiknya?" tanya Melodi.
" Kamu setiap detik selalu cantik, yank"
( Author: " Bertambah satu lagi calon bucinπ")
( Kenzo: " Iri aja lho Thorππ")
" Kamu juga selalu tampan" puji balik Melodi.
" Yuk masuk" ajak Agatha.
Mereka semua masuk kedalam rumah utama Agatha. Karena jam sudah menunjukkan pukul 7.10 Malam. Mereka memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu.
Semua hidangan sudah tersaji di meja makan nan mewah itu. Mereka semua duduk di kursi yang ada di sana.
Kedua istri cantik itu melayani suami mereka masing-masing. Melodi juga tidak mau ketinggalan, dia juga melayani kekasihnya itu.
" Sayang mau lauk yang mana?" tanya Melodi.
" Udang saus Padang aja Yank"
Tiara dan Anggun tersenyum melihat kemesraan anak mereka. Begitu juga dengan kedua suami tampan itu.
" Ini yank" kata Melodi sambil memberikan piring yang sudah berisi nasi dan lauk itu pada Kenzo.
" Makasih Yank"
" Sama-sama. Kiran mau makan sama lauk yang mana sayang?" tanya Melodi.
" Kiran mau cumi crispy Kak"
" Terus apalagi?"
" Itu aja"
Melodi mengambil cumi crispy dan tak lupa juga dia meletakkan sayuran di atas piring Kiran.
" Makan yang banyak ya" kata Melodi sambil meletakkan piring yang sudah terisi nasi, lauk dan sayuran itu di depan Kiran.
" Makasih Kak Melodi"
Mereka mulai menyantap hidangan yang ada di piring mereka masing-masing.
" Udang saus Padang nya enak" puji Kenzo.
Melodi sangat bahagia karena Kenzo suka masakan buatannya. Jadi tidak sia-sia dia masak hari ini.
" Ini kamu yang bikin ya yank?"
" Kok kamu tau?"
" Tau lha. Karena di keluarga Agatha kan cuma kamu yang tau makanan kesukaan aku"
" Benar juga"
Mereka melanjutkan kembali acara makan malamnya. Vandy dan keluarga kecilnya menikmati hidangan yang disajikan oleh keluarga Agatha.
Selesai makan mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Kiran duduk di karpet bulu yang ada di dekat televisi. Gadis kecil itu tau kalau para orang dewasa itu akan membicarakan hal yang penting jadi dia memutuskan untuk menonton kartun kesukaannya.
" Melodi tau tentang kedatangan Om dan keluarga kesini?" tanya Vandy.
" Tau Om, papi udah bilang kemarin sama Melodi"
" Apakah kalian berdua sudah siap untuk menikah?" tanya Vandy.
" Kalau Melodi terserah sama Kenzo aja Om"
" Abang gimana?" tanya Vandy pada putranya.
" Kalau Abang pengin besok Dad nikahnya" jawab Kenzo.
Semua orang yang ada di sana tersenyum mendengar jawaban Kenzo. Vandy tidak menyangka putranya ngebet banget ingin nikah.
" Abang udah kebelet?" tanya Kenzo.
" Maksud daddy?" tanya balik Kenzo.
" Nggak usah denger omongan Daddy kamu sayang" kata Anggun pada putranya.
" Kalau Kenzo ingin secepatnya menikahi Melodi, Om punya beberapa persyaratan untuk Kenzo"
" Persyaratan?" tanya Kenzo.
" Iya, karena Melodi anak Om satu-satunya. Jadi Om harus memastikan masa depan yang baik untuknya"
__ADS_1
" Baiklah, apa persyaratan yang Om berikan"
" Om ingin kamu menyiapkan satu mansion untuk putri Om"
" Baik, aku akan penuhi itu" kata Kenzo.
" Tapi kamu tidak boleh minta bantuan pada Daddy dan juga juga keluarga kamu yang lainnya. Karena Om ingin mansion itu di beli dengan uang hasil keringat kamu sendiri"
" Tidak masalah" kata Kenzo mantap.
" Syarat kedua, setelah menikah kamu dan putri Om tidak boleh tinggal bersama"
Kenzo dan Melodi kaget mendengar persyaratan kedua yang di berikan oleh Keynan. Kalau mereka tidak boleh tinggal bersama setelah menikah, lalu untuk apa mereka menikah.
" Saya tidak setuju dengan syarat Om yang kedua"
" Melodi juga tidak setuju Pih"
" Baiklah, kalau begitu kita ubah persyaratan kedua"
Sepasang kekasih itu tersenyum, mereka merasa lega karena persyaratan kedua di batalkan.
" Persyaratan kedua, kalian berdua tidak boleh berhubungan badan sebelum kalian lulus SMA"
" Maksud Om?" tanya Kenzo.
" Abang mau menikah cepat tapi berhubung badan saja Abang nggak tau?" tanya Vandy sambil menepuk keningnya.
" Ya Abang mana ngerti istilah kek gitu Dad"
" Maksud Om Keynan itu, Abang tidak boleh unboxing Melodi dulu"
Wajah Kenzo seketika memerah mendengar ucapan Daddy-nya. Sedang Melodi bingung, dia tidak tau apa yang di maksud dengan unboxing itu.
" Bagaimana?" tanya Keynan lagi.
" Aku setuju Om"
" Kamu yakin bisa nahannya Bang?" tanya Vandy pada putranya.
" Yakin Dad"
Wah.. hebat juga putra gue, dia bisa tahan selama itu. Gue aja puasa satu malam aja nggak kuat. Batin Vandy dalam hati.
" Setelah kamu selesai membeli mansion itu, baru kita tentukan tanggal pernikahan kalian. Apakah kamu setuju?" tanya Keynan pada Kenzo.
" Saya setuju Om"
Acara Pernikahan Kenzo akan dilakukan setelah dia bisa memenuhi syarat pertama yang di berikan calon mertuanya itu.
Waktu cepat berlalu, jarum jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Vandy dan keluarganya pamit undur diri. Keynan dan istrinya mengantarkan calon besan mereka ke halaman depan.
" Kita pamit pulang dulu ya bro" kata Vandy
" Ok bro"
Setelah Vandy dan keluarganya berpamitan sama Keynan dan keluarganya, Vandy dan keluarga kecilnya masuk kedalam mobil.
" Ken, bisa bicara sebentar?" pinta Keynan saat Kenzo akan masuk kedalam mobil.
Kenzo mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil. " Bisa Om"
Keynan berjalan agak menjauh dari mobil Vandy, kemudian diikuti oleh Kenzo dari belakang.
" Ada apa Om?" tanya Kenzo saat mereka sudah jauh dari mobil.
" Om cuma mau bilang, kalau kamu melanggar persyaratan yang kedua. Maka Om akan membawa Melodi pergi jauh dari kamu"
Deg.
Kenzo merasa sakit di dadanya mendengar ucapan dari papi kekasih hatinya itu.
" Jangan beritahukan masalah ini pada kedua orang tua kamu. Apa kamu mengerti?!"
" Mengerti Om"
" Sekarang pulang lha, orang tua kamu sudah menunggu"
Kenzo berjalan menuju mobil sang Daddy, dia berusaha tersenyum supaya kedua orang tuanya dan kekasihnya tidak curiga.
" Pulang dulu ya, yank" pamit Kenzo.
" Hati-hati"
Setelah berpamitan dengan kekasihnya, Kenzo masuk kedalam mobil. Mobil Vandy pun melaju meninggalkan kediaman Agatha.
To be continue..
Happy Reading ππ
__ADS_1